Arya & Rinjani

Arya & Rinjani
Part 17


__ADS_3

"Untung saja aku bawa ini" katanya lalu membuka botol minuman nya


Sementara kedua pria yang sedari tadi menunggu nya hanya terdiam di tempat mereka, sambil masih memegang botol minuman mereka masing masing


"Rinjaaaaniii " pekik ilham langsung berhambur ke arah rinjani disusul aulya dari belakang menyusul langkah ilham


-


Kalan dan arya saling berpandangan satu sama lain , suasana diantara mereka berdua menjadi kikuk seketika


Dimana saat itu keduanya secara terang terang menunjukan perhatian mereka kepada rinjani, namun gadis itu malah mengabaikan nya.


Dan malah berlalu melewati mereka


Sayang nya situasi mereka saat itu menjadi tontonan oleh para rekan rekan mereka sekaligus peserta bela negara.


Karena saat itu bertepatan dengan bubar nya kegiatan saat itu, hingga membuat mereka bebas memiliki waktu mereka sendiri.


1 jam setelah nya rinjani sudah selesai mengemasi barang barangnya beserta sudah bersih dan mengganti pakaiannya.


Sementara itu aulia masih memperhartikan rinjani


"Ada apa sih ul?" Tanya rinjani yang mulai risih mendapati aulia yang tidak melepas tatapannya pada dirinya


"Rin" panggil aulia


" hmmm..."


Aulia diam beberapa saat


"Rin " panggil nya lagi


Lagi lagi rinjani menjawabnya hanya dengan berdehem, ia masih sibuk menyisir rambutnya.


"Rin " ini sudah ke tiga kalinya aulia memanggilnya dan itu membuat rinjani kesal karna aulia tidak melanjutkan kalimatnya


"Apa sih ul dari tadi manggil rin rin rin terus ?"


"Begini?ucap aulia menggantung


"Begini apa ??"


"Kamu sadaarrrr gak kamu sekarang diposisi apa?"


"Duduk"


Aulia menepuk jidatnya pelan " bukan itu maksud ku"


"Jadi maksud mu apa?"


"Kamu tadi habis ngapain?"


Alis rinjani bertaut bingung


"Habis ngapain??? Maksud mu eh aul kamu satu kamar mandi kan sama aku, kamu liat kan aku lagi ngapain"


"Aduh bukan maksud ku itu"


"Trus apa ?"


"Kamu tadi habis lari terus bang kalan sama kapten arya berdiri didepan mu ngasih kamu minuman, apa kamu gak sadar?"


Mendengar hal itu membuat rinjani memutar bola matanya malas , sedari tadi aulia berbicara tergagap gagap hanya karna hal ini


"Iya, iya kenapa mereka bisa samaan gitu ya" kata rinjani bingung, ia sendiri sebetulnya menyadari hal itu tapi lebih memilih untuk mengabaikan situasi kikuk tadi


"Nah ituuuuu!!" Seru aulia hampir berteriak karna suara nya yang tiba tiba saja meninggi membuat seluruh isi kamar mereka saat itu mengalihkan perhatian mereka pada rinjani dan aulia.


Saat itu juga rinjani langsung menepuk kaki aulia keras


"Apaan sih bikin kaget aja"


"Ini tu biasa aja, yang menjadi luar biasa itu kamu, kamu tau gak kamu sekarang jadi bahan perjulid an para mahasisiwi"


"Kamu gak liat dari tadi Damara sama temen temen nya ngeliatin kamu terus"


Rinjani mengalihkan perhatiannya ia melirik ke sekelilingnya, benar apa yang dikatakan aulia saat ini, ia melihat dari sudut matanya beberapa siswi sedang bergosip ria tentang diri nya.


Sambil sesekali melirik ke arah nya


"Ya, aku mana tau lagian itu hanya ketidak sengajaan" jawabnya enteng


"Ya, kau memang tidak melakukan apa pun tapi mereka"


"Aul, ini bukan kehendak ku bukan pula ingin ku, aku korban di posisi ini"


"Korban apa nya bu, kalau di kelilingi lelaki tampan begitu" keluh aulia sambil melengos


Sedang rinjani wanita itu masih tetap melanjutkan sisiran rambutnya batin nya berkata " andai kamu tau ul, salah satu dari mereka adalah mas ku"


-


Isoma akan berakhir beberapa  menit lagi, para mahasiswa dan mahasiswi sudah berbaris diposisi mereka masing masing sembari menunggu aba aba dari panitia.


Tidak terkecuali aulia dan rinjani mereka berdua pun sudah berada di posisi nya, sedang ilham lelaki itu entah sejak kapan mulai memisahkan diri nya dari mereka


Seperti nya ia mendapatkan teman satu frekuensi dengan nya yaitu seorang anggota TNI muda yang kini terlibat obrolan asyik dengan nya.


Sementara itu terlihat kalan yang sibuk memberikan arahan kepada rekan rekan nya, untuk memberikan materi pada malam hari ini.

__ADS_1


Tentu saja materi materi tersebut akan diberikan oleh para anggota TNI , mereka hanya akan menjadi penjaga di masing masing kelompok.


Beberapa menit setelahnya meeting untuk para panitia pun selesai semua terlihat sudah paham dengan peran nya masing masing.


Termasuk dewa dan kalan saat itu


"Lan, gimana tadi ?" Tanya dewa menggantung


"Gimana apa nya?"


Dewa tertawa sejenak " pertarungan pemberian air hahaha" ejek nya


Mendengar hal itu membuat kalan tersenyum geli.


"Iya ya, aku tadi kenapa ya ? Bisa bisa nya loh aku dengan kapten arya begitu"


"Ya itu dia tadi anak anak pada ngomongin itu juga , tumben tumben kamu begitu"


"Bukan nya tumben wa, aku cuman ngerasa bersalah sama rinjani karena kan sebenarnya rinjani terlambat juga karena ikut mobil panitia , walaupun memang pada kenyataan nya dia terlambat tapi gara gara ikut mobil panitia dia jadi terlambat 3 jam"


Dewa mengangguk angguk mengerti


"Iya ada benarnya juga kata mu"


"Tapi karena kapten arya melihat hal itu dia langsung ngehukum rinjani, karena itu aku ngerasa sedikit gak enak sama rinjani"


"Iya iya aku paham"


"Anak anak juga tadi ngomongin gitu juga, seperti nya anak anak udah kenal kamu banget loh lan, mereka bisa menyimpulkan kalo kamu gak enakan"


Kalan tersenyum simpul


"Ya iyalah wa, yang udah lama kenal aku tau banget karakter ku gimana"


Dewa mengangguk pelan sekali lagi pertanda menyetujui


Sementara itu di posko para anggota TNI sudah berbaris dengan rapi para anggota tentara yang sedang di beri briefing oleh arya.


"Siap laksanakan!" Kata mereka serentak, suara mereka menggelegar sontak saja mengalihkan perhatian para peserta pada saat itu.


Lalu setelahnya mereka bubar dan langsung menuju pada posisi mereka masing masing.


Malam ini peserta bela negara akan dikumpulkan menjadi satu, arya sebagai kapten sekaligus ketua dari acara tersebut mewakili anggota TNI akan memberikan penjelasan tentang betapa penting nya peran para mahasiswa dalam Bela Negara.


Seluruh mahasiswa mengambil posisi mereka masing masing, sesuai dengan arahan para panitia saat itu.


Sementara beberapa anggota TNI berjaga di tempat mereka masing masing , beberapa juga ikut membantu para panitia yang lain untuk kegiatan berikutnya di tengah malam nanti.


Semuanya sudah mengetahui peran nya masing masing.


Arya menjelaskan dengan lugas, santai dan sangat terperinci mengenai inti inti dari materi tersebut, sesekali ia melempar guyonan kepada para mahasiswa agar materi yang ia sampaikan tidak terdengar membosan kan.


Ia tahu betul bagaimana mengambil hati para anak muda, terutama hati para mahasiswi yang kini tengah memandang nya dengan tatapan kagum.


"Ya allah rin, liat senyum nya tuh kan manis banget rin"


"Liat tu selera humor nya ya ampun humoris banget ya kapten arya"


Begitu lah kedengarannya, tak hanya aulia beberapa mahasiswi yang lain pun demikian


Itu membuat rinjani sedikit muak , karna ia tahu betul bagaimana sosok yang kini tengah di elu elukan mereka.


Lelaki itu teramat dingin baginya bahkan entah bagaimana ia pun sendiri tak mengenali sosok yang sedang berdiri tegap di hadapannya saat ini.


"Ya ya humoris " batin rinjani saat itu sambil memutar bola mata nya malas


Ia mengakui pesona arya memang seperti itu, tak heran dari segi fisik tentu bisa membuat para wanita langsung jatuh hati pada nya.


Normal karena semua hal akan dilihat dimulai dari tampilan terlebih dahulu,tapi ia pun sebetulnya tidak mengetahui bahwa lelaki di depannya ini memiliki selera humor sereceh saat ini.


Hingga bisa membuat teman temannya terbahak bahak karena guyonan darinya.


Setahu nya arya adalah lelaki dingin yang memperlakukan nya dengan amat jahat.


"Maaf jika materi yang saya sampaikan malam ini membuat kalian bosan, saya sebenarnya tidak berniat membuat nya terdengar membosan kan hahah" kata arya saat itu dan dilanjutkan dengan tawa nya yg ciri khas


"Tidak kaptenn..." pekik beberapa wanita terdengar seperti suara elu an yang mengatakan "jangan berhenti tampan"


Terdengar seperti itu di telinga rinjani, yang membuat rinjani menggendikan bahunya sejenak , geli mendengarnya.


"Yaaahh materi nya bentar lagi selesai" ucap salah seorang mahasiswi yang duduk tak jauh dari rinjani.


Rinjani memusat kan perhatiannya pada arya.


"Kalau dipikir pikir wajar aja sih wanita wanita ini pada terpikat padanya, wajah mendukung, fisik atletis ditambah menggunakan uniform ya wajaar sih kalau di gilai " batin rinjani saat itu


"Tapi tetap saja, kalau berurusan dengan ku, tampilannya yang seperti saat ini akan langsung berubah 180 derajat"


"POKOKNYA BEDAAAAAA DEHHHH" kata rinjani tiba tiba, suara nya lantang ditengah keheningan para mahasiswa yang sedang mendengarkan kesimpulan dari materi yang arya berikan


Sontak saja semua yang berada disana langsung mengalihkan perhatian mereka pada rinjani tak terkecuali arya dan kalan.


Rinjani terdiam ia langsung menutup mulutnya ia tak menyadari bahwa telah menyuarakan isi pikirannya.


"maaf, apa nya yang beda dek rinjani?" Tanya arya


Rinjani panik, seluruh perhatian kini tertuju ke padanya ia mengutuk diri nya mengutuk mulutnya, mengutuk isi pikirannya.


"Mmmm gak gak beda kapten" jawab rinjani dengan terbata bata

__ADS_1


Arya tersenyum menunjukan smirk khas nya


"Mmmm seperti nya dek rinjani pikirannya sedang tidak disini ya" ujar arya saat itu tangannya memutar mutar pelan bolpoin di tangan kirinya.


Dan lalu kembali melemparkan senyum nya yang teramat manis yang rinjani tau saat itu maksud dari senyuman nya


"Habis lah kau rinjani"


"Baik kalau begitu kita lanjutkan materi nya karna waktu sudah menunjukan pukul 09.30 , masih ada kegiatan selanjutnya saya tidak mau membuang buang waktu kalian  karna saya tahu kalian semua disini lelah, kami pun begitu hahaha" kata arya melanjutkan dan lagi lagi di akhir kalimatnya ia tertawa


Namun kali ini kalimatnya sudah mulai berubah, ia menyisipkan kata kata sindiran pada kalimatnya


Itu juga lah yang membuatnya merasa tidak enak dengan rekan rekan nya termasuk kalan yang saat ini tengah memandang ke arah nya.


Yang rinjani sendiri tidak mengerti apa maksud dari tatapan nya.


Beberapa menit setelah nya benar saja kegiatan mereka pun selesai, rinjani menghela napas nya berat baru saja ia ingin meninggalkan tempat nya  bersama aulia yang baru saja merangkul nya.


"Rinjani" panggil suara berat , dan seketika itu juga membuat langkah rinjani terhenti, nafasnya tercekat


"Habis lah aku " batin rinjani saat itu juga tangannya mengepal kuat


Aulia yang saat itu masih menggandeng tangan rinjani pun membalikan tubuhnya, wajah nya sumringah begitu melihat pria yang kini berdiri di hadapannya.


Siapa lagi kalau bukan arya , yang sudah memasang wajah tampan nya. Sementara rinjani masih diam di posisinya enggan membalikan tubuhnya.


Hal itu membuat aulia memutar tubuh rinjani dengan sedikit paksaan.


Kini rinjani sudah berhadapan dengan arya


Arya masih tersenyum di tempatnya


"Bisa rinjani nya saya pinjam?" Kata arya ketika dirasanya aulia masih berdiri di tempatnya , belum pergi meninggal kan mereka


Aulia yang menyadari hal itu sedikit bingung, mendapati kalimat yang dilontar kan arya, ia melirik rinjani sekilas tatapannya saat itu seakan mengartikan


"Apa aku menganggu kalian?" Arya yang cepat tanggap melihat reaksi aulia pun langsung mengambil tindakan


"Saya ada urusan dengan dek rinjani mengenai kalimatnya tadi yang menyela pidato saya " kata arya dengan suara berat nya terdengar tegas dan dominan.


Mendengar hal itu membuat aulia mengerti dengan segera ia melepaskan gandengan tangannya pada rinjani kemudian berlalu pergi meninggal kan rinjani.


Namun sebelum itu ia menyemangati rinjani dengan gerak tubuhnya.


Dan beberapa saat setelah nya tinggal lah rinjani saat itu bersama arya, rinjani masih terdiam di tempatnya arya pun demikian.


Mereka tidak pergi kemana pun masih di tempat yang sama di lokasi tempat mereka tadi dikumpulkan , terlihat beberapa siswa memperhatikan mereka


Begitu pun panitia , tak terkecuali dengan kalan yang berdiri jauh memperhatikan mereka dari tempatnya.


" kamu gak berniat minta maaf sama saya?" Tanya arya memecah keheningan diantara mereka


"Maaf kapten, siap saya salah!" Ujar rinjani


Arya mendekat ke arah rinjani , ia sedikit membungkuk membuat jarak diantara mereka semakin dekat, kepalanya ia miringkan kesamping ke sisi kanan rinjani


"Aku tau sejak tadi kau mengumpat ku?" Bisik arya ketika kini wajahnya tepat disamping kanan wajah rinjani.


Refleks rinjani langsung menoleh ke arah arya,dan itu membuat posisi mereka terlihat seperti akan berciuman.


Tampa aba aba tubuh rinjani langsung mengambil langkah mundur


"Tidak mak/ kapten" rinjani baru saja akan menjawab pertanyaan arya namun kalimatnya terhenti ketika ia merasakan seseorang menahan tubuhnya dari belakang


Dan sebuah suara berat langsung menyalip kalimatnya.


Arya melempar smirk nya begitu melihat seorang pria yang kini berdiri tepat dihadapannya.


"Lagi lagi dia" batin arya saat itu


"Ya mas kalan ada apa ?"


"Begini saya ras/ mas santai saja saya tidak bermaksud aneh aneh pada adik tingkat mas ini"


"saya hanya bermaksud memberi dia nasihat agar tidak menyela pidato orang lain"


Baru saja kalan ingin menyampaikan protesnya kalimatnya sudah dipotong oleh arya


Arya mendekat ke arah nya dimana kini berdiri rinjani yang berada di antara mereka berdua, terjepit di antara 2 tubuh tinggi yang kini saling melemparkan tatapan tak suka mereka satu sama lain.


Entah bagaiamana rinjani seakan merasakan adanya energi persaingan diantara keduanya


Melihat hal itu membuat rinjani bergidik ngeri, ia berinisiatif untuk kabur dari keduanya.


"Maaf saya duluan " kata nya baru ia akan melangkah kan kaki nya tubuhnya di tahan oleh ketawan


Yang mengisyaratkan "kau tetap disini jangan kemana mana"


"Kapten saya rasa untuk/saya duluan" belum sempat kalan melanjutkan kalimatnya lagi lagi arya memotong kalimatnya.


Itu membuat arya sedikit kesal


"Kapten" panggil kalan membuat langkah arya terhenti namun tak menoleh hanya diam ditempatnya


"Lain kali jika memang rekan saya membuat kesalahan, biarkan saya dan panitia yang lain yang memutuskan hukuman apa yg patut diberikan kepada mereka, karena mereka tanggung jawab kami" lanjut kalan tegas intonasi nya berat seakan mendominasi percakapan mereka


Arya tak menjawab sepatah kata pun ia hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan mereka.


hai terima kasih yang sudah meninggalkan coment, semua coment kalian author baca kok😁

__ADS_1


semoga suka this part , don't forget untuk tinggalkan komenan kalian ya, biar author tambah semangat buat next part


see u next part🌻🤗


__ADS_2