
Satu jam telah berlalu. Pertandingan final ganda putra ini masih sangat sengit. Ganda putra pasangan Taiwan kembali mencoba formula yang sama saat mengalahkan ganda putra Indonesia digame kedua tadi.
Disaat ada kesempatan untuk jumping smash, pasangan asal Taiwan langsung mengarahkan bola ke arah kevin, bahkan tidak hanya sekali smash, tapi beberapa kali smash sampai akhirnya pertahanan Kevin tembus dan hancur lebur.
Semua orang tampak khawatir kalau peristiwa digame kedua terulang kembali, tidak terkecuali dengan Nay yang tampak raut mukanya kembali terlihat berbeda.
Tidak hanya Kevin yang digempur terus menerus dengan jumping smash, Wang Chilin'pun harus merasakan apa yang dirasakan Kevin. Kevin dan marcus membidik Wang Chilin sebagai sasaran smash mereka dari waktu kewaktu. Wang Chilin yang mempunyai postur sangat tinggi cukup kesulitan mengembalikan smash smash tajam dari Kevin dan Marcus. Apalagi dengan smash keras lurus yang mengarah ke arah badannya.
Pasangan ganda putra Indonesia unggul 9 - 7. Pasangan ganda Taiwan tidak mau berhenti disini saja. Berbagai macam cara mereka coba untuk mengejar ketertinggalan. Mereka masih melakukan smash-smash keras ke arah Kevin, tapi kali ini mereka mencoba sesuatu yang berbeda. Setelah dua kali atau tiga kali melakukan smash ke arah Kevin, kini mereka melakukan smash silang ke arah Marcus atau sesekali mereka melakukan drop shot dan dengan cepat salah satu pasangannya langsung maju kedepan berharap bola yang kembali pendek ke depan dan akan langsung mereka matikan ke arah lapangan pasangan Indonesia.
Namun Kevin - Markus sudah mengantisipasi hal ini. Segala macam taktik pasangan Taiwan kini dapat mereka mentahkan dengan sempurna.
Semua penonton tampak senang, tak terkecuali dengan Nay yang kembali lebih bersemangat.
Pasangan Lee Yang dan Wang Chilin tampak frustasi. Mereka kebingungan harus melakukan apa. Berbagai macam cara sudah mereka lakukan tapi selalu berhasil dimentahkan Kevin - Marcus. Dalam situasi yang membingungkan bagi mereka, pada akhirnya pasangan Taiwan melakukan kesalahan sendiri dan otomatis memberikan poin bagi pasangan ganda putra Indonesia.
11 - 7 untuk keunggulan pasangan Indonesia, dan tampak mereka kembali bertukar lapangan.
*
Pertandingan kembali sengit. Smash-smash keras maupun silang silih bergantian. Bola drop shot, bola tipuan semuanya sudah tersaji dilapangan. Pukulan yang tersaji bahkan ada yang sampai tujuh puluh pukulan dalam satu servis. Sungguh pertandingan yang melelahkan.
__ADS_1
Papan score menunjukan 12 - 9 masih untuk keunggulan pasangan Indonesia.
Tampak kedua pemain tidak mau gegabah. Lee Yang dan Wang Chilin berdiskusi sebelum Wang Chilin melakukan servis.
"Apakah taktik dan teknik permainan mereka kali ini akan ada yang berubah" Pikir Rey dalam hati.
Lapangan yang sekarang ditempati Kevin - Marcus memang lapangan yang membuat mereka kalah digame kedua. Apakah Kevin - Marcus bisa mempertahankan permainan luar biasanya seperti tadi ?
Rey tampak khawatir begitu juga dengan Nay yang tampak was-was saat perpindahan lapangan tadi.
**
Wang Chilin fokus dengan servis yang akan ia lakukan. Tampak raketnya baru saja diganti. Dalam sekejap ia melakukan flick servis yang mengagetkan. Kevin mencondongkan badannya ke belakang untuk mengambil bola. Tubuhnya luwes dan ringan seperti layangan yang terkena angin. Bola berhasil dikembalikan menyilang ke kiri depan lapangan Taiwan. Kevin tau kalau bolanya melayang ke tengah, besar kemungkinan akan sangat mudah dismash dan mungkin akan langsung mati. Tapi bola kepinggir bagian depan akan menimbulkan spekulasi bagi lawan. Mereka akan sedikit ragu bola tersebut masuk atau justru keluar. Dalam waktu yang super singkat, lawan harus bisa memutuskan apakah bola tersebut akan mereka ambil atau justru dibiarkan begitu saja. Disaat seperti ini lawan tidak akan bisa mengeluarkan kemampuanya seratus persen. Pergulatan dalam hati dan pikiran lawan akan terbagi dan mereka akan memilih jalan yang paling aman yaitu mengembalikan bola tanpa harus mengorbankan poin.
Bola kembali terbang ke lapangan pasangan Taiwan. Lee Yang sudah menunggu bola tersebut dan langsung melakukan jumping smash. Kevin menghadangnya dengan cepat, dan bola kembali terbang tinggi ke belakang. Wang Chilin yang mempunyai postur sangat tinggi melakukan smash keras ke arah Kevin.
Suaranya sungguh membuat Rey dan Nay terkejut. Sebuah smash yang luar biasa keras sehingga suara bola tersebut menerobos dinding-dinding udara benar-benar terdengar. Seketika pertahanan Kevin rubuh dan bola melesat masuk tembus diantara dua kaki Kevin.
Rey masih tertegun. Dia menengok Nay dan mendapatkan ekspresi muka Nay yang ketakutan.
"Pukulan macam apa tadi itu !" Ray bergumam. Nay menoleh Ray dengan tangannya yang mengepal dan tampak gemetar.
__ADS_1
Semua orang terdiam. Sepertinya semua penonton terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat.
Pasangan ganda putra Taiwan sedikit-sedikit mulai mengejar ketertinggalan. Kepercayaan diri mereka mulai bangkit kembali.
Walau pasangan Taiwan ini mampu menumbangkan Kevin - Marcus di turnamen Malaysia Open, tapi kala itu Marcus baru sedang mengalami cedera bahu, sehingga Marcus tidak bisa mengeluarkan kemampuannya seratus persen. Tapi sebulan berlalu, kemampuan pasangan Taiwan ini telah meningkat jauh, bahkan terlampau jauh hanya dengan dalam satu bulan.
Wang Chilin kembali melakukan servis. Bola servis Wang Chilin sangat tipis nyaris sempurna. Kevin mengembalikan bola servis Wang Chilin ke sisi kiri depan. Bola dengan mudah diambil Wang Chilin, dan langsung disambar hampir mengenai dada Kevin. Tapi karena tubuhnya yang kecil dan lincah, Kevin lebih cepat menggeserkan badanya sehingga bola meluncur melewati badan Kevin. Namun tangan Kevin memang sangat cepat, bola yang melesat melewati badannya langsung bisa dijangkau dan dikembalikan ke sisi kanan depan lapangan lawan. Wang Chilin tak kalah gesit, bola pengembalian Kevin sepertinya sudah bisa ia tebak. Dia kembali melancarkan serangan ke arah Kevin. Kevin dengan sigap menghadang bola pengembalian dari Wang Chilin. Untuk beberapa waktu momen seperti ini terus berlangsung seolah pertandingan di lapangan hanya milik mereka berdua. Marcus dan Lee Yang hanya terdiam melihat pasangan mereka tampak sedang adu kekuatan.
Disaat pertandingan yang saat ini didominasi oleh Kevin dan Wang Chilin. Dengan tak terduga Wang Chilin mengarahkan bola tersebut ke arah Marcus. Marcus kaget dan tidak siap. Bola pengembaliannya tanggung dan siap dihancurkan oleh Lee Yang. Lee yang dengan posisi nyaman siap melakukan Jumping smash, Kevin dan Marcus sudah siap menghadangnya. Tapi yang dilakukan Lee Yang sama sekali tidak terduga. Ia melakukan jumping smash dan tiba-tiba bola jatuh sangat tipis di depan net lapangan pasangan Indonesia. Lee Yang melakukan Drop shot yang sangat sempurna.
Dan untuk pertama kalinya pasangan dari Taiwan berhasil menyamakan kedudukan 12 sama.
***
Kevin dan Marcus menyeka keringat ke pinggir lapangan, begitu juga dengan pasangan Taiwan. Mereka sama-sama mengambil nafas sambil menyusun strategi. Wasit tampak memberi peringatan untuk kedua pasangan agar segera kembali ke lapangan.
"Menurutmu apa yang akan terjadi Nay?" Tanya Rey pelan. Nay tampak merespon pertanyaan Rey. Sedari tadi Nay tampaknya sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Entahlah ! pertandingan ini sungguh tidak bisa ditebak. Dari tadi pasangan Taiwan ini selalu memberikan kejutan yang tak terduga." Rey mengangguk tanda setuju.
"Bagaimanapun aku yakin kalau pasangan Taiwan ini masih menyembunyikan sesuatu. Walaupun aku sendiri berharap semua itu hanyalah perkiraanku saja." Rey kembali menganggukan kepalanya mengamini perkataan Nay.
__ADS_1
"Diakhir game ketiga ini, sebentar lagi akan tersaji strategi dan pukulan-pukulan ajaib yang dikeluarkan oleh kedua pasangan ini. Aku yakin itu."
"Sangat yakin." Ucap Nay sambil menengok ke arah Rey dan dengan mata yang tampak menerawang jauh.