
Untuk kesekian kalinya arya menghela napas berat ia tak habis pikir bahwa ayah nya akan menitip kan rinjani padanya.
Ia mengetuk jari jemarinya pelan tangan nya terkepal kuat, kini ia sedang menahan amarahnya , ternyata hal ini lah yang membuat ayahnya memanggilnya untuk pulang ke bandung.
Hanya untuk menjemput wanita yang selama ini telah menghancurkan kebahagian keluarganya, jika ia dan ayahnya tidak hadir ke kehidupannya. Mungkin sekarang ia masih bisa melihat senyum lembut ibu nya yang selalu menenangkannya.
Kebencian arya pada adik tiri nya amat lah dalam, walaupun ia tahu gadis itu tak bersalah untuk semua yang terjadi padanya , tapi tetap saja hati nurani nya tidak bisa menerima hal itu dengan mudah.
Ia bukan lelaki baik baik, bukan pula lelaki yang penuh kesabaran seperti duha. Dendamnya teramat besar kepada Rinjani
Ya nama gadis itu adalah Dea Rinjani anak tunggal hasil pernikahan ibunya dengan ayah tirinya, ya itu ayah rinjani
Setelah perceraian ibunya dan ayahnya, tak butuh waktu lama sang ibu langsung menikah lagi dengan ayah rinjani namun pernikahan mereka tidak berlangsung lama , setelah 2 tahun mereka menikah.
Mereka berdua dikabarkan meninggal akibat kecelakaan pesawat, itu membuat rinjani menjadi anak yatim piatu seketika.
Perceraian orang tuanya adalah pukulan terberat bagi arya, ditambah lagi sang ibu yang langsung menikah dan tak lama berselang , ia pun harus kehilangan ibu nya untuk selama lama nya.
Seperti kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula , itu lah yang terjadi pada arya remaja. Hingga membuatnya memupuk dendam pada sang adik tiri yaitu Rinjani.
Setelah kepergian orang tua rinjani , ia tinggal bersama nenek nya yang tak lain orang tua ibunya namun, entah bagaimana ketika rinjani beranjak remaja ayah arya mengambil rinjani.
Mengambilnya sebagai anak nya, menyekolahkan rinjani , memperlakukan rinjani seperti anak kandung nya sendiri, itu lah yang menjadi faktor utama, arya memilih untuk menjadi seorang tentara , agar ia bisa pergi dari rumahnya.
Melihat gadis itu berlalu lalang didepan nya saja sudah membuat nya muak, apa lagi harus bertemu dengan nya tiap hari. Itu membuatnya terkenang akan ingatan tentang ibunya.
"Sudah lah ya, terima saja keputusan ayah mu lagi pula dia masih adik mu"
Arya mendecakan lidahnya kasar " aku bukan lelaki seperti mu, kau pikir mudah menerima anak haram itu " sergah nya
"Dia bukan anak haram ya, dia anak ibu mu"
"Ya anak hasil perselingkuhan, kau tau bagaimana keluarga ku dulu sebelum ayahnya datang menghancurkan keluarga kami"
"Tapi itu masa lalu ya, rinjani tidak salah apa apa dia hanya anak yang tidak tahu apa apa".
"Entah lah ha, melihat wajah nya saja membuat ku muak"
"Rinjani itu mirip sekali seperti ibu mu ya"
Arya menarik napas nya sekali lagi, bibirnya mulai gemetar " justru itu yang membuat ku takut menatap wajahnya ia memiliki wajah seperti ibu ku, dan mata yang sayup seperti ibu ku."
Duha menghela napas nya berat ia tahu betul masalah keluarga arya, saat itu mereka masih berumur belasan tahun ketika orang tua arya bercerai.
Duha teringat bagaimana kasar nya arya memperlakukan rinjani pada saat itu, ia selalu mengabaikan rinjani bahkan selalu membentak rinjani jika wanita itu melakukan kesalahan.
Besar atau pun kecil kesalahan yang di perbuat rinjani arya akan menganggap itu adalah hal yang besar.
-
"Rin , aku akan mengijinkan mu jika memang kau ingin melanjutkan study mu, keluar kota!" ujar bima di sela sela kunyahannya
Wanita berambut ikal itu tersenyum lebar betapa bahagia nya rinjani saat ini, ini lah yang ia inginkan hidup mandiri tampa pengawasan dari bima sang ayah sambung nya.
Ia bukannya tidak senang tinggal bersama bima dan keluarganya, tapi ada beban tersendiri baginya dan perasaan tak nyaman yang selama ini ia pendam.
Ditambah anak tertua ibu nya ini , yaitu arya yang teramat membencinya, dulu hampir setiap hari rinjani harus menangis karna amarah nya, arya selalu membentak nya sekali pun ia mencoba untuk berbaikan dengan arya
Lelaki itu teramat dingin padanya , padahal jika dengan orang lain arya sangat terbuka, hangat selalu tersenyum kepada orang orang disekelilingnya, sekalipun orang yang baru dikenalinya.
"Terima kasih yah " jawab rinjani ceria
"Tapi...." kata bima seketika membuat senyum rinjani mulai memudar
" tapi kenapa yah?"
"Kau harus dibawah pengawasan arya , kau boleh melanjutkan study mu di pontianak, disana juga tak kalah bagusnya dengan universitas di kota kota besar lainnya, kau ingin mengambil jurusan arsiterktur kan, aku akan menghubungi teman ku disana"
__ADS_1
rinjani menghembuskan napasnya kasar benar dugaannya , ayahnnya mengijinkannya karna arya " tapi yah, ayah tau bagaimana ka arya dengan ku selama ini kan "
"Aku sudah bicara padanya dan dia menyanggupi "
Rinjani membulat kan matanya besar
"Whaaatttt????" ucap rinjani membuat bima seketika menghentikan kunyahannya.
" rinjani , are u okay?" tanya bima segera
" i can't !"
" ayah tau ka arya bagaimana dengan ku kan, aku pernah depresi because of him"
Bima menyampirkan piring nya kesamping, ia mengambil air minum yang berada tidak jauh dari nya.
" dia sudah 29 sekarang bukan ABG seperti dulu, and i'm sure he can take care of you!"
Rinjani menghela napas nya berat " tapi yahh....." rinjani memelas
"Rinjani ini keputusan final suka atau tidak suka kau harus ikut, jika memang tidak ingin lupakan untuk kuliah di luar kota and stay in here, i got to go!
Bima beranjak dari tempat duduknya mengambil jas nya lalu meninggalkan rinjani yang masih termangu di meja makannya, meratapi nasib saat kini.
-
From : ka arya
"Naik grab aku akan kirim kan alamat ku segera!!"
Rinjani menarik napasnya berat, kini ia sudah sampai di bandara supadio pontianak,pada akhirnya ia harus mengalah demi mimpi nya dan demi kebebasan nya.
Ia tidak ingin lagi di cap sebagai parasit di keluarga bima , walaupun kini ia harus tinggal bersama arya.
Setidaknya untuk beberapa bulan kedepan sampai akhirnya ia bisa hidup mandiri tampa dibantu bima lagi sebagai ayah sambungnya.
"Semangaaaattt rinjani kau pasti bisa , semangat semangat " kata rinjani menyemangati diri nya sendiri.
Ia pun menghampiri ke salah satu supir grab yang memang sudah mengantri untuk mencari penumpang.
Tak butuh waktu lama , sang supir pun dengan ramahnya menawarkan jasanya.
Sudah satu jam rinjani berdiri di depan rumah ini , rumah ber cat biru muda yang berada di lingkungan asrama tentara angkatan udara khas sekali seperti warna baju yang biasanya arya gunakan.
Sudah beberapa orang yang berhenti untuk menyapanya sekedar menanyakan kabarnya dan bahkan menanyai nya , dengan cepat rinjani menjawab bahwa ia adalah adik arya.
Ia tidak ingin orang di lingkungan rumah arya menganggap kaka nya , tidak baik. Karna membiarkan seorang gadis berdiri di depan rumah sendirian pula.
Tapi ia memang tidak baik buktinya ia membiarkan rinjani menunggu nya sampai 1 jam seperti ini.
Sedang asik melihat lihat video ketty kucing kesayangan nya, sebuah mobil memasuki area parkir membuatnya mengalihkan perhatiannya.
Ia langsung berdiri tegak , rinjani yakin seseorang di dalam mobil itu adalah arya sang kaka yang sedari tadi ia tunggu. Sudah lama sekali ia tak melihat arya.
2 minggu yang lalu arya memang pulang untuk menemui ayah mereka , tapi saat itu rinjani tak bisa bertemu dengannya dikarenakan
Ia harus mengikuti acara perpisahan sekolahnya, ia pergi liburan ke jogja selama beberapa hari , karna hal itu lah ia tidak bisa bertemu dengan arya.
Rinjani tersenyum lebar begitu melihat sosok arya di hadapannya , lelaki itu menaikan alisnya sebelah.
"Maaf , anda siapa ?" tanya arya
Rinjani tertawa kecil , ia menepuk jidat nya perlahan, apa sebanyak itu perubahannya hingga arya tak mengenali nya.
"Ka arya, aku rinjani "
-
__ADS_1
arya menghela napasnya berat , lelah sekali hari ini terlalu banyak latihan ternyata tidak baik batin arya, teringat lagi olehnya pesan masuk dari rinjani, cukup sudah penderitaanya hari ini, sudah terlalu kelelahan.
ditambah harus mengurus seorang bayi , ya bayi arya menganggap rinjani ada lah bayi yang akan merepotkannya bagaimana tidak umur mereka terlalu jauh untuk kaka dan adik.
oh ya, tentu saja dia bukan adik ku sesungguhnya jadi tak perlu lah untuk bersikap baik padanya , anggap saja dia tidak ada. aku lebih senang seperti itu batin arya.
ia teringat lagi sosok rinjani yang lusuh , sedikit hitam dengan rambut panjang kusut dan badan yang sedikit gembul. pasti dia semakin gendut sekarang dan ya bisa jadi juga semakin lusuh.
tapi entah lah jika memang seperti itu, dia memang bodog tidak memanfaat kan uang ayah nya , harusnya dia tau diri sebagai perempuan ia harusnya merawat dirinya.
tapi jika memang ia benar bisa merawat diri nya ,tidak di pungkiri arya , rinjani pasti akan cantik sama seperti ibunya karna rinjani memiliki wajah terlalu mirip seperti ibunya.
beberapa menit lagi dia akan sampai kerumah nya. gadis itu entah lah ia tak perduli. ia ingin segera tidur dan meristirahatkan tubuhnya segera.
beberapa detik lagi ia akan masuk ke halaman rumahnya , namun ia sedikit terkejut melihat seorang gadis cantik, dengan rambut panjang berwarna coklat tidak terlalu terang, dibiarkan tergerai melewati bahu nya, tubuhnya tinggi tapi tidak terlalu tinggi untuk menjadi seorang model.
kulitnya putih dan mulus ia menggunakan kaos polos berwarna putih yang di padu padan kan dengan kulot hitam lebar, dan sepatu vans, tak lupa juga totebag berwarna cream yang menggantung di bahu kirinya.
gadis itu amat sederhana, namun sangat terlihat anggun, tapi dia siapa, tidak pernah arya bertemu dengan gadis sesederhana seperti gadis dihadapannya ini.
arya menghentikan mobilnya tepat di depan gadis itu, ia langsung berdiri dari posisi duduk nya. menunggu arya keluar.
"maaf, anda siapa ?" tanya arya bergitu ia keluar dari mobilnya sembari memutup pintu mobil.
"Ka arya aku rinjani"
Mata arya membulat lebar begitu mendengar gadis di hadapannya ini menyebutkan namanya. Rinjani apa benar dia rinjani.
Gadis yang selama ini ia benci, se ingat arya rinjani memiliki tubuh yang gemuk , wajah yang bulat, gadis itu memiliki double chin serta kulit sawo matang agak gelap.
Ya gadis yang tidak ter urus itu lah sosok yang di ingat arya , namun siapa ini berdiri tepat di hadapannya , seorang gadis yang memiliki tubuh proposional langsing ya ,tapi tidak begitu langsing memiliki body dan berlekuk pada tempatnya.
Rambut panjang nan ikal dibiarkan nya tergerai, dan wajah yang sudah tidak bulat lagi, kali ini ia bisa melihat dengan jelas belahan dagu rinjani persis seperti milik ibunya.
Dan kulitnya sudah tak se sawo matang seperti dulu lagi , putih mulus terawat. Rinjani benar benar berubah sekarang. Hingga ia sendiri saja tak mengenali nya.
Ini lah salah nya jika pulang kerumah tapi tidak menginap. ia memang tak pernah bertemu secara langsung dengan rinjani karna rinjani memilih untuk tinggal di asrama semenjak dia masuk SMA.
Rinjani memperhatikan setiap sudut ruang tamu arya , ada beberapa foto di gantung di sana , sesekali ia tersenyum begitu dapat menemukan sosok sang ayah sambung nya di beberapa foto.
Tak ada satu pun sileut dirinya disana, ia memang tak pernah berniat untuk mengambil foto bersama, karna rinjani tau. Ia adalah orang yang paling arya benci.
"Kamar mu sudah selesai " sahut suara berat yang kini berdiri tepat di ambang pintu ruangan dimana ruangan itu menghubungkan antara ruang tamu dan ruang tengah
"Oh iya ka , terima kasih"
Jawab rinjani lalu mengambil koper dan totebagnya tak lupa ia membawa boneka shooky nya.
Ia melewati arya yang kini masih memperhatikan langkahnya. ini ada lah pilihan terbaik dari pada ia harus berbasa basi dengan arya , di tambah lagi.
arya sangat dingin kepada nya, tapi yang kini rinjani sadari kaka nya itu sudah semakin dewasa sekarang, semakin tampan dengan tubuh atletis, arya sedari dulu memang tampan.
hingga rinjani saja tidak berani memandang wajah nya secara langsung. pilihannya antara 2 jika berani mengusik arya. kau akan dibentak atau dia akan mengusir mu dengan tatapan tajam nya.
bayangan itu tiba tiba saja menghampiri pikiran rinjani hingga ia bergegas mengunci pintu kamarnya.
hai....reader
author balik lagi dengan cerita terbaru ya, terima kasih
untuk vote di cerita Yoga & Nara.
semoga kalian suka dengan cerita Arya & Rinjani
don't forget untuk Vote, coment untuk karya author yang ini ya
terima kasih 🙏🏻
__ADS_1