
"Ah, hidup ku kacau sekali. aku tidak bisa memikirkan apapun selain kata-kata Zeala malam itu."Kata Yuuki dalam hatinya.
"Aku tidak percaya dia mempunya gebetan baru."Kata Yuuki dengan kesal.
Malam itu, Yuuki tidak dapat tidur memikirkan semua hal yang berputar-putar dikepalannya. Saat berangkat sekolah, mukannya kacau sekali. Matanya merah dan kantung matanya besar sekali.
"Kau kenapa?"tanya Yata.
Yuuki tiba-tiba menangis dan langsug memeluk Yata. Yata sangat terkejut melihat tingkah laku Yuuki yang aneh itu.
"Aku senang Zeala dapat bermain musik!"teriak Yuuki ditengah tangisannya itu.
"Aku juga senang dia dapat tampil seperti kemarin."Kata Yuuki.
"Tidak perlu terlalu khawatir soal hal itu.Apa yang menjadi masalahmu?"tanya Yata memukul kepalanya Yuuki.
"Dia sudah mempunyai gebetan baru."Kata Yuuki yang membuat tangisannya semakin keras.
"Jangan cengeng jadi lelaki, sudahlah ayo berangkat!"ajak Yata menarik lengan Yuuki dengan kesal.
Sesampainya di kelas, semua teman-temannya heran meliat Yuuki yang sangat berantakan itu.
"Kenapa Yuuki?"tanya Ritsu.
"Emh, cintannya bertepuk sebelah tangan."Jawab Yata.
Semua teman-temannya dikelas menenrtawakannya. Karena kesal, Yuuki memukuli Yata dan pergi duduk di bangkunya. Hari itu, merupakan hari yang paling sial untuk jam pertamanya hari itu, dimulai dengan pelajaran sejarah. Dia lupa mengerjakan pekerjaan rumahnya, alhasil dia berakhir untuk membersihkan toilet.
Saat siangnya, pikirannya menjadi kacau kembali sampai tidak fokus ketika berjalan ke kantin yang akhirnya dia berakhir jatuh ke dalam selokan. Pada saat pelajaran kimia dia dikeluarkan dari kelas karena ketahuan melamun tidak konsentrasi pada pelajaran. Pulangnya, Yata mengajaknya untuk pergi ke toko peralatan musik untuk membeli senar gitar untuk Yuri.
"Apa yang kamu pikirkan dari tadi?"tanya Yata.
"Tidak ada."Kata Yuuki.
"Begini, ya. Jangan patah hati!"Teriak Yata.
"Terus aku harus bagaimana?"tanya Yuuki.
"Ya, dukung dia atau mencari orang lain."Kata Yata.
"Aku tidak bisa mencari orang lain."Kata Yuuki menangis.
"Dasar cengeng, ayo temani aku membeli senar gitar!"ajak Yata.
"Untuk siapa?"tanya Yuuki.
"Untuk Yuri."Kata Yata.
Mereka pun segera pergi ke toko penjualan peralatan musik,dan sialnya disana mereka bertemu dengan Zeala. Hal tersebut membuat pikiran Yuuki semakin kacau.
Keesokan harinya, Yuuki masih dalam kondisi bad mood. Karena dia tidak dapat tidur akibat pikirannya yang kacau. Saat istirahat, dia pergi ke atap sekolahnya untuk menyendiri. Tetapi, saat hendak sampai dia mendengar nada gitar yang dimainkan oleh seseorang. Saat tiba dia atap, dia melihat seorang anak perempuan dengan rambut curlynya yang sedang memainkan gitar. Saat Yuuki tiba, wanita tersebut berhenti memainkan gitarnya.
"Ada apa datang kemari? Ingin mendapatkan ketenangan karena tekanan hidup ini?"tanya wanita tersebut.
"Apa aku mengganggumu?"tanya Yuuki.
__ADS_1
"Jika aku mengganggumu, aku akan turun kembali."Sambungnya.
"Tidak, aku hanya terkejut saja karena ada yang datang kesini padahal tempat ini sangat sunyi."Kata wanita tersebut.
"Ouh, aku hanya ingin mendapatkan ketenangan disini."Kata Yuuki.
"Kalau begitu, kemari temani aku main gitar."Kata wanita itu.
"Baiklah."Kata Yuuki berjalan ke arahnya.
"Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan. Namaku Yasmine."Kata Yasmin mengajak berjabat tangan.
"Namaku Yuuki."Kata Yuuki membalas jabatan tangannya.
Yasimine pun mulai bermain gitarnya kembali. Terlihat seperti seorang pemain gitar yang sangat mahir. Awalnya, Yuuki ingin mengajaknya bergabung tetapi band mereka sudah mempunyai gitaris. Yang band mereka butuhkan hanya seorang drummer. Ditengah nada gitar yang dimainkan Yasmine, Yuuki mulai bernyanyi.
"Just Keep Breathin, And Breathin, And Breathin, And Breathin. And Oh, I Gotta Keep, I Keep On Breathin."Yuuki menyandungkan lagu.
Yasmine sangat terkejut mendengar suara Yuuki. Suaranya sangat jernih dan indah itu. Dia pun berhenti memainkan gitarnya.
"Kenapa berhenti?"tanya Yuuki.
"Kamu, maukah kamu bergabung denganku?"tanya Yasimine secara tiba-tiba.
"Maaf, aku sudah memiliki bandku sendiri."Kata Yuuki.
"Bukan band."Kata Yasmine.
"Lalu apa?"tanya Yuuki.
"Menarik, tetapi aku cukup sibuk dalam bandku."Kata Yuuki.
"Tidak masalah, clubnya terbuka untuk setiap hari .Jadi, jika punya waktu luang bisa disalurkan di club."Kata Yasmine.
"Berguna sekali, tetapi kenapa ingin membuat club?"tanya Yuuki.
"Soalnya beberapa minggu lalu, ada seseorang yang membuat club seni rupa dan banyak peminatnya. Mungkin jika aku membuka club seni musik akan ada peminatnya."Kata Yasmine.
"Apakah orang yang membangun club seni rupa adalah seseorang yang memenangkan penghargaan melukis kedua tingkat nasional?"tanya Yuuki.
"Iya, rumor mengatakan keinginan itu muncul ketika dia ditinggal oleh orang yang dicintainya karena kecelakaan. Sebelum orang tersebut meninggal, dia keluar dari sekolah kita karena suatu alasan."Kata Yasmine.
"Keluar dari sekolah, lalu meninggal kerana kecelakaan."Kata Yuuki.
"Kenapa,kamu kenal?"tanya Yasmine.
"Dikelasku, ada seorang perempuan yang keluar dan mengalami kecelakaan. Namanya Riana, dia kecelakan saat menaiki kereta dan terkena longsor saat melewati tebing. Dia sempat dekat dengan seseorang bernama Renald kalau tidak salah."Kata Yuuki.
"Nah, itu dia pendirinya. Renald!"kata Yasmine terkejut.
"Tetapi, aku bukan pemenang penghargaan kontes menyanyi. Jadi, aku tidak berani untuk membuat club."Kata Yuuki.
Tidak perlu harus menjuarai sesuatu, yang penting kamu mempunyai bakat dan ketertarikan pada musik."Kata Yasmine.
Baiklah, tidak ada alasan bagiku untuk menolak. Boleh aku ajak temanku, dia juga memiliki bakat dalam musik."Kata Yuuki.
__ADS_1
"Wah, benarkah itu."Kata Yasmine dengan gembira.
"Cringe" bunyi bel istriahat telah berakhir. Mereka pun segera kembali ke kelas masing-masing. Yuuki pun menceritakan pada Yata tentang Yasmine dan mengenai rencana club.
"Oh, kamu sudah punya gebetan baru. Selamat."Kata Yata mengejek Yuuki.
"Dasar, aku sedang serius."Kata Yuuki memukul kepala Yata.
"Yah, kalau soal club aku ikut. Tapi tidak bisa sering, kita kan punya band."Kata Yata.
"Memang tidak bisa sering."Kata Yuuki.
Pulangnya, Yuuki dan Yata bertemu dengan Yasmine yang sedang menunggu Yuuki.
"Yuuki!"teriak Yasmine.
"Ada apa?"tanya Yuuki.
"Eh, siapa?"tanya Yata.
"Oh, aku lupa mengenalkanmu. Yasmine, ini teman yang pernah kuceritakan."Kata Yuuki.
"Oh, salam kenal namaku Yasmine."Kata Yasmine.
"Salam kenal juga, aku Yata."Kata Yata.
"Yuuki, bisa temani aku sebentar untuk makan dan membahas club."Kata Yasmine.
"Kalau begitu, aku pulang duluan."Kata Yata.
"Eh kenapa?"tanya Yasmine.
"Ada yang menungguku."Kata Yata.
"Oh, selamat bersenang-senang. Salam buat pacarmu."Kata Yasmine.
"Baiklah."Kata Yata.
"Kalau begitu, ayo kita pergi!"ajak Yasmine menarik lengan Yuuki.
Mereka berdua pergi ke suatu restoran yang lumayan dekat dengan sekolah. Disana, Yasmine telah meminta izin kepada kepala sekolah dan beberapa dewan guru untuk membuka club seni musik.
"Rencananya, semua anggota club akan berlatih bersama. Jika ada acara akan dibagi menjadi beberapa kelompok."Kata Yasmine.
"Ide yang bagus, anggaran clubnya dari mana?"Tanya Yuuki.
"Emh, kas mingguan."Kata Yasmine.
"Baiklah, aku ikut saja."Kata Yuuki.
"Kalau begitu, kita tukaran nomer handphone dan email."Kata Yasmine.
"Untuk apa?"tanya Yuuki.
"Memberi kabar, kan sebentar lagi ujian dan menjelang liburan musim panas. Aku ingin membuka clubnya saat masuk semester 2 dan kita harus bertindak dalam menyebarkan formulir pendaftarannya."Kata Yasmine.
__ADS_1
"Baiklah."Kata Yuuki.