Art Of Badminton

Art Of Badminton
Kekuatan yang tak terlihat !


__ADS_3

Kedudukan 7 - 10 masih untuk keunggulan Antonsen. Ginting bersiap melakukan servis. Tampak ada yang salah dengan pergelangan tangannya. Walaupun begitu, dia tidak ingin terlalu memperlihatkan kondisi nya saat ini. Walaupun sebenarnya Ginting yakin Antonsen tau tentang kondisi pergelangan tangannya ini.


Bola servis Ginting terbang ke arah Antonsen agak tinggi. Sepertinya servis ginting ikut terganggu akibat cidera pergelangan tangannya. Bahkan biasanya servis Ginting ini merupakan salah satu servis tersulit menurut para atlit yang pernah bertanding dengannya.


Antonsen harusnya langsung menyambar bola servis dari Ginting, namun seperti biasa dia lebih memilih bermain aman dan sabar. Bola kembali tepat didepan Ginting, dan dengan mudah dikembalikan Ginting ke lapangan Antonsen. Antonsen kembali memberikan bola tidak jauh dari Ginting dan terus begitu untuk beberapa kali seolah Antonsen sedang merencanakan sesuatu.


Dari jauh, Nay tampak keheranan dengan apa yang dilakukan Antonsen. Baginya bermain-main bola secara aman terus menerus sangatlah aneh. Bahkan bola yang seharusnya bisa langsung dimatikan Antonsen, malah dikembalikan dengan pukulan biasa dan tidak berniat langsung mengambil poin.


"sungguh mencurigakan." Gumam Nay pelan.


Bola bergulir indah di bibir net dan terjatuh ke area lapangan Ginting. Ia membiarkannya karena memang terlalu sulit dan agak mustahil untuk mengembalikan bola yang sudah menempel pada net.


"11 - 7, interval." Sayup-sayup suara wasit terdengar di seisi stadion.


"Apa yang akan kamu lakukan ginting?" Rey bergumam dengan ekspresi murung. Dia sendiri sadar cedera adalah hal yang tidak bisa dihilangkan dalam sekejap. Tapi ia menunggu apakah Ginting akan masih memberikan perlawanan atau hanya sekedar menyelesaikan permainan tanpa ada perlawanan.


"Aku yakin Antonsen sedang menganalisa seberapa parah cidera pergelangan tangan Ginting." Rey menoleh ke arah Nay.

__ADS_1


"Seperti saat dia memilih seperti bermain-main dan tidak mematikan bola?" Rey bertanya penasaran.


Nay mengangguk pelan. "iya, seperti itu."


Mereka berdua sudah saling berpindah tempat. Yel-yel masih terus dinyanyikan para fans setia di Stadion. Pertandingan game penentuan akan segera dimulai.


*


Antonsen melakukan flick servis yang jarang ia lakukan. Ginting sedikit kaget dan melentingkan tubuhnya karena bola sudah lebih dulu melaju tinggi ke belakang. Bola kembali dengan sedikit tanggung dan disambar Antonsen, tapi Ginting sudah bersiap dan berhasil mengembalikan bola ke kiri belakang Antonsen yang membuat Antonsen sempoyongan untuk mengambil bola tersebut. Bola pengembalian Antonsen sangat tanggung dan langsung disambar Ginting di depan net. Bola terjatuh menukik di lapangan Antonsen dan Ginting berhasil menambah poin.


Tampak Ginting lebih bersemangat kali ini. Beberapa kali bola-bolanya berhasil mengarah dengan akurat, walau teknik andalannya masih belum terlihat digunakan kembali.


Skor kali ini bertambah silih berganti. Antonsen tidak mau terlalu lengah dan bermain-main. Sesekali dia melakukan jumping smash yang membuat Ginting sempoyongan untuk mengembalikan bola.


Skor sementara 15 - 12 masih untuk keunggulan Antonsen.


Ginting melakukan flick servis. Antonsen sama sekali tidak kesulitan dan cenderung sedikit melakukan smash dengan bola servis Ginting. Bola sungguh anteng berada di udara. Kedua pemain tampak seimbang kali ini. Ginting dan Antonsen bermain sangat aman, tapi juga sangat mematikan diwaktu yang sangat tepat.

__ADS_1


Bola pengembalian Ginting melambung tinggi. Antonsen sudah bersiap melakukan jumping smash. Bola melesat cepat kearah yang kosong. Ginting menjangkaunya dengan susah payah, dan bola kembali terbang melambung, yang tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh Antonsen. Ia melakukan smash keras ke arah badan Ginting, hampir saja bola mengenai badan Ginting, tapi dia menggeserkan badannya sedikit dan mengganti posisi badannya dengan raket. Bola kembali terbang lebih tanggung lagi, Antonsen mengambil langkah tidak terduga, ia tidak melakukan smash tapi menjatuhkan bola tersebut di depan net. Ginting yang sudah terlanjur melakukan kuda-kuda untuk menghadang bola sedikit mati langkah. Dia menjatuhkan badannya kedepan untuk mengambil bola tersebut. Tangan kanannya yang memegang raket menyentuh lapangan berusaha mengambil bola yang memang sudah sangat rendah.


Dimomen tersebut Rey seolah tidak bernafas menyaksikan perjuangan Ginting. Saat Ginting terjatuh dan mengambil bola, jantungnya terasa loncat karena kaget.


Saat Ginting menjatuhkan badannya demi mengambil bola, tentu saja dia juga mengambil semua resiko mengenai pergelangan tangannya yang memang sudah dia rasakan berbeda. Raketnya berhasil menjangkau bola dan berhasil dikembalikan walau tanggung.


Ginting tidak bisa berbuat apa lagi, karena kini posisinya masih tertidur di lapangan, sedang Antonsen sudah berada di depan net untuk mematikan bola pengembaliannya.


Penonton menjerit dan kemudian tiba-tiba bersorak, karena ternyata Antonsen melakukan kesalahan dengan memukul bola terburu-buru dan terlalu menukik sehingga bola pengembaliannya membentur net dan jatuh di lapangannya sendiri.


Skor bertambah untuk Ginting 13 - 15.


Ginting menepi kepinggir lapangan untuk menyeka keringan sekaligus lapangan Ginting sedang dibersihkan dari keringat bekas ia terjatuh tadi. Tampak ia duduk dan meminta kepada wasit untuk diperiksa pergelangan tangannya. Tim medis datang dan memeriksa pergelangan tangan Ginting. Tampak tangan ginting sedang diperiksa dan digerak-gerakan oleh petugas medis. Tangan Ginting juga terlihat disemprot oleh obat anti nyeri sementara. Tampak saat akan dibalut memakai sesuatu oleh petugas, Ginting menolak dan malah mengambil sesuatu dari tas-nya. Dia mengambil selembar syal berwarna biru muda dengan motif dan meminta petugas untuk membalut pergelangan tangannya syal tersebut. Ginting tampak tersenyum walau padahal dirinya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.


"Romantis sekali."


Rey menoleh ke arah Nay yang tampak wajahnya merona merah. Padahal baru saja Nay tampak cemas, tapi beberapa menit kemudian tampak berubah setelah Ginting memakai syal biru dari tas-nya.

__ADS_1


__ADS_2