Arya & Rinjani

Arya & Rinjani
Part 10


__ADS_3

Beberapa bulan setelah nya tampa rinjani sadari kuliah nya sudah memasuki semester ke tiga,jadwal kuliah nya pun semakin hari semakin padat serta kegiatan arya yang juga semakin padat setiap harinya.


Membuat kedua nya jarang bertemu dan berinteraksi secara langsung, rinjani selalu pulang hampir larut malam setiap hari nya.


Sedangkan arya yang sudah kelelahan dengan kegiatan di kesatuan nya sepulang bekerja setelah ia makan dan mandi ia memilih untuk tidur.


dan pertengkaran diantara kedua nya pun sama sekali tidak pernah terjadi lagi setelah rinjani masuk rumah sakit.


Waktu menunjukan pukul tiga malam hampir memasuki waktu subuh arya terbangun dari tidurnya, kerongkongan nya terasa kering ia kehausan dengan langkah malas ia bangun dari tempat tidur berjalan pelan sebelum itu ia melihat handphone nya sebentar ada 10 panggilan tak terjawab dari kekasih nya.


Namun ia abaikan akhir akhir ini sella sering kali menganggunya menuntut perhatiannya, arya hampir muak meladenin nya.


Arya membuka pintu kamarnya, terlihat lampu ruang tamu yang masih menyala, sedikit terusik ia melangkahkan kaki nya menuju ruang tamu berniat mematikan lampu di ruang tamu.


Karna kebiasaan nya sebelum tidur lampu ruangan yang tidak digunakan akan dimatikan nya, arya mengusap mata nya sebentar


Untuk melihat dengan jelas sosok wanita yang tengah sibuk di atas meja ruang tamu sedang berkutat dengan beberapa lembaran putih dan penggaris ditangan kirinya.


Ya sosok itu adalah rinjani gadis itu mengikat sembarang rambut nya terlihat beberapa anak rambutnya yang ia biarkan tergerai berantakan, wajah nya kali ini sedikit berbeda karna ia menggunakan kaca mata.


ia terlihat serius mengerjakan sesuatu yang arya sendiri tidak tau, tapi arya yakin itu penting untuk diri nya, beberapa lembar kertas putih lain nya ia biarkan berserakan di samping kiri dan kanan nya.


"Sedang apa kau?" tanya arya


Rinjani segera mendongak wajahnya tampak kelelahan, terlihat kantung mata di wajahnya, dan kaca mata yang ia biarkan melorot.


Ini kali pertama arya melihat rinjani seperti itu, tidak kucel ,tidak juga jelek tapi cukup menggemaskan dengan rambut berantakannya.


"Eh ka apa suara ku berisik ?" tanya rinjani balas bertanya.


"Kenapa jadi kau yang bertanya, aku bertanya pada mu sedang apa kau?"


"sedang mengerjakan tugas semester ku"


"Memang nya tidak bisa besok ini sudah pukul 3 pagi , sebentar lagi akan subuh"


Rinjani tersenyum datar " tidak bisa aku harus mengumpul kan 500 gambar dalam satu semester"


Arya membulatkan matanya besar " ha ? Serius?"


Rinjani mengangguk sekilas


"Kaka mau apa biar ku ambilkan?"


"Tidak , tidak usah lanjutkan saja kerjaan mu aku hanya mau ambil minum"


Rinjani mengangguk ia kembali melanjutkan aktifitas sebelum nya mengabaikan arya yang masih berdiri menatap nya kagum.


-


Di rest area arya tengah beristirahat dengan beberapa anggota nya sembari menghela napas mereka yang sedari tadi memburu,karna kelelahan kegiatan kali ini cukup menguras tenaga mereka.


Mereka harus menyiapkan area untuk latihan TNI AU se kalimantan, kebetulan kali ini pangkalan Lanud Supadio lah yang ditunjuk sebagai tuan rumah dari acara kali ini.


Arya sebagai salah satu lettu disana turut andil bersama anggota nya untuk menjadi panitia di kegiatan gabungan ini.


Hanya tersisa 2 minggu lagi untuk mereka menyelesaikan perlengkapan mereka sebagai tuan rumah acara tersebut.


"Semoga acara tahun ini lancar ya bang "


"Iya semoga " kata arya sembari meneguk air mineral nya.


"Semangat bang sisa 2 minggu lagi" sahut bayu junior mereka , tahun ini adalah tahun ketiga bayu menjadi seorang TNI AL ,bayu pria yang rajin dan juga polos ia selalu menjadi sasaran kejailan para senior nya karna kepolosan nya.


"oh iya yu kamu jadi kemarin pergi ke PCC ?"


"ngapain?" tanya arya setengah peduli


bayu tersenyum sekilas " jadi bang" tampak aura kebahagian di wajah nya.


"sepertinya ada sesuatu disana sampe kamu senyum senyum begitu yu" goda bima


bayu terkekeh sebentar " bisa aja abang"


"cerita dong mumpung istirahat ni , udah lama gak denger cerita mu , mumpung bang arya disini kali kali aja bisa menghibur kami yang kelelahan ini" kata bima menc9ba merayu bayu


arya tertawa kecil "bilang aja kamu kepo bim" sahut arya acuh


mendengar perkataan arya membuat bima tersenyum malu , benar apa yang dikatakan arya sesungguhnya dirinya saat ini sedang berusaha mengorek informasi dari bayu.


Maklum bayu merupakan adik letting mereka yang paling kecil sehingga rasa menggoda bima semakin besar kepadanya.


Bayu tersenyum kikuk tampak semburat kemerahan di wajah manis nya, bayu masih sangat muda ia baru berumur 20 tahun , badan nya masih kurus belum terbentuk sempurna seperti arya dan bima yang lebih tua beberapa tahun darinya.


Namun sikapnya yang baik, polos dan bertanggung jawab menjadikan nya adik asuh favorit bima dan arya.


Acap kali keduanya mengajak Bayu untuk pergi keluar bersama mereka.

__ADS_1


"Kemarin saya ketemuan sama cewek bang" ucap jujur bayu sontak membuat kedua bola mata bima berbinar .


"Trus ?" tanya bima antusias sembari menyolet lengan arya.


"Saya tungguin dia bang sampai balik dari tugasnya "


"Woooooowwww" sahut bima tiba tiba yang membuat bayu bingung


"Wow kenapa bang?" Tanya bima polos


Arya tertawa kecil melihat reaksi bayu yang tampak luci baginya.


"Gak apa apa lanjutkan lanjutkan "


"Trus kita makan bareng bang"


"Trus kamu menyatakan perasaan mu?" potong bima segera.


Bayu refleks menjadi salah tingkah " eh buka. begitu bang, belom selesai ini ceritanya" katanya cepat membuat bima mendengus sebal


Arya masih tersenyum memperhatikan keduanya.


"jadi?"


"Saya naksir sama temen nya bang, bukan dia "


Seketika kedua nya terkejut refleks bima langsung tertawa besar.


"Wah playboy juga kamu yu"


Bayu menggaruk kepala belakang nya yang sebenarnya tidak gatal namun mendengar perkataan dari bima tadi membuat nya menjadi salah tingkah , ia memikirkan kalimatnya barusan.


Apa seperti ini sikap playboy,apa benar seperti ini? Tanya nya berulang kali hingga tiba tiba lamunannya tersadar ketika seseorang menepuk bahu nya.


"Hei... Yu " kata arya membuat bayu tersadar


"Ayo kita lanjut lagi jam istirahat udah selesai , tu di ketawain sama bang bima kamu" tambah nya sambil menunjuk bima yang sudah berjalan menjauh dari mereka sambil memegang perutnya.


Bayu yang mengetahui hal itu pun spontan langsung menekuk kepalanya menyembunyikan wajah nya yang kini tengah merasa malu.


"Udah gak usah didengerin , ayo kita lanjut lagi " ujar arya yang sudah menyadari hal itu.


Mereka pun kembali melanjutkan aktifitas mereka lagi seperti biasanya.


Sementara itu Damara tengah asik mengotak atik ponselnya sesekali ia tersenyum melihat foto seorang pria berseragam yang kini wajahnya tampak jelas di layar handphone canggih milik Damara.


"Mengelu ngelu kan ? Maksud mu ? " tanya damara yang tak suka.


"Lah kamu kan ngefans sama dia , masih belum dapat?" Dika tak mau kalah dengan siska ia juga ikut ikutan mengolok ngolok damara.


"Eh maksud kalian apa ? Ha berdua ?"


"Ya kan kamu ngefans sama abang ini , kamu sendiri yang bilang kan kalo kamu bakalan bisa mendapatkan abang ini, mana buktinya ? Ini udah hampir 3 bulan kok " Ujar dika sengaja mengeluarkan kalimatnya untuk membuat damara kesal.


"Iya, katanya kemarin cukup 2 bulan abang ini pasti bisa kamu dapatin" siska tak mau kalah ia juga turut memanas2 kan damara yang saat itu sudah tampak kesal.


"Eh kalian berdua tau apa sih ? Emang kalian pernah jadian sama tentara ? " tanya damara sarkastik , membuat kedua nya saling berpandangan, wajah mereka memberengut tampak tak suka dengan omongan damara.


"Dia ini beda dari yang lain dan sebagai anak dari atasanya aku juga harus menjaga wibawa ku sebagai perempuan, sebagai anak dari atasannya. Kalian berdua tau apa sih ? Dideketin polisi atau tentara aja gak pernah , sok sok an mau ngurusin hidup orang lain" kata damara ia langsung beranjak dari kursinya


"Aku duluan lah malas juga lama lama sama kalian yang hanya bisa memberi pengaruh negatif padaku" timpal damara dengan angkuh nya , hingga membuat kedua nya merasa sangat kesal melihat tingkah damara pada mereka namun berbeda dengan damara ia acuh dengan hal hal seperti ini. Bahkan ia meninggalkan siska dan dika


Damara mulai menjauhi siska dan dika kedua gadis itu mencibir damara.


"Bisa nya cuman ngomong doang " ucap siska sembari mengerling kedua bola matanya tidak suka


Dika menunjukan smirk nya


"Dia baru ketemu sama lawan nya , itu sebab nya dia seperti itu"


"Lagian naksir sama cowok orang , kaya gak ada cowok lain aja"


"Oh yaaaa..." ucap dika tak percaya


Siska mengangguk kan kepalanya sembari mengambil handphone yang berada di dekatnya.


"Iya bang arya itu udah punya pacar"


"Serius ? Tau dari mana ?"


"Ini dia pacarnya , ni cewek namanya shelli aku udah lama ngefollow ni cewek ternyata, tu liat caption nya sama bang arya mesra banget kan " Ujar siska sembari menunjukan sebuah foto sepasang kekasih yang tengah duduk berdua sembari melempar senyum bahagia mereka.


Tampak selalu mereka tengah di mabuk asmara saat itu , kedua visual yang apik sanggup mencuri perhatian banyak orang sehingga foto tersebut mendapatkan banyak like.


"Cantik juga ya pacarnya ..."


"Ya cantik lah , manager kok"

__ADS_1


Dika membulatkan kedua bola matanya


"Serius manager ?"


"Iya shelli ini manager kata abang ku".


Dika lagi lagi dibuat takjub oleh sosok wanita yang di dalam foto tersebut, ia menggeleng gelengkan kepala nya sejenak.


"Bukan maen saingannya damara ya , manager"


Siska tersenyum bahagia ia mengangkat kedua bahu nya acuh.


"Ya gitu, aku rasa damara tau perihal ini mangkanya dia kaya begitu, gak bisa berkutik" ucapnya lalu tertawa di susul oleh dika.


Mereka berdua menggunjingkan damara karna gadis itu terlalu angkuh pikir mereka, ia selalu berpikir tidak ada lelaki yang bisa menolak pesona nya termasuk arya.


Sang lettu tampan yang selama ini telah mencuri perhatiannya, karna hanya diri nya lah yang selalu mengacuhkan damara.


-


Hari ini ada lah hari terakhir kegiatan mereka di PCC, aulia ,rinjani,ilham dan beberapa teman lainnya. Mereka semua bersiap siap membereskan pameran mereka.


Mereka ingin menampilkan pameran terbaik di hari terakhir ini.


"rin, pulang ini kita jalan sebentar yuk " ajak vita salah satu teman yang baru mereka temui ketika acara pameran rinjani, aulia dan ilham


Aulia mengerlingkan matanya pada rinjani , sedikit terkejut mendengar ajakan vita yang sebetulnya mereka sama sekali tidak pernah dekat selama ini.


"Kamu ngajak aku ?" tanya rinjani


"iya aku ngajak kamu" ucap Vita dengan wajah yang di imut imutkan , itu membuat ilham sedikit jijik melihatnya kebetulan sekali pandangan nya tadi teralihkan oleh mereka.


"Aduh gimana ya vit, pameran aja belum kelar ditambah lagi aku harus bantu aulia sama ilham buat beresin ini" tolak rinjani secara halus.


" oh tenang aja ntar ku bantuin kamu kok" Kata vita


Lagi lagi membuat aulia terkejut, muncul pikiran negatif dipikiran aulia , kenapa vita sebegitu getolnya mengajak rinjani untuk ikut makan dengannya.


rinjani memandang ke arah aulia , ia melemparkan isyarat kepada aulia meminta bantuan untuk menolak ajakan yang ditujukan kepadanya.


Vita menyadari itu dengan segera ia berucap.


"Tentu aja sama aulia juga rin , mmm " katanya tiba tiba lalu mengalihkan perhatiannya pada ilham


"Kalau ilham mau ikut boleh kok" tambah nya lagi.


Mendengar itu ilham langsung memaksakan seulas senyuman nya.


"Gak deh, kalian saja kalian kan para cewek pasti gak enak kalau ada aku" jawab ilham lalu buru buru meninggalkan pembicaraan canggung itu.


tak ada jawaban dari keduanya mereka hanya saling berpandangan satu sama lain seperti menunggu keputusan ysmg akan dikeluarkan dari salah satu mereka , ( aulia dan nara)


" gak lama kok , sebentar doang kita cari makan yang deket deket sini aja" kata vita segera berusaha meyakin kan mereka agar mereka menerima ajakan nya.


"gimana ul?" tanya nara


"kamu kok nanya aku, yang diajak pertama kali kan kamu?"


rinjani tampak berpikir sembari memandang ke arah vita yang kini menunggu jawaban dari ia dengan penuh harap.


"deket sini kan gak jauh jauh?"


vita tersenyum " ia di dekat sini aja kok, kita makan bareng aku , kamu dan aulia"


"ya udah bisa " jawab rinjani pada akhirnya


vita tersenyum senang


"ya udah setelah pameran ya aku samperin kalian , bye bye rinjani aulia " katanya lalu pergi menjauh dari mereka dengan langkahnya yang seperti biasanya yaitu melenggak lenggokan tubuhnya.


aulia menghampiri rinjani , ia mendekati rinjani pelan


"kenapa vita ngajakin kamu makan ya rin, dia kan anak akuntan , kita kan anak sipil"


rinjani memutar bola matanya malas , mendengar pertanyaan yang di lontarkan aulia yang menurutnya pertanyaan semacam apa itu, apa pula hubungannya dengan mata kuliah mereka dan ajakan vita.


"ya trus hubungan nya akuntan sama sipil apa ul??"


"yaahh... kamu tau sendiri kan sebelum nya kita gak akrab dengan itu anak. ketemu aja cuman sebatas lewat gitu aja gak saling sapa , kenapa tiba tiba dia ngajakin kamu makan bareng , kamu gak curiga"


"ya gimana mau tegor tegoran , kita kan baru kenal dia juga disini aul, ya udah sih gak usah suuzon dulu mungkin niatnya baik , atau mungkin emang dia gak ada temen hari ini mangkanya dia ngajakin kita makan bareng" jelas nara sembari merapikan table nya yang sudah berserakan brosur pameran mereka.


"masa sih..." Ucap aulia ia masih tak percaya tatapannya masih menatap vita curiga.


rinjani yang melihat hal itu hanya tersenyum.


"ya udah kalau gak percaya tanyain , ya kali dia mau ngejual kita " kata rinjani asal dan di tutup dengan tawa nya yang khas.

__ADS_1


__ADS_2