Art Of Uniting Heart

Art Of Uniting Heart
Definition of Art : Natasya's Problem And Nowaki's Answer


__ADS_3

"Baiklah, aku pulang."Kata Natasya.


"Tapi, kita belum makan."Kata Nowaki.


"Tidak apa-apa,aku makan ketika pulang saja."Kata Natasya.


"Ayolah, makan dulu disini.Supaya punya tenaga, nanti pingsan dijalan tidak ada yang menolong."Kata Nowaki.


"Tapi ......."Kata Natasya tidak meneruskan ucapannya.


"Kenapa?"tanya Nowaki.


"Aku tidak tahu cara memakannya."Kata Natasya.


"Jangan tertawa, aku tidak suka itu!"Teriak Natasya.


"Aku tidak akan mentertawakan kok. Kalau cuma masalah itu, kenapa tidak bilang dari tadi?"Tanya Nowaki.


"Aku belum pernah memakan yang seperti ini, jadi aku tidak tahu cara memakannya."Kata Natasya.


"Kalau begitu duduklah. Akan ku tunjukan cara memakannya."Kata Nowaki.


"Aku pulang saja."Kata Natasya berjalan keluar.


"Aku tidak menerima penolakan seperti ini."Kata Nowaki memegang lengan Natasya.


"Lepaskan!"kata Natasya kesal.


"Jangan marah begitu, tidak apa belum pernah meraskannya. Tetapi, jangan menolak kebaikanku."Kata Nowaki kesal.


"Baiklah, kali ini saja."Kata Natasya duduk kembali.


"Jadi begini cara makannya. Buka mulutmu, aaaaa."Kata Nowaki menyuapi Natasya, tetapi dia menghentikan lengannya ketika didepan mulut Natasya.


"Kenapa jantungku jadi berdebar-debar seperti ini. Dan ekspresi Natasya saat tadi cemberut imut juga. Apa-apaan pikiran ini? MENGGANGGU SAJA."Kata Nowaki dalam hatinya.


"Ada apa? Kenapa menghentikannya?"tanya Natasya heran.


"Tidak ada apa-apa, ayo buka mulutmu kembali."Kata Nowaki.


Natasya pun memakan pancake, dia terkejut akan rasanya yang sangat enak. Sampai-sampai membuat Natasya serasa terbang di surga. Belum lagi, jantungnya yang berdebar-debar saat disuapi oleh Nowaki. Dia berusaha menyingkirkan perasaan tidak jelas itu.


Tetapi, saat dipikir-pikir Nowaki sendiri tampan dan memiliki daya tarik untuk golongan perempuan, tidak salah jika banyak yang menyukainya. Meskipun begitu, Natasya tidak akan kalah akan perasaannya. Natasya tidak akan mudah begitu saja jatuh cinta pada lelaki yang baru ia temui hari ini.


"Bagaimana rasanya?"tanya Nowaki.


"Enak."Kata Natasya.


"Iya kan."Kata Nowaki.


"Terima kasih, telah mengundangku ke rumahmu. Aku pulang dulu."Kata Natasya.


"Tunggu dulu, kamu harus diantar sampai gerbang dengan kendaraan. Jaraknya begitu jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki."Kata Nowaki.


"Itu lah yang menjadikan ku sangat heran. Itu halaman rumah atau hutan."Kata Natasya.


"Kalau begitu, aku akan menyuruh Tanaka untuk mengantarmu."Kata Nowaki.


"Baiklah."Kata Natasya.


Keesokan harinya saat istirahat, Nowaki mengunjungi Natasya ke kelasnya dengan membawa ukulele yang baru dia beli. Natasya sangat terkejut, sampai-sampai menumpahkan bekal makan miliknya.


"Natasya!"teriak Nowaki.


"Ada apa?"tanya Natasya dengan kesal.


"Bisa temani aku sebentar."Kata Nowaki.


"Kemana?"tanya Natasya.


"Sudahlah ikut saja, bawa ukulelemu juga."Kata Nowaki.


"Baiklah."Jawab Natasya dengan malas.


Nowaki mengajak Natasya ke atas atap gedung sekolah. Dia mengajak kesana untuk mendengarkan Natasya bermain ukulele. Karena gedung atap sekolah merupakan tempat yang sunyi dan jarang dikunjungi oleh siswa.


"Untuk apa kita kesini?"tanya Natasya.


"Tidak ada tujuan khusus,hanya untuk bermain berdua."Kata Nowaki.


"Eh,ada apa ini? Kenapa jantungku berdebar-debar."Kata Natasya heran dalam hatinya


"Kuingatkan, aku tidak akan mengajarimu sebelum kamu tahu jawabannya."Kata Natasya.


"Tidak juga, aku hanya ingin melihatmu bermain."Kata Nowaki


"Baiklah kalau begitu aku akan bermain."Kata Natasya.

__ADS_1


Natasya pun mulai bermain dengan penuh semangat. Mendengar alunan nada dari ukulele Natasya membuat Nowaki terkejut, yang seketika membuat sesuatu yang tersembunyi dalam diri Nowaki pun keluar. Setelah Natasya selesai memainkan ukulelenya, Nowaki semakin ingin belajar memainkan ukulele. Dia pun mencoba membunyi-bunyikan ukulele miliknya.


"Hei-hei, buruk sekali bunyinya. Berhentilah!"Kata Natasya dengan kesal.


"Aku kan belum bisa."Kata Nowaki.


"Sebelum itu, atur dulu senarnya supaya tidak terdengar fals."Kata Natasya.


"Bagaimana caranya?"tanya Nowaki.


"Akan kuperlihatkan, jadi lihat baik-baik."Kata Natasya.


Tanpa disadari, Natasya mengajari Nowaki. Dari hari ke hari, tanpa disadari sedikit demi sedikit Natasya mengajari Nowaki cara bermain ukulele. Hingga dua minggu kemudian, Nowaki sudah mengetahui pengetahuan dasar bermain ukulele. Natasya juga tersadar betapa bodohnya dirinya karena tertipu oleh umpan hidup dari Nowaki.


Hingga suatu hari, saat pagi hari sebelum kelas dimulai, Nowaki diminta untuk piket di kelasnya. Karena selama dua minggu terakhir dia sering datang terlambat. Padahal dia tinggal di rumah mewah yang selalu dibangunkan oleh pembantunya, tetapi masih bisa terlambat.


"Nowaki, akhir-akhir ini, kamu sering dekat dengan anak ukulele dari kelas sebelah."Kata Diva.


"Benarkah?"tanya Nowaki


"Apa kalian pacaran?"tanya Diva.


"Enggak lah."Kata Nowaki dengan gerogi.


"Ada apa gerogi begitu? Jangan-jangan memang kalian pacaran."Kata Franky menggoda Nowaki.


"Plak" suara Nowaki memukul Franky dengan sapu. Sementara itu, dikelas Natasya saat Natasya sedang membaca buku. Teman sekelasnya mendekati Natasya dan memukul meja bangku Natasya.


"Natasya, ikut denganku sebentar."Kata perempuan yang memukul meja Natasya


"Ada apa nona Irene?"tanya Natasya gemetar seakan ketakutan.


"Ikut saja!"teriak Irene menarik lengan Natasya.


Irene membawa Natasya ke gedung tua yang sudah tidak terpakai didekat Wc. Disana, Irene Menampar Natasya dan memaki-maki Natasya. Sementara itu, Nowaki yang sedang membersihkan Kelasnya tiba-tiba langsung berlari ke WC karena ingin buang air kecil.


"Jangan sombong!"teriak Irene menampar Natasya.


"Ada apa Nona Irene?"tanya Natasya.


"Kamu seharusnya tahu diri, sebagai anak pembantu kamu tidak pantas dekat-dekat dengan Nowaki!!!"bentak Irene.


"Maafkan saya."Kata Natasya menundukan kepalanya.


"Aku tidak butuh maafmu, sebagai anak pembantu harusnya sadar diri. Kamu tidak pantas dekat dengan Nowaki apalagi sampai cari perhatian segala!!!"bentak Irene yang akan menampar Natasya.


"NOWAKI!"teriak Irene terkejut.


"Irene, dari dulu kamu selalu saja bersikap seenaknya saja. Kupikir kamu sudah lebih dewasa."Kata Nowaki dengan kesal.


"Bukalah matamu Nowaki, dia hanyalah anak pembantu.Kata Irene.


Lalu, kamu lebih pantas begitu. Mana ada orang yang ingin dengan orang yang suka berbuat seenaknya."Kata Nowaki.


"NOWAKI! APA KAMU BUTA?"teriak Irene.


"Pergi, sebelum tanganku menamparmu."Kata Nowaki.


"Dan jangan pernah semili pun mengganggu Natasya. Jika kau mengganggunya, lihat akibat yang akan kau terima."Kata Nowaki dengan kesal.


Irene pun berlari kembali ke kelasnya dengan sangat kesal. Sementara Nowaki menenangkan Natasya yang gemetaran karena ulah Irene.


"Sudahlah, jangan khawatir lagi."Kata Nowaki.


"Terima kasih."Kata Natasya.


"Aku harus pergi dulu, aku sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Kamu sebaiknya kembali ke kelas."Kata Nowaki berlari ke WC.


"Dasar, ada-ada saja."Kata Natasya tersenyum.


Natasya pulang lebih lambat dari kelas lain, dikarenakan guru yang mengajar sejarah terlalu senang hingga lupa waktu.Seisi kelas mengutuk guru tersebut karena selalu mengajar melebihi jam pelajarannya. Namun,saat Natasya keluar sekolah dia melihat Nowaki yang sedang menunggunya.


"Oh, Natasya.Lama banget sih."Kata Nowaki.


"Kamu lihatkan gurunya."Kata Natasya.


"Oh bapak yang sering dijuluki Godzila."Kata Nowaki.


"Lalu, ada apa menungguku?"tanya Natasya.


"Temani aku sebentar kesebuah tempat."Kata Nowaki.


"Kenapa harus aku?"tanya Natasya.


"Anggap saja untuk membalas kebaikanku yang tadi."Kata Nowaki.


"Baiklah."Kata Natasya.

__ADS_1


Mereka berdua pun meninggalkan lingkungan sekolah menuju suatu daerah di luar kota. Awalnya Natasya tidak menyadari dia akan dibawa kemana. Tetapi, setelah melihat pemandangan di kota tersebut dia mengingat suatu tempat yang tidak asing dikepalanya.


"Ouh, Taman Ice Cream."Kata Natasya.


"Reaksi biasa apa itu? Ku pikir kamu akan terkejut."Kata Nowaki heran.


"Dulu, ayahku pernah mengajaku kemari saat aku kecil."Kata Natasya.


"Oh, kenapa sekarang tidak pergi lagi? Apa karena kamu sudah dewasa?"Tanya Nowaki.


"Bukan begitu. Ayahku telah meninggal delapan tahun yang lalu. Dan sekarang ibuku harus menjadi pembantu di rumah Nona Irene agar dapat menunjang kehidupan."Kata Natasya.


"Maaf telah menanyakan itu. Tapi, meskipun ibumu bekerja untuknya bukan berarti dia dapat bersikap seenaknya."Kata Nowaki dengan kesal.


"Sudahlah, lagi pula tidak apa-apa, memang aku ini anak dari seorang pembantu dan memang seharusnya tidak pantas dekat denganmu."Kata Natasya.


"Bukan itu masalahnya, aku mau dekat dengan siapapun yang aku mau."Kata Nowaki.


"Tapi, aku hanyalah anak dari seorang pembantu."kata Natasya.


"Sudah ku bilang, jangan bawa latar belakang. Aku sangat bersyukur kamu dapat menganggapku teman."Kata Nowaki.


"Terima kasih, kalau begitu. Aku selalu beranggapan kamu tidak akan suka berteman denganku."Kata Natasya.


"Itu tidak benar."Kata Nowaki.


Angin sore mulai berhembus mengelus-ngelus kulit Natasya. Muka Natasya mulai memerah karena dekat dengan Nowaki. Dan dari awal dia kesal karena berisiknya suara detak jantungnya tersebut. Ditambah lagi, pemandangan Taman Ice Cream yang sangat menyejukan membuat hati Natasya sangat nyaman berada disana.


"Natasya, kamu ingat yang dulu kamu pernah katakan agar mau mengajariku bermain ukulele?"tanya Nowaki.


"Aku ingat, tapi karena kecerdikanmu aku sudah mengajarimu cara bermain ukulele sebelum kamu menjawabnya."Kata Natasya.


"Untuk sekarang, ku rasa aku menemukan jawabannya. Mungkin tidak terlalu bagus."Kata Nowaki.


"Apa itu?"Tanya Natasya.


"Menurutku, seni adalah sesuatu yang sangat sederhana, membawa kesenangan kepada insan yang melakukannya dan memberikan rasa yang sangat menakjubkan saat pertama kali mengalaminya. Seni itu abadi dan akan selalu dikenang."Kata Nowaki.


"Bukankah itu bagus tidak ada yang kurang."Kata Natasya.


"Maka dari itu, aku ingin bilang bahwa aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu. Disaat aku menyalamatkanmu dari preman-preman sekolah, aku sudah mulai tertarik padamu. Dan pada saat kamu mengatakan definisi seni, kata-katamu telah menyayat hatiku begitu dalam. Sehingga membuatku terus menerus memikirkanku. Maukah kamu menjadi kekasihku?"kata Nowaki memegang kedua tangan Natasya dan menatap wajahnya.


Natasya terkejut, dalam hatinya dia tidak akan menyangaka dirinya akan dicintai oleh seorang pangeran yang diincar oleh seluruh siswi disekolah. Mukanya mulai memerah,jantungnya berebar-debar dengan kencang. Dan mulutnya mulai grogi untuk menjawabnya.


"Aku, emh memang tidak membencimu. Aku juga menyukaimu, tetapi kita mungkin tidak cocok. Untuk itu, maaf aku sepertinya tidak bisa."Jawab Natasya.


"Kenapa,ada yang menentang hal itu?"tanya Nowaki.


"Tentu saja banyak, setiap hari saat kamu datang ke sekolah ataupun pulang banyak sekali siswi yang melihatmu."Kata Natasya.


"Oh, jadi kamu cemburu."Kata Nowaki.


"Bukan seperti itu, tapi ....."Kata Natasya belum selesai berbicara.


"Jika kamu menyukaiku, tidak ada alasan untuk menolak hal itu kan."Kata Nowaki.


"Memang seharusnya seperti itu, tetapi aku ........"Kata Natasya tidak melanjutkan ucapannya.


"Ini hanya pikiranku, atau mungkin benar. Apakah gara-gara Irene?"tanya Nowaki.


"Eh."Kata Natasya terkejut.


"Sudah kuduga."Kata Nowaki.


"Makanya untuk itu ,seharusnya kamu ........"Kata Natasya belum selesai berbicara, Nowaki memegang kedua pipi Natasya dan menghadapkan wajah Natasya dengannya.


"Dengar ini, jangan takut pada Irene! Aku akan selalu melindungimu jika dia melakukan tindakan buruk padamu."Kata Nowaki.


"Tapi ,aku takut ibuku dipecat."Kata Natasya.


"Tenang saja ,orang tuanya adalah orang yang sangat lembut. Aku kenal mereka karena mereka merupakan teman dari kedua orang tuaku."Kata Nowaki.


"Tapi, ....."Kata Natasya.


"Sudahlah,aku tidak akan memaksamu. Jika mengetahui kamu juga suka padamu saja aku sudah senang.Hari sudah mulai senja, kalau begitu kita pulang yuk!"ajak Nowaki dengan tersenyum.


Melihat hal itu, Natasya sangat terkejut. Dirinya akn dicintai sepenuh hati oleh seorang pangeran yang diincar oleh semua siswi disekolahnya. Karena mengetahui hal itu, Natasya sangat tidak enak. Natasya hanya terdiam dan berhenti berjalan, sementara Nowaki terus berjalan. Saat Nowaki sadar bahwa Natsaya terdiam, dia berbalik.


"Natasya, ada apa?"teriak Nowaki.


"Anu, Nowaki aku mau!"Teriak Natasya.


"Hah, mau apa?"Teriak Nowaki mempermainkan Natasya.


"Emh, DASAR!! Jangan membuat seorang wanita mengatakannya dong!"kata Natasya kesal dengan cemberut.


"Maaf-maaf, jangan cemberut begitu dong. Aku senang mendengarnya."Kata Nowaki tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2