Art Of Badminton

Art Of Badminton
Harapan dan Angan-angan.


__ADS_3

Pertandingan ganda putra berlangsung delapan puluh dua menit. Waktu yang cukup lama untuk pertandingan nomor ganda putra. Biasanya yang memakan waktu lama seperti ini hanyalah pertandingan ganda putri.


Rey tampaknya sudah mulai kembali seperti biasa. Dia meminum air dan tampak ingin mulai membahas pertandingan tadi dengan Nay maupun Grandpa.


"Kamu baik-baik saja Rey ?" Grandpa mencoba memulai percakapan.


Rey melihat Grandpa dan tersenyum. " Tentu saja " jawabnya singkat.


"Bagaimana menurutmu tadi?" Grandpa menambahkan.


Rey terdiam tampak memikirkan sesuatu.


Belum juga Rey mengucapkan sesuatu, Grandpa sudah lebih dulu berbicara.


"Jalanmu masih panjang. Bahkan sangat panjang. Tak usah lah kau memikirkan hal sejauh itu."


Rey tersenyum dan mengangguk.


Tiba-tiba belakang kepala Rey dipukul Grandpa.


" Nikmati saja permainan ini kamprettt !" celotehnya dan membuat Rey tersenyum malu.

__ADS_1


Dari samping Rey, Nay mendengarkan obrolan mereka. Dan secara tidak sadar ia ikut tersenyum dengan malu-malu.


"Lalu bagaimana menurut mu gadis muda?"


"Namanya Nay !" Rey memotong pertanyaan Grandpa.


"Oh iya...iyaa...kalian sudah berkenalan rupanya." Grandpa tersenyum nakal. Wajah Rey tampak memerah merasa canggung dan malu.


"Buuu-buu-kan seperti itu maksudnya !" Rey berusaha menjelaskan dengan terbata-bata.


"Aku tau kamprettt ! tak usah kau menjelaskannya !" Grandpa terbahak-bahak melihat sikapku yang tampak kikuk.


Wajah Rey semakin memerah. Ia menundukan wajahnya karena malu, sambil sesekali mencuri-curi pandang ke arah Nay, namun ada kalanya Rey tertangkap basah oleh Nay dan langsung gelagapan pura-pura minum dan hampir saja tersedak. Grandpa langsung menepuk-nepuk punggung Rey dengan keras dan sesekali menggelitik nya supaya Rey kembali ceria.


*


Tampak dua pasangan ganda putra yang baru saja bertanding berdiri di podium. mereka diberikan kalung medali dan juga buket bunga. Dan tentu saja hadiah uang yang sangat menggiurkan. Turnamen Indonesia Open Super 1000 merupakan salah satu Turnamen dengan hadiah terbesar. Untuk sang juara mendapatkan hadiah uang seratus ribu dollar Amerika, atau kalau dirupiahkan mencapai satu setengah miliar Rupiah. Benar-benar hadiah yang besar, mengingat jadwal turnamen bulutangkis jumlahnya sangat banyak dan bahkan melebihi jadwal turnamen olah raga lainnya.


Biasanya para pemain setelah Turnamen usai, selalu mendapatkan bonus dari sponsor dan itu jauh lebih besar daripada hadiah dari Turnamen itu sendiri. Merekapun sering didapuk menjadi brand ambassador suatu produk dengan bayaran yang jauh lebih besar lagi.


Bahkan Kevin - Marcus menjadi salah satu atlit terkaya di Indonesia berkat prestasi yang diperolehnya.

__ADS_1


"Atlit jaman sekarang sangat beruntung Rey." Tiba-tiba Grandpa berbicara sambil menepuk bahuku. "Semua orang menghargai atlit tidak terkecuali Negara. Dulu banyak sekali atlit yang kurang diperhatikan dan hanya membawa nama prestasi tanpa diberikan upah yang cukup."


Rey menatap Grandpa yang terlihat dari matanya bahwa ia sedang menerawang jauh ke belakang.


"Aku pasti akan mendapatkan uang yang banyak Grandpa. Baaanyyaakk sekali sampai-sampai tidak tau lagi harus dipakai untuk apa uang tersebut."


Rey mencoba mencairkan suasana dan kemudian disambut gelak tawa sang Kakek.


"Bahkan Grandpa sampai bingung mau membeli apa dengan uang tersebut nanti...Eh, tapii-ii-i apakah saat aku sukses nanti Grandpa masihhh..."


"Kamprettt..Dasar cucu durhaka kau Rey !" Grandpa mencekik leher Rey dari belakang sambil menggelitiknya. Nay untuk pertama kalinya tertawa lepas tidak bisa menyembunyikan perasaanya.


"Grandpa akan hidup lama bahkan mungkin seratus tahun lagi untuk melihat kamu sukses dan menjadi juara Dunia Rey ! Ingat Itu !"


Rey menatap Grandpa dengan tajam.


"Jadi kalau kamu masih belum sukses dan belum menjadi juara Dunia, Grandpa akan terus mengikutimu kemanapun. Bahkan kalau Grandpa sudah jadi hantu sekalipun."


Grandpa memperagakan dirinya seperti hantu dan membuat Rey dan Nay kembali tertawa.


Dia tau perkataan kakeknya sangatlah sungguh-sungguh. Dan dia yakin akan mewujudkan semua itu.

__ADS_1


Rey kembali fokus ke lapangan, karena tampaknya pemain favorit dia Anthony Ginting sudah bersiap untuk bermain.


__ADS_2