
Hari demi hari mereka mulai mengerti satu sama lain. Mulai tumbuh rasa suka diantara keduannya, menyebabkan ketika bertemu timbul rasa gugup dan grogi. Hingga suatu hari saat pulang dari club, Amira pulang jalan kaki. Dia berniat untuk membeli sesuatu di minimarket yang membuatnya singgah dulu sebentar.
Saat hendak menyebarang jalan, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat kearahnya. Karena sangat terkejut, Amira sampai tidak bisa bergerak sama sekali. Saat mobil tersebut hendak menabraknya, dengan cepat seseorang menangkapnya dan menarik Amira hingga mereka berdua saling terjatuh. Amira menutup matanya karena ketakutan, saat dia tersadar dia tidak terkena tabrakan dia membuka matanya. Alangkah terkejutnya Amira saat dia membuka matanya bahwa yang menyelamatkannya adalah Atatakai.
"BODOH, jika ingin menyebrang itu perhatikan jalan!"teriak Atatakai memukul kepala Amira.
"Maaf, kamu jadi harus menyelamatkanku. Tapi, bisakah kamu bangun ini tidak enak dilihat apalagi ini banyak orang."Kata Amira.
"Bilang terima kasih dulu."Kata Atatakai.
"Jangan bercanda, ini dilihat oleh banyak orang."Kata Amira.
"Aku bisa membuat alasan kamu pacarku."Kata Atatakai.
"Hey ayolah berdiri, ini sama halnya dengan pelecehan seksual."Kata Amira dengan kesal.
"Tidak mau, berterima kasih dulu."Kata Atatakai.
"Baiklah, terima kasih. Sudah puas.'Kata Amira dengan kesal.
Atatakai pun bangun dengan tersenyum. Dia mengulurkan tangannya pada Amira untuk membantunya berdiri. Namun, Amira malah menampar uluran tangan dari Atatakai.
"Awww, sakit tahu!"teriak Atatakai.
"Jangan cengeng. Kalau begitu aku pergi dulu."Kata Amira.
"Bukannya cengeng. Tunggu dulu, kamu mau kemana? Bisa ikut aku sebentar?"tanya Atatakai.
"Aku mau ke minimarket. Ada apa?"tanya Amira.
"Ada yang ingin kubicarakan."Kata Atatakai.
"Baik kalau begitu temani aku belanja di mini market terlebih dahulu."Kata Amira menarik lengan Atatakai.
Wajah Atatakai mulai memerah karena malu. Jantungnya berdetak dengan kencang dan perasaan gelisah yang menyelimutinya mulai membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Di dalam minimarket, Amira sangat senang dia membeli banyak sekali sayur-sayuran karena sedang ada diskon. Jadi, Amira tidak melewatkan kesempatan bagus ini.
"Semuanya sayur."Kata Atatakai dengan heran.
"Kenapa, sayurkan sehat dan enak. Apalagi sedang ada diskon.Kata Amira.
Tererahlah."Kata Atatakai.
Setelah belanja di minimarket, Amira keluar dengan kantong belanja yang besar. Atatakai keluar dengan muka yang sangat lesu, kesal, dan terbebani.
"Hey, kenapa bermuka seperti itu?"tanya Amira.
"Kenapa aku juga harus membawa belanjaanmu?"tanya Atatakai dengan kesal.
"Aturan pertama jangan membuat wanita membawa seuatu yang terlalu berat."Kata Amira dengan tersenyum puas.
"Wajah puasnya itu cukup imut juga."Kata Atatakai dalam hatinya.
"Eh,kenapa pikiranku seperti ini dari pertama kali aku bertemu dengannya."Geram Atatakai dalam hatinya dengan kesal.
"Jadi, kita mau kemana?"tanya Amira.
"Bentar aku memanggil supirku terlebih dahulu."Kata Atatakai.
"Oh, baiklah."Kata Amira.
Beberapa menit kemudian, supir Atatakai datang dengan sebuah mobil berwarna hijau yang sangat mencolok. Amira sangat terkejut, dalam hatinya dia sedikit malu akan menaiki mobil sebagus itu. Dia mulai menolak keputusannya untuk ikut bersama Atatakai.
"Ada apa? Ayo masuk!"ajak Atatakai.
"Sepertinya tidak jadi saja."Kata Amira.
"Hei, ayolah aku sudah menemanimu berbelanja sampai sejam, loh."Kata Atatakai.
"Baiklah."Kata Amira pasrah masuk ke mobil tersebut.
"Aku tidak bisa menolaknya, karena sudah menemaniku berbelanja."Kata Amira dalam hatinya dengan sedih.
"Ouh, Suzuki."Kata Amira setelah memasuki mobil tersebut.
"Amira, jadi kamu yang diajak oleh Tuan Ata."Kata Suzuki terkejut.
"Jangan panggil aku tuan."Kata Atatakai memukul Suzuki.
"Kalau begitu, kita ke tempat biasaku."Kata Atatakai.
"Baiklah."Kata Suzuki.
__ADS_1
"Sebenarnya kita mau kemana?"tanya Amira khawatir.
"Lihat saja nanti."Kata Atatakai.
"Mencurigakan."Kata Amira dengan bete.
"Emangnya kamu pikir aku penculik."Kata Atatakai dengan kesal.
"Sadar juga."Kata Amira.
"Ini perempuan tidak ada imut-imutnya."Kata Atatakai kesal dalam hatinya.
Melihat hal itu, Suzuki menambah kecepatan mobil melaju. Hanya dalam Lima belas menit, mereka sudah sampai di bagian barat kota itu. Tempat yang ingin Atatakai kunjungi berada di perbatasan dengan kota lain. Setelah sampai, Amira sangat takjub akan pemandangan tempat tersebut.
Udara sejuk yang mengusap kulit dengan lembut. Aroma khas alam yang sangat menyegarkan,pemandangan yang tiada tara semuanya terkubur di tempat itu. Baru pertama kalinya Amira merasakan sensasi luar biasa saat berpergian. Biasanya dia jarang sekali bepergian kecuali jika ada acara club ataupun acara sekolah.
"Danau Emerald Green."Kata Amira dengan takjub.
"Sudah Tahu. Pernah kesini?"tanya Atatakai terkejut.
"Belum pernah, ini pertama kalinya aku kesini."Kata Amira.
"Kalau begitu ini untuk yang pertama kalinya."Kata Atatakai berlari menarik lengan Amira.
"Tunggu, bagaimana dengan Suzuki?"tanya Amira.
"Oh, dia harus bekerja.Kata Atatakai.
Lalu, apa tujuanmu membawaku kesini?"tanya Amira.
"Mengajakmu melihat hal menakjubkan ini."Kata Atatakai.
"Oh, kurasa ada tujuan lain."Kata Amira.
"APA MAKSUDNYA TUJUAN LAIN!"teriak Atatakai dengan wajah yang mulai memerah.
"Yah, seperti ........ Masa, seorang wanita yang mengatakannya."kata Amira.
"Yah, jika itu bisa. Aku mungkin bisa membuatmu mengatakannya."Kata Atatakai.
"Mmmmm, menarik. Tetapi itukan seharunya lelaki."Kata Amira.
"Tapi, aku pernah mendengar ada yang wanita yang mengatakannya."Kata Atatakai.
"Tunggu, jangan pulang! Aku akan mengatakannya."Kata Atatakai menahan lengan Amira.
"Baiklah."Kata Amira tersenyum.
Atatakai menghadap ke arah Amira dengan wajah yang mulai memerah. Saat melihat Atatakai, Amira tersenyum karena melihat wajah Atatakai yang malu seperti itu. Suhu tubuh Atatakai mulai mendidih, dia tidak bisa menahan perasaannya lagi.
"Amira, aku menyukaimu. Maukah berpacaran denganku?"Kata Atatakai.
"Emh, bagaimana ya?"Kata Amira mempermainkan Atatakai.
"Argh, sudah jawab saja."Kata Atatakai dengan kesal.
"Baiklah, secara senang hati aku menerimanya."Kata Amira dengan muka datar.
"Senang hati dari mana, mukamu datar."Kata Atatakai.
"Kan yang senang hatiku, bukan wajahku."Kata Amira.
"Wajahmu juga harus ikut senang."Kata Atatakai dengan Kesal.
Amira pun mulai tersenyum dengan riang gembira untuk merespon keinginan Atatakai. Melihat hal itu, detak jantung Atatakai mulai kencang. Mukannya semakin memerah dan tubuhnya gemetaran tidak bisa menahan hal yang begitu indah tersebut.
"Kenapa, wajahmu bisa seimut tadi? Bukannya kamu hanyalah monster yang suka melawanku?"tanya Atatakai dengan grogi.
"Karena aku adalah wanita, mereka selalu imut dihadapan orang yang dicintainya."Jawab Amira.
Atatakai sangat senang mendengar hal itu, tubuhnya mulai kehilangan kendali dan serasa ingin pingsan saja. Dia baru saja menemukan cahaya untuk membimbing kehidupannya. Sosok Amira merupakan orang pertama yang memberikan kesan baik pada Atatakai. Saat ini, dia ingin sekali menyentuh wajah Amira untuk bisa merasakan hangatnya tubuh Amira.
"Emh, Amira."Kata Atatakai.
"Kenapa?"tanya Amira.
"Bolehkah aku menyentuh pipimu, sekali saja."Kata Atatakai.
"Apa kau ingin melecehkanku?"Tanya Amira dengan kesal.
"Bukan begitu, hanya saja .........."Kata Atatakai tidak bisa melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Baiklah, kau boleh melakukannya."Kata Amira.
Atatakai sangat gembira, dia pun mulai menyentuh pipi Amira. Permukaan pipi yang begitu halus tersebut membuat tangan Atatakai bergemetaran. Saat tangan Atatakai menyentuh pipinya itu, tangannya serasa sangat panas. Membuat jantungnya semakin berdetak kencang dan irama napasnya tidak teratur.
"Kenapa gemataran?"tanya Amira mengejek Atatakai.
"Berisik, berhenti mengejeku!"teriak Atatakai.
Amira pun mulai tertawa karena tingkah Atatakai yang sedikit kekanak-kanakan karena malu. Baru pertama kali Amira berpacaran dengan seseorang, apalagi orang yang dia cintai. Hal itu menjadi pengalaman dan suasana baru yang ditempuh oleh Amira.
"Berhenti mentertawakanku."Kata Atatakai dengan kesal.
"Ngomong-ngomong, aku meningalkan belanjaanku di mobilmu."Kata Amira.
"Tenang saja, jam enam aku harus sudah pulang. Sebentar lagi,Suzuki akan menjemput kita."Kata Atatakai.
"Oh, begitukah."Kata Amira.
Tak berselang lama kemudian, mobil yang akan menjemput mereka berdua sudah datang. Mereka pun segera memasuki mobil tersebut untuk pulang. Dengan kecepatan penuh,mobil tersebut melaju ke rumah Amira.
"Ngomong-ngomong Amira, kamu tinggal dengan siapa?"tanya Atatakai.
"Oh, aku tinggal sendiri. Orang-tuaku telah meninggal dan aku tidak memiliki adik ataupun kakak."Jawab Amira.
"Maaf, aku menanyakan hal ini."Kata Atatakai.
"Tidak apa-apa, jujur hal ini membuatku lebih mandiri."Kata Amira.
"Oh, begitukah."Kata Atatakai.
Setelah sampai di rumahnya, Amira sangat terkejut akan hal yang baru saja terjadi hari ini. Tubuhnya mulai bergemetaran dan tidak sanggup berdiri. Dia pun terduduk di depan pintu masuk rumahnya dan tidak bisa berkata apa-apa. Dia merasakan kehangatan saat kulitnya disentuh oleh Atatakai. Perasaan itu sangat nyata dan membuat jantungnya berdetak sangat kencang.
"Perasaan apa ini?"tanya Amira dalam hatinya.
"Sesuai namanya, Atatakai.Dia sangat hangat."Kata Amira dalam hatinya.
"Sepertinya dialah cinta pertamaku."Kata Amira dalam hatinya.
Sementara itu, setelah pulang dari rumah Amira, Atatakai langsung lemas. Dia pun terbaring di sofa dengan tersenyum.
"Tuan Ata, harap ganti pakaian terlebih dahulu."Kata Suzuki.
"Baiklah-baiklah."Kata Atatakai.
"Bagaimana dengan yang tadi, apa itu berhasil?"tanya Suzuki.
"Hmmm, dia menerimaku."Kata Atatakai.
"Wah, aku terkejut."Kata Suzuki.
"Kenapa?"tanya Atatakai.
"Ada wanita yang mau menerimamu."Kata Suzuki.
"Sudah jelaslah ada."Kata Atatakai dengan kesal.
Hari demi hari, hubungan mereka mulai semakin dekat. Atatakai mulai mencampurkan urusan pribadinya dengan urusan club. Hal tersebut membuat Amira sering jengkel dan kesal. Namun, bukan hanya itu dari hari demi hari, kemampuan menggambar Atatakai semakin bagus. Hal itu membuat dia memulai proyek pembuatan komiknya bersama dengan Amira.
Mereka berdua memulai proyek pembuatan komiknya. Setiap hari, mereka semakin dekat satu sama lain. Semua anggota club sangat keheranan, padahal dulunya mereka bagaikan air dan minyak. Ternyata bisa menyatu dan menjai individu yang selalu terlihat serasi. Namun dibalik kedekatan itu, mereka sering sekali bertengkar karena hal sepele.
Pertengkaran tersebut sangat merepotkan sehingga banyak anggota club yang sering mengusir salah satu dari mereka ketika terjadi pertengkaran. Padahal kebanyakan pertengkaran tersebut hanya diakibatkan oleh perbedaan sudut pandang yang solusinya hanya perlu mengalah. Tetapi hal itu tidak mudah bagi mereka, karena ego mereka mengharuskan orang lain yang menyerah akan keputusannya.
Dua bulan telah berlalu,proyek komik yang mereka kerjakan hampir selesai. Komik tersebut nantinya akan diberi judul Nameless. Ketika perencanaan judulnya, mereka bertengkar sangat hebat. Untungnya Suzuki memberi ide untuk melakukan voting terhadap semua anggota club. Namun bukan hanya itu,malam itu merupakan malam yang sangat memusingkan bagi Atatakai. Hal tersebut disebabkan karena besoknya adalah hari ulang tahun Amira.Malam itu, Atatakai sibuk sekali memikirkan apa yang harus dia lakukan besok untuk membuat kejutan kepada Amira. Disaat yang bersamaan, Ayahnya Atatakai pulang ke rumah dengan membawa kabar yang sangat mengejutkan.
"Tuan Ata, Tuan besar memanggil anda."Kata Suzuki yang datang ke kamar Atatakai.
"Ayah pulang:.Kata Atatakai dengan terkejut langsung berlari ke ruang tamu.
Saat ke ruang tamu, Atatakai sangat senang bertemu dengan ayahnya. Dia berlari kearah ayahnya dan memeluk ayahnya. Atatakai sangat merindukan ayahnya, karena akhir-akhir ini dia jarang pulang.
"Ayah, kenapa tidak memberi tahuku kalau mau pulang."kata Atatakai.
"Ayah ingin memberikanmu kejutan."Kata Ayahnya Atatakai.
"Siapa mereka?"tanya Atatakai.
"Oh ini dari keluarga Tamako. Mereka adalah rekan kerja ayah. Sementara itu adalah putri mereka."Kata Ayahnya Atatakai.
"Salam kenal, namaku adalah Azalea."Kata Azalea putri dari rekan kerja Ayahnya Atatakai.
"Salam kenal juga. Namaku Atatakai."Kata Atatakai.
__ADS_1
"Kedatangan mereka kesini adalah untuk membahas perjodohanmu dengan Azalea."Kata Ayahnya Atatakai.
Atatakai sangat terkejut mendengar hal tersebut. Dunia yang sudah membuatnya mendapatkan kebahagian perlahan memudar dan semakin memudar. Suzuki mulai khawatir akan kondisi Atatakai. Malam itu, setelah pembicaraan selesai Atatakai sangat lemas bahkan untuk berjalan. Saat sampai di kamarnya dia berbaring bagaikan orang yang terdampar di pulau yang tidak dikenal. Dia terus menerus memikirkan Amira.