
Sepanjang perjalanan pikiran rinjani masih teringat dengan tatapan arya kepada nya tadi.
Kenapa arya menatap nya seperti itu apakah ia membuat kesalahan kali ini tapi rasa rasanya tidak ada yang ia lakukan.
"Rin..." panggil aulia membuyarkan lamunan rinjani
"Kenapa ?"
"Mikirin apaan ? Sedari tadi ku lihat ngelamun terus sedih ya gak barengan satu mobil sama ka ramadhan hehe" godanya
"Apaan gak ada !"
"Yakin ? Kenapa sebegitunya "
"Apanya yang sebegitunya ??"
"Itu loh kening mu mengkerut sampai sebegitunya "
Rinjani memutar bola matanya malas "udah jangan ganggu, aku mau tidur dulu kamu gak tau apa yang akan kuhadapin ntar" ucap rinjani pelan sembari ia memejam kan matanya.
Pukul 8 malam rinjani pun sampai di rumah ia melihat lampu di rumah mereka belum menyala itu artinya arya belum kembali ada perasaan lega di dirinya dengan segera ia membuka pintu.
Dan bergegas menuju kamar nya ia sangat lelah , ia harus segera mandi dan bergegas untuk tidur
Sungguh kegiatan ini cukup menguras tenaga nya ia sudah tak memiliki tenaga untuk meladeni pertanyaan bertubi tubi yang akan dilontarkan arya atau berargumen dengan arya.
Satu jam setelah nya, setelah ia mandi lalu makan nasi goreng yang sebelum nya ia beli sebelum sampai dirumah mengisi perutnya yang memang sudah kelaparan sedari tadi.
Rinjani buru buru membereskan sisa makanannya lalu bergegas masuk kamar waktu sudah menunjukan pukul 10 malam mungkin sebentar lagi arya akan pulang.
Ia mengotak atik ponsel nya hingga terlelap dengan sendiri nya.
Ke esokan pagi nya alarm ponselnya berbunyi waktu sudah menunjukan pukul 5. 30 rinjani bergegas bangun dari tidur nya.
Merebahkan kan tangan nya tidur nya amat sangat nyenyak malam tadi hingga ia tidak terbangun ketika arya pulang.
Ia mengucek matanya sebentar lalu buru buru keluar sembari membawa handuk nya, menarik napas sebentar takut takut bertemu dengan arya , namun ia paksakan
Dan dengan keberanian yang sedari tadi ia kumpulkan ia membuka pintu kamar nya, menoleh ke kiri dan kanannya ada yang aneh saat itu , ia mengecek pintu masuk tak ada sepatu PDL arya yang bertengger disana.
Sedikit penasaran rinjani pun menuju ke pintu depan rumah mereka dan terlihat di halaman rumah mereka kosong tak ada mobil arya terparkir disana.
"Jadi mas arya belum pulang" ucap rinjani dalam hatinya
Tak mau banyak berpikir rinjani hanya mengabaikan bisa jadi arya tidak kembali mungkin dia masih ada urusan di kantornya begitu pikirnya saat itu, rinjani kembali dengan aktifitas sebelum nya.
-
3 hari berlalu rinjani hari ini tidak masuk kampus karna dosen yang mengajar mereka hari ini berhalangan untuk hadir jadi rinjani memutuskan untuk sebaiknya ia berdiam dirumah saja.
Mengerjakan tugas nya sembari memikirkan kenapa arya tidak kembali kerumah.
Beberapa kali ia coba mengirimkan pesan kepada arya namun berulang kali juga ia urungkan ia takut kalau arya malah akan memaki nya.
Ketika sedang asik melamun tiba tiba saja terdengar suara knop pintu dari luar berbunyi, seseorang mencoba membuka pintu depan , rinjani segera menoleh.
Sedikit kaget karna ternyata seseorang itu adalah arya , lelaki itu datang masih dengan baju PDL dan membawa tas gendong militer nya tampak ia amat kelelahan terlihat dari wajahnya pun
Ia sedikit kaget melihat kehadiran rinjani saat itu.
Mengabaikan rinjani lalu segera duduk disalah satu kursi plastik tempat dimana ia selalu duduk untuk membuka sepatu PDL nya.
"Ka arya mau ku ambil kan air ?" Tanya rinjani agak ragu mencoba mencairkan suasana hening di antara mereka
Lagi pula ia merasa kasihan melihat arya yang tampak kelelahan
"Boleh" jawab arya singkat
Segera rinjani mengambilkan secangkir air putih untuk arya ia lihat arya sudah berpindah posisi nya saat itu sudah terduduk di sofa ruang tamu sambil mengotak atik ponsel nya.
Dengan amat hati hati rinjani meletakan air putih di tangannya di meja tepat di depan arya , dan segera ia mengambil ponselnya yang memang berada tak jauh dari arya serta kertas² gambar nya berpikir untuk segera masuk ke kamarnya.
Ka arya pasti butuh waktu sendiri pikirnya lagi pula memang ini lah yang harus ia lakukan mengingat perang dingin mereka sebelum nya kan belum membaik
Arya melirik sebentar " mau kemana kau?"
Pertanyaan arya tadi sontak saja membuat tubuh rinjani refleks terdiam di tempatnya.
"Ke kamar ka" jawab rinjani
"Duduk!!"ucap arya tegas lalu mengambil gelas yang berisi air putih yang tadi rinjani suguhkan untuk nya
__ADS_1
Ia meminum nya lalu menghabis kan nya, sementara rinjani kini terdiam di tempatnya mengenggam erat ponsel nya menarik napas nya pelan lalu menghembuskan nya perlahan.
Arya saat itu juga langsung menatap rinjani , tatapan nya kali ini berbeda tidak seperti sebelum nya , biasanya ia menatap rinjani dengan tatapan bengisnya.
Kini tatapanya lebih ke pada seperti sedang mencari jawaban di kedua bola mata rinjani
Sedang rinjani gadis itu hanya bisa terdiam kaku, keringat perlahan mulai menyucur dari wajahnya
"Ada apa lagi ini kenapa tiba tiba dia menatap ku seperti itu" batin rinjani saat itu.
Tangan nya semakin kuat mencengkram ponselnya, tubuhnya kaku wajah nya mulai pucat.
Arya menyadari perubahan wajah rinjani saat itu
"Kau kenapa??" Tanya nya tiba tiba
"He?" Tanya rinjani bingung
"Kenapa apa nya justru aku yang harus nya bertanya kau kenapa ? Batin rinjani lagi lagi berucap
"Menurut mu bisa tidak benci jadi cinta ?" Tanya arya tiba tiba
"He????" Tanya rinjani lagi lagi semakin bingung kening nya bertautan
"Pertanyaan bodoh macam apa itu" ucap rinjani didalam pikirannya.
"Tidak mungkin kan, mana ada cerita seperti itu, itu hanya cerita di FTV" kata arya menjawab pertanyaan nya sendiri
Ia lalu bergegas berpindah duduk ke sebelah rinjani memegang kedua tangan rinjani lalu menatap wajah rinjani intens
Sontak hal itu membuat tubuh rinjani refleks mundur kebelakang namun di tahan oleh arya, jantung rinjani seketika saja berdegup dengan kencang ketika kedua bola mata arya bertatapan langsung dengan bola matanya.
Tangan arya yang besar terasa hangat memegang kedua tangannya, wajah arya kali ini benar benar bisa ia lihat dengan jelas bahkan pori pori nya sekalipun saking dekat nya jarak diantara mereka.
Untuk sepersekian detik rinjani hampir tak bisa bernapas namun nafas nya kembali hanya saja nafas nya kini sedikit tercekat .
"Hmmm.. tidak benar kan tidak "kata arya tiba tiba lalu melepaskan pegangan tangan nya dan berdiri mengambil tas ransel nya.
Ia menggendong nya lalu berjalan menuju ke kamar nya
"Kau sudah gila arya kalau bisa berpikir demikian" gumam nya saat itu juga yang terdengar samar samar di telinga rinjani yang masih terpaku di posisi nya.
Sepersekian detik setelahnya rinjani tersadar refleks tangan nya memegang dadanya jantung nya kini sungguh berdetak tak beraturan, apa itu tadi pikirnya.
Ini kali pertama ia melihat arya sedekat itu dengan tatapan selain tatapan bengis yang biasa ia tunjukan padanya.
Didalam kamar nya arya langsung merebahkan tubuhnya di kasur , sudah lama sekali ia tidak tidur dikasur nya beberapa hari kemarin ia menginap di tempat adik letting nya.
Alasan nya untuk menghindari pertemuan langsung dengan rinjani
"Haaaahh" hela napas arya terdengar lega
"Sudah kuduga aku itu tidak mungkin jatuh cinta kepadanya , mana mungkin sia sia saja 3 hari ini aku menghindari nya " timpalnya lagi sembari tersenyum senyum
Ia mengangkat kedua tangannya lalu menaruhnya menjadikan bantalan untuk kepalanya saat berbaring
"Pasti lucu kalau aku benar benar jatuh cinta pada gadis kecil itu, mau taruh dimana muka ku" ucap nya lagi sambil tersenyum renyah ia pun menghembuskan nafasnya sembari menutup kedua mata nya perlahan mencoba untuk tidur.
Beberapa hari kemarin arya memilih untuk menginap di kediaman adik letting nya untuk menghindari pertemuan nya dengan rinjani.
Ia masih bingung dengan perasaannya saat itu ketika melihat rinjani bersama seorang lelaki , apa lagi laki laki itu terlihat sekali menaruh perhatian kepada rinjani.
Sebenarnya hari ini ia pulang hanya untuk mengambil beberapa pakaiannya dan barang2 yang ia butuhkan tak disangka ketika masuk kerumah rinjani ternyata ada dirumah.
Oleh sebab itu saat rinjani berada satu ruangan bersama nya ia mencoba mengetes perasaannya terhadap rinjani ditatap nya rinjani lekat lekat.
Namun perasaan semacam rasa suka itu tidak ada atau setidak nya ketika tangan nya bersentuhan dengan kulit rinjani jantung nya pun tidak berdetak dengan kencang nya.
Biasanya perasaan suka kan ditandai dengan hal klasik seperti itu tapi kali ini tidak, ia tidak merasa kan apa apa.
Itu berarti memang tidak ada apa apa dengan nya murni perasaan kemarin dipacu karna rinjani yang dekat dengan pria lain.
Tapi ada satu hal menjanggal lagi yang membuat kening arya berkerut sontak membuka matanya
Perasaan benci nya terhadap rinjani sekarang, hampir tidak ada.
Ia menghindari rinjani bukan karna ia benci melihat wajah nya tapi karna ia takut dan ia sadari juga bahwa rinjani adalah adik nya walaupun mereka tidak satu darah.
Ia menoleh ke samping dimana tepatnya kamar rinjani berada , terbesit sebentar di pikirannya
"Kenapa ?" Tanya nya lebih kepada diri nya sendiri
__ADS_1
Pikiran itu cukup membuat nya gusar, lagi lagi ia mencoba memejamkan matanya mencoba untuk tertidur, dan pada akhirnya pun ia terlelap melupakan pikiran pikiran kalutnya.
beberapa jam setelahnya
Arya perlahan membuka matanya dengan malas, tidurnya terganggu karena sebuah panggilan dari seseorang.
ia meraba ke sekitarnya meraih ponselnya menuju ke arah sumber suara ringtone ponselnya.
Terlihat di layar handphonenya "duha" begitu lah penulisannya, dengan setengah hati ia menekan tombol dial menyambut panggilan telpon itu
A : arya
D : duha
A "ada apa ?"
D "dimana kau?"
A "rumah"
D " rinjani ada bersama mu ??"
Mata arya yang sebelum nya redup tiba2 saja terbelalak kenapa pula tiba tiba duha menanyakan rinjani , ada urusan apa dia
A "apa urusan mu menanyakan dia ?"
Untuk beberapa saat tak ada jawaban dari duha
D" memang nya ada yang salah jika aku menanyakan keberadaannya pada mu?"
A" ada urusan apa?"
D" kau punya nomor nya kan , kirim kan kepadaku atau jika dia di rumah aku ingin berbicara pada nya".
A"ada apa memang nya ? Kenapa kau ingin bicara padanya ?
Terdengar suara cekikikan di ujung sana
D " hei ada apa dengan mu ? Kenapa kau se posesiv ini, biasanya kau tidak perduli dengan nya
A "justru aku yang bingung kenapa tiba tiba kau mencarinya ? Kau sahabat ku atau dia bukannya menanyakan keberadaan ku malah menanyakan keadaan dia"
D "baik lah , apa kabar mu sobat? Aku pikir kau baik2 saja jika bisa mengangkat telpon ku sekarang, kau puas ? Sekarang biarkan aku bicara pada rinjani atau jika kau keberatan untuk melangkah kan kaki mu menghampiri nya kirimin saja nomornya padaku"
untuk beberapa saat arya terdiam otak nya seketika berpikir keras kenapa tiba tiba duha menelpon nya, dan ada apa pula dia dengan rinjani
Jiwa penasarannya bergejolak ,ia ingin tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan duha kepada rinjani , dan pada akhirnya ia mendapatkan kesimpulan akan lebih baik jika rinjani berbicara langsung dengan duha melalui telponnya, dari situ ia bisa mencuri dengar pembicaraan mereka.
"ya begitu saja itu lebih baik" batin arya saat itu
A " baik lah tunggu sebentar, rinjani ada dirumah"
Dengan malas ia melangkahkan kaki nya menuju keluar kamarnya, sebelum nya ia ingat rinjani sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya di ruang tamu, ia pun segera menuju ruang tamu.
Namun tak terlihat sosok rinjani, tapi samar sama terdengar suara rinjani yang sedang mengobrol dengan seorang pria di teras depan rumah nya.
Bergegas arya menuju teras rumahnya ingin tahu siapa yang menjadi lawan bicara rinjani.
Dan begitu ia berdiri di depan pintu rumah nya sosok pria yang tadi tengah asik mengobrol dengan rinjani pun langsung mengubah posisinya menjadi siap.
"ijin bang!" seru nya saat itu yang membuat rinjani sontak menoleh ke arah pintu rumah.
"kau? Sedang apa kau kesini"
"siap bang! abang yang meminta saya untuk menjemput abang jam 5 sore nanti untuk acara pertemuan kita"
"ahhh..." arya teringat memang ia ada janji untuk pergi keluar bersama rekan rekan tentara nya.
"kalau begitu aku siap siap dulu, rinjani !"seru arya dengan suara berat nya seakan memerintah
mendengar itu membuat rinjani sontak tertunduk gadis itu seakan tau kode yang diberikan arya kepadanya.
"kalau begitu saya masuk dulu mas"kata rinjani saat itu juga lalu berlalu meninggalkan pria tadi masuk kedalam rumah.
"duduk saja yu, di ruang tamu aku bersiap dulu"
"siap bang!!!"
Ketika rinjani masuk kedalam arya mengikuti langkahnya
"ini duha ingin berbicara pada mu, oh ya tidak usah repot menyuguhkan minuman untuk tamu ku , aku bisa mengurusnya kau masuk kamar saja" perintah arya tegas
__ADS_1
Rinjani tak banyak berkomentar ia menuruti perintah arya.