Apa Salah JANDA?

Apa Salah JANDA?
Bab 19


__ADS_3

Seorang wanita cantik dengan tinggi semampai berpenampilan elegan memasuki kediaman keluarga besar Dirgantara yang sedang mengadakan acara Barbeque di taman belakang.


"Hai, Angel! akhirnya kau datang juga,'' ucap Disti menyambut hangat menantunya. Angel melepas kacamata hitamnya dan membalas pelukan hangat Ibu mertuanya.


" Maafkan aku karena datang terlambat,Mi. banyak yang harus aku selesaikan tadi di tempatku melakukan potret sesi memperkenalkan produk baru temanku,'' ucap wanita dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai indah di punggung.


" tidak mengapa. aku sangat paham dengan kesibukanmu, sayang.''


'' ngomong-ngomong, aku melihat mobil Harris di carport. Apakah dia sudah di sini?'' tanya Angel. dia sempat terkejut tadi mendapati mobil suaminya sudah ada di sini lebih dulu, Padahal tadi pria itu mengatakan sedang meeting dan tidak yakin bisa datang tepat waktu. tetapi tadi dia melihat mobil lelaki itu sudah ada di sini.


"Ah, Ya. dia datang 30 menit yang lalu, tetapi Mami tidak tahu ke mana dia sekarang..'' Disti memutar kepalanya ke segala arah mencari keberadaan Putra sulungnya itu, Begitu juga dengan Angel yang mencari di mana suaminya berada.


" Itu dia!" Disti menunjuk ke arah pintu samping di mana harus berdiri di sana.'' Haris!" Panggil Disti lantang, sontak pria itu pun menoleh ke arahnya.


Angel mengembangkan senyum indahnya ketika mata mereka saling bertubrukan, namun tiba-tiba senyum di bibir wanita cantik itu pudar tatkala mendapati seorang wanita berambut hitam panjang berdiri di belakang suaminya yang tak lain itu adalah adik sepupunya sendiri yang di mana dia yang telah menjualnya untuk menjadi sekretaris suaminya dulu.


Angel memanglah yang menyuruh Lily bekerja di perusahaan suaminya, dia jarang bertemu dengan wanita itu. dikarenakan kesibukan Angel dengan teman-teman sosialitanya, dan Angel jarang sekali memperhatikan rumah tangganya. namun kali ini dia merasakan ada hal lain saat suaminya bersama sekretarisnya itu.kali ini dia merasa ke beradaan lily disini juga tidak di perlukan,merasa cemburu namun ia tepis. tidak mungkin lily menjadi selingkuhan suami nya? Semoga saja tidak?


Haris melangkah menghampiri ibunya yang saat ini bersama dengan istrinya. sepertinya wanita itu baru datang. Lily yang hendak berbelok ke arah lain langsung dicegah oleh Haris dan meminta wanita itu untuk mengikutinya menuju ibu dan istrinya. degup jantung Lily tiba-tiba berdetak cepat, Ini pertama kalinya dia berhadapan dengan istri Bosnya itu, Namun bukan sebagai adik sepupu tetapi menjadi simpanan Bosnya itu. apalagi dia ada hubungan spesial dengan suami kakak sepupunya itu.


" halo, sayang.'' Angel memeluk Haris sembari mengecup pipinya.'' sudah lama?'' tanyanya kemudian.


Haris mengurai pelukan dan membalas pertanyaan Angel seperti yang ibunya katakan tadi.

__ADS_1


" Kau bersama Lily?'' tanya Angel dengan suara yang terdengar biasa mungkin.


" Ya, seperti yang kau lihat. aku bersama sekretarisku, kami baru saja meeting di luar, lalu langsung ke sini ketika kau meminta aku datang juga,'' ungkap Haris menjelaskan.


Lily mengulas senyum tipis ketika Haris menjelaskan kepada istrinya.'' halo, Nyonya Angel. Senang bisa bertemu dengan Anda kembali.'' ucap Lily yang mana menganggap bahwa itu adalah istri bosnya bukan kakak sepupunya dan dia harus menghormatinya. Lily pun mengulurkan tangan pada Angel.


Angel pun menyambut uluran tangan Lili dan menyunggingkan senyum sekilas.


"Kau betah Lily kerja dengan suami ku?" tanya Angel.


"Iya kak," jawab Lily


"Baguslah."


Lily merasa sangat rendah berhadapan dengan Angel langsung. wajah wanita itu sangat cantik, mulus tanpa celah, tubuhnya juga profesional dengan tinggi yang semampai. bila dibandingkan dirinya, Lily sama sekali tidak ada apa-apanya.Namun, entah mengapa Haris sangat bernafsu padanya. Entah, dengan istrinya mungkin pria itu juga memiliki nafsu yang jauh lebih besar.


Lily mengambil gelas bertangkai panjang yang berisi anggur dan meneguknya hingga tandas, dadanya sesak mendapati kenyataan itu. Meskipun bagi Haris dia hanya wanita yang dibayar untuk memuaskan nafsunya, pria itu juga tidak pernah tau kalau Lily juga telah menyimpan perasaan pada pria itu sejak awal.


Haris menatap Lily yang tengah berdiri didepan meja dengan banyak minuman disana, dia baru melihat wanita itu menenggak satu gelas anggur hingga habis. kali ini dia melihat wanita itu mengambil gelas kedua dan meninggalnya kembali hingga tandas.


"Apa yang kau lakukan, Lily?" desis Haris dengan mengetatkan rahangnya.


"Sebentar," ujar Haris berbisik di telinga Angel.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Angel.


"Aku akan meminta sekertaris ku untuk pulang lebih dulu. sepertinya dia bosan." ucap Haris sembari beranjak dari duduknya dan melangkah menghampiri Lily yang masih berdiri di meja yang dipenuhi gelas kosong dan kudapan.


Angel memperhatikan suaminya yang tengah berjalan menuju sekretarisnya yang tak lain adalah adik sepupunya itu yang berjarak sekitar 3 meter darinya.


" pulanglah, Lily. aku akan meminta sopir untuk mengantarmu,'' bisik Haris dengan suara tertahan.


Lily terkesiap begitu mendapati hari sudah berada di sampingnya. wanita itu meletakkan gelas ketiganya yang masih utuh ke atas meja kembali.


" Baiklah, aku rasa kehadiranku sudah tak dibutuhkan lagi di sini,'' ucapnya sedikit menyindir.


" Jangan berpikir macam-macam. kita bertemu lagi besok di kantor,'' ujar Haris.


"Okey." Lily menepuk-nepuk bawah roknya. lalu berjalan meninggalkan Haris di meja itu.


Ketika Lily akan melewati jalan setapak yang langsung menghubungkan ke pintu depan, wanita itu berpapasan dengan Mila dan bercakap-cakap sebentar. kemudian wanita itu melanjutkan langkah lagi hingga keluar.


Sebuah mobil sedan hitam mengkilap sudah dipersiapkan di depan rumah begitu Lily melewati pintu besar itu.


" silakan Nona Lily, Saya akan mengantar anda.'' ucap pria yang sepertinya berusia pertengahan 40 tahun itu.


Lily langsung saja masuk ke dalam mobil mewah milik keluarga Dirgantara itu tanpa pikir panjang. mungkin Haris yang sudah meminta sopir itu untuk mengantarnya. Kembali, wanita itu merasakan sesak di dadanya. seharusnya dia tidak menerima tawaran pria itu, mestinya dia tidak tergiur oleh pesona pria itu yang sudah membuat akal sehatnya terkontaminasi virus Haris. dia bodoh terlalu mempercayai omongan Haris, bodohnya dirinya telah menjadi wanita penghancur rumah tangga orang lain atau kakak sepupunya sendiri.

__ADS_1


Bersambung.....


Rusaknya akal sehat seorang wanita, itu semua karna dia pernah di khianati di masalalu nya.


__ADS_2