
Rinjani mengusap matanya malas terdengar suara hiruk pikuk dari luar sana, ia menarik selimutnya kasar berusaha menutupi tubuhnya ingin melanjutkan tidur nya.
Namun selimutnya tertahan oleh sesuatu yang membuatnya sedikit mengeluarkan tenaga untuk menariknya kembali
"Rinjaaaaaanii banguuuunn" pekik aulia
"Hmmmmmm" gumam rinjani yang masih enggan bangun dari tidur nya , tubuhnya teramat lelah karena kegiatan tengah malam tadi.
"Aduh kamu pikir ini kamar mu apa ? Bangun woi"pekik aulia setengah berteriak
Selimut rinjani di sibak paksa oleh aulia hingga membuat rinjani tersentak kaget , ia sedikit kesal karna aulia menganggu tidurnya saat itu.
"Kenapa sih ul?"
"Kegiatan kan dimulai pukul 7.30 masih ada 1 jam untuk tidur"gerutu rinjani setengah sadar
"Tidur tidur , aduhhh banguuun kamu gak dengar di luar lagi heboh"
"Bukan urusan ku" jawab rinjani malas dirinya masih belum sepenuh nya sadar
"Gila emang ini bocah bilang bukan urusan nya, di LUAR ITU KA KALAN SAMA KAPTEN ARYA LAGI TANDING BOLA" kata aulia ada nada penekanan di dalam kalimatnya hingga membuat rinjani tersadar sepenuhnya
"Tanding bola ???"
"Iyaaaaaaaa"
"Kenapa ?" Tanya rinjani bingung
"Gara gara elu!" Ucap salah seorang wanita yang membuat aulia dan rinjani langsung menoleh ke arahnya
"Aku gak tau ya apa spesialnya dari kamu itu apa sampe buat mas arya sama kalan seperti itu, gak usah ganjen kalau ngeliat cowok cakep kamu tu bukan level mereka" lanjut nya lagi sembari menatap rinjani dan aulia dengan tatapan tak suka.
Aulya mulai bereaksi dengan kata kata dari Damara namun langkahnya tertahan oleh rinjani yang saat itu memberikan isyarat untuk membiarkan damara
"Udah abai in aja" tangan rinjani memegang erat lengan aulya
Damara mengabaikan mereka ia berjalan keluar meninggalkan keduanya yang kini sedang menahan amarah mereka karna kalimat yang ia lontarkan.
"Sok tau banget itu cewek!" Ucap aulya kasar
"Udah lah ul, ayok kita liat pertandingan mereka aja!!
"Ayok buruan dari tadi juga aku ajakin"
Dan akhirnya dengan setengah berlari sambil mengikat rambutnya asal rinjani bersama aulya menuju kelapangan dimana kini tengah ramai sorak sorai penonton mendukung tim yang mereka unggulkan.
Disebelah kiri ada kalan dan tim nya yang sudah siap menerima bola yang akan di oper oleh tim arya.
Mereka tampak fokus dengan permainan itu seakan lupa bahwa mereka saat ini sedang dalam masa kegiatan.
Terdengar hiruk pikuk masing masing supporter meneriakan tim unggulan mereka, sedang rinjani gadis itu terlihat bingung.
Harus mendukung tim mana
"Rin , kamu harus dukung tim kak kalan !"ujan aulya membuat lamunan rinjani seketika buyar
"Aku dukung tim mas arya !"
"Ha ????
" kamu kuliah di mana ? di polnep kan harus nya kamu dukung tim ka kalan " protes rinjani
" aduh rin, tim ka kalan udah banyak supporter dari anak kampus kita"
Rinjani memutar bola matanya malas, ia melirik sebentar ke sebelah kanan di mana supporter arya sedang melantunkan himne mereka tak lupa disana berdiri seorang gadis yang hanya dengan sekali pandang rinjani sudah tau sosok itu adalah damara.
"Gila gila emang" kata rinjani yang tampa sadar mengucapkan kalimat yang ada di pikirannya sembari menggelengkan kepalanya pelan
"Apa rin?" Tanya aulya
"Ha , gak apa apa sana kamu bantu si damara tu hahaha" kata rinjani langsung mendorong aulya untuk masuk ke barisan pendukung arya
Sedang ia berlari masuk ke antara para supporter kalan.
Rinjani berteriak sekuat tenaga nya dengan kedua tangan yang diangkat nya meneriaki, melupakan kantuk nya yg sebelum nya ia sangat semangat bersamaan dengan para supporter lain yang mendukung kalan pada saat itu
"Ayo kaaaa... semangat " teriak nya dengan penuh semangat berulang kali ia meneriaki kata kata itu.
tampa ia sadari itu ada lah salah satu kesalahan fatal yg telah dilakukannya.
karna kini ada seorang pria yang melihat ke arah nya menatapnya dengan tatapan tajam.
Ya siapa lagi pria itu kalau bukan arya, walaupun teriakan para supporter mereka telah membaur menjadi satu, namun entah bagaimana telinga arya bereaksi dengan teriakan rinjani.
__ADS_1
indera pendengaran nya menjadi teramat peka kepada suara rinjani saat itu
Yang membuatnya hampir hilang kendali , ia melihat ke arah rinjani yang kini tengah bersemangat memberikan dukungannya kepada kalan.
Arya mendecak kan lidahnya setengah kesal tangannya sudah di pinggang, kali ini dia akan mencetak bola , skor mereka saat ini adalah 15 untuk tim kalan 18 untuk tim arya hanya tinggal 3 gol lagi maka tim mereka menang.
Arya sudah memiliki rencana untuk menghabisi tim kalan dengan mencetak gol berturut turut ia ingin memberikan pelajaran pada rinjani.
Bahwa ia mendukung tim yang salah.
Arya memanggil junior yang ikut bertanding mendiskusi kan taktik mereka untuk mencetak gol berturut turut.
Mereka hanya mengangguk mendengarkan penjelasan termasuk rencana arya, arya memang tengah di bakar api sekarang.
Api cemburu lebih tepatnya, cemburu terhadap kalan yang mendapatkan dukungan dari rinjani
dan benar saja gol berturut turut di lakukan oleh arya sendiri terlihat kalan yang berusaha mengatur napas nya karna sedari tadi berusaha mencoba menghentikan gerak arya.
Kalan akui arya memang tangguh, tentu tangguh tubuh nya saja atletis tapi yang membuat harga diri kalan seakan tercoret adalah , staminanya yang bisa dibilang kalah dengan pria yang sudah berumur 30 tahun.
Terdengar sorak sorakan kebahagian dari tim arya dan pendukung arya yang meneriaki dengan lantang " Golllllllllll...." tak terkecuali aulya dan Damara
Sedang rinjani terlihat sedikit lesu namun ia tetap mendukung tim kalan, ia dan teman teman nya yang lain meneriaki kalan dan tim nya.
" semangat ka kalaaann.. ini cuman pertandingan " kata rinjani terdengar lantang untuk arya yang saat itu memang memfokuskan dirinya pada rinjani
Mendengar kata kata itu membuat kedua tangannya menggeram
"Hanya pertandingan katanya" ucap arya saat itu
Ia tersenyum licik
"Bang .." seru bayu salah satu tim arya yang ikut bermain bersama nya.
"Embb.. " angguk arya sekenanya
"Taruhan nya jadi ?"
Arya tersenyum licik dia menaruh sebelah tangan nya pada bahu bayu
"Katakan pada nya " tunjuk nya pada kalan yang saat itu tengah berkumpul dengan teman teman nya.
"Seperti kataku tadi yang kalah harus membersihkan area camp ini!" Ucap nya kemudian berlalu meninggalkan bayu
Bayu memicit kepalanya sebentar agak bingung dengan perubahan sikap arya yang tiba tiba, sebelum nya arya bilang permainan ini hanyalah sebuah pertandingan persahabatan. Hanya pertandingan biasa untuk pemanasan sebelum mereka melanjutkan kegiatan terakhir mereka.
-
Biar gadis itu tau siapa yang terbaik
Langkah arya terhenti ketika ia menyadari, ada yang salah dengan diri nya. Kenapa tiba tiba dia berkata demikian.
Maksudnya yang terbaik di antara mereka ? Ha ?
"Apa ini ? Kenapa penilaian rinjani berarti buat nya "
"Kenapa pula tiba tiba ia merasa tersaingin dengan bocah seperti kalan"
Itu lah kalimat yang kini tengah berputar putar di kepalanya, yang seketika membuat langkah nya terhenti ia membalikan tubuhnya.
Mencari sosok yang sedari beberapa hari lalu membuat nya resah , ya gadis itu rinjani gadis yang tengah berada di kerumunan para mahasisiwi yang tengah terlihat memberikan dukungan pada kalan.
Arya mendecakan lidah nya sebentar.
"Tidak mungkin" katanya
"Tidak mungkin gadis pendek itu membuat..." kalimat nya terputus kini ia terlihat frustasi
"Aryaaaaa apa yang sedang kau pikirkan" lanjutnya
Entah bagaimana ketika ia sedang memperhatikan rinjani , gadis itu tiba tiba saja mengalihkan perhatiannya ke arah nya dan seketika saja tatapan mereka bertemu pandang.
Kini arya dengan jelas menatap wajah rinjani dan matanya, mata yang sayu kulit putih mulus dan tubuh yang mungil.
"Bisaaaa gila aku " kata arya ketika tersadar bahwa di dalam pikirannya tadi ia sempat mendeskripsikan wajah rinjani.
Ia membalikan tubuhnya kemudian berjalan meninggalkan tempatnya dengan langkah yang di hentak hentakan.
Sementara itu rinjani, melihat arya tadi membuat nya bergidik ngeri membayangkan yang terjadi padanya setelah ini setelah kegiatan ini.
Ketika mereka sudah dirumah , ketika ia bertemu dengan arya secara langsung ia melihat dengan jelas bagaimana arya melihat nya ,lelaki itu seperti akan meledak saat itu juga.
Tampak gurat kemarahannya pada rinjani yang membuat nya langsung mengalihkan perhatiannya dari rinjani saat itu juga dan langkah nya terlihat sedang memendam kemarahan yang teramat besar.
__ADS_1
"apa setelah ini aku harus menginap beberapa hari di rumah aulya ya ?" batin rinjani saat itu ia takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya ketika pulang nanti.
-
seorang pria tengah tersenyum dari kejauhan sembari berkacak pinggang ia menunggu pria yang sedari tadi ia tunggu.
lelaki yang ia tunggu itu tampak gusar dengan langkahnya tampak sekali kebimbangan di raut wajahnya.
"apa yang sedang kau pikirkan kapten??" sahut pria itu , hingga membuat pria yang kini tengah berjalan ke arah nya lalu mendongakan kepalanya
"kau " kata nya
yoga tertawa kecil
"ya aku"
"bagaimana kau bisa kemari?"tanya arya sumringah ia langsung buru2 mempercepat langkahnya menuju yoga yang sedari tadi menunggunya.
"biasalah dari kodam ada beberapa hal yang harus ku urus di rindam , kebetulan sekali kan " ujarnya sembari tertawa kecil
"kebetulan yang kau buat buat" sindir arya
"tidak, aku tidak membuatnya aku bahkan tidak tau bahwa jadwal mu ada kegiatan memberi arahan kepada adik adik mahasiswa polnep tercinta hahaha"
"dari ucapan mu terlihat sekali kau sedang mengejek ku"
"kenapa kau selalu suuzon kepada sesama mu wahai saudara ku" ucap yoga lagi lagi membuat arya ingin mengumpat ada apa dengan sahabat nya yg satu ini kenapa bahasanya menjadi seperti seorang penceramah kali ini
"kau sakit yaa?"
yoga terbahak keras
"bisa jadi aku sedang sakit sekarang , aku sedang terkesima dengan pesonamu tadi wah baru kali ini kapten arya bersungguh sungguh dalam permainan bola sampai berturut turut mencetak gol sangat luar biasa " ujar yoga sembari bertepuk tangan arya tahu kalimat yang yoga keluar kan sebenarnya adalah ejekan untuknya.
"mmm... biasalah itu karna aku ingin cepat menyelesaikan permainan , karna jam setengah delapan nanti kami akan memulai kegiatan lagi " elak nya sembari berusaha menutupi perasaan malu nya
"wowwww... ini kali pertama ya aku melihat seorang kapten arya mau menghabiskan waktu mya untuk bermain bola di kegiatan seperti ini biasanya dia akan memilih untuk istirahat , sarapan dan ber olahraga sendiri, siapa yang tidak kenal kapten arya seorang pria perfeksionis yg selalu mementingkan kesehatannya"
"ah kau ini terlalu berlebihan memang nya apa yg salah dari permainan tadi toh sama saja aku juga berolahraga disana " bantah arya yang mulai sedikit kesal ia ingin mengelak tapi tak bisa karna kalimat yang dilontarkan yoga memang benar.
biasanya memang ia tak perduli dengan kegiatan seperti ini baginya hal itu membuang buang waktunya terlebih ia orang yg sangat mementingkan dirinya sendiri.
"anda bingung ya, sama saya juga bingung" goda yoga lagi lagi tepat membuat wajah arya memerah karna malu
"sudah lah kalau kau kemari hanya ingin mengejek ku lebih baik pulang sana ke rindam"
yoga tertawa kecil ia merangkul arya yang kini mulai terlihat sedikit kesal dengan kalimat kalimatnya.
"aku tau ada salah seorang yg memacu mu menjadi seperti ini kan" goda yoga sekali lagi yang membuat arya refleks kesal
arya mendecakan lidahnya sedikit kesal
"hei kau pikir wanita itu pantas mendapat perhatian ku ? ha? ucap nya kasar saat itu langsung menjauhi tubuhnya dari rangkulan yoga
"siapa ?"tanya yoga polos
"maksud mu rinjani kaaann ? kata arya
alis yoga bertautan bingung
"aku tidak tau rinjani ada di sini"
mendengar kalimat yoga semakin membuat arya salah tingkah.
"jadi sedari tadi yoga tidak tau ada rinjani disini" batin arya saat itu kebingungan ia mencoba menerka nerka dari raut wajah yoga , mencoba mengorek apa kah benar yoga tidak tau atau ia hanya bersandiwara.
"jangan pura pura bodoh yog, kau tau rinjani disini kan rinjani menjadi salah satu peserta kegiatan ini kan?"
"ha??? kalau aku tau tentu orang pertama yang kuhampiri dia bukan kau"
"maksud mu?"
"sudah lah jadi yang membuat kau uring uringan sedari tadi rinjani ku kira si gadis anak dari ketua DPR yang dulu pernah kau kawal" ucap yoga polos
arya mengumpat kesal di dalam hatinya ada apa dengan nya kali ini apa ia benar benar sudah mulai tertarik pada rinjani kenapa di otak nya hanya ada gadis itu saja.
terutama saat ini ada yoga yang menjadi sasaran kesalah pahaman nya. apa ini adalah karna rasa kesepian karna ia jauh dari sheilla tapi itu tidak mungkin.
karna tidak biasanya ia seperti ini, ia sudah terbiasa menjalani hari harinya tampa chat dan telpon dari sheilla bahkan hal ini memang ia yang ingin.
tapi kenapa tiba tiba semuanya berubah, ia benar benar harus mengecek otaknya kali ini atau sepulang ini ia harus menjauhi diri nya dari hadirnya rinjani untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada dirinya.
terima kasih untuk para reader yang masih setia menjadi pembaca untuk karya rinjani & arya
__ADS_1
semoga suka dengan part kali ini😁
salam hangat dari author🌹