Arya & Rinjani

Arya & Rinjani
Part 13


__ADS_3

sudah hampir satu bulan rinjani memperhatikan arya yang selalu berada dirumah tepat waktu dan hari libur nya pun selalu ia habis kan dirumah, itu membuat ruang gerak rinjani menjadi terbatas.


rinjani memperhatikan arya dari kejauhan , ia sedang kalut dalam pikirannya sendiri ada apa dengan arya apa hubungannya dengan kekasih nya baik baik saja kenapa dia selalu berada dirumah.


dan telpon nya untuk kesekian kali nya berdering namun arya lagi lagi mengabaikan nya.


"mas ..."panggil lirih rinjani


arya hanya menolehnya sekilas


"telpon mu bunyi tu "


arya kemudian melirik telpon nya ia mengabaikannya lalu kembali ke layar TV menonton acara favoritnya.


rinjani semakin bingung dengan tingkah arya akhir akhir ini, ia ingin keluar bertemu dengan teman teman nya tapi karna arya masih disini, ia menjadi segan untuk melangkah kan kaki nya keluar.


"mas ... gak ada rencana keluar?"


"kenapa ?" tanya arya ia hanya menjawab tampak tak antusias dengan pertanyaan rinjani karna perhatiannya masih tertuju pada layar TV.


"mmmmm..."rinjani hanya bisa menggumam


"rin, masak apa kek , aku lapar "


"ha ??"


arya mendecak kan lidah nya sekilas , ia lalu beranjak dari tempat duduk nya lalu melangkah menghampiri rinjani.


dan beberapa saat kemudian arya sudah berdiri tepat di hadapan rinjani, jarak diantara mereka berdua hanya tinggal beberapa centi ketika wajah arya sudah mulai mendekati wajah rinjani.


jantung rinjani berdetak dengan kencang nya ketika ia mulai bisa merasakan aroma nafas yang dikeluarkan oleh arya, rinjani berusaha menjaga jarak diantara mereka ia mencoba mengambil langkah mundur.


namus posisi nya kini tak memungkinkan karna ia tengah terduduk di salah satu kursi di depan ruang tamu arya.


"jangan harap kau bisa malam mingguan "bisik arya di dekat telinga rinjani, seketika saja membuat bulu kuduk rinjani meremang.


"cepat buat sesuatu yang bisa ku makan aku lapar"imbuh arya pada akhirnya ia kemudian melangkah kan kaki nya menuju kamar nya, meninggalkan rinjani yamg masih terdiam mematung di tempatnya.


-


arya membanting pintu kamarnya keras , ia pun lalu bersandar dibalik pintu kamarnya sembari tangan kanan nya memegang dada nya.


entah kenapa jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya, tidak mungkin kan jantung nya berdetak kencang hanya karna rinjani.


tak bisa ia pungkiri, penampilan rinjani tadi membuat darah nya berdesir , tengkuk rinjani yang jenjang terpampang indah dengan kemeja kuning, dengan rambut di ikat sembarang membuat kulit putih terekspos.


rinjani sanggup membuatnya berdebar untuk beberapa menit hanya dengan melihat penampilan nya.


arya memukul pelan dadanya ,


"please, berdetak dengan normal" batin arya menggerutu


sudah hampir sebulan ia mengabaikan selli , ia sudah muak dengan banyak nya tuntutan selli padanya ditambah ia sedang mengikuti seleksi agar terpilih menjadi pasukan perdamaian.


ia memfokuskan dirinya dengan test tersebut dan lagi ntah sejak kapan ia mulai menyukai kehadiran rinjani di rumahnya.


karna kehadiran rinjani rumahnya selalu tampak bersih dan rapi ketika pulang kerumah, serta makanan yang selalu tersedia di meja makan dan di dalam kulkas.


arya berjalan menuju tempat tidur nya ia merebahkan tubuhnya , ia mengabaikan ponselnya yang sedari tadi berbunyi, arya tak perduli ia mengira telpon itu berasal dari selli. jadi lebih baik dibiarkan saja pikirnya.


tok


tok


tok


baru saja arya ingin memejamkan matanya , namun hal itu ia abaikan karna suara ketukan dari pintu kamarnya.


arya melirik jam tangan kirinya , ini baru 5 menit setelah ia memberi tahu rinjani bahwa ia butuh makan.


apakah sudah selesai ? kenapa cepat sekali " batin arya saat itu.


"apa ?" pekik arya ia terlalu malas melangkahkan kaki nya untuk membuka pintu


"aaaaa tellfooonn daayii mass yogaaa..." pekik rinjani


samar samar arya mendengar rinjani menyebutkan nama yoga, dan itu membuatnya segera beranjak dari tempat tidurnya, ia setengah berlari .


dan menit selanjutnya arya sudah sampai di depan pintu kamarnya , membuka nya dan terlihat rinjani di depan pintu kamarnya sembari memegang ponsel nya


"ada apa ?"


"ini mas yoga nelfon"

__ADS_1


alis arya bertaut bingung kenapa tiba tiba yoga menelfonnnya dari ponsel rinjani


"dia bilang dari tadi dia nelpon mas, tapi mas gak angkat angkat" rinjani segera menjawab sebelum arya sempat mengutarakan isi kepalanya, karna ia menyadari bahwa arya sedang bingung dengan ada nya telfon yoga padanya.


"oh dari tadi dia yang telfon" katanya lebih kepada diri nya sendiri , ia langsung mengambil telfon rinjani


arya :" ya ada apa?"


yoga:" dari mana aja sih , di telpon gak di angkat"


arya :" ya maaf, ada apa?"


terdengar tawa yoga di seberang sana


arya :"kenapa sih ketawa ketawa aku tutup ni ya kalau gak penting"


yoga :" eh bentar dulu, segitu amat sih pingin berduaan ama rinjani"


mata arya seketika membulat lebar ia langsung mengalihkan perhatiannya pada rinjani yang sedari tadi masih berdiri dibelakang nya.


mata arya melotot kepada rinjani mengisyaratkan "sedang apa disini, pergi sana" rinjani paham itu, ia pun beranjak pergi tapi sebelum itu ia menekuk kepalanya.


arya :" apa apaan sih, congor mu tu sembarangan aja"


untuk ke sekian kalinya yoga tertawa


yoga :" alah iya kan benarkan , kenapa takut kedengaran rinjani hahah" goda yoga


arya :" udah ya ku matiin ni kalau cuman mau bahas gak penting gini"


yoga :"iya iya maaf gitu aja marah, kalau gak benaran jangan marah dong,kalian lagi ngapain ini?"


arya :" aku lagi nunggu"


yoga :" nunggu apa ?"


arya :" nunggu rinjani selesai masak"


yoga :"ini malam minggu bray kasih lah rinjani waktu buat jalan sama temen temen nya , kamu kesini aja kerumah ku"


arya mengabaikan ucapan yoga tentang rinjani.


arya :" memang nya ada apa?"


arya :" loh ngajakin rinjani kenapa nelfon aku?" jutek arya karna mengetahui niat sebenarnya mereka menelfon dirimya karna rinjani.


yoga :" ya kan minta ijin ke kamu nya hahaha, jangan ngambek gitu lah , kalau mau ngambek. ngambek aja tu ke adik mu (nara)."


arya memutar kedua bola matanya malas


arya :" ya udah aku siap siap dulu semoga rinjani belum mulai masak ya"


yoga :" okay siap bos , ditunggu ya" tutup yoga kemudian


arya lalu melangkahkan kaki nya menuju ke dapur dimana saat itu rinjani tengah mempersiapkan makan yang akan dimasaknya.


"rin stop"


rinjani sedikit terkejut dengan kehadiran arya yang tiba tiba dibelakangnya , lelaki itu kini telah siap dengan jaket berwarna army dan sebuah kunci mobil di tangan kirinya.


"mau pergi ya mas ?" tanya rinjani polos


"iya , ayok!"


"ha?" tanya rinjani bingung


"ha , ha , ha kebanyakan ha nya " kata arya lalu menarik tangan rinjani tak lupa ia juga mengambil tas rinjani yang tadinya rinjani simpan di kursi meja makan.


-


RinjaniPOV


seketika jantungku berdetak dengan cepat nya begitu tangan mas arya menyentuh kulit ku, entah apa yang kini sedang terjadi diantara kami berdua. lebih tepatnya pada mas arya.


dia dengan mudah nya menggeret ku meminta ku mengikutinya bahkan tas ku pun tak ketinggalan ia bawa ,tangan ku yang masih terasa kehangatan yang dibalurin oleh tangannya yang besar.


ini sudah ke sekian kalinya aku mencuri pandang ke arahnya, mencoba menerka apa yang sedang terjadi pada pria disamping ku ini. apa dia sekarang sudah berubah menjadi hadex.


entah lah tapi yang bisa ku rasakan akhir akhir ini sifatnya sedikit melunak kepadaku, mungkin kah hubungan nya dengan wanita yang dipanggilnya sheila itu sedang tidak baik baik saja, bisa jadi.


#RinjaniPOVend


"mas, kita mau kemana ?"

__ADS_1


"mau kerumah yoga dan nara , kamu masih ingat mereka kan?"


rinjani tersenyum " masih mas , mau ngapain?"


arya mendengus sebal , gadis disamping nya lagi lagi terlalu banyak bertanya


"banyak tanya ya, ikut aja!" ucap nya sedikit membentak membuat rinjani yang sedari tadi menunggu jawabannya terdiam seketika , gadis muda itu refleks memalingkan tubuhnya ke arah jendela.


beberapa menit setelahnya, arya sedikit merasa bersalah kepada rinjani karna merasakan perubahan yang signifikan terjadi di antara mereka sekarang.


rinjani hanya diam sedari tadi sambil memperhartikan jalanan dari luar jendela, ketika tiba di lampu merah mobil mereka pun berhenti, arya mencuri pandang ke arah rinjani.


ikut melihat ke arah luar jendela ,


"memang ada apa diluar?" tanya arya sebelum akhirnya lampu merah itu berubah menjadi lampu hijau yang artinya mobil mereka sudah seharusnya melanjutkan perjalanan.


tak ada jawaban yang di terima arya,


"rin aku ngomong sama kamu" kata arya sekali lagi , rinjani hanya berdehem membalas dengan enggan.


"maksudnya kaya gitu apa ?" tanya arya yang mulai sedikit kesal menerima jawaban yang teramat singkat dari rinjani


dengan enggan rinjani menolehkan kepalanya ke pada arya


"mau nya mas itu apa sih?"


"ini tu malam minggu, aku pengen keluar dengan teman ku, aku turutin semua kata kata mu, dan ini seenaknya ngajak aku kerumah teman mu setelah itu aku tanya jwabannya seperti itu apa salah sih kalau aku bertanya"


cerocos rinjani yang tampa ia sadari ia sudah mengeluarkan kekesalan nya yang sedari tadi ia pendam.


arya tergamang, ini kali pertama ia mendengar rinjani berbicara panjang lebar seperti ini dan melawan nya, dan tiba tiba arya mengambil jalan di sisi kanan nya lalu menghentikan mobil nya ,di tempat dimana yang bisa dengan leluasa ia memarkirkan mobilnya.


mengambil ponselnya lalu keluar dari dalam mobilnya ia mengotak atik ponselnya lalu menaruhnya ke samping telingan nya, terlihat ia sedang berbicara dengan orang di seberang sana.


dan setelahnya pembicaraan mereka selesai, arya menyandarkan tubuhnya ke samping mobil, sedang rinjani ia tampak kebingungan dengan situasi saat ini.


kenapa tiba tiba mobil mereka berhenti , dan tadi arya berbicara dengan siapa pula, tak lama berselang sebuah mobil agya hitam menghampiri mobil mereka, keluar lah seorang pria yang langsung menghampiri arya.


mereka berbincang sebentar lalu terlihat arya memutari setengah mobilnya menuju ke arah rinjani, ke kursi penumpang, ia membuka pintu mobil


"keluar ...!" kata arya dingin


rinjani kebingungan ia masih terdiam di tempatnya sambil memegang tas nya erat, wajah arya sangat dingin ketika bertatapan dengannya.


"maksud mas ?"


"kubilang keluar ya keluar!" kata nya lagi yang membuat bulu kuduk rinjani merinding, apa lagi ini sepertinya ia sudah melakukan kesalahan yang besar.


" baik mas" jawab rinjani mulai terbata bata ia dengan hati hati keluar dari mobil arya sembari menenteng tas nya.


air matanya sudah mulai menggenang di pelupuk matanya saat itu, ia tak menyangka bahwa arya setega itu pada dirinya, menurunkan nya di tengah jalan


"itu grabcar dia akan mengantar mu kemana pun kau mau, maaf aku sudah mengambil waktu kebebasan mu" kata arya kemudian beranjak meninggalkan rinjani yang masih terdiam di tempatnya.


"jhon tolong antar dia ya, nanti tagihan nya aku yang bayar"


lelaki yang dipanggilnya jhon itu tersenyum


" santai aja om, gak perlu bayar kaya gak pernah aja sama aku"


arya tersenyum sekilas


"titip ya jhon, aku duluan makasih ya maaf ngerepotin" kata arya kemudian masuk kedalam mobilnya , menghidupkan mesin mobilnya lalu berjalan meninggalkan rinjani yang masih terdiam di posisi nya.


ia sama sekali tak melirik rinjani, lelaki itu kembali sedingin es lagi kepada rinjani, ia tak mengetahui bahwa setelahnya gadis kecil itu menangis tersedu sedu di tempatnya.


-


kediaman yoga dan nara


sepasang suami istri melotokan kedua bola matanya terkecuali seorang gadis yang tengah asik mengupas kuaci nya ia tampak acuh tapi masih menyimak cerita pria yang kini sama tengah berkelut dengan kulit kuacinya.


"jadi kamu tinggalin rinjani begitu aja ditengah jalan"


"aku gak ninggalin dia ditengah jalan kok, aku titipin sama si jhon, kan itu dia juga yang mau"


yoga mengerut kan keningnya sedikit kesal dengan jwaban enteng yang di terimanya dari sahabatnya itu


"itu namanya ninggalin jhon , emang kamu tau si jhon itu orang baik2 ?"


"baik baik lah aku dah kenal dia lama , aku dulu pernah nolongin dia waktu mobilnya kecurian"


"trus rinjani nya ? kok kamu tega sih mas ninggalin rinjani begitu aja, kamu gak khawatir?

__ADS_1


arya terkekeh sekilas " siapa aku yang punya waktu memperhatikan dia, lagian dia bener aku dah ngambil waktu kebebasan dia"


__ADS_2