Art Of Badminton

Art Of Badminton
Ginting, sang Idola !


__ADS_3

Di sekolah, Rey mempunyai teman-teman yang benar-benar solid. Selain latihan bulutangkis bareng temen-teman, dia juga sering hangout bareng temen-temanya.


Rey memang bukan anak paling pintar di sekolah, tapi dia cukup cerdas. Karena dia suka sekali Bulutangkis, fisika dan matematika menjadi salah satu pelajaran favoritnya. Dia sangat suka menghitung angka-angka dalam matematika dan juga teori-teori fisika yang memang ada hubungannya dengan Bulutangkis.


Di Sekolah Menengah Pertama tempat dimana Rey belajar, memang sangat terkenal dengan olahraga bulutangkisnya. Secara turun-temurun sekolah ini mempunyai catatan bagus untuk olahraga cabang bulutangkis. Banyak alumni sekolah Rey yang masuk Timnas walau tidak semuanya sukses dan terkenal. Namun salah satu alumni yang sukses berkarir dengan Bulutangkis salah satunya adalah pemain favorit Rey 'Anthony Ginting'. Selain Ginting tentu saja ada pemain ganda putra yang yang juga terkenal dan menjadi rival Kevin - Marcus di Platnas yaitu Fajar Alfian.


Rey memang baru saja menjadi juara wilayah Bandung kota untuk menjadi wakil U-17 tingkat Provinsi. Diumur nya yang hampir menginjak lima belas tahun, dia sebelumnya hanya berhasil lolos ke tingkat Provinsi dan berhasil dikalahkan seniornya disemi final. Dengan begitu dia gagal mendapatkan tiket untuk masuk ke U-17 tingkat Nasional.


*


Anthony Ginting pemain favorit Rey sedang melakukan pemanasan dengan lawannya hari ini difinal 'Anders Antonsen' dari Denmark. Bisa diketahui Ginting dan Antonsen mempunyai rangking Dunia yang berdempetan dan saling kejar mengejar. Saat ini Ginting menempati peringkat empat Dunia, sedang Antonsen menempati rangking lima Dunia. Beberapa minggu sebelumnya justru Antonsen yang berada di peringkat empat dunia, dan kembali harus diambil Ginting karena penampilan Ginting yang memukau di Malaysia open kemarin.


Sebenarnya Rey berharap final ini mempertemukan Ginting dan sang nomor satu Dunia Kento Momota dari Jepang, tapi setelah menjuarai Malaysia Open kemarin, Kento mengalami nasib naas, mobil yang ia tumpangi saat menuju ke bandara mengalami tabrakan dan Kento langsung dilarikan ke Rumah sakit terdekat.


Kabar kecelakaan yang menimpa tunggal nomor satu Dunia begitu menggemparkan. Media Asia bahkan media barat ikut membahas tentang kecelakaan tersebut. Bahkan dari desas-desus yang tersebar, Kento harus istirahat selama kurang lebih setahun untuk melakukan rangkaian pemeriksaan dan operasi hingga masa pemulihan. Publik Jepang sangat terguncang, mengingat Kento adalah salah satu atlit kesayangan mereka.


Profil Ginting tertera di layar tv berukuran besar. Tingginya memang hanya 172cm tapi Ginting adalah tipe pemain yang mempunyai banyak tehnik dengan pergerakan kaki yang lincah.


Peringkat tertinggi Ginting adalah nomor 3 dunia. Karena persaingan kian ketat, adalah hal yang wajar seorang atlit mengalami naik-turun dalam hal peringkat.


Oma Gill yang merupakan komentator ternama dari Eropa dan sudah malang melintang menyaksikan pertandingan Badminton diseluruh dunia sempat mengatakan kalau permainan Ginting adalah salah satu pemain yang permainannya selalu enak untuk ditonton.

__ADS_1


Dia juga mempunyai teknik mendelay bola yang membuat lawannya mati kutu karena kaget dan kebingungan.


Banyak yang sudah meniru teknik milik Ginting tersebut sepertinya Huang Yaqiong, tapi belum ada yang seratus persen keakuratannya seperti yang Ginting lakukan.


Kali ini Rey secara langsung ingin menyaksikan teknik tersebut dihadapan matanya sendiri.


Rey tampak bersemangat, sampai beberapa kali ia mengepal-ngepal tangannya karena gugup.


**


Game pertama sudah dimulai. Antonsen lebih dulu melakukan servis. Dia mempunyai postur tubuh yang sangat tinggi 185 Cm. Memang andalannya adalah jumping smash seperti kebanyakan pemain berpostur tinggi. Tapi Antonsen mempunyai sesuatu yang sering ditakuti pemain lain. Dia ditakuti bukan karena smash nya yang menggelegar seperti Wang Chilin, tapi dia mempunyai tingkat kesabaran diatas rata-rata pemain lainnya. Antonsen akan terus mengembalikan bola sampai lawannya kesal dan merasa frustasi. Dia juga tidak akan melakukan serangan yang tidak berarti hanya untuk menghabiskan tenaganya. Dia hanya akan melakukan jumping smash ketika memang hal itu diperlukan dan sudah jelas akan mendapatkan poin. Antonsen ini boleh dibilang adalah pemain bebal yang sangat dibenci oleh pemain-pemain yang menginginkan permainan tempo cepat dan segera ingin menyudahi pertandingan.


Bola bergulir dari sisi lapangan Ginting ke lapangan Antonsen dengan tempo yang cukup lambat. Keduanya sangat berhati-hati dalam melakukan pukulan. Ginting tidak mau terburu-buru mengeluarkan jurus andalannya begitu juga dengan Antonsen.


Pertandingan begitu alot. Sesekali Antonsen melakukan smash tapi tidak begitu keras, terlihat kedua pemain ini sedang meraba-raba tipe permainan lawan masing-masing.


Score 7-6 untuk keunggulan Ginting. Beberapa poin ginting diperoleh dari smash keras ginting, begitu juga Antonsen. Dalam satu kali servis tercipta tiga puluh sampai lima puluh pukulan. Pertandingan yang cukup alot untuk ukuran tunggal putra. Sepertinya dipertengahan game pertama, Ginting akan menaikan tempo permainan.


11 - 9 untuk keunggulan Ginting. Belum ada pukulan-pukulan ajaib dari kedua pemain yang membuat heboh seisi Stadion. Keduanya tampak menyeka keringat dipinggir lapangan. Sang pelatih memberikan arahan kedua pemain.


Ginting dan Antonsen kembali ke lapangan. Dari gelagatnya kedua pemain akan segera menaikan tempo permainan mereka.

__ADS_1


Ginting kembali servis dengan tipis dan membentur net. Antonsen melepaskan bola tersebut yakin kalau servis Ginting tidaklah sampai. Hakim garis menyatakan servis Ginting keluar. Ginting langsung mengangkat tangannya untuk meminta challenge. Wasit langsung mengabulkan permintaannya. Memang tiap pemain diberikan kesempatan untuk meminta challenge, tapi challenge diberikan hanya dua kali jikalau challenge yang diminta gagal maka challenge akan berkurang, tapi jikalau challenge yang diminta berhasil maka kesempatan challenge akan tetap utuh.


Challenge ini menggunakan teknologi yang sangat modern bernama 'hawk eye' atau dengan kata lain 'mata elang'. Dengan teknologi tersebut pemain bisa melihat apakah bola tersebut masuk ataukah justru keluar. Dengan demikian tidak ada lagi kecurigaan terhadap wasit maupun hakim garis mengenai kecurangan.


Tayangan ulang bola servis Ginting diperlihatkan di tv raksasa dengan menggunakan teknologi hawk eye. Bola meluncur lambat dan jatuh digaris putih lapangan Antonsen dengan sangat tipis.


"correction, in !" wasit menyatakan bola servis Ginting masuk. Penonton bersorak ramai.


Rey tampak terkagum-kagum dengan teknologi yang baru saja ia lihat.


Tempo permainan semakin meningkat. Serangan dan cegatan kedua pemain semakin intens. Tapi Ginting maupun Antonsen belum mau mengeluarkan jurus andalan masing-masing.


Bola melambung tinggi ke lapangan Antonsen. Biasanya pemain lain melihat bola lambungan tinggi seperti ini akan langsung dihantam dengan jumping smash. Namun seperti biasa Antonsen hanya lompat seadanya saja dan melakukan smash dengan setengah kekuatan. Ginting tentu saja mengembalikan bola dengan mudah secara menyilang jauh dari jangkauan Antonsen. Antonsen kaget dan mengejar bola sampai terjatuh, tidak butuh waktu yang lama ginting menyambar bola pengembalian Antonsen yang sangat tanggung.


Penonton kembali bersorak gembira.


Game pertama berakhir dengan kemenangan Ginting 21 - 12. Masih belum ada perlawanan kuat dari Antonsen.


Di pinggir lapangan, Nay dan Rey merasa heran dengan permainan Antonsen yang cenderung tidak berkembang.


"Jangan sampai ini hanya sebuah strategi..."

__ADS_1


Nay bergumam yang kemudian didengar oleh Rey.


__ADS_2