
Syal biru bermotif yang membalut pergelangan tangan Ginting beberapa kali diperbaiki ikatannya dengan cara digigit sebagian ujung simpulnya. Tampak Ginting tidak memperlihatkan ekspresi kesakitan di wajah nya. Rey berharap Ginting segera mengunci game ketiga ini. Jangan sampai rasa sakitnya kembali muncul dan mengacaukan segala yang ia pertahankan.
Skor 17-16 dan Ginting bersiap melakukan servis. Bola terbang mengarah kepada Antonsen dan langsung dikembalikan ke arah kiri Ginting. Tidak ada kesulitan bagi Ginting untuk mengambil bola tersebut. Bola melesat mengarah badan Antonsen namun bisa dihadang dengan mudah. Bola kembali terbang ke arah Ginting, dan Ginting sudah merencanakan sesuatu untuk segera mendapatkan poin dari servisnya ini. Bola pengembalian ginting pelan mengarah ke depan lapangan antonsen dan tipis hampir menyentuh net. Antonsen mau tidak mau harus mengembalikan bola tersebut melambung tinggi, atau justru dia bermain net di depan dan harus siap dengan teknik men-delay bola yang dimiliki Ginting.
Antonsen memilih mengembalikan bola dengan lambungan tinggi, karena beberapa kali ia benar-benar dibuat mati kutu saat mencoba meladeni permainan Ginting di depan net. Bola melesat tinggi ke bagian belakang lapangan Ginting, dan langsung disambut smash keras Ginting. Tapi pertahanan Antonsen sangat kokoh, dia mengembalikan bola tanpa ada kendala. Bola tinggi kembali mengarah ke arah Ginting dan masih dilakukan jumping smash yang cukup keras. Bola dengan cepat melesat ke bagian lapangan Antonsen yang kosong, tapi Antonsen tidak begitu kesulitan karena memang tangannya yang panjang bisa dengan mudah menjangkau bola dari Ginting.
Bola kembali terbang ke arah ginting untuk yang kesekian kalinya, Ginting masih penasaran dan masih melakukan jumping smash. Bukan Antonsen namanya kalau bola bisa mati begitu saja. Dengan pertahanannya yang sangat kokoh bola masih bisa kembali ke lapangan Ginting. Walau tampak smash Ginting sudah melemah, tapi dia masih melakukan jumping smash. Seolah tidak ada habisnya, bola masih bisa dikembalikan Antonsen dengan baik.
"Lagi-lagi seperti ini !" Nay bergumam kecil diantara teriakan orang-orang disekitarnya.
Rey mendelik kepada Nay merasa kali ini sudah faham apa yang dimaksud Nay. Kalau seperti ini terus dan hanya mengandalkan jumping smash, bisa-bisa Ginting tenaganya terkuras habis dan bahkan yang paling buruk adalah rasa nyeri di pergelangan tangannya bisa kambuh kembali.
__ADS_1
Serangan jumping smash dari Ginting masih belum berakhir. Begitu juga dengan pertahanan Antonsen yang sangat mengagumkan. Entah berapa pukulan yang tercipta kali ini. Ginting tampak kelelahan, tapi ada rasa penasaran dalam dirinya untuk bisa mematikan Antonsen dengan smash kerasnya. Bola masih bisa kembali ke arah Ginting. Ginting kembali bersiap untuk loncat dan menyambar bola, begitu juga dengan Antonsen yang sudah siap dengan kuda-kudanya.
Ginting sudah loncat dengan tinggi, dan raketnya siap memukul keras bola. Tapi hal yang tidak terduga diperlihatkan Ginting. Bola dipukul Ginting pelan dan didorong ke lapangan bagian depan Antonsen. Tentu saja Antonsen yang sudah menunggu bola dengan kuda-kuda yang kuat merasa kaget dan gerak refleknya terlambat. Antonsen menjatuhkan badannya ke depan demi mengambil bola. Berkat tanganya yang memang panjang, bola masih bisa berhasil dikembalikan. Penonton berteriak histeris karena kaget bola masih bisa dikembalikan. Namun walau bola masih bisa dikembalikan, Ginting sudah berada di depan net dan siap mencegat bola. Dan benar saja dengan kecepatan yang dimilikinya, bola meluncur indah dan jatuh di area kosong lapangan Antonsen.
Penonton histeris meluapkan kegembiraannya.
Rey pun ikut berteriak-teriak dengan tanpa disadari. Mau seperti apapun ekspresi yang ditunjukan saat ini tidaklah penting karena memang saat ini tidak ada satupun yang peduli dan memperhatikan, karena semua orang terlalu gila dan lupa mengenai apapun kecuali pertandingan ini.
Skor 18-16 dan Ginting semakin mendekat untuk jadi juara.
Ginting dengan cerdik tidak mau mengangkat bola ke arah Antonsen. Karena kalau sampai Ginting mengangkat bola, Antonsen akan langsung mengeksekusi bola tersebut dengan tenaganya yang memang masih lebih baik daripada Ginting.
__ADS_1
Pola permainan ginting seperti memberikan bola di depan supaya Antonsen mengangkat bola dan atau terpaksa beradu permainan net di depan masih sangat ampuh. Berkat pola permainan Ginting yang seperti itu poinnya kembali bertambah dan mendekatkannya menuju kemenangan.
Skor 19-16, dan butuh dua angka lagi bagi Ginting untuk mengunci kemenangan.
Ginting kembali melakukan servis. Pola permainan Ginting kembali berulang. Dan entah kenapa Antonsen seolah terbawa pola permainan Ginting dan tidak bisa keluar seperti terperangkap di dalamnya.
Antonsen terpaksa harus mengangkat bola dan kemudian menahannya lalu mengangkat bola kembali lalu menahannya lagi. Hal itu terus berulang sampai beberapa kali dan dia merasa frustasi karena permainannya benar-benar tidak bisa berkembang.
Ginting bersiap melakukan jumping smash. Pukulannya sangatlah keras dan bahkan mungkin pukulannya kali ini jauh lebih keras dari pukulan-pukulan sebelumnya. Suara pukulan Ginting menggelegar begitu kerasnya. Bola menyeruduk seperti banteng dan tepat menghantam raket Antonsen. Seharusnya bola kembali terbang, tapi tidak ada satu helai bulupun yang kembali terbang ke arah Ginting.
Penonton kembali bersorak dan makin menggila. Ternyata bola tersangkut di raket Antonsen karena tidak kuat menahan betapa kerasnya pukulan yang dikeluarkan oleh Ginting.
__ADS_1
"20 match poin 16!" wasit memastikan match poin bagi Ginting.
Wajah Rey tampak memanas terbakar semangat, dia tidak menyangka efek sebuah syal bisa sampai seperti ini.