
Semua peserta sudah berbaris di posisi mereka masing masing begitu juga para panitia yang mengiringi peserta, mereka pun ikut masuk dalam barisan
Di depan mereka sudah berdiri beberapa pria berseragam loreng biru laut yang menandakan mereka adalah para tentara angkatan udara yang siap untuk menjadi mentor mereka selama kegiatan Bela Negara kali ini.
"Saya ucapkan selamat datang di pelatihan Bela Negara tahun ini adik adik, saya harap acara ini berjalan sesuai rencana tidak ada kendala apa pun , dan saya berharap juga semoga acara ini bisa terlaksana sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan oleh panitia"
"Pesan saya jaga kondisi tubuh kalian selama kegiatan jika sakit atau memang tidak mampu untuk mengikuti kegiatan jangan segan segan untuk memberitahukan pada senior kalian masing masing, itu saja pesan dari saya, dengan ini kegiatan Bela Negara universitas Polnep tahun 2019 resmi saya buka" ucap nya
Pria yang kini berdiri gagah di podium , ia adalah kapten arya ketua kegiatan bela negara tahun ini untuk perwakilan angkatan udara
yang sedari tadi sudah menjadi bahan pergunjingan para siswi, tak terkecuali damara dan aulya.
Semua bertepuk tangan setelah arya menyelesaikan pidato nya dan meresmikan kegiatan mereka.
Pidato pun langsung diambil oleh Dewa selaku wakil ketua acara bela negara ia memerintah kan kepada para peserta untuk mengemasi barang barang mereka , menyimpan nya di penginapan yang telah para panitia sediakan untuk peserta.
Para pria di sisi kiri dan para wanita di sisi kanan , penginapan para pria menyatu dengan posko para tentara.
Aulya segera mengemasi barang barang nya sembari masih mencoba menghubungi rinjani.
Sementara di sisi lain , seorang pria lengkap dengan seragam nya terlihat mondar mandir di posisi nya sembari memperhatikan satu persatu para siswi yang sedang memindah kan barang bawaan mereka.
#aryapov#
"Dimana dia ? Apa dia tidak pergi ? Perasaan tadi pagi aku sudah menghubungi dosen nya " batin ku saat ini.
Aku sudah seperti pria mesum berdiri diantara posko tentara dan penginapan wanita hanya untuk memastikan kehadiran nya.
Sempat terlintas di pikiran ku untuk menghubunginya, namun ku batalkan diri ku yang lain menolak jika aku melakukan hal itu.
Aku ingin sekali bertanya kepada teman nya , aku yakin salah satu dari para siswi itu adalah teman nya.
Namun aku tidak tau yang mana orang nya dan siapa namanya, dan jika tiba tiba saja aku menanyakan keberadaan nya bisa saja mereka akan mencurigai ku.
Itu mungkin akan membuat anggota ku salah paham . Begitu pun dengan rekan rekannya sesama mahasiswa.
Sudah lah apa perduli ku, jika memang dia tidak jadi pergi mungkin memang dia yang tidak ingin.
"Mas aryaaaaaaaa" panggil suara lembut yang tiba tiba saja membuat tengkuk ku merinding
Oh tuhaaaan jangan dia" batin ku saat ini, aku tidak ingin menoleh tapi harus bagaimana suaranya terlalu kencang untuk dibilang lembut sontak saja beberapa anggota ku, dan beberapa mahasiswi langsung menoleh ke arah ku saat itu juga.
Ingin sekali aku kabur dari posisi ku saat ini.
#aryapovend
"Mas aryaaaaaaa" panggil seorang wanita dengan lembut kepada arya
Arya membalikan tubuhnya, benar saja apa yang sebelum nya arya perkirakan ini ada lah suara khas yang hanya dimiliki seorang Damara untuk menggodanya.
"Oh hai dam"jawab arya seadanya
"Aku senang sekali ketemu mas arya ternyata mas arya yang menjadi mentor ku tahun ini, aku yakin pasti papa yang mengirim mas untuk memata matai ku kan"
"Dasar papa aku sudah se besar ini pun masih saja harus di buntutin " celoteh damara
Arya tersenyum kikuk, ingin sekali ia terbahak ketika melihat tingkah damara yang menurutnya menjijikan, tingkah yang dibuat buat imut. sampai arya harus menahannya.
"Maaf damara,tugas ini berasal dari atasan saya bukan dari ayah anda, lagi pula tugas saya menjadi bodyguard ayah anda telah selesai satu tahun yang lalu jadi ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan ayah anda" kata arya kemudian berjalan melewati damara, meninggalkan damara yang masih termangu di tempatnya.
Ia tak menyangka bahwa akan menerima perlakuan dari arya, karena sepengetahuannya arya adalah lelaki manis yang selalu memperlakukannya selayak nya tuan putri.
Apakan ini adalah sifat asli arya yang sesungguh nya" batin damara saat ini
Tapi lagi lagi ia menepis hal itu ia melirik ke sekeliling nya ia baru tersadar bahwa saat ini ia tengah di perhatikan beberapa pasang mata
Tak terkecuali para anggota arya pantas saja arya memperlakukan nya seperti itu , pasti mas arya sedang menjaga image nya di depan anggota nya, batin damara saat itu.
-
Dari kejauhan arya memperhatikan kegiatan yang berlangsung yaitu pemberian materi dari para anggota nya kepada para siswa dan siswi.
Mereka dipisah kan menjadi beberapa grup dan masing masing grup memiliki 3 sampai 5 mentor.
Sementara beberapa panitia tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing masing ada yang sedang menyiapkan peralatan untuk kegiatan selanjutnya
Ada juga yang sedang sibuk memasak di dapur umum , panitia konsumsi juga dibantu oleh beberapa tentara yang memang bertugas untuk mendampingi mereka.
Sebuah mini bus hitam mencuri perhatian arya
"Oh ternyata masih ada yang belum sampai" batin arya saat itu.
Tatapan nya masih tertuju pada orang orang yang keluar dari minibus tersebut, tiba tiba sepasang pria dan wanita mencuri perhatiannya.
Sebenarnya yang menjadi fokus perhatiannya ada lah sang wanita , kalau ia tidak salah itu adalah rinjani.
__ADS_1
Rinjani terlihat bersama seorang pria bertubuh tinggi melihat sosok itu tampa arya sadari membuat nya sedikit cemburu ia sudah mengepal tinjunya ketika melihat rinjani melemparkan senyum manis ke arah pria tadi, mereka terlihat begitu akrab.
"Oh jadi ia terlambat karna ini" batin arya saat itu juga yang masih memandang ke arah sang gadis.
Sementara saat itu di tempat rinjani yang saat itu tengah menunggu gilirannya untuk membantu senior nya menurunkan beberapa bahan makanan mereka tidak menyadari bahwa ia sedang diperhatikan.
"Rin, kamu langsung masuk tim saja, ini tugas kami sebagai panitia" ujar kalan tiba tiba membuat rinjani sedikit terlonjak kaget.
"Ah bang kalan mengaget kan saja"
"Ini serius gak apa apa ? Bukannya tadi abang yang bilang harus ngebantu karna gara gara nungguin aku salah satu personil kalian harus ikut di bis lain" jawab rinjani
Kalan tertawa kecil , ia mengangkat tangan kiri nya meletakan di atas kepala rinjani mengusap nya lembut.
"Saat itu aku cuman bercanda rin" katanya di akhir kalimatnya ia pun tertawa
"Ahhhhh... begitu" rinjani mengangguk anggukan kepalanya pelan
Mengerti maksud kalan , ia sedikit malu karena tingkah polosnya.
"Jadi bang, aku boleh langsung masuk tim?"
Kalan mengangguk acuh, ia tidak terlalu memfokuskan perhatian nya pada rinjani, kalan langsung bergegas membantu rekan nya membawa barang barang bawaan mereka ke dalam bungalo mereka.
Beberapa menit setelah nya masih ia lihat rinjani berdiri di posisi nya .
"Rin, " panggil kalan
"Eh iya bang "
"Kok masih disini? Bukannya tadi kusuruh masuk barisan ?"
Rinjani mengerutkan kening nya " tapi bang, mereka sudah pada memulai materi nya kalau aku tiba tiba masuk apa tidak apa apa ?"
"Selamat sore " ucap suara berat membuat perhatian kalan dan rinjani teralihkan
Betapa terkejutnya rinjani saat ia membalikan tubuh nya , sosok lelaki yang sangat ia kenali tengah berdiri di hadapannya dengan tubuh tegap nya dan senyum palsu yang sangat rinjani hapal.
Kalan tersenyum "selamat sore mmm../kapten arya" kalan baru membaca nama yang tertera di baju loreng arya namun dengan cepat arya memotong kalimatnya.
"Ah kapten arya, kapten yang bertanggung jawab untuk acara bela negara tahun ini ya, perkenal kan nama saya Azkalana ketua BEM polnep sekaligus penanggung jawab acara ini, dari pihak mahasiswa" ucap arya sembari tersenyum aura nya sangat berkarisma saat ia memperkenal kan dirinya.
Untuk beberapa saat arya terdiam di tempatnya, ia sebagai lelaki pun cukup terkesima dengam pesona kalan saat itu.
"Jadi bocah ini ketua BEM, gak main main juga cowok yang dideketin rinjani" batin arya saat itu ia sempat melirik rinjani sebentar.
Kali ini kalimat arya yang dipotong oleh kalan
"Oke kalan , semoga acara ini berlancar dengan semestinya "
"Siap kapten" jawab kalan sembari menjulurkan tangannya bermaksud menjabat tangan arya.
Arya yang mengerti hal itu pun langsung menyambut jabatan tangan arya, sementara seorang lagi diantara mereka masih terdiam di tempatnya.
Tubuh kecil nya berdiri diantara dua tubuh raksasa yang secara tidak langsung sedang menghimpit nya dengan aura mereka.
"Oh ya kapten kalau ini " kalan mengalihkan pembicaraan mereka kemudian mengalihkannya pada rinjani "ini salah satu peserta bela negara tahun ini"
Arya menunjukan smirk khas nya
"Oh, saya kira tadi dia salah satu panitia "
Rinjani bergidik ngeri ketika melihat smirk arya
"Itu artinya dia peserta yang terlambat?"
Kalan mengerutkan keningnya bingung, akan posisi rinjani, jika di bilang terlambat ya benar rinjani terlambat, tapi dia terlambat hadir disini juga dikarenakan ia yang mengikuti kendaraan panitia.
"Mmmm... bisa dibilang begitu sih kapten"
"Kalo begitu ini termasuk pelanggaran dalam pendisiplinan" ujar arya yang membuat kedua nya saling berpadangan satu sama lain.
"Ha ??"
"Kalau begitu kamu ikut saya" titah arya tampa menunggu persetujuan dari kalan ia lalu berjalan meninggalkan keduanya
Rinjani gelagapan ia menoleh kalan sekilas mengisyarat kan " gimana ini bang?"
Kalan tersenyum kecil tangannya terangkat menjawab isyarat rinjani " ikuti saja, semangat" ia tersenyum di akhir kalimatnya.
Sementara arya , lelaki itu berjalan menuju sebuah area di dekat pantai 5 meter dari area pelaksanaan kegiatan
Dibelakang nya berjalan pelan seorang gadis yang tengah bersungut sungut.
"Ini kan juga salah mas arya" ujar rinjani ketika dirasanya mereka sudah mulai menjauhi area kegiatan , hingga ia mungkin bisa bebas memanggil arya dengan panggilan mas
__ADS_1
"Salah ku?"
"Iya"
Arya menghentikan langkajnya, ia berdiri tepat di hadapan rinjani yang kini terdiam di tempatnya.
Arya menarik napas nya sebentar lalu menghembuskan nya, tangan nya bercekak pinggang
"Kamu ni manipulatif ya, sudah jelas ini salah mu masih menyalakan orang lain"
"Tapi mas andai kata malam itu mas langsung ngasi surat persetujuan itu kan aku gak akan juga telat bangun seperti ini"
"Kamu kecil sekali ya" ujar arya tiba tiba yang membuat rinjani mengerutkan keningnya bingung
Hubungan masalah tinggi badannya dengan masalah telat nya ini apa ? Ia mendongakan kepalanya sedikit dan betapa terkejutnya ia
Arya sudah berdiri tepat dihadapannya, hampir tak ada jarak diantara mereka, arya meletakan tangannya di atas kepala rinjani.
"Dengar" katanya wajah arya kini tepat di depan wajah rinjani hanya menyisakan beberapa centi saja diantara kedua wajah mereka saat ini.
"Kamu liat pantai ini" lanjut arya lagi, sembari menunjuk area mereka saat ini, rinjani mengikuti arah tunjuk arya
"Lari 10 kali dari tempat kita berdiri sampai jembatan yang disana , kamu liat kan ada orang foto foto disana"
Rinjani mengepal tangannya kesal, kening nya sudah berkerut didalam hatinya, sudah mengucap beberapa sumpah serapah yang ia tujukan pada arya.
Lelaki itu hanya tersenyum , menunjukan senyum termanisnya ketika tatapan rinjani sudah kembali ke arah nya.
"Semangat ya rinjani sayang" ujar nya diakhir kalimat kemudian melangkah mundur , kembali memasang pose seperti biasanya.
Mendekap kedua tangannya diatas dada, ia memberi isyarat pada rinjani untuk segera mulai.
Rinjani berulang kali mengutuk diri nya, entah bagaimana ia bisa mendapatkan kemalangan bertubu tubi seperti ini.
"Kenapaaaaaaaa tuhaaaaannn" pekik lirih rinjani dalam hati sambil masih berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki sementara arya masih mengawasi nya dari kejauhan dengan pose angkuhnya.
Beberapa menit sudah terlewati itu akhirnya rinjani pun sudah beberapa kali berlari
"Ayo rinjaaaaaaniiiiii, cepaaat kegiatan akan segera berakhir" pekik arya
Membuat rinjani lagi lagi mengumpat makian ke arah nya, meskipun hanya di dalam hati, nafasnya turun naik tak beraturan ia menatap arya dengan tatapan tajam.
Sementara itu arya lelaki itu hanya tertawa kecil ,ia tampak bahagia bisa mengerjai rinjani saat ini.
Hingga ia melupakan batasan yang sudah ia bangun beberapa minggu belakangan untuk rinjani.
Sementara itu kalan yang saat sudah selesai dengan kesibukannya sebelum nya , melihat ke arah rinjani yang kini tengah di hukum oleh arya.
Ia sebagai ketua dari perwakilan mahasiswa merasa iba saat itu melihat rinjani tampak sekali gadis itu kelelahan
Dengan segera arya mengambil botol minumannya, niatnya ingin memberikan rinjani minuman tersebut ketika rinjani selesai dihukum.
-
Beberapa saat setelah nya , rinjani dengan sisa tenaganya berlari pelan menuju tempat awal dia mulai berlari.
Sebisa mungkin ia mencoba mengatur pernapasan agar ia bisa bernapas dengan leluasa , untung nya saat itu cuaca sepertinya sedang berpihak kepadanya.
Angin dari arah laut menyapu wajah nya, rinjani menghirup udara tersebut walaupun kini matanya ia tutup sembari berlari pelan menikmati angin sepoi sepoi yang melintasi nya.
Namun langkah nya tiba tiba menjadi pelan ketika ia melihat dua sosok pria yang kini sepertinya sedang menunggu ke tibaanya.
Mereka berdua masing masing membawa botol minuman, melihat hal itu membuat rasa kehausan rinjani semakin menjadi menjadi.
Sepertinya keduanya sedang berbicara sambil membawa botol minuman mereka , batin rinjani saat itu.
"Selesai" katanya sembari terengah engah
Kedua pria itu tiba tiba saja menyodorkan botol minuman mereka pada rinjani, yang pada saat itu gadis itu tengah bersusah payah mengatur pernapasannya.
Rinjani mengibaskan tangannya , pertanda "tidak perlu" ia mengabaikan mereka , lalu berjalan menghampiri tas ranselnya yang sbelum nya ia letakan sembarang.
Rinjani membuka tas ransel nya dan mengambil botol minuman nya.
"Untung saja aku bawa ini" katanya lalu membuka botol minuman itu kemudian meminum air nya.
Sementara kedua pria yang sedari tadi menunggu nya hanya terdiam di tempat mereka.
"Rinjaaaaniii " pekik seorang pria membuat mereka bertiga mengalihkan pandangannya
hai reader kuu, pembaca setia karya ku terima kasih kalian masih setia menunggu kelanjutan cerita arya dan rinjani 🤗
komen dari kalian membuat aku semangat loh buat nulis next chapt arya dan rinjani, maka dari itu
jangan lupa comennya ya guys
__ADS_1
see u🌻