Art Of Badminton

Art Of Badminton
Namaku, Nay !


__ADS_3

Tinggal selangkah lagi pasangan China akan mengambil poin digame pertama.


Tampak Yuta dan Arisa mencuri-curi waktu untuk mengambil nafas. Mereka menyeka keringat cukup lama. Pasangan China ikut menyeka keringat di pinggir lapangan. Wasit tampak membiarkan mereka mengambil nafas lebih lama. Biasanya wasit selalu menegur pemain jikalau mereka tampak mengulur-ulur waktu. Namun kali ini wasit tampaknya sedang berbaik hati.


Siwei melakukan servis dengan sangat tipis dan mengenai net, hampir saja Yuta melepaskan bola servis tersebut, namun instingnya berkata lain. Yuta mengambil bola tersebut dan memukulnya walau tidak sempurna. Yaqiong menyambar pengembalian tidak sempurna dari Yuta, tapi Yuta sudah sigap dan siap menghadang bola dari Yaqiong. Bola kembali melesat ke samping kiri Yaqiong, Siwei dengan sigap mengembalikan bola tersebut melambung ke belakang. Arisa dengan sigap melakukan jumping smash dan diarahkan kekanan Yaqiong. Yaqiong terperangah bolanya melesat melewati badanya, sedang Siwei posisinya masih jauh di sebelah kirinya. Tapi Yaqiong tidak mau menyerahkan poin kemenanganya ini. Tubuhnya dia jatuhkan ke belakang dengan tangannya yang panjang lebih dulu mengejar bola yang melesat cepat. Yaqiong tersungkur kebelakang cukup keras. Belum sempat dia berdiri, gemuruh sorak-sorak penonton membahana, siulan dan pukulan dari ornamen-ornamen sungguh membuat merinding. Bola pengembalian Yaqiong yang tidak sempurna itu ternyata mengenai bibir net dan jatuh terpental di lapangan pasangan Jepang. Game pertama ini jelas milik pasangan China.


"Game ! Twenty two - Twenty !"


Wasit menyatakan game pertama selesai dan menjadi milik pasangan China.


Aku hanya terdiam melihat pertandingan tadi. Aku yakin dalam beberapa detik tadi, aku menahan nafas. Tanganku berkeringat. Aku merasa gugup dan sekaligus takut. "Apakah aku suatu saat bisa dalam level seperti itu !" Aku benar-benar takut.


*


Pertandingan game kedua sedang berlangsung. Sesuai dengan prediksinya, game kedua tidak semenarik game pertama.


Dia 'perempuan itu' sedang asik dengan buku catatanya. Sambil menulis sesuatu dia menganggukan kepalanya beberapa kali. Aku yakin dia puas dengan prediksinya tentang pertandingan ini. Sesekali dia menoleh sambil tersenyum padaku seolah ingin pamer. Aku hanya tersenyum membalasnya. Yang aku pikirkan sekarang hanyalah bagaimana caranya agar aku bisa sehebat mereka nantinya.


Arisa beberapa kali membuat kesalahan. Bola-bolanya tidak seakurat game pertama. Yuta tampak pontang-panting mengejar bola. Melihat Yuta aku begitu takjub. Walau beberapa kali bola tanggung disambar Siwei dan Yaqiong dan mestinya lawan langsung mati, tapi Yuta mempunyai fighting spirit yang kelewat menakjubkan. Semangatnya sungguh membuatku takjub sekaligus iri.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, setengah pertandingan sudah dilalui. Sebelas - Tujuh untuk keunggulan pasangan China. Arisa tampak duduk di kursi tempat istirahat. Pelatihnya tampak memberi arahan sambil memberikan kompres es batu di pundak Arisa. Yuta tampak loncat loncat ditempat menjaga pikiran dan spiritnya supaya tidak hilang begitu saja.


Pasangan China tidak mau menunggu pasangan Jepang mendapatakan kepercayaan diri kembali. Siwei dan Yaqiong tak henti-hentinya menggempur pertahanan mereka. Walau pertahanan Yuta susah ditembus, karena Arisa pergerakannya sudah melambat, mau tidak mau pertahanan Yuta pun jebol.


Arisa dan Yaqiong beberapa kali bermain head to head di depan net. Tapi Arisan keteteran. Beberapa kali dia tertipu pukulan-pukulan kecil Yaqiong. Sampai pada akhirnya pertandingan ini berakhir tanpa ******* yang mendebarkan.


"Twenty one - twelve !"


Pasangan Jepang dan China saling berjabat tangan. Gemuruh penonton untuk kedua pasangan ini sungguh luar biasa.

__ADS_1


**


Match kedua akan segera dimulai. Ganda putri Korea dan Jepang sudah berada di lapangan. Memang untuk saat ini ganda putri dunia masih didominasi negara Jepang, China dan Korea.


Aku pertama kalinya memberanikan diri untuk bertanya, tapi rasanya canggung sekali.


Aku berdehem sambil memandang wajahnya.


" EeHhhmmm...! "


Dia mereseponnya dengan memandang wajahku sembari tersenyum kecil yang manis.


Sungguh aku bingung harus memulai dari mana.


Aku menggerakan kakiku berulang-ulang secara tidak sadar karena gugup. Tangan kananku mengepal dan dipegang oleh tangan kiriku. Aku berusaha mengumpulkan kekuatan untuk memberanikan diri bertanya sesuatu padanya.


Akhirnya aku tersadar bahwa seseorang yang disampingkulah yang memanggil namaku.


"Namamu Rey kan ?" Aku hanya terdiam saja merasa kaget. Aku bahkan tidak menganggukkan kepala apalagi bersuara.


"Aku mendengarnya beberapa kali,Tuan ini memanggilmu Rey !" Dia menunjukakan jarinya ke arah Grandpa. Sedang Grandpa tidak menyadari bahwa dirinya sedang dibicarakan.


Aku mengangguk pelan sembari memandang wajahnya. Dia hanya tersenyum.


Beberapa saat kita hanya terdiam sambil melihat pertandingan yang baru saja dimulai. Riuh penonton seperti biasa tidak henti-hentinya.


"Kalau namamu...!?" Tiba-tiba saja pertanyaan itu muncul dari mulutku. Bak keselek biji salak, aku ingin terbatuk tapi aku tahan sekuat tenaga dengan kedua tanganku.


Dia tidak merespon sama sekali. "Syukurlah mungkin dia tidak mendengarnya karena suara gaduh dari penonton." Pikirku dalam hati.

__ADS_1


"Nay ! namaku Nay...! " ucapnya sambil mengikat rambutnya kebelakang dengan kedua tangannya. Aku menatapnya cukup lama dan memperhatikan setiap detil tubuhnya. Baru kali pertama aku merasakan perasaan yang beda seperti ini.


Kami terdiam cukup lama. Pertandingan ganda putri memang cukup alot. Bola-bola lambung masih menjadi strategi kedua pasangan ini berharap ada yang lengah dan langsung mengeksekusi bola untuk mematikan lawan.


Faktor fisik juga menjadi salah satu yang paling penting untuk ganda putri ini, pasalnya dengan bola-bola lambung yang sering terjadi, dibutuhkan ekstra tenaga untuk mengambilnya dan juga untuk mengembalikanya. Bola-bola lambung seperti itu tidak mudah mati, jadi tidak heran kalau dalam sekali servis bisa mencapai puluhan pukulan sampai bola itu mati. Waktu yang dihabiskan ganda putri'pun terbilang paling boros jika dibandingkan dengan sektor yang lain.


Game pertama dimenangkan oleh pasangan Jepang dengan duapuluh satu - tujuh belas. Pasangan jepang ini mempunyai paket yang sangat lengkap. Selain ulet, mereka juga mempunyai postur yang tinggi dan sangat mudah melakukan smash. Bukan hanya itu, pasangan jepang ini dijuluki 'putri dari jepang' karena parasnya yang benar-benar menawan.


"Andai saja Greys - Apri ikut turnamen ini ! " Aku bergumam kecil sambil membayangkan Ganda putri terbaik Indonesia yang berada di lapangan itu.


Tak kusangka Nay, perempuan yang bahkan namanya baru saja aku tau, merespon gumaman kecilku tadi. "Sayang memang ! Tapi....ini tidak sepadan !"


Aku terkejut Nay merespon gumaman kecilku.


"Bukankah ini Indonesia Open super 1000 ! salah satu turnamen paling bergengsi di Dunia ! Mana mungkin tidak sepadan! " Aku mencoba menjelaskan.


"Ya betul ! " Nay membalas santai. "Tapi kesehatan dan karir jangka panjang lebih penting kan Rey !?" Dia menjelaskan sekaligus bertanya padaku. " Jangan bilang suatu saat nanti kamu akan mengorbankan masa depan'mu dengan memaksa ikut pertandingan disaat kamu sendiri mempertaruhkan masa depanmu. Prilaku seperti itu sangat bodoh. Aku akan sangat membencinya !"


Aku hanya terdiam mendengar penjelasanya.


"Bukankah kesempatan akan datang kembali Rey ! beda halnya dengan kesehatan. Saat seseorang divonis tidak bisa melakukan olahraga secara profesional lagi, maka tamat sudah karirnya. Tidak ada lagi kesempatan kedua. Aku harap nantinya kamu tidak seperti itu Rey !".


Aku terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Semua yang dikatakannya memang benar. Kehancuran karir karena cidera adalah hal sangat menakutkan bagi seorang atlit.


Aku memandang kagum padanya, dan baru saja kusadari dia menjadi lebih cantik dari pada sebelumnya.


***


Penonton kembali bergemuruh. Akhirnya setelah memakan durasi satu jam sepuluh menit, pertandingan final ganda putri dimenangkan pasangan Jepang atas pasangan Korea dengan straigh game.

__ADS_1


__ADS_2