Art Of Badminton

Art Of Badminton
Macan tertidur VS Auman Beruang !


__ADS_3

"Match poin !"


Hanya butuh satu angka bagi pasangan Taiwan untuk memenangkan pertandingan ini.


Kevin beberapa kali melakukan tos dengan Marcus. Ia loncat-loncat di tempat sebelum menerima bola dari Lee Yang.


Walau Rey melihat semangat baru dari Kevin, tapi apakah mungkin pasangan Indonesia ini bisa mengejar ketertinggalannya.


Lee Yang tersenyum kepada Marcus yang memang sudah siap menerima bola.


Lee Yang memang terkenal sangat ramah. Bahkan pemain favorit dia adalah pasangan ganda putra Indonesia yang baru saja gantung raket, yang tidak lain adalah Hendra Setiawan dan Muhamad Ahsan.


Lee Yang dan Wang Chilin sangat mengidolakan pasangan Hendra - Ahsan sampai-sampai mereka selalu meminta kesempatan untuk sekedar berfoto dan meminta tanda tangan.


Kini idola mereka sudah gantung raket, dan mereka berambisi untuk menyamai rekor prestasinya bahkan mungkin melebihi prestasi sang idola.


Walau Lee Yang tampak tersenyum, tapi ada perasaan gugup dalam hatinya. Namun dia tetap yakin bisa memenangkan pertandingan ini, karena ada lima kali match poin untuk tetap menang, walau ia dan Wang Chilin melakukan kesalahan.


Servis tipis dari Lee Yang terbang ke arah Marcus. Mata Lee Yang tampak terbelalak. Dalam seketika Marcus sudah ada di depan net dengan kecepatan yang luar biasa. Dalam sepersekian detik atau mungkin lebih cepat dari itu, pandangan mereka saling bertemu. Tampak sorot mata Marcus bersinar bak seekor macan yang siap menerkam.


Marcus menebas bola tersebut dengan cepat. Tanpa disadari oleh Lee Yang dan Wang Chilin, bola sudah jatuh di area kosong lapangan mereka.


Stadion kembali bergemuruh setelah sekian lama. Walau pasangan Indonesia baru mengejar satu poin, tapi ini seperti oasis di padang pasir. Seperti setetes air yang begitu dinantikan.

__ADS_1


Lee Yang dan Wang Chilin tersenyum satu sama lain. Mereka masih sangat percaya diri, tapi juga ada sedikit kekhawatiran dalam diri mereka.


Setelah begitu lama bola akhirnya bisa kembali kepasangan ganda putra Indonesia. Untuk bisa mengejar ketertinggalan, Kevin - Marcus tidak boleh melakukan kesalahan satu kalipun.


Tampak interaksi mereka semakin membaik. Dalam sering kesempatan mereka selalu adu tos untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.


15 - 20 dan pasangan Taiwan masih mempunyai lima kali match poin. Marcus setelah sekian lama akhirnya akan melakukan servis.


Flick servis dari Marcus cukup mengagetkan Wang Chilin. Namun baginya tidaklah masalah. Postur tubuhnya yang tinggi bisa dengan mudah menjangkau bola yang terlajur jauh ke belakang. Walau dengan posisi yang tanggung, namun Wang Chilin bisa mengembalikan bola dengan smash walau tidak begitu keras dan tajam.


Marcus mengembalikan bola smash Wang Chilin dengan mudah dan mengarah ke sisi kiri lapangan lawan. Hampir saja bola dibiarkan begitu saja karena terlihat mereka salah berkomunikasi, namun Lee Yang dengan sempoyongan mengejar bola di kiri depan lapanganya. Bola pengembalian Lee Yang melambung ke belakang, dan Kevin langsung melakukan jumping smash kearah lawan. Namun pertahanan lawan sangat rapat dan kuat. Bola kembali terbang tinggi di atas kepala Kevin dan lagi-lagi Kevin melakukan jumping smash, namun tetap saja bola bisa kembali terbang ke arah yang sama. Tidak mau menyerah, Kevin kembali menggempur pertahanan lawan namun kali ini dia melakukan drop shot dan sangat mengagetkan pasangan Taiwan. Lee Yang dan Wang Chilin sama-sama berlari kearah depan karena bola kevin benar-benar mengecoh mereka berdua, dan pada akhirnya tidak ada satupun yang mengambil bola tersebut.


Score sementara 16 - 20, dan penonton kembali bersorak.


Setelah pasangan Indonesia berhasil mengambil dua poin berturut-turut. Tampaknya Lee Yang dan Wang Chilin berusaha kembali berkonsentrasi. Mereka harus memikirkan cara supaya secepatnya mengambil poin kemenangan mereka.


Rey, Nay dan seisi Stadion terperangah. Hampir saja mereka akan melihat pukulan maut milik Marcus yang sangat terkenal itu.


Pukulan slam dunk milik Marcus memang sangat terkenal dan jadi bahan perbincangan kala itu. Selama karirnya dia hanya melakukan pukulan itu dua kali. Pukulan slam dunk pertamanya kala itu ia keluarkan saat Final China Open. Dan saat itu ia menjadi juara mengalahkan wakil tuan rumah.


Sedang yang keduakalinya itu ia gunakan saat turnamen World Tour Final yang diselenggarakan di Negara Denmark. Kala itu ia berhasil mengalahkan salah satu lawan terkuatnya Takeshi Kamura - Keigo Sonoda dari Jepang. Sejak saat itu pukulan slam dunk Marcus tidak pernah muncul kembali selama kurang lebih satu tahun lamanya. Dan baru kali ini hampir saja pukulan itu tercipta kembali.


Nay kembali meremas bahuku dengan tidak sadar. Aku tau perasaanya saat ini. Hampir saja kita semua yang ada disini menjadi saksi dari sebuah peristiwa bersejarah.

__ADS_1


*


Pukulan slam dunk tidak sempurna dari Marcus hampir saja menyentuh lapangan. Kalau saja pukulan Marcus sempurna, sudah pasti bola akan lebih dulu jatuh di lapangan sebelum pasangan Taiwan ini menyadarinya.


Tapi walaupun pasangan Taiwan ini berhasil mengembalikan bola, sayang sekali bola tersebut begitu tanggung dan Marcus hanya memukul bola tersebut kecil yang diarahkan ke area lapangan yang kosong. Penonton pun kembali bersorak. 17 - 20 masih untuk keunggulan pasangan Taiwan.


Raut muka Lee Yang dan Wang Chilin kini benar-benar berubah. Tampaknya mereka mulai panik dan sedikit-sedikit rasa gugup mulai menghinggapi mereka.


Lee Yang dan Wang Chilin melakukan tos sambil mendiskusikan sesuatu. Tidak ada cara lain lagi untuk memenangkan pertandingan ini selain smash mematikan Wang Chilin. Mereka mau tidak mau harus memaksa pasangan Indonesia untuk bisa mengangkat bola tinggi ke arah Wang Chilin. Mereka yakin bisa melakukan itu, apalagi mereka masih mempunyai tiga kesempatan untuk langsung mengakhiri ini semua.


Marcus kembali melakukan servis. Wang Chilin dengan posturnya yang tinggi menyambar bola tersebut dan berharap bola tersebut bergulir di net dan dikembalikan dengan lambungan tinggi.


Tapi Marcus tidak mau terpancing. Dia mengembalikan bola sambaran Wang Chilin dengan back hand pelan mengarah area depan lawan. Wang Chilin masih ada disitu. Ia kembali mencoba bermain net dan masih berharap bola bergulir mengenai net, tapi sayang bola darinya kurang tipis dan masih bisa dikembalikan sempurna oleh Marcus. Kali ini bola dikirim agak jauh lurus kebelakang, dan Lee Yang mengambil bola tersebut dengan pukulan lurus yang sialnya membuat pasangan Indonesia hampir saja kehilangan kesempatan untuk bisa bertahan. Bola lurus dari Lee Yang membentur bibir net dan bergulir ke arah lapangan Kevin - Marcus. Penonton seisi Stadion menjerit, tidak terkecuali Nay dan Ray yang secara tidak sadar sering berteriak-teriak seperti orang yang kesurupan.


Marcus dengan refleknya yang luar biasa masih bisa mengambil bola tersebut. Dia tau Wang Chilin sudah berlari kebelakang dan menukar posisinya dengan Lee Yang. Tapi apa daya bola kagok seperti ini membuat Marcus tidak bisa mengontrol kekuatan pukulannya.


Bola melambung tinggi ke belakang.


Rey berfikir mungkin inilah akhir dari pertandingan ini. Pukulan mematikan Wang Chilin akan mengakhiri semuanya.


Wang Chilin melakukan Jumping smash dengan kekuatan penuh. Ia bertekad akan mengakhiri pertandingan sampai disini.


Semua penonton tampak takut dan pasrah.

__ADS_1


Suara pukulan dari smash Wang Chilin menggelegar. Dia berteriak seperti auman beruang yang sedang mengamuk.


Bola melesat cepat ke arah Kevin. Di sisi lapangan pasangan Indonesia, Kevin sudah bersiap menerima pukulan mematikan dari Wang Chilin. Dia melakukan kuda-kuda dan siap mempertaruhkan hidup dan matinya di lapangan saat ini.


__ADS_2