Art Of Badminton

Art Of Badminton
Sebuah Keputusasaan !


__ADS_3

Smash tajam kembali datang silih bergantian. Kevin dan Marcus berusaha tidak mengangkat bola terlalu tinggi apalagi saat Wang Chilin berada di belakang. Kekuatan smashnya bisa menghancurkan pertahanan mereka dalam sekejap. Smash tajam Wang Chilin masih menjadi tanda tanya besar bagi mereka.


Saat ini untuk mendapatkan satu poinpun sangatlah susah. Harus terlibat adu kekuatan dan strategi sampai puluhan pukulan dengan smash dan bola-bola silang yang mematikan. Namun pasangan Taiwan mendapatkan kekuatan yang sangat besar. Entah apa motivasi mereka sampai mereka tidak terlihat kelelahan seperti layaknya Kevin - Marcus.


Sepertinya pasangan Taiwan sedang menyusun rencana kembali supaya Kevin - Marcus mau tidak mau harus mengangkat bola tinggi ke belakang. Karena dengan begitu pasangan Taiwan akan dengan mudah mendapatkan poin dari smash mematikan Wang Chilin, yang sampai sekarang pukulannya itu masih menjadi misteri.


Lee Yang membuka jalan untuk pasangannya dengan memberi bola pendek di depan, supaya pasangan Indonesia mengangkat bola tinggi ke belakang dan menjadi santapan Wang Chilin. Tapi Kevin tau Wang Chilin sedang menunggu bola tinggi darinya. Walau pilihan kevin beresiko, dia memilih membuang bola tersebut kembali di depan net dengan resiko disambar oleh Lee Yang. Benar saja Lee Yang langsung menyambar bola pengembalian Kevin. Bola Sambaran Lee Yang pendek dan tajam sampai Kevin harus jongkok untuk bisa mengembalikan bola yang terbang di atas kepalanya. Sayangnya Kevin tidak cukup tinggi mengangkat bola yang memang sulit untuk dikembalikan itu. Bolanya membentur bibir net dan sayang harus jatuh di lapangannya sendiri. Dan untuk pertama kalinya pasangan ganda putra Taiwan unggul atas pasangan Indonesia 15 - 14.


*


Situasi semakin menegangkan. Pasangan asal Taiwan kini unggul atas pasangan Indonesia. Tertinggal satu angka dipoin-poin krusial seperti ini sangatlah bahaya. Pasangan Taiwan hanya butuh enam poin lagi untuk menumbangkan pasangan Indonesia. Kalau itu terjadi, maka ini kali pertama ganda putra Taiwan berhasil menjuarai salah satu turnamen terbesar di dunia yaitu Indonesia Open.


Lee Yang masih menjadi pembuka jalan untuk Wang Chilin. Dia memberika bola-bola sulit untuk Kevin dan Marcus yang membuat pengembaliannya tanggung. Wang Chilin yang sekarang sering berada di belakang dan bertugas mengeksekusi bola lambungan yang tinggi, tetap saja sangat hati-hati dan tidak mau mengumbar pukulan rahasianya. Dia tampak berhati-hati dan pintar menyimpan tenaga dan pintar mengambil momen yang pas untuk menggunakan pukulan rahasianya itu.


Ada momen dimana Lee Yang digempur habis-habisan oleh Kevin dan Marcus. Smash-smash keras diarahkan Kevin - Marcus kepada Lee Yang. Dengan gesit dia mengembalikan satu-persatu bola smash Kevin -Marcus walau tampak kesulitan. Hebatnya dia selalu bisa keluar dari kesulitan itu. Bola pengembalian dia membentur bibir net dan lagi-lagi bergulir di lapangan pasangan Indonesia. Kevin yang berada di depan susah payah mengambil bola tersebut. Tapi permainan net Kevin memang sangat hebat. Bola kembali bergulir indah di bibir net dan jatuh ke arah lapangan lawan. Lee Yang sama-sama tidak mau kalah, dia mengembalikan bola tipis tersebut menyilang sangat tipis di bibir net. Kevin tidak mungkin mengambil bola silang tersebut karena jauh, dan Marcus sudah berlari dan menjatuhkan kembali tubuhnya untuk menjangkau bola tersebut. Bola terangkat melewati net menuju lapangan pasangan Taiwan, tapi Lee Yang sudah menunggu di depan, dan langsung menebas bola tersebut dengan pukulan kerasnya. Bola tersebut meluncur indah di area kosong lapangan pasangan Indonesia.


Suasana tampak hening, tidak ada lagi suara gemuruh sorak gembira dari penonton. Semuanya diam dingin seperti membeku.


Score 16 - 14 untuk keunggulan pasangan ganda putra Taiwan. Marcus tiba-tiba mengangkat tangannya dan mendekat ke arah wasit. Lutut nya tampak lecet dan mengeluarkan darah. Dalam pertandingan sampai detik ini, entah berapa kali Marcus harus menjatuhkan badanya demi mengambil bola.


Wasit memanggil petugas medis untuk membersihkan luka Marcus.


Dalam kesempatan ini Kevin dan pasangan dari Taiwan ikut menyeka keringat dan sekedar istirahat menunggu petugas medis selesai membersihkan dan memplester luka di lutut Marcus.

__ADS_1


Rey maupun Nay tidak lagi saling bercakap-cakap. Kini perasaan mereka dalam keadaan yang tidak menentu.


Hanya sebagai penonton saja Rey sudah merasa putus asa. Dia tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Kevin - Marcus saat ini.


**


Pertandingan kembali dilanjutkan setelah petugas medis menyatakan kalau Marcus hanya mengalami lecet saja dan bisa melanjutkan kembali pertandingan.


Seperti biasa pasangan Ganda putra Taiwan tampak bersemangat, dan terpancar dari raut muka mereka kalau pertandingan ini sudah yakin akan dimenangkan oleh mereka.


Sedang Kevin - Marcus berjalan dengan tertunduk tanpa ada gairah sedikitpun. Rey merasa Kevin dan Marcus sudah berada dalam keputusasaan.


Lee Yang tanpa menunggu lama langsung melakukan flick servis yang sempurna. Marcus membalikkan badannya dan mengejar bola tersebut. Bola pengembalian Marcus tampak sedikit tanggung, dan diserobot oleh Lee Yang yang begitu cekatan di bagian depan. Bola mengarah ke area Kevin dengan keras, dan berhasil dikembalikan Kevin tapi dengan kontrol yang tidak bagus, sehingga bola melayang jauh ke belakang dan Wang Chilin sudah siap untuk mematikan pasangan Indonesia. Jumping smash Wang Chilin berhasil memporak-porandakan pertahanan pasangan Indonesia dan berhasil jatuh di antara Kevin dan Marcus.


Kevin - Marcus hanya terdiam melihat bola tersebut jatuh diantara mereka berdua. Mereka hanya saling menatap, tidak ada komunikasi sama sekali. 17 - 14 untuk keunggulan pasangan Taiwan.


Tampak sang pelatih pun terdiam. Tak sekalipun ia memberikan arahan dari pinggir lapangan. Ekspresi nya membingungkan antara pasrah atau sedang memikirkan strategi yang sepertinya sudah terlambat.


Hanya butuh empat poin lagi bagi pasangan ganda Taiwan untuk memenangkan pertandingan. Jika itu terjadi, maka mereka akan mencetak sejarah sebagai pasangan ganda putra pertama dari Taiwan yang berhasil menjuarai Indonesia Open.


Lee Yang masih melakukan servis. Sepertinya tidak perlu lagi strategi baru untuk menghancurkan pertahanan Kevin - Marcus. Hanya mengulang strategi yang sama, dan mereka akan mendapatkan poin yang mendekatkan mereka pada kemenangan.


Wang Chilin kembali melakukan serangan dengan jumping smash rahasianya. Bola dengan cepat menuju ke Arah Marcus, dan langsung dihadang berharap bisa dikembalikan. Namun apa yang terjadi, bola berhasil mengenai raket Marcus dan sang bulu angsa menancap kuat menghancurkan raket Marcus.

__ADS_1


Semua orang terdiam terpana dengan apa yang barusan terjadi. Sungguh tenaga yang luar biasa.


Rey dan Nay hanya terdiam membisu, sudah tidak tahu lagi harus berfikir seperti apa.


19 - 14 dan hanya dua poin lagi pasangan ganda putra Taiwan akan menjadi juara. Sedangkan Ganda putra Indonesia tidak membuat kemajuan sedikitpun. Dan sampai disini Rey yakin kalau pasangan Indonesia ini sudah tidak ada harapan lagi.


Dengan percaya diri Lee Yang kembali melakukan flick servis. Kevin mengambil bola tersebut dengan susah payah. Tampak sudah tidak ada lagi semangat dalam dirinya.


Bola kembali terbang melambung tinggi ke belakang. Kevin sendiri sudah tau kalau Wang Chilin akan melakukan pukulan mematikannya lagi. Ia sudah siap dengan semuanya. Ia hanya berfikir pertandingan ini harus segera berakhir dan dia ingin segera keluar dari neraka yang menyiksanya ini.


Pukulan mematikan Wang Chilin melesat begitu cepat ke arah Kevin. Karena sangat cepatnya bola tersebut, Kevin bahkan tidak sempat mengangkat raket dan dengan seketika kepala nya dihantam bola tersebut dengan keras. Kevin terhuyung ke belakang dan terjatuh.


Semua orang yang ada di stadion menjerit. Tidak terkecuali Nay yang tiba-tiba meremas pergelangan tangan Rey sambil membenamkan wajahnya ke pundak Rey.


Kevin masih dengan posisi terjatuh di lapangan. Ia terbaring cukup lama dengan menatap lampu-lampu yang menerangi lapangan tempat ia bertanding. Penonton dibuat keheranan dengan apa yang dilakukan Kevin. Beberapa kali Wasit memanggil Kevin untuk bertanya tentang keadaannya namun Kevin hanya beebaring dan terdiam. Marcus yang sedari tadi berada di samping Kevin membiarkannya saja seolah menunggu sesuatu hal yang akan terjadi.


Kevin menatap Marcus tajam. Ia bangun dari tidurnya dan menghampiri wasit untuk memberi tau kalau dirinya baik-baik saja. Kevin menepi ke pinggir lapangan dan kemudian membuka jersey yang ia kenakan, lalu menggantinya dengan jersey oblong favoritnya.


Tidak jelas apa yang sedang dilakukan Kevin, mengingat lawan hanya membutuhkan satu poin lagi untuk mengambil kemenangan.


Namun Kali ini Kevin tampaknya tidak peduli. Tiba-tiba gestur dan sorot matanya berubah.


Ia tersenyum ke arah Marcus sambil mengepalkan dan mengangkat tanganya. Marcus mendekat dengan mengepalkan tangannya dan beradu tos dengan partner-nya itu.

__ADS_1


Rey melihat sorot mata Kevin yang tiba-tiba berubah. Seperti seekor macan yang terbangun dari tidurnya.


"Apakah mungkin pasangan ini bisa membalikan keadaan !" Rey terhanyut dalam fikirannya yang dalam.


__ADS_2