
Damara gadis bersurai coklat yang menjadi salah satu gadis pujaan kampus berjalan mellenggak lenggok kan tubuh nya di sepanjang koridor jurusan teknik sipil bersama 3 sahabat baik nya.
Sahabat atau yang orang orang bilang para kacung nya ia begitu penasaran ingin melihat gadis yang menjadi topik pembahasan para lelaki seangkatan nya.
Beberapa lelaki mengatakan adik tingkat nya itu memiliki wajah yang cantik , senyum nya manis sedap dipandang beberapa lagi mengatakan gadis itu , adalah gadis tercantik tahun ini, dan beberapa dari mereka juga mengatakan kecantikan yang di sertai dengan otak yang cerdas.
tentu saja hal itu membuat harga diri nya sebagai salah satu pujaan kampus saat itu terusik, siapa dia ?
Kenapa bisa bertingkah seperti itu. Memang nya secantik apa dia batin nya saat itu.
Langkahnya terhenti ketika melihat seorang gadis yang tengah duduk di pelataran halaman depan ruang kelas yang bertulis R.Teknik sipil dengan sebuah buku mulutnya tampak sibuk komat kamit seperti sedang merapal sesuatu.
"Are you rinjani ?" tanya damara gadis itu langsung membalikan tubuh nya
"Yes i am "
damara sedikit kaget karena wanita itu memang memiliki otak yang encer bukti nya dengan cepat ia menjawab pertanyaan damara yang menggunakan bahasa inggris.
harus damara akui pula gadis di hadapan nya ini memang cantik, dia tidak hanya putih tapi juga memiliki wajah yang cantik tampa perlu polesan make up sama sekali.
apa yang harus menjadi alasan damara untuk menyindir gadis ini , ia tidak berdandan tidak pula bersikap yang tidak baik. Tadi nya rinjani berpikir bahwa mungkin ia bisa melabrak gadis ini karena telah menggunakan make up selama di kampus.
Tapi dugaan nya salah , wajah rinjani bersih tampa sedikit pun polesan gaya berbusana nya pun biasa saja khas anak teknik pada umum nya menggunakan kemeja dan celana jeans biasa lalu rambut yang di kucir asal.
"What happend ?"
Damara tersadar mendengar pertanyaan rinjani, ia menyunggingkan senyum sinis
"Nothing , tidak perlu menggunakan bahasa inggris disini" kata damara tajam lalu berjalan meninggal kan rinjani dengan antek antek nya tak ketinggalan ke 3 antek nya itu tadi pun menatap rinjani dengan sinis.
-
"Nothing, tidak perlu menggunakan bahasa inggris"
Alis rinjani bertaut bingung , sedikit kaget karena melihat respon wanita barusan , wanita yang tiba tiba saja menghampiri nya. Kenapa gadis itu menatap nya dengan seperti itu apa kah ada yang salah dengan diri nya.
Lagi pula apa itu tadi , dia seakan akan memperingati rinjani padahal dia sendiri yang menggunakan bahasa inggris di awal jumpa, rinjani melengos ia kembali membuka hapalan nya.
"Rin ... "panggil aulia tiba tiba , hampir membuat rinjani melempar buku catatan nya ke arah nya karena aulia yang menghampiri nya secara tiba tiba ia jadi terkaget.
"Apa ? Kenapa sih datang selalu ngagetin?"
Wajah rinjani kesal , aulia tersenyum kikuk
"Ada urusan apa ka damara tadi sama kamu?"
"Damara ?"
"Ia itu damara kaka tingkat kita yang terkenal cantik dan anak pejabat itu"
"Oh itu tadi damara"
Aulia memukul jidad nya pelan " kau kira dia siapa? Kamu gak tau seberapa terkenal nya damara itu"
"enggak"
"Pacar nya perwira TNI loh cakep"
"Ooohhhh" ucap rinjani datar lalu beralih pada catatannya.
"Rin, kok cuman oohh aja "
"Ya trus aku harus jawab apa ?"
"Ya kamu gak kepo ? Atau gak tertarik gitu dengerin informasi tentang dia"
Rinjani memutar mata nya malas " dia itu siapa ? Ada benefit nya gak di hidup aku"
"Tapi ayah nya pejabat rin, pacar nya TNI "
"Ya trus ? Apa perduli nya memang ayah nya kenal sama aku, memang nya pacar nya kenal juga sama aku"
"Tapi kan mas mu perwira TNI juga"
"Trus ? Penting buat aku "
"Udah ih jangan gangguin aku belom selesai ngapalin loh , emang kamu udah selesai hari ini kita ada ujian , ini lebih penting dari ngomongin damara" jelas rinjani membuat aulia bungkam , sahabatnya yang satu ini memang tidak asyik pikir nya.
-
Gadis ini keliatan bosan
Duha melirik tata yang sedang memandangi sebuah lukisan tampa ekpresi , mereka sudah berada di museum itu selama lebih dari 2 jam dan walaupun jelas jelas tidak tertarik tata cukup sabar menemaninya , tidak mengeluh sedikit pun
Duha memutuskan untuk tidak memperpanjang penderitaan tata, ia memutuskan untuk mengajak tata makan siang di kafe yang berada di dekat museum, makanan yang di sajikan sederhana saja tapi suasana nya menyenangkan.
" bosan ?" tanya duha sementara menunggu pesanan mereka datang
"Iya"
Duha tertawa kecil " maaf , habis nya siapa lagi yang bisa menemani ku selain dirimu kau tau sendiri arya dan yoga sedang bekerja sementara nara tidak mungkin dia sedang hamil 3 bulan sekarang"
__ADS_1
Tata menyipitkan matanya " jadi kalau sudah tau begitu untuk apa kau datang kemari"
"Yah, karna teman teman ku disini dan kebetulan saja jadwal off ku disini, jadi marilah bersahabat dengan ku untuk saat ini saja"pinta duha ia tersenyum sekilas kepada pelayan yang mengantar makanan ke meja mereka.
"Duha kau tau betul waktu ku itu seperti apa"
Duha tertawa sekali lagi"tahu, aku tahu ibu tata oleh sebab itu aku mengajak mu refreshing ke tempat seperti ini agar otot otot mu itu tidak tegang"
"Hmmmmmm" jawab tata malas
Ia mengutuki dirinya yang dengan mudah saja menerima ajakan duha tadi. Lalu apa yang ia dapatkan sekarang duduk manis disini sambil menemani pria di hadapan nya itu menyantap makanan nya.
Belum lagi harus menahan perasaan dimana beberapa orang di sekitar mereka memandang takjub ke arah mereka.
Sungguh tata tak suka menjadi pusat perhatian seperti ini , ia sendiri bingung bagaimana duha bisa bersikap biasa biasa saja ketika ada beberapa pasang mata yang memperhati kan nya.
duha yang merasakan bahwa diri nya sedang di perhatikan seketika langsung menghentikan makan nya.
"apa aku sebegitu tampan nya hingga membuat mu terpesona ? " kata duha sombong
tata tersenyum sekilas ia mengambil garpu dan sendok nya "apa kau tidak memiliki kaca di rumah , jika tidak punya aku bersedia membelikan nya untuk mu"
duha terbahak keras ini bukan lelucon biasa tapi sebuah sindiran , gadis di hadapan nya ini adalah spesies langkah yang dengan cepat bisa membuat nya tak berharga seperti ini didepan nya.
-
jam sudah menunjukan pukul 05.00 sore ,saat ini arya tengah sibuk membersihkan tubuhnya di pemandian khusus para prajurit. tubuhnya sudah di penuhi keringat yang membuat nya merasa tidak nyaman.
itu sebab nya ia memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum pulang kerumah , ia menggosok tubuh nya perlahan. dia tidak sendiri disini ada beberapa prajurit nya yang turut ikut mandi bersama nya.
"bang, kenal pak subroto kan ?"
arya mengalihkan perhatiannya pada pria disamping kiri nya yang tengah sibuk menggosok kepalanya yang sudah dipenuhi busa sampo.matanya tidak terbuka terlihat sekali bagaimana ia melindungi matanya.
"pak subroto DPRD ?"tanya arya begitu mengingat ingat kembali pria yang dimaksud oleh prajuritnya itu.
"iya "
"kenal , kenapa ?".
"tadi anak perempuan nya nanyain abang "
arya tersenyum singkat , ia mendecakan lidahnya sekilas ia ingat betul bagaimana wanita itu mencoba mendekati diri nya.
"jadi kau jawab apa ?"
"aku bilang abang lagi ada dinas di luar"
pria tadi tertawa kecil " kenapa toh bang, anak gadis nya kan cantik"
"gak apa apa sih, cantik toh coba kamu deketin "
"gak bang, beda level mana mau dia sama aku yang bukan perwira ".
kini arya sudah selesai dengan urusan nya ia mengambil handuk biru yang bergantung tidak jauh dari posisi nya saat ini ,dimulai dari menggosok kepalanya, lalu ke lehernya.
"di coba dulu baru tau " kata arya sembari melilitkan handuknya ke tubuh dadanya yang bidang tercetak indah membuat iri para lelaki yang melihat nya, dan tentu saja itu adalah aset yang selama ini arya pertahan kan.sebelum ia pergi ia menepuk pelan bahu pria yang ber bicara kepada nya.
"abang duluan ya" tambah nya lalu berlalu meninggal kan ruangan pemandian tadi.
arya masuk ke dalam ruang ganti ,ia mengambil pakaian ganti dari dalam loker sebelum itu pertama tama ia harus memeriksa ponsel nya, karna sampai saat ini pun duha belum menunjukan batang hidung nya.
mobil nya hari ini diambil alih oleh duha, itu sebab nya arya menunggu duha untuk menjemputnya, dan benar saja ia mendapatkan pesan duha.
From : Duha
"ya maaf aku masih belum bisa pulang, kamu pakai gojek dulu ya pulang atau enggak pakai gocar ongkos nya ntar ku ganti 😉
thank you tampan..."
begitu lah bunyi pesan nya , arya mendecakan lidah nya geli melihat pesan terakhir duha, sungguh membuatnya ingin muntah.
baik lah mungkin opsi yang akan dipilih nya kalau tidak pulang dengan gocar atau gojek atau pulang bersama adik letting nya atau letting nya yang satu domisil tinggal bersama nya.
10 menit berikut nya ia sudah selesai , arya berjalan perlahan sembari mengotak atik ponselnya membalas pesan selli, hari ini entah kenapa gadis itu sungguh rewel.
mengirimi nya beberapa pertanyaan hanya karna ia tidak membalas pesan nya selama hampir 5 jam. memang nya siapa dia yang bisa dengan bebas memegang ponsel setiap saat.
"bang..."panggil Bara ,lelaki sebelum nya yang berdampingan mandi bersama nya.
arya mendongakan kepalanya , tampak lah bara yang kini terlihat gagah sedang duduk di atas motor kawasaki ninja 250 berwarna hitam dope motor sporty miliknya.
bara salah satu prajurit arya yang berprestasi dan yang paling dekat dengan nya bisa dikatakan mereka seperti kaka adik jika bersama, karna paras bara yang hampir sama tampan nya dengan arya, namun untuk fisik tidak bisa dipungkiri arya menang telak walaupun arya sudah kepala tiga.
"eh ya bar"
"mana mobil abang ?"
"dipakai temen ku"
"mau pulang bareng gak ?"tawar bara
__ADS_1
arya tersenyum pucuk dicinta ulam pun tiba ini lah yang ia tunggu tunggu sebenarnya.
"gak apa apa ini" tanya arya meyakin kan
bara tertawa kecil " ayo lah bang, abang kaya sama siapa aja"
"baik lah ,aku gak bisa nolak kalau dipaksa"
"abang, pinjam helem bang jawi aja dia tugas malam hari ini"
"oh ya benar benar" arya mengangguk beberapa kali membenarkan
"ayok bang naik dulu kita ke pos jaga di pintu masuk bang jawi jaga disana"
"oke"
segera arya naik ke motor bara,benar perkataan bara disana sudah berdiri jawi lengkap dengan peralatan jaga nya ,bara menghentikan motornya tepat di post jaga.
arya turun dari motor dan berbicara sebentar dengan jawi, jawi merupakan adik letting satu tingkat dibawah arya pria itu berasal dari NTT ya tentu saja perawakan nya bertubuh tinggi besar dan memiliki tubuh dan ciri khas fisik orang timur.
"siap bang!"kata jawi setelah arya mengambil helm nya.
arya tersenyum "makasih ya wi besok kubalikin " kata nya kemudian berjalan balik menuju ke bara.
"semangat jaga ya bang jawi "teriak bara sebelum mereka meninggal kan pos jaga, jawi hanya melambaikan tangan nya.
sudah hampir 45 menit rinjani menunggu arya di depan rumah , sejak dari tadi siang perut nya sakit rinjani berusaha menahan sakit nya wajahnya sudah pucat, beberapa kali ia menekuk tubuh nya
rinjani memeriksa tanggal di handphonenya dan menemukan bahwa hari ini adalah tanggal datang bulan nya , untung saja ia sudah berada di rumah saat ini. setelah ini ia bisa segera meminum obat pereda rasa nyeri milik nya.
rinjani menarik napas nya perlahan perut nya seakan di aduk aduk entah dengan apa , tapi yang ia bayang kan seperti itu, ia menekan perut nya dengan air botol minuman yang sengaja ia bawa , sebelum nya botol itu berisi air hangat , namun karna sudah lama air di dalam botol itu pun perlahan menjadi dingin.
suara kendaraan memasuki halaman ,dengan cepat rinjani mendongakan kepalanya benar saja arya sudah datang , rinjani tersenyum lega begitu melihat arya tapi kali ini arya tidak sendiri , ia bersama seorang lelaki berseragam PDL sama seperti yang arya gunakan saat ini.
pria itu tersenyum pada rinjani setelah membuka helm nya, arya yang menyadari hal itu segera berjalan membuka kan pintu untuk rinjani. ia melihat dengan jelas bagaimana pucat nya wajah rinjani saat itu.
rinjani segera masuk ke dalam rumah sebelum itu ia tersenyum kepada pria yang masih bertengger di atas motor nya ,lelaki itu sudah tersenyum sopan kepadanya itu sebab nya rinjani membalas senyuman nya dengan sopan.
arya melihat bagaimana bara melihat rinjani , bara tampak terpesona dengan sosok rinjani ya tidak bisa dipungkiri rinjani memang cantik kulit nya putih sesuai dengan standar kecantikan indonesia , walaupun ia mengikat sembarang rambutnya dan tampa make up. pesona nya tidak pernah berkurang malah semakin bertambah.
arya tersenyum sedikit merasa risih melihat tatapan bara ke rinjani.
"bar, makasih ya " kata arya membuat bara tersadar
"eh iya bang sama sama, bang itu tadi siapa ?"
tepat seperti dugaan arya bara tertarik dengan rinjani
" pacar teman ku "jawab arya asal
bara menghela napas kecewa " yaaahhh..."
arya tersenyum " sudah, orang cantik itu gak mungkin jomblo bar" kata arya sengaja membuat bara lemah
"benar sih kata abang, ya sudah bang aku duluan "
"oke , sekali lagi makasih ya"
bara tersenyum simpul ia sudah menghidupkan mesin motornya, bara melambaikan tangan nya sekilas kepada arya kemudian berlalu meninggal kan perkarangan halaman rumah arya.
arya tersenyum lega entah apa yang menjadi motivasi nya hingga mengatakan rinjani adalah pacar teman nya, tapi jawaban nya tadi adalah jawaban yang tepat. jwaban yang membuatnya lega setidak nya besok bara tidak akan menanyakan tentang rinjani padanya.
setelah selesai menjalankan sholat magrib arya merebahkan tubuhnya,lelah sekali rasanya hari ini entah kenapa akhir akhir ini kegiatan kesatuan sangat padat, ia teringat selli meminta nya untuk bertemu dengan alasan untuk menyelesaikan masalah di antara mereka.
arya tahu betul itu sesunggguh nya akal akal an yang dibuat selli untuk bertemu dengan nya, arya teringat kembali dengan wajah rinjani tadi sore gadis itu tampak pucat , dan seingat arya rinjani tidak keluar untuk mengambil wudhu, biasanya mereka akan berpapasan dikamar mandi karna keduanya akan menjalan kan sholat magrib dikamar masing masing.
sedikit risih arya bangun dari tidur nya ,ia berniat memeriksa keadaan rinjani di kamar nya beberapa detik setelahnya ia sudah sampai di depan kamar rinjani, arya mengetuk pelan kamar rinjani.
tok
tok
tak ada jawaban yang di terima nya
"rin ..."panggil arya pelan , namun tak ada jawaban itu membuat arya khawatir
"rinjani ..." sedikit berteriak masih tak ada jawaban
arya semakin khawatir " rin, kalau gak ada jawaban aku masuk loh ini" kata nya arya tak menunggu waktu lama , ia langsung membuka pintu kamar rinjani
dan terlihat rinjani yang sudah terbaring lemah di tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi setengah kebawah tubuhnya , sedang wajah nya sudah pucat pasi keringat dingin sebesar biji jagung tampak di sekitaran wajahnya.
"ya allah ndukkkkkkkkk...." pekik arya sedikit keras segera arya berhambur menuju rinjani.
selamat siang
author sebagai salah satu penulis kisah tentara
mengucapkan turut berbela sungkawa atas gugurnya para awak KRL NANGGALA - 402 saat sedang bertugas.
semoga amal mereka diterima disisi allah , dan keluarga yang ditinggalkan di berikan kekuatan ketabahan amin 🙏🏻
__ADS_1
tidak lupa author mengucapkan selamat berpuasa bagi yang menjalankan 😊🤗