Art Of Uniting Heart

Art Of Uniting Heart
Color Stroke : New Color


__ADS_3

"Hari itu, aku sadari bahwa sesuatu yang awalnya indah tidak selalu berakhir dengan baik. Semenjak itu,aku mulai menutup diriku dari dunia luar."Kata Amira dalam hatinya mengingat kejadian buruk yang menimpanya.


Saat itu, dia sedang patah hati karena seseorang yang merupakan cinta pertamanya harus berpisah dengannya. Angin dingin berhembus dengan pelan seolah-olah memahami apa yang sedang Amira rasakan saat itu. Suasana danau yang menyejukan dan memanjakan mata dapat menutupi sedikit rasa patah hati yang dialami oleh Amira, tetapi luka di hati tidak dapat diperbaiki dengan mudah.


Kejadian itu, terjadi pada akhir tahun pertamanya di SMA International Hope. Saat itu,dia bertemu dengan seseorang yang pada akhirnya menarik perhatian Amira. Pertemuan awal mereka sangat menjengkelkan dan membuat Amira sangat kesal sekali. Hari itu, saat Amira sedang pergi ke kantin sendirian tiba-tiba dari arah yang berlawanan seorang laki-laki menabraknya dan menumpahkan minuman pada bajunya.


"HAH, apa yang kau lakukan?"teriak Amira dengan kesal.


"Apa yang kulakukan, bukannya salahmu tidak memerhatikan jalan."Kata laki-laki tersebut.


"Laki-laki sombong, tidak mau setidaknya meminta maaf karena telah menumpahkan minuman pada bajuku."Kata Amira kesal dalam hatinya.


"Kau sudah membuat minuman berhargaku tumpah, bagaimana kalau mulai ganti rugi?"tanya laki-laki tersebut dengan angkuh.


Oh begitu kah, kau juga telah membuat bajuku basah. Seharusnya kamu tanggung jawab."Jawab Amira meladeni sifat angkuh laki-laki tersebut.


"Oh begitu, bagaimana kalau lepasin baju saja? Kan simpel."Saran laki-laki tersebut.


"Begitu ya, melakukan pelecehan seksual bisa dipanggil ke ruang BK, loh."Kata Amira mengancam laki-laki itu.


"Bukannya kamu sendiri yang mengeluh tentang baju basahmu."kata laki-laki tersebut.


"Atatakai, jangan seperti itu pada perempuan. Seharusnya kamu minta maaf."Kata temannya laki-laki tersebut meleraikan pertengkaran mereka.


"Bukan begitu masalahnya Suzuki, dia sudah membuat minumanku tumpah."Kata Atatakai.


"Bodoh!"kata Suzuki memukul Atatakai.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Atatakai dengan kesal.


"Maafkan temanku ini, dia memang mempunyai sifat yang menjengkelkan dan suka ngajak ribut orang lain. Untuk itu, aku minta maaf atasnya, siapa namamu?"tanya Suzuki


"Ah, tidak apa-apa kok. Namaku Amira."Kata Amira.


"Mohon maaf sekali lagi Amira atas kelakuan Ata."Kata Suzuki.


"Kelakuanku? Apa Maksudmu?"tanya Atatakai dengan kesal.


"Itu memang salahmu, seharusnya kamu lebih sopan dan lembut kepada wanita."Kata Suzuki.


"Hmmm, seorang laki-laki sombong dengan sahabatnya yang sangat baik."Kata Amira dalam hatinya.


"Kalau begitu, kami permisi dulu."Kata Suzuki menarik Atatakai.


"Apa yang kau lakukan?"teriak Atatakai.


"Jika anda disini terlalu lama akan membuat banyak keributan."Kata Suzuki.

__ADS_1


"Aku sepertinya harus memakai jaket. Kenapa juga harus tumpah dibagian ini?"Kata Amira melihat bajunya dengan kesal.


Dia pun segera ke kelasnya mengambil jaketnya dan segera berlari ke WC. Dia membuka bajunya dan mulai mengenakan jaket. Karena SMA International Hope merupakan SMA swasta yang tidak terlalu mementingkan keseragaman, jadi memakai apapun disekolah diperbolehkan.


Bel pulang sekolah berbunyi, dimana merupakan bel yang menandakan semua kegiatan pembelajaran telah selesai. Semua siswa akan pulang ke rumahnya, tetapi orang yang mengikuti kegiatan club akan tetap berada di lingkungan sekolah.Amira mulai berjalan ke tempat clubnya selalu berkumpul. Saat melewati gerbang depan, dia mendengar keributan dan ternyata keributan tersebut adalah ulah seorang tuan muda yang menjadi murid sekolah tersebut di tahun ajaran kedua.


"Oh, jadi itu Kan Nowaki yang sering banyak dibicarakan. Mobilnya mencolok sekali, dan lagi dia menggendong seorang perempuan. Bukan kah itu pelecehan seksual, Apa yang sekolah ini pikirkan tentang tindakan seperti itu? Ada-ada saja!"keluh Amira dalam hatinya.


Amira pun segera bergegas ke ruang pertemuan clubnya. Dia memasuki club kesenian dibidang seni rupa, hal itu karena Amira dapat menggambar dengan bagus. Belum lagi, dia terpilih menjadi ketua bagian seni rupa karena dia memperoleh penghargaan lukisan terbaik tingkat SMA di kawasan nasional pada saat mengikuti loba melukis.


"Harus menjadi ketua club, sungguh merepotkan. Tetapi, aku tidak dapat menolak hobi yang kusukai."Kata Amira dalam hatinya.


"Aku datang, maaf telat tadi kelas sejarah."Kata Amira saat memasuki ruangan tersebut.


"Oh, ketua selamat datang.Ketua, ada dua orang yang ingin bergabung dengan club kita."Kata Kowari.


"Kalau begitu, interview dulu mereka."Kata Amira.


"Tapi ketua, bukankah pendaftarannya sudah ditutup minggu lalu."Kata Kowari.


"Meskipun begitu, adalah suatu hal yang bagus jika ada yang tertarik dengan seni. Kamu Interview satu orang,aku akan menginterview yang satunya."Kata Amira.


"Baiklah, kalau begitu Akan kuantar pada mereka."Kata Kowari.


Saat memasuki ruangan yang biasa dipakai rapat anggota, Amira terkejut melihat dua orang yang akan bergabung ke clubnya. Mereka tidak lain Atatakai dan juga Suzuki. Melihat kedatangan Amira, Atatakai sangat terkejut. Dengan rasa kesalnya yang masih menyelimuti tubuhnya, dia siap untuk mmbalas semua perbuatan tadi.


"Ehm, yang sopan dengan ketua club."Kata Kowari.


"Oh, jadi kamu juga ketuanya. Baiklah, sepertinya aku semakin tertarik memasuki club ini."Kata Atatakai dengan ekspresi jahatnya.


"Kalau bersikap seperti itu, lebih baik ......"Kata Kowari dihentikan oleh Amira.


"Biarkan aku yang menangani orang sombong itu, kamu tangani Suzuki. Dia orang yang sangat sopan."Kata Amira.


"Cih."Kata Atatakai.


"Haduh, pasti bakal mulai keributan."Keluh Suzuki.


"Oh iya, Suzuki kita keluar melakukan interviewnya diluar."Kata Kowari.


"Baiklah, Ata jangan kasar!"kata Suzuki.


Suzuki dan Kowari pun keluar meninggalkan ruang tersebut. Sementara Amira berjalan kearah Atatakai dan duduk berhadapan di depannya. Dengan ekspresi licik,keduanya tersenyum dan memulai pembicaraan.


"Oh, jadi kamu yang menginterviewku karena masih dendam padaku."Kata Atatakai.


"Terserah saja, aku akan mulai bertanya."Kata Amira.

__ADS_1


"Silahkan."Kata Atatakai.


"Apa alasanmu bergabung ke club ini?"tanya Amira.


"Ku kira, kamu akan mengintograsiku tentang minuman tadi."Kata Atatakai.


"Aku harus memisahkan kehidupan clubku dan kehidupan pribadiku. Jadi apa jawabanmu?"tanya Amira.


"Itu simpel, aku tertarik pada seni rupa. Dan aku sangat ingin bisa menggambar dengan bagus, belum lagi aku dari dulu sangat ingin bisa menggambar sebuah komik. Dan aku ingin sekali hal itu dapat terwujud, untuk itu aku bergabung club ini agar dapat menggapainya."Kata Atatakai.


"Oh, tekad yang bagus. Aku menerimamu menjadi anggota club ini, dan semoga aku dapat membantumu."Kata Amira.


Tunggu dulu, kenapa kamu langsung menerimaku? Seharusnya kamu kan tidak menerimaku karena masih mempunya dendam tadi?"tanya Atatakai.


"Kan sudah ku bilang dari awal, aku memisahkan urusan club dan urusan pribadiku."Jawab Amira.


"Apa-apaan ini perempuan."Kata Atatakai dalam hatinya dengan kesal.


"Tapi kalau mau membahas soal dendam, Bisa kita lakukan diluar kegiatan club."Kata Amira.


"Baiklah, aku tidak akan kalah argumen."Kata Atatakai.


"Aku juga. Untuk memastikan saja,aku akan bertanya."Kata Amira.


"Apa itu?"tanya Atatakai.


"Kamu seorang pemula atau sudah memiliki bakat?"tanya Amira.


"Ternyata memang benar, dia memisahkan kehidupan pribadinya. Tapi, dendam masih terasa pada pertanyaannya tadi."Kata Atatakai dalam hatinya.


"Kalau sudah memiliki bakat mungkin aku gak akan ikut club ini. Tentu saja aku seorang pemula."Jawab Atatakai.


"Kalau begitu, kamu mau ingin mendapat pembimbing siapa?"tanya Amira.


"Ya kamu lah, seorang yang memenangkan penghargaan pelukis terbaik tingkat SMA."Kata Atatakai.


"Oh, kamu tahu."Kata Amira.


"Ya jelas, postermu dipasang di mading sekolah."Kata Atatakai dengan kesal.


"Aku belum tahu, Kapan?"tanya Amira memancing.


"Tadi saat istirahat makan siang, aku sangat kesal ketika melihat hal itu."Kata Atatakai.


"Oh, kenapa guru pembimbing tidak memberi tahuku?"tanya Amira dengan ekspresi bahagia.


"Mungkin itu kejutan, pokoknya selamat atas keberhasilanmu."Kata Atatakai dengan mukanya yang mulai memerah.

__ADS_1


"Terima kasih."Kata Amira.


__ADS_2