Art Of Badminton

Art Of Badminton
Tarian kematian sang bulu angsa !


__ADS_3

Sejujurnya Rey tidak percaya pasangan Indonesia bisa sampai menyamakan kedudukan. Padahal pasangan Taiwan hanya butuh satu angka saja untuk memperoleh kemenangan atas pasangan Indonesia.


Tapi kegigihan Kevin dan Marcus telah membuktikannya. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berusaha sampai pada titik penghabisan.


Deuce pertama untuk kedua pasangan ini. Kini kesempatan sangat terbuka untuk siapa saja. Akankah pertandingan kembali alot atau justru akan lebih cepat dari sebelumnya.


Rey dan Nay tampak sedikit berdiskusi mengenai siapa yang akan memenangkan pertandingan ini. Tidak hanya mereka, tapi seluruh penonton tampak ramai menebak-nebak siapa yang akan jadi juara.


*


Score 20 sama dan Marcus siap melakukan servis. Marcus berfikir harus segera mengakhiri pertandingan ini sebelum pasangan Taiwan bangkit kembali.


Flick servis Marcus melesat cepat ke belakang lapangan. Bola dengan mudah dikembalikan. Adu kecepatan dan kekuatan masih terus terjadi. Sudah lebih dari empat puluh pukulan dan bola masih tidak mau mati. Kedua pasangan ini sungguh luar biasa.


Kedua pasangan ini tampak sudah kelelahan. Beberapa kali mereka menurunkan tempo permainan untuk mengembalikan tenaga. Wang Chilin pun tidak berani untuk sembarang melakukan smash. Dia menunggu momen yang pas untuk mematikan pasangan Indonesia.


Bola masih tidak mau mati. Gerakan-gerakan tipuan masing-masing pasangan bisa dimentahkan dengan mudah. Namun saat Lee Yang melakukan jumping smash pasangan Indonesia memundurkan posisinya bersiap untuk menghadang bola smash Lee Yang. Dalam kondisi yang sudah lelah tentu konsentrasi kedua pasangan sedikit buyar. Pasangan Kevin - Marcus tidak menyadari kalau Lee Yang mungkin saja melakukan drop shot, tapi mereka terlanjur mundur ke belakang. Seketika Kevin lari ke depan untuk mengambil bola. Kevin menjatuhkan badannya untuk menjangkau bola tersebut. Bola memang berhasil dikembalikan, tapi pengembalian Kevin sangat tanggung. Lee Yang langsung menyambar bola tersebut dan Marcus berusaha mengembalikan bola tersebut tapi pukulan Lee Yang sangat keras dan kontrol bola jelas tidak bisa sempurna. Bola melambung tinggi ke belakang dan Wang Chilin merasa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan smash nya yang mematikan.


"Sialll !" ujar Marcus pelan. Dia bersiap menerima pukulan keras dari Wang Chilin. Sedang Kevin masih berusaha untuk berdiri setelah menjatuhkan badanya tadi.


Bola smash Wang Chilin melesat dengan kekuatan penuh. Mau tidak mau Marcus harus mencoba teknik yang pernah dipakai Kevin. Bola tepat mengenai raket Marcus, dia memakai teknik Kevin dengan menarik raketnya saat bola mendekat dengan mengikuti irama bola alhasil percobaan Marcus berhasil walau raketnya tampak bergetar hebat dan bola kembali dengan lambungan yang sudah siap disambut kembali oleh pukulan Wang Chilin.

__ADS_1


Marcus menggertakan giginya bersiap menahan kembali bola smash dari Wang Chilin. Smash kekuatan penuh Wang Chilin kembali mengarah ke arah Marcus.


"Jebreettt...!" Suara keras hantaman bola ke raket Marcus terdengar seisi Stadion. Bola kembali ke lapangan pasangan Taiwan dengan bergoyang di udara, karena ternyata raket Marcus putus.


Kevin mundur mengambil alih posisi Marcus. Bola yang kembali dengan tanggung disambar Lee Yang. Kevin menahannya dengan susah payah. Bola kembali disambar Lee Yang diarahkan ke area kosong. Kevin menggulingkan badannya berusaha mencover seluruh lapangan sendirian. Saat bola sudah kembali ke lapangan lawan, Marcus sudah kembali masuk lapangan setelah berlari mengambil raket barunya. Tapi bola sudah terlanjur mengarah ke arah Kevin. Sembari jongkok Kevin mengembalikan bola sambaran Lee Yang dan bola membentur bibir net, Untungnya bola bergulir ke lapangan lawan. Kini justru Lee Yang merasa kesulitan, situasi seolah berbalik. Lee Yang menjatuhkan badanya kedepan untuk menjangkau bola. Bola tanggung Lee Yang disambar oleh Kevin dengan keras, namun Wang Chilin sudah siap siaga dibelakang Lee Yang. Bola dihadang Wang Chilin dan kembali ke lapangan pasangan Indonesia, tapi Kevin sudah loncat dan berusaha mencegat bola tersebut dan ternyata bola berhasil dicegat Kevin dan langsung dieksekusi, namun Wang Chilin berhasil menahan bola cegatan Kevin, tapi sayangnya belum juga bola tersebut terbang ke lapangan Pasangan Indonesia, Marcus berlari dari belakang dan loncat setinggi-tingginya bersiap mencegat bola diatas udara saat tubuhnya melayang. Disaat itulah pukulan slam dunk Marcus menyeruduk lapangan lawan dan sang bulu angsa hancur berguguran seperti pohon yang habis daunnya setelah terkena angin ****** beliung.


Lee Yang dan Wang Chilin diam mematung. Tidak ada satu katapun terucap dari mulut mereka.


21 - 20, dan setelah sekian lama pasangan Indonesia unggul atas pasangan Taiwan. Penonton berdecak kagum. Mereka tidak menyangka akan melihat pukulan slam dunk Marcus yang sangat terkenal itu.


Rey hanya terdiam dalam duduknya. Dadanya bergetar melihat ini semua.


Match poin bagi pasangan Indonesia. Lee Yang dan Wang Chilin tampak masih kaget dengan pukulan slam dunk yang dikeluarkan oleh Marcus. Tapi mereka tidak boleh lengah. Mereka harus optimis bisa mengambil poin ini untuk bisa menyamakan kembali kedudukan.


Di samping para penonton, yang paling bahagia dengan pertandingan ini adalah para wartawan dan fotografer. Mereka mendapatkan banyak sekali foto-foto fantastis diluar dugaan mereka. Dan sudah tidak diragukan lagi esok hari foto-foto ini akan mejeng di banyak surat kabar seperti koran, majalah dan situs-situs online.


**


Satu poin lagi maka Kevin - Marcus akan mengakhiri pertandingan ini.


Marcus sedikit gugup untuk melakukan servis. Di sisi lapangan lawan, Lee Yang dan Wang Chilin bersiap menerima bola Marcus.

__ADS_1


Bola servis Marcus melesat cepat, dan langsung dikembalikan oleh Lee Yang ke kanan lapangan pasangan Indonesia. Kevin ada disitu dan dengan mudah mengembalikan bola, tapi Kevin sangat kaget Lee Yang menyergap langsung bola pengembalian Kevin dan langsung melakukan smash. Kevin berhasil kembali menghadang bola dari Lee Yang, namun Lee Yang seolah sudah bisa membaca gerakan Kevin. Sebelum bola jauh menyebrang net, Lee Yang selalu sudah ada disitu, dan dia kembali menyerang Kevin. Lee Yang tampak menggila, sorot matanya sungguh tajam. Kevin diserang bertubi-tubi secara terus-menerus.


Kevin merasa tersudut, bola ia kembalikan jauh ke belakang. Wang Chilin jumping smash dengan raungan seperti beruang. Dia kembali menggila layaknya Lee Yang. Beberapa kali smash tajamnya menggempur pertahanan Marcus. Terlihat seperti ada asap mengepul dari tangan Wang Chilin, mungkin kekuatan dia saat ini sudah pada titik level tertinggi. Marcus terus digempur oleh Wang Chilin, dan saat menerima pukulan smash Wang Chilin yang ke empat kalinya secara berturut-turut, walau bola berhasil dikembalikan dengan arah yang tidak jelas namun tetap masuk area lapangan lawan, raket Marcus patah dan terpental keluar lapangan.


Semua penonton menjerit histeris. Kini hanya ada Kevin yang harus mencover lapangan sementara Marcus berlari untuk mengambil raket barunya.


Namun semuanya tampak sudah terlambat. Saat Kevin berdiri di tengah karena saat ini lapangan hanya ada dirinya sendiri, Lee Yang mengambil bola dan mengarahkan bola ketempat kosong terjauh dari posisi Kevin. Bola melayang ke arah sudut kiri belakang lapangan pasangan Indonesia. Marcus yang tampak baru masuk lapangan dengan raket barunya mustahil bisa mengejar, sedang Kevin posisinya masih berada di tengah lapangan dan melihat bola melayang hampir melintasi posisi tubuhnya. Rey dan semua penonton tau pertandingan ternyata akan masih berlanjut karena bola akan jatuh di tempat kosong lapangan pasangan Indonesia.


Namun Rey melihat sesuatu yang lagi-lagi mustahil dilakukan. Kevin loncat dengan tinggi ke arah belakang berusaha mencegat bola di udara. Tubuhnya ringan seperti kapas yang tertiup angin, 'anggun dan mempesona'. Dia loncat dengan sempurna seperti seorang balerina. Tubuhnya melayang dan berputar di udara sembari membentangkan tangan dan raketnya. Dan pada saatnya tiba, raketnya bertemu dengan sang bulu angsa seolah mereka saling bersahabat. Keduanya menempel satu sama lain dan membentuk semacam pukulan yang secara tiba-tiba melesat ke arah lapangan lawan membelah pertahanan mereka dan jatuh dengan anggun tepat diantara dua pemain lawan.


Kevin mendarat dengan sempurna dan anggun tepat setelah bola menyentuh lapangan lawan.


Penonton kembali menggila. Jeritan dan sorak-sorak gembira sudah tidak bisa dibendung lagi.


Lee Yang menjatuhkan badannya ke lapangan. Kepalanya tertunduk dan air matanya tak terbendung keluar begitu saja.


Sedang Wang Chilin hanya berdiri terdiam seperti patung. Tidak ada tangisan apalagi air mata. Tapi Rey melihat bibir Wang Chilin bergetar menahan rasa sakit yang ia rasakan sekarang ini. Dia berusaha bersikap tegar dan kuat, tapi sorot matanya tidak bisa dibohongi, ia berkaca-kaca tidak kuat menahan semua rasa sakit ini. Dan dengan segera, ia menyeka matanya dengan lengan berharap tidak ada orang lain yang melihatnya.


Wasit menyatakan game berakhir. Pasangan ganda putra Indonesia akhirnya berhasil menjadi juara sekaligus membalas kekalahan mereka sebelumnya.


Disisi penonton, Rey tidak meluapkan kegembiraan seperti penonton lainnya. Dia hanya termenung memikirkan pertandingan yang baru saja berakhir. Dia merasa tidak berdaya, dadanya bergejolak tapi juga takut. Dia takut kalau dirinya tidak bisa sehebat itu, atau jangankan sehebat itu, bahkan mendekati'pun tidak.

__ADS_1


Grandpa dan Nay sama-sama menatap Rey. Untuk sementara mereka membiarkannya seperti itu. Karena mereka tau apa yang sedang Rey rasakan sekarang ini.


Kagum. Semangat. Tapi juga takut dan tidak percaya diri !


__ADS_2