Arya & Rinjani

Arya & Rinjani
Part 12


__ADS_3

15 menit kemudian mereka sudah sampai , arya memarkirkan mobilnya tepat di sebuah warung makan, rinjani melirik arya , lelaki itu tengah sibuk mematikan mesin mobilnya lalu membuka sabuk pengamannya dan sedetik kemudian melirik rinjani.


Mata mereka langsung bertemu, rinjani terdiam sementara itu arya


"Mau tetap disini?" Tanya arya yang membuat rinjani tersadar


"Oh , ya mas " jawab rinjani cepat lalu sesegara mungkin membuka sabuk pengamannya , mengikuti langkah arya yang berjalan duluan memasuki warung makanan itu.


Warung makan itu dipenuhi banyak orang rinjani melirik jam tangan nya sekilas, waktu menunjukan pukul 08.45 masih pagi, tapi warung makan itu sungguh ramai.


Rinjani berjalan mengikuti langkah arya , ia masih bingung dengan situasi nya saat ini.


Apa ini? Situasi seperti apa ini , apa yang di inginkan arya kenapa ia mengajak rinjani ikut bersamanya.


#Rinjani POV#


"Sebenarnya mau ngapain sih ini orang? Aku mau dibawa nya kemana sih? " batin ku saat ini, entah apa yang dipikirkan mas arya saat ini aku pun tak tau.


Di pagi pagi buta seperti ini dia mengajak ku keluar entah ada angin apa , dan entah makanan apa tadi malam yang dimakan nya hingga berbuat seperti ini.


Aku melirik lirik ke berbagai arah di warung makan ini sangat ramai, sepertinya warung makan ini terkenal , oh ya mungkin letaknya yang strategis dekat dengan universitas untan.


Dan lagi pula ini hari minggu , ku lihat terpampang daftas list menu di tembok nya.


Ada nasi goreng, mie tiaw , bubur ayam, bakso ah ingin sekali rasanya aku pesan mie tiaw itu , dilihat dari gambarnya saja makanan itu tampak enak.


Aku harap mas arya mengajak ku kemari untuk mentraktir ku makan bukannya malah menjual ku.


"Rin .... ini teman ku yoga dan istrinya"


Kalimat mas arya sontak membuat pikiran ku buyar , aku langsung menoleh ke arahnya


Dan di depannya sudah ada seorang pria dan seorang wanita yang duduk disampingnya , ini mas yoga sahabat mas arya.


Mas yoga ternyata sudah berubah banyak, tubuhnya hampir sama seperti mas arya , dan wanita yang duduk di samping nya tampak mungil dan manis.


Ia tersenyum kepada ku, senyum yang sangat ramah begitu juga mas yoga yang kini tengah melambaikan tangan nya kepada ku.


Senang rasanya bisa melihatnya lagi setelah beberapa tahun aku tidak melihatnya.


#Rinjani POV end


"Selamaaaatt pagi rin" sapa yoga begitu arya dan rinjani sudah berada di hadapannya.


Yoga menangkap raut wajah rinjani yang kebingungan, pasti ia tidak diberi tahu arya bahwa arya akan membawanya untuk menemui mereka.


"Pagi mas ..." jawab rinjani lembut sembari menekuk kepalanya sekilas


"Rinjani aja aku gak disapa ?"sahut arya ketus ia langsung mendudukan tubuhnya ke salah satu kursi yang memang telah tersedia di tempat itu.


Sementara rinjani gadis itu masih terdiam di tempatnya , melihat itu membuat nara sedikit kesal melihat perlakuan arya, yang tidak menunjukan sikap gentle nya sebagai laki laki.


Nara lalu berdiri menarik kursi di samping arya mempersilahkan rinjani untuk duduk bersama mereka.


"Duduk rin ..."katanya lembut


Rinjani tersenyum ia pun mengikuti perintah nara.


"Nama ku nara " ujar nara memperkenalkan diri nya sembari menjulurkan tangannya.


"Terima kasih mba nara , nama saya rinjani...


"Saya/adiknya arya kan"baru saja rinjani ingin memperkenalkan diri nya ucapannya langsung di potong oleh nara.


Rinjani tertawa kecil melihat ucapan nara, wanita di hadapannya ini sangat manis pikirnya ia beralih ke arah yoga melihat yoga yang tertawa bahagia bersama arya.


"Pasti mas yoga bahagia hidup bersama mba nara"batin rinjani saat itu.


"Rinjani mau makan apa ?? Belum makan kan ? Mau mba recomended in gak ? "


Mendengar penuturan nara membuat rinjani tertawa sebentar, nara tampak antusias begitu menawarkan makanan kepada nya.


"Iya mba belum hehehe ..."


"Yang enak apa mba ?"


"Semuanya sih enak sebenarnya tapi aku lebih suka mie tiaw nya , kamu mau coba gak? Kalau gak mau gak apa apa , kamu makan yang lain ntar nyobain mie tiaw aku" kata nara kalimatnya tidak putus itu membuat rinjani merasa terenyuh, ini kali pertama ia bertemu dengan nara.


Tapi nara sudah memperlakukannya seakan mereka sudah lama mengenal.


"Mba nara gak apa apa , aku pesan nya disamain sama mba nara aja" jawab rinjani sembari tersenyum , lalu ia melirik arya sekilas , lelaki itu masih acuh padanya ia hanya berbicara dengan yoga.


"Dihhh... makin cantik aja neng gelis ya" kata yoga tiba tiba membuat rinjani mengalihkan perhatiannya pada yoga.


Rinjani tersenyum malu " masih cantik mba nara kok mas"


"Oh kalau istri ku manis rin, aku gak suka kalau istriku dibilang cantik"


"Loh kenapa mas ?"


"Karna memang itu kenyataannya"


Jawaban yoga membuat rinjani bingung, nara menangkap ekspresi nara yang kebingungan


"Udah rin gak perlu di pikirin, biasalah kalau cowok ngomong banyak modusnya"


Rinjani terbahak sekilas


"Oke mbaa..."

__ADS_1


"Kamu apa kabar nya dek ?" Tanya yoga di sela sela tawanya


"Allhamdullilah baik mas "


"Allhamdullilah ya "yoga menghentikan kalimatnya ia melirik arya sekilas yang masih tampak acuh dengan obrolan mereka.


"Mas berharap kamu baik baik aja dek , oh ya kuliah mu bagaimana?"


"Semuanya baik baik aja kok mas lancar lancar aja"


"Bagus lah kalau begitu"


"Mmmm... mas mau tanya kamu udah punya pacar?"


Uhuk


Uhuk


Uhuk


Pertanyaan yang dilemparkan yoga tadi membuat arya seketika saja terbatuk.


"Eh ya baik baik aja kan?" Tanya yoga setelahnya


"Ya aku baik baik aja " jawab arya singkat


"Jadi rin gimana ? Kamu dah punya pacar?


Untuk beberapa saat rinjani terdiam ia melihat arya sekilas, dan hal itu ditangkap oleh yoga


"Udah jangan takut , kamu dah gede udah seharusnya punya pasangan "timpal yoga lagi


Rinjani tersenyum


"Gak ada ka"


yoga menghela napas nya sedikit kecewa


"cantik cantik gini kok gak punya pasangan , sayang banget ya "


nara memutar bola matanya malas


"emang cewek ngerawat wajahnya penampilan nya cuman buat laki laki ?" kata nara


"ya gak gitu bu negara, cumaaann...."


"cuman apa ?" tanya nara yang mulai ketus itu membuat arya dan rinjani tersenyum geli melihat tingkah pasangan di hadapan mereka.


ini kali pertamanya rinjani melihat arya tertawa , lebih tepatnya tertawa bersama nya sesekali arya melirik ke arah rinjani , mengisyaratkan bahwa kedua manusia dihadapan mereka konyol.


beberapa menit setelah nya mereka ber empat telah selesai menghabiskan sarapan mereka , arya dan yoga pergi bersama meninggalkan rinjani dan nara.


mereka berdua memiliki urusan pribadi yang memang harus mereka selesaikan saat itu juga , namun itu tidak lama hanya menghabiskan waktu 1 jam an ditambah perjalanan dengan perjalanan mereka.


"allhamdullilah baik mba"


"betah ?"


"mmmmm..." kalimat rinjani menggntung untuk beberapa saat " dibilang betah enggak dibilang gak betah, aku gak punya pilihan lain mba " rinjani menimbang kalimatnya di awal , awalnya ia hanya ingin menjawab sekedarnya saja , tapi saat ini ia sedang berbicara dengan salah seorang istri dari sahabat arya.


tentu saja wanita di hadapannya ini tau tentang masalah diantaranya dan arya , sedikit banyak yoga pasti menceritakan apa yang terjadi di antara mereka.


nara tersenyum "gak perlu cerita mba tau kok, intinya kamu yang sabar ya dek, dan kalau ada apa apa jangan sungkan minta tolong sama mba"


nara segera mengambil smartphonenya mengotak atiknya sebentar


"berapa no handphone mu?"


"mba mau nomor handphone ku ?"


"iya , supaya enak kamu bisa langsung ngubungin aku kalau ada apa apa"


rinjani mengangguk kan kepalanya betapa bahagianya ia hari ini, bisa dipertemukan dengan nara , wanita yang sangat baik dan ramah menurutnya.


dengan cepat rinjani memberikan no handphone nya mereka pun bertukar nomor ponsel, mereka menghabiskan waktu bersama mengobrol sesekali terlihat rinjani yang tertawa dengan ucapan nara yang terkadang mengeluarkan bahasa pontianaknya.


yang menurut rinjani itu lucu, tampa mereka sadari kedua pria kini tengah berjalan menuju mereka.


-


arya dan rinjani kini berada di dalam mobil mereka menuju arah pulang, sepanjang perjalanan tawa rinjani tadi terus menerus mengusik pikiran arya, ia tak pernah sama sekali melihat rinjani tertawa selepas itu.


kali ini tak bisa arya pungkiri ia terkesima ketika melihat lesung pipi rinjani yang tercetak bersamaan dengan wajah cantiknya.


karna hal itu juga lah yang membuat arya berkali kali mencuri pandang ke arah rinjani saat itu. hal itu ternyata disadari oleh rinjani.


"mas ..." ucap rinjani tiba tiba membuat arya terdiam


"mas ..." panggil rinjani lagi


"apa ?" jawab arya ketus


"mmmmm...ada yang salah dengan ku ya ? atau tadi aku membuat kesalahan waktu kau bawa bertemu dengan mas yoga?"


arya segera mengalihkan perhatiannya pada rinjani


"maksud mu?"


" ya maksud ku, dari tadi ku perhatikan mas beberapa kali melirik ke arah ku, apa ada yang salah dengan ku? atau pakai an ku yang salah?"

__ADS_1


mendengar perkataan rinjani sontak saja membuat arya gugup , ternyata sedari tadi rinjani menyadari bahwa diri nya telah beberapa kali mencuri pandang ke arahnya.


"jangan sok ngartis" elak arya


"ngapain aku ngelirik kamu"


ucapan arya tadi langsung menyinggung perasaan rinjani, gadis muda itu pun lalu menekuk wajahnya karna malu


"maaf mas " kata rinjani lemah


arya menyadari perubahan rinjani, dan ia mengabaikan nya, ia tak perduli bagaimana perasaan rinjani saat ini.


"pakai sabuk pengaman mu? kalau ntar ketemu polisi aku yang susah"


rinjani mendongakan kepalanya ia melihat sabuk pengaman nya yang masih terpasang rapi di tubuhnya, lalu mengalihkan pandangannya pada arya yang sama sekali tidak menggunakan sabuk pengaman.


ini aku yang salah dengar atau bagaimana?" batin rinjani saat ini, ia ingin protes tapi lebih memilih mengurungkan nya, tak ingin memperpanjang masalah.


lebih baik mengalah pikirnya toh sebentar lagi mereka akan sampai dirumah, dan rinjani tak perlu berlama lama dengan arya.


ini juga hari minggu arya akan sibuk bersama kekasih nya menghabis kan hari libur nya bersama kekasih hati nya.


beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah arya , mobil terparkir di pekarangan dengan rapi.


rinjani segera turun dari mobilnya begitu juga arya


"rin buatin aku kopi" ujar arya tiba tiba yang membuat langkah rinjani terhenti.


"loh..." ucap rinjani seketika


"loh apa ?"


"mas arya gak keluar ?"


arya menautkan sebelah alisnya tak suka akan pertanyaan rinjani.


"maksud mu apa ? ini rumah ku , kamu gak suka aku disini? jawabnya nadanya mulai meninggi


"gak gitu maksud ku? ini kan hari ming/ udah gak gitu gak gitu , kalau gak mau buatin ya udah gak usah banyak alasan!!! belum sempat rinjani menjelaskan maksudnya, arya lalu memotong kalimatnya ,ia sedikit membentak rinjani.


itu membuat rinjani sedikit kaget , arya lalu berjalan melewati rinjani dengan amarahnya wajah nya terlihat kesal saat itu, ia membuka pintu rumah lalu membanting pintu kamarnya.


untuk kesekian kalinya rinjani merasa sedih, dan menyesali kalimatnya tadi harusnya ia tak mengatakan hal itu. harusnya ia diam saja dan langsung membuat kan apa yang di ingin kan arya tadi.


rinjani berjalan gontai masuk kedalam rumah, ia berjalan menuju kamar arya , berniat untuk meminta maaf.


tapi ia takut , takut jika arya malah semakin marah kepadanya.


akhirnya ia memutuskan untuk membuatkan arya kopi , diterima atau tidak nya.


setidaknya rinjani sudah membutkan kaka nya yang tempramental itu minuman.


beberapa menit setelah nya , kopi milik arya sudah jadi, dan saat nya ia untuk mengantarkan kopi itu ke sang pemiliknya.


rinjani menarik napasnya perlahan lalu menghembuskannya kegiatan itu dilakukannya beberapa kali sampai ia tenang.


ia akan terima segala makian yang dilontarkan arya kepadanya, setelah dirasa cukup ia pun melangkah kan kaki nya menuju ke kamar arya.


"bismillah ...." kata rinjani


lalu mulai mengetuk pintu kamar arya


tok


dan untuk yang kedua kalinya baru ia mengangkat tangannya lalu akan mengetuk pintu, pintu terbuka dan arya keluar dari kamarnya sementara tangan rinjani sudah tak bisa lagi di rem.


sehingga kepalan tangan itu mendarat di hidung arya.


"aduuuuuhhhhh.... rinjaaaaniiii" pekik arya saat itu juga.


mendapatkan situasi seperti itu semakin membuat rinjani ketakutan. kenapa bisa , kenapa bisa terjadi hal seperti ini.


kini mereka telah duduk bersama dimana saat ini rinjani tengah mengompres hidung arya menggunakan handuk hangat.


"mata mu tu di pake buat apa sih?" gerutu arya


"kok bisa gak liat liat pintu dibuka ? kamu sengaja ya mau nyelakain aku?


"gak gitu mas "


"gak gitu ,gak gitu mulu jawaban mu "


"ya memang kenyataan nya seperti itu, aku tu datang mau ngantarin kopi , mangkanya aku ngetok pintu kamar mu , mana aku tau kalau kamu mau keluar" jelas rinjani ia sudah tidak peduli jika setelah ini amarah arya akan semakin besar kepadanya karna ia menjawab omongan nya.


arya sedikit kaget , melihat reaksi rinjani kali ini. apa rinjani mulai marah padanya , batin arya


"trus kamu nyalahin aku?"


"ya, yang bilang aku nyalahin mas siapa ?"


"ya kamu!!


"aku gak ada ngomong seperti itu ya"


"trus maksud dari omongan mu tadi apa ?"


rinjani memutar matanya malas , debat seperti ini tidak akan pernah habisnya entah apa yang sedang di alami arya saat ini. hingga membuatnya bersikap kekanakan seperti ini.


" ya udah ini salah aku, semuanya salah ku" kata rinjani ada penekanan yang ia berikan ketika mengatakan "salah ku" ia mengatakan kalimat itu dengan mata yang setengah melotot.

__ADS_1


hai terima kasih yang sudah coment, dan menunggu cerita rinjani dan arya๐Ÿ˜


sampai jumpa di next chapt ya๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2