
"Namaku adalah Nowaki, pemuda berumur 17 tahun yang sangat payah. Terlahir dari keluarga yang harmonis yang disebut sebagai keluarga seni. Tetapi, dari kecil tidak memiliki bakat apapun dalam bidang seni, meskipun kedua orangtuaku adalah seorang yang pandai dalam hal-hal berbau seni."Kata Nowaki dalam hatinya.
"Ibuku adalah salah satu penyanyi yang terkenal, ibu juga seorang pemain biola yang mahir yang beberapa kali dapat penghargaan. Sementara Ayahku adalah seorang pelukis tersohor dan pandai dalam memerankan teater klasik."Kata Nowaki dalam hatinya.
"Terlahir dari keluarga yang harmonis dengan finansial yang sangat mencukpi, memang membuat orang lain iri terhadap kita. Tetapi, akan sangat memalukan jika terlahir dari kedua orang tua yang sangat berbakat sementara kita sendiri sebagai keturunannya tidak memiliki bakat apapun!"Tutur Nowaki dalam hatinya.
"Hal ini terus merasuki pikiranku sebagai seorang tuan muda yang terlahir dari keluarga terpandang dengan kemampuan yang sangat payah. Sampai membuatku sempat berpikir apakah aku adalah produk gagal tuhan?"tanya Nowaki merenungkan semuanya.
"Berbicara soal keluargaku sebagai penggila seni, sampai sekarang aku masih belum mengerti apa itu definisi seni yang tepat menurutku."Kata Nowaki mengungkapkan keluh kesah dalam hatinya.
"Dari berbagai buku yang telah ku baca selama ini, banyak sekali pengertian seni yang terlontar dari banyaknya sumber yang menyebutkan. Menurut J.J Hogman, seni merupakan sesuatu yang memiliki unsur ideas, activities, dan artifact. Menurut Aristoteles, seni merupakan peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal. Sementara menurut pak Tua Plato dan Rousseau, seni merupakan peniruan alam dengan segala seginya."Sambung Nowaki dalam hatinya.
"Dari sekian banyaknya para ahli pintar yang mengemukakan definisi seni, tidak ada satu pun yang membuatku paham akan arti seni yang sesungguhnya."Kata Nowaki dalam hatinya, dengan wajah yang suram.
"Tuan Nowaki, tuan sudah bangun. Cepatlah mandi dan sarapan!"teriak salah satu pembantu di rumahnya.
"Oh iya, aku lupa bilang kalau di rumahku ada pembantu yang mengurus rumah. Dikarenakan orang tuaku sibuk bekerja, jadi orang tuaku mempekerjakan pembantu untuk mengawasi kegiatanku di rumah. Tetapi, meskipun kedua orang tuaku sibuk aku masih bisa merasakan kasih sayang keluarga. Mungkin dilihat dari luar, banyak orang berpikir bahwa keluarga sepertiku ini akan menelantarkan anak mereka. Tetapi, keluargaku sangat menyayangiku setiap akhir pekan kami selalu pergi kesuatu tempat untuk bersenang-senang. Jadi, meskipun saat orang tuaku tidak ada di rumah aku tidak merasakan sedih, karena mereka sangat menyayangi diriku sehingga membuat mereka bekerja keras untukku. Tetapi, aku sedih karena diriku sangat payah dan tidak memiliki bakat apapun."Kata Nowaki dalam hatinya.
"Baik, bi!teriak Nowaki.
Setelah selesai mandi, Nowaki turun ke bawah untuk sarapan. Hidup di rumah seperti istana memang sangat menyenangkan setiap hari selalu ada seseorang yang memanggilmu untuk sarapan dan berbagai kegiatan lainnya. Setelah sarapan, Nowaki harus pergi ke sekolah yang setiap harinya selalu diantar oleh supir pribadinya dengan mobil mewah. Yang tentu saja, saat sampai di sekolah tersebut banyak sekali siswa yang memandanginya, terutama kaum wanita. Hal tersebut sudahlah wajar, terlahir di keluarga atas yang terpandang dan memiliki wajah tampan tentu saja membuat Nowaki sangat populer di sekolahnya.
"Ini merupakan tahun keduaku di SMA ini. Oh iya, aku bersekolah di SMA Internasional Hope, yang kebanyakan siswanya merupakan siswa yang berbakat. Di lingkungan kelasku termasuk orang-orang yang random, jadi tidak ada yang memperlakukanku khusus. Jadi, aku sangat bersyukur masuk ke kelas ini."Kata Nowaki alam hatinya merenung di bangkunya.
"Nowaki, mau bermain basket nanti istirahat?"ajak Franky.
"Sepertinya tidak hari ini, aku harus ke perpustakaan."Jawab Nowaki menolak.
"Oh, kalau begitu baiklah."Kata Franky.
Saat istirahat, Nowaki pergi berjalan ke perpustakaan. Saat dia melewati kesebuah gang di sekolahnya, dia mendengar suara keributan. Nowaki pun mencari sumber suara tersebut.
Apaan ini, buruk sekali. Biar ku perbaiki.Kata seorang laki-laki yang merebut ukulele yang dipegang oleh seorang gadis.
"Kumohon jangan rusak itu!"Kata gadis tersebut meneteskan air mata.
"Hah, apa-apaan itu.Ini salahmu karena sudah melewati wilayah kami tanpa izin!"bentak laki-laki tersebut.
"Maaf, sejak kapan ini wilayah kalian."Kata Nowaki memegang bahu laki-laki tersebut.
"Hah, siapa kamu?"teriak laki-laki tersebut,saat berbalik laki-laki tersebut sangat terkejut.
__ADS_1
"Nowaki!"teriak laki-laki tersebut dengan terkejut.
"Berikan ukulelenya!"suruh Nowaki.
"Baiklah, ini ukulelemu."Kata laki-laki tersebut memberikan ukulelenya kepada gadi tersebut dan segera berlari dengan teman-temannya meninggalkan mereka.
"Kamu tidak apa-apa?"tanya Nowaki.
"Ya, terima kasih sudah menolongku."Kata gadis tersebut.
"Emh, dengan senang hati."Kata Nowaki tersenyum kepada gadis tersebut.
"Karena kamu sudah menolongku, ada yang bisa ku bantu."Kata gadis tersebut.
"Aku sih tidak mengharapkan bantuan, tetapi temani aku ke perpustakaan."Kata Nowaki.
"Baiklah."Kata gadis tersebut.
Mereka berdua pun pergi ke perpustakaan bersama, sesampainya di perpustakaan Nowaki meminjam banyak sekali buku yang berhubungan dengan seni. Hal tersebut membuat gadis itu terkejut.
"Maaf Nowaki, apa kamu menyukai buku tentang seni?"tanya gadis tersebut.
"Tidak juga aku hanya kebingungan tentang definisi seni, untuk itu aku membaca semua ini."Jawab Nowaki.
Setelah mendengar kata-kata itu, Nowaki sangat terkejut. Baru pertama kali dia mendengar kata-kata tersebut. Nowaki mendekati gadis tersebut, dia memegang kedua tangan gadis tersebut dan menggenggamnya erat. Hal tersebut membuat jantung gadis tersebut menjadi berdebar-debar. Wajah gadis tersebut mulai memerah dan suhu hangat mulai meluapi seluruh tubuhnya.
"Ada apa?"tanya gadis tersebut dengan gugup.
"Kamu, maukah berteman denganku?"tanya Nowaki memohon pada gadis itu.
"Eh, kalo soal itu kita kan sudah berteman."Jawab gadis terebut.
"Seriusan, tapi aku belum memperkenalkan diriku dengan baik. Namaku Nowaki."Kata Nowaki memperkenalkan diri.
"Salam kenal, namaku Natasya. Tapi, apakah kamu mau berteman denganku? Soalnya aku berasal dari orang yang biasa-biasa saja."Kata Natasya ragu.
"Itu tidak masalah, ngomong-ngomong kamu kelas berapa? Kalau aku kelas XI Ipa 7."Kata Nowaki.
"Aku kelas XI Ipa 6."Kata Natasya.
"Wah, kelas sebelah."Kata Nowaki terkejut.
__ADS_1
"Oh, iya kenapa kamu benar-benar tertarik kepada seni? Sampai-sampai meminjam banyak sekali buku untuk mempelajarinya. Maaf jika aku lancang bertanya begitu."Kata Natasya.
"Jangan terlalu canggung seperti itu! Aku ingin mengetahi makna seni menurutku, karena aku ingin bisa dalam hal seni. Kedua orang tua, sangat mahir dalam seni. Sebagai keturunan mereka, sudah sepantasnya aku bisa dalam hal seni. Tetapi, dari kecil aku tidak mempunya bakat apapun."Kata Nowaki.
"Maafkan aku Nowaki, bukannya aku mengguruimu. Tetapi, terlahir dari kondisi bagaimana pun kita, kita berhak menentukan jalan hidup sendiri. Tanpa melihat status orang tua kita."Kata Natasya memberikan nasihat.
"Memilih sesuatu yang lain juga bukan hal yang buruk."Lanjut Natasya.
"Begitukah, sepertinya sih memang benar. Tetapi, aku melakukan ini bukan karena alasan keluargaku saja. Aku ingin sekali pandai dala memainkan seni karena dari kecil aku menyukai segala rupa,jenis dan suara seni itu sendiri. Jadi alasan itu yang membuatku ingin bisa dalam hal berbau seni."Kata Nowaki.
"Oh, kalau begitu bagaimana kalau dimulai dengan mencari bidang seni yang diminati dulu."Saran Natasya.
"Bagaimana caranya?"tanya Nowaki.
"Bagaimana kalau dimulai dari melakukan beberapa tes?"saran Natasya.
"Boleh juga. Pulang nanti aku tunggu, kamu harus mengetesku di rumahku."Kata Nowaki.
"Oh begitu ya. EH APA!"teriak Natasya terkejut.
"Tolong tenang ketika di perpustakaan."Kata penjaga perpustakaan dengan tatapan sinis.
"Seriusan, aku harus ke rumahmu?"tanya Natasya.
"Iya lah,kamu yang menyarankannya. Jadi, kamu harus tanggung jawab."Kata Nowaki.
"Tapi ,aku emh ........"Kata Natasya grogi mengatakannya.
"Kenapa? Ada acara?"tanya Nowaki.
"Bukan begitu, aku bukan berasal dari keluarga atas. Jadi, aku tidak pantas untuk mengunjungi rumahmu."Kata Natasya.
"Kata siapa? Siapa pun boleh mengunjungi rumah temannya kan?"kata Nowaki.
"Tapi, ........"Kata Natasya.
"Aku tidak menerima penolakan."Kata Nowaki.
"Cringe" bel yang mengakhiri waktu istirahat sudah berbunyi. Semua siswa pun memasuki kembali ruangan kelas mereka.
"Intinya, aku akan menunggumu di depan kelasmu."Kata Nowaki pergi kembali ke kelasnya.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan?"Tanya Natasya panik dalam hatinya.