
Seminggu sebelum Rey berangkat untuk menyaksikan pertandingan final Indonesia Open, Rey baru saja bertanding memperebutkan tiket untuk kejuaraan U-17 tingkat Provinsi. Dia berhasil mengalahkan lawannya dan menjadi wakil Bandung Kota untuk lolos mengikuti kejuaraan U-17 Provinsi Jawa Barat.
Nantinya yang menjadi Juara dan Runner Up U-17 tingkat Provinsi akan otomatis lolos menjadi wakil ketingkat Nasional.
Tujuan Rey masihlah sangat panjang. Sebelum dia bertemu dengan pemain-pemain dunia, dia harus menjuarai Turnamen tingkat nasional dan dipilih masuk Tim Nasional sebagai junior.
Ada banyak hal yang masih harus dipelajari Rey. Dan pertandingan ganda putra Indonesia melawan ganda putra Taiwan yang sedang ia saksikan sekarang memberikannya pelajaran yang berharga.
*
Rey tampak masih tidak percaya dengan apa yang ia saksikan sekarang. Kegigihan Kevin - Marcus membuatnya takjub dan berfikir ulang bahwa sebelum wasit menyatakan permainan berakhir, maka saat bertanding kita tidak boleh menyerah dan harus tetap berusaha.
Rey mengepalkan tangannya begitu keras. Sedang Nay seperti biasa meremas lengan Rey dengan spontan tanpa ia sadari.
Kevin melakukan kuda-kuda dan bersiap menghadang smash keras dari Wang Chilin.
Letupan keras dari smash Wang Chilin menyeruak diseisi Stadion. Sang bola angsa melesat cepat seperti ada kilatan cahaya mengikutinya. Bola mengarah tepat pada raket Kevin. Sepertinya bola memang akan mengenai raket Kevin, tapi masalahnya apakah raket Kevin bisa menahan bola keras tersebut, mengingat raket Marcus sempat hancur lebur tidak bisa menahan betapa kuatnya bola smash dari Wang Chilin.
Kilatan cahaya dan pusaran angin tampak mengikuti kecepatan sang bulu angsa. Sebelum bola tersebut sampai mengenai raket, Kevin mengayunkan raketnya kebelakang dengan mengikuti irama sang bola dengan tujuan untuk meredam kecepatan dan kekuatan sang bola tersebut ketika bersentuhan langsung dengan senar raketnya. Dan benar saja bola tersebut kembali dengan mulus walau masih dengan lambungan yang tinggi.
Walau bola tersebut masih bisa dikembalikan, tapi kontrol bola Kevin belum sempurna.
Wang Chilin yang terlihat cukup kaget kembali melakukan jumping smash andalannya yang mematikan dan masih diarahkan kearah Kevin. Kevin melakukan kuda-kuda seperti layaknya tadi, dan dia berusaha melakukan teknik yang sama untuk menghadang bola smash dari Wang Chilin.
__ADS_1
Bola menembus udara dengan kecepatan tinggi. Seperti halnya tadi, Kevin mengayunkan raketnya kebelakang dengan mengikuti irama bola sedikit-demi sedikit sampai akhirnya bola menyentuh raket Kevin dengan kekuatan yang sudah berkurang.
Bola dikembalikan oleh Kevin dengan kontrol yang sempurna dan jatuh diarea kosong pasangan Taiwan. Penonton seisi Stadion bergemuruh lebih dari sebelumnya. Rey dengan spontan berdiri dan meluapkan kegembiraanya. Begitu juga dengan Nay yang matanya tampak berkaca-kaca.
Lee Yang dan Wang Chilin tampak terkejut sekaligus kecewa. Terlihat raut wajah pasangan itu muram seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Rasa kekecewaan Wang Chilin lebih besar dibandingkan dengan pasangannya Lee Yang, pasalnya dia masih tidak percaya pukulan rahasianya bisa dipatahkan oleh lawan. Dia tertunduk kecewa sambil meminta jeda untuk menyeka keringat.
18 - 20 dan poin pasangan Indonesia semakin mendekati pasangan Taiwan.
**
Lee Yang dan Wang Chilin tampaknya masih tidak percaya bahwa Kevin bisa mematahkan pukulan mematikan dari Wang Chilin.
Pada saat pasangan Taiwan merencanakan akan menyerang Marcus dengan smash mematikan Wang Chilin, Kevin dan marcus sendiri sudah menyadari akan hal itu. Saat menyeka keringat tadi, Marcus tentu sudah berdiskusi dengan Kevin tentang hal tersebut.
Bola kembali bergulir dengan cepat. Bagi pasangan Indonesia tidak melakukan satupun kesalahan adalah hal yang mutlak.
Entah apa yang direncanakan Kevin dan Marcus untuk meredam smash mematikan Wang Chilin jikalau smash tersebut mengarah ke arah Marcus. Tapi terlihat dari ekspresi muka Kevin dan Marcus, mereka tampak sudah mempunyai rencana untuk menghadang smash mematikan dari lawan.
Permainan cepat dan teknik-teknik yang menyulitkan datang silih berganti. Bola kini bergulir ke arah lapangan lawan. Lee Yang dengan cepat mengambil bola dan melakukan smash lurus ke arah tengah diantara Kevin dan Marcus. Dan benar saja bola tersebut membuat Kevin - Marcus saling ragu untuk mengambil bola. Akibatnya bola terlambat diambil dan mengenai sisi raket Marcus sehingga pengembaliannya tidak sempurna dan tanggung. Lee Yang langsung menyambar bola tersebut dan ditahan oleh Marcus dengan kontrol yang jelas tidak stabil. Bola terbang melambung jauh ke belakang. Kevin - Marcus tau ini saatnya mencoba rencana yang mereka bicarakan tadi. Disaat seperti ini mengambil keputusan yang beresiko sekalipun harus dicoba. Bagi pasangan ganda Indonesia ini mutlak harus dilakukan.
Disaat Wang Chilin loncat untuk melakukan smash, Marcus tampak mencondongkan badannya seolah akan bertukar posisi dengan Kevin. Marcus berusaha membuat bingung Wang Chilin sehingga pukulannya tidak seratus persen sempurna.
__ADS_1
Dan memang benar tampak Wang Chilin sedikit goyah, smash mematikannya melesat cepat masih diarahkan kearah Marcus. Namun pukulannya tidak sekuat seperti sebelumnya. Bola berhasil dihadang Marcus dan kembali ke lapangan lawan walau tidak sempurna. Lee Yang yang masih di depan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Bola kembali disambar ke arah Kevin, namun Kevin sudah dulu siap dan mempunyai kontrol bola yang sempurna. Ia mengembalikan bola dengan salah satu tekniknya yang sudah lama tidak muncul. Bola pengembaliannya melengkung seperti menghindar dari hadangan lawan, dan dengan santai bola mendarat di lapangan lawan. Gemuruh penonton semakin menggila. Tidak bisa dipungkiri pertandingan ini sangatlah menghibur sekaligus menegangkan.
Pasangan ganda Taiwan tampak sangat kecewa, beberapa kali mereka memukul kepala dengan raketnya sendiri.
19 - 20 dan pasangan Indonesia hanya butuh satu angka lagi untuk menyamakan kedudukan.
Bola terbang dengan kecepatan yang tidak masuk akal dari sisi lapangan satu kesisi lapangan yang lain. Sungguh kemampuan yang luar biasa dari kedua pasangan. beberapa kali Kevin sampai harus berjongkok untuk bisa mengembalikan bola karena tipis dan sulitnya pengembalian bola dari lawan. Lee Yang dengan cerdas melihat area yang kosong dan mengarahkan bola kearah tersebut. Kevin dan Marcus mencoba berlari mengejar bola dan akhirnya Marcus kembali melemparkan tubuhnya untuk menjangkau bola tersebut. Lee yang menyeringai karena memang itulah yang ia inginkan. Dia ingin Kevin dan Marcus sama-sama mengejar bola dan meninggalkan area kosong. Dengan begitu Lee Yang dengan leluasa bisa mematikan bola dan tidak mungkin bisa dikejar lagi.
Sesuai perkiraan Lee Yang, bola kembali terbang dan pasangan Indonesia meninggalkan area kosong disebelah kiri lapangan, dan tidak mungkin pasangan Indonesia bisa menjangkaunya, karena posisi Kevin dan Marcus sudah terlalu jauh.
Pasangan ganda Taiwan diliputi kegembiraan. Bola langsung dipukul Lee Yang kearah kiri lapangan tepat sebelah kiri Kevin. Tangan Kevin tidak pada posisi back hand, jadi sulit untuk mengambil bola tersebut walaupun Kevin harus menjatuhkan badannya sekalipun.
Semua penonton tampak pasrah. Nay menjerit histeris dan Rey pun tau karena tampaknya ini adalah akhir dari perjuangan pasangan Indonesia.
Pukulan bola lurus Lee Yang masuk ke area kiri lapangan pasangan Indonesia. Namun apa yang terjadi. Bola tidaklah jatuh di lapangan pasangan Indonesia, tapi dengan seketika bola kembali melesat ke area kanan lapangan lawan dan jatuh tepat di garis lapangan bagian luar.
Seisi Stadion tampak terdiam seperti patung. Begitu juga dengan pasangan Taiwan.
Pukulan gila Kevin sungguh diluar nalar. Tidak pernah ada pukulan seperti itu sebelumnya.
Kevin dengan luwes memutarkan tubuhnya ke arah kanan seperti seorang pembalet. Dia memutar tubuhnya searah jarum jam dengan membentangkan tangan dan raket yang dipegangnya. Kakinya jinjit dan memutar badannya dengan cepat. Dan dengan seketika bola berhasil dipukul dan kembali ke lapangan lawan.
Rey terdiam membisu. Dalam fikiranya dia hanya berusaha mengulang kembali pukulan yang dilakukan Kevin tadi. Baginya semua ini seperti mimpi. Tapi Nay meremas kembali pundak dan lengannya. Dan disitulah Rey baru sadar kalau semua ini adalah nyata.
__ADS_1
Penonton kembali bersorak dan menggila bahkan lebih gila dari sebelumnya.