Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 18


__ADS_3

"Hai, sayang." Disti menyapa putra sulung nya."Kau datang bersama siapa?"tanya wanita itu lagi ketika mendapati Lily berdiri di belakang putranya.


Disti Mahendra, Dia adalah orang tua dari Haris Dirgantara. memilih tinggal di rumah kediamannya dulu bersama sang suami yang telah almarhum, dan dengan anak perempuannya yang sudah menikah juga yang tak lain adalah adik Haris sendiri. namun adik Haris itu sudah memiliki anak yang baru berusia 7 bulan.


"Ini Lily, dia sekertaris ku dikantor. dan dia juga sepupu dengan Angel,"


Haris memperkenalkan Lily dengan ibunya. Lili mengeluarkan tangan pada ibu bosnya yang disambut oleh wanita itu dengan senyuman hangat.


" tadi kami sedang meeting di luar ketika mami menelpon, jadi sekalian saja aku membawanya ke sini,'' ungkap Haris Menjelaskan mengapa Lili ikut bersamanya.


Disti mengangguk mengerti.'' silakan nikmati acaranya, Nona Lily.'' Disti menyambut Lily ramah.


"Terimakasih, Nyonya."


"Sama-sama, Nona."


balas Desti.'' oh, iya. aku sudah menghubungi Angel 1 jam yang lalu, tapi nggak sekarang dia belum sampai juga'' Disti mengeluh pada Haris.


" mungkin dia sedang dalam perjalanan, dan sebentar lagi akan datang,'' ucap Haris mencoba memberi ketenangan pada ibunya.

__ADS_1


Lili membulatkan matanya ketika mendengar nama istri pria itu disebut. dia akan bertemu langsung dengan wanita itu di sini yang tak lain adalah kakak sepupunya sendiri. yang mana Dari kemarin Lili lagi menghindar agar tidak bertatap muka dengan kakaknya.


" semoga saja seperti itu. Baiklah, Kutinggal dulu.'' Disti berpamitan pada Lili dan meninggalkan keduanya untuk menyambut tamu-tamu yang datang.


Haris mengajak Lily berbaur dengan yang lainnya, selalu mengenalkan wanita itu pada Mila, adiknya.


"Siapa namanya?" tanya Lili pada bayi berusia 7 bulan yang ada di gendongan Mila.


"Namanya, Gally." Mila mengenalkan nama bayi laki-laki nya pada Lily.


Haris menjauh dari dua wanita itu, memilih bergabung dengan para pria yang tengah sibuk menikmati sajian barbeque sembari membicarakan bisnis.


" hati-hati, biasanya dia Mengamuk bila digendong dengan orang yang baru dikenalnya,'' ujar Mila memberitahu. Lily tertawa kecil menanggapi ucapan Mila, dia tidak merasa aneh dengan hal itu. Bukankah bayi kebanyakan seperti itu bila bertemu dengan orang baru?


Gally tampak nyaman dalam gendongan Lily, bayi kecil itu malah tertawa dan mengeluarkan kata-kata ajaibnya.'' wah! Lihat, dia langsung menyukaimu,'' kata Mila berbinar. Lily pun tidak menyangka kalau bocah 7 bulan itu mau bersamanya.


tak lama bila berpamitan dan menitip bayinya pada Lily sebentar, wanita berusia 27 tahun itu harus mengurusi sesuatu.


Haris yang melihat itu, seakan ada yang membuncah dalam dadanya. tanpa disadari bibirnya membentuk senyuman indah pada gadis itu. harus meninggalkan obrolannya dengan para pria di sana. langkahnya menuju ke arah Lili Yang masih menggendong Gally, keponakannya.

__ADS_1


"Berikan padaku," katanya dengan suara lembut pada Lily. tanpa pikir panjang wanita itu langsung memindahkan Gally ke Haris. Namun, Lily terkejut begitu hari memberikan bayi kecil itu ke seorang gadis muda yang dia tahu adalah pengasuh bayi.


"Ayo, ikut aku!" Haris berkata Seraya berjalan kembali ke dalam rumah. Lily hanya mengikuti langkah lebar pria itu tanpa mengatakan apa-apa.


Lili menggigit bibir Seraya memutar kepala ke kiri dan ke kanan. langkah yang tergesa mengikuti Harris di depannya yang berjalan lebih masuk ke ruangan demi ruangan paling dalam di rumah ini. suasana di dalam sini sepi, karena para tamu yang hadir hanya berada di bagian Taman belakang.


harus membuka pintu kayu berwarna coklat itu, Lili menahan nafasnya begitu melihat ruangan yang dituju oleh Bosnya itu. sebuah ruangan perpustakaan dengan banyak rak buku di sisi dindingnya. harus memeluknya dari belakang dan mencumbuhi lehernya.


" aku begitu terang sang ketika kau menggendong bayi, tadi,'' ucap Haris dengan nafas yang menerpa telinganya.


Lili bertanya, Apakah Haris ingin bercinta dengannya, di sini, di rumah orang tua pria itu?


pertanyaan Lily terjawab tatkala, Haris membawa tubuhnya ke atas meja besar yang ada di ruangan itu dan mulai mencium bibirnya kasar, seperti biasa. tangan pria itu mere mas bu ah dad anya kuat-kuat. Lili tak mampu menahan De sa nikmat yang menderanya. tangannya pun membuka kancing kemeja hari satu persatu, dan bibir yang menutupi dada bidang pria itu.


"Ah.. lily... " lenguhan panjang lolos dari bibir pria itu. kemudian Haris membuka resleting celananya dan mengangkat kaki Gadis itu agar terbuka lebar dan membiarkan dirinya memasuki bagian hangat favoritnya. harus menghujamnya tanpa ampun. Lili merasakan badai gairah yang menerjangnya bertubi-tubi. darah dalam tubuhnya seakan mengalir deras, bersamaan dengan cairan hangat yang mendesak keluar dari inti tubuhnya.


tubuh wanita itu melenting ke belakang, Haris menciumi leher wanita itu dengan satu tangan menopang pinggang Lily. tubuh bagian bawahnya terasa menegang dan meledakkan cairan hangatnya pada rahim wanita itu.


percintaan yang dia lakukan bersama Lili lalu berhasil membuatnya tak pernah puas menginginkan Lagi Dan Lagi. seakan dia tidak akan pernah puas memasuki gadis itu.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2