
"Kamu seriusan mau kesini cuman karna mau mergokin bayu bim?"
"Alah bang sekalian jalan jalan juga kan cuci mata" jawab bima asal sembari cekikikan tertawa
Kedua pria bertubuh tegap itu kini tengah berada di kerumunan pameran PCC, arya dan bima sesekali arya berhenti melihat pameran elektronik yang menjadi salah satu peserta pameran tersebut.
"Boleh juga sih usul mu ngajakin aku kesini, kebetulan juga banyak hal menarik disini " kata arya setelah menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya sebuah stan pameran darı kampus polnep menarık perhatiannya
Yaitu salah satu stan pameran arsitektuk , sebuah miniatur bangunan mini membuat nya tertarik dengan segera ia menghampiri stan tersebut.
Miniatur bangunan itu sungguh unik , membuatnya berpikir keras bagaimana pemilik dari miniatur ini membuatnya dengan sedetail ini.
"Ini kalian yang membuatnya ?" tanya arya pada seorang pria yang berdiri tepat di samping miniatur bangunan itu.
"Saya bersama kedua teman saya bang"
"Oh ya .. Hanya kalian bertiga ?"
"Iya bang, bangunan ini terinspirasi dari bangunan rumah korea di padu kan dengan gaya arsitektur perumahan indonesia "
Arya tersenyum sekilas sembari mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti dengan maksud penjelasan pria tadi.
"Sepertinya dia menyukai korea "
"Siapa bang?"
"Teman mu yang ikut mendesain miniatur ini"
"Oh iya bang/ hammm dipanggil"tiba tiba sebuah suara membuat obrolan mereka terhenti, tak terkecuali arya ia mengenali suara ini.
Ia segera menoleh ke arah suara tadi, benar saja suara itu milik rinjani, dan untuk pertama kali nya arya merasakan sesuatu yang berbeda yang tiba tiba saja muncul.
Sesuatu yang ia sendiri tidak bisa menjelaskannya. Rinjani tampak begitu cantik ,rambutnya ia biarkan tergerai dengan outfit yang serba hitam fit body yang membentuk tubuhnya,dan tak lupa sentuhan sport sebagai anak teknik, yang dipadu padan kan nya dengan sebuah sepatu snaker putih.
"Iya rin, saya duluan ya bang" kata ilham kemudian meninggal kan arya yang masih terdiam mematung di tempatnya.
Begitu juga rinjani yang baru tersadar bahwa laki laki yang kini tengah menatap nya adalah arya. rınjanı sendiri tak tau apa maksud dari tatapan arya saat ini. yang jelas saat ini perasaan menjadi berubah gugup seketika.
"Bang" panggil bima membuat arya tersadar
"Melamunin apa sih?" tanya bima segera
Arya segera mengalihkan perhatiannya pada bima , tidak mau bima melihat rinjani yang pada saat itu sedang cantik cantiknya menurutnya ia dengan segera menarik bima menjauh dari stan rinjani dan teman temannya.
"Eh disana ada stan bagus kita kesana saja " ajak arya segera
"Rinjaniii...." panggil sebuah suara dan menghentikan langkah arya tak terkecuali bima.
Suara yang mereka berdua kenal bima dan arya suara itu tidak asing bagi kedua telinga mereka.
"Sepertinya aku kenal suara itu" kata bima dengan segera membalikan tubuh nya menoleh ke asal suara.
Benar saja tebakan nya suara itu milik bayu , adik letting nya bayu tampak tampan malam ini , ia menggunaka kemeja lengan panjang fit body tangan pergelangan baju nya ia lipat seperempat tak lupa jam tangan khas militer. Membuat nya sanggup mencuri perhatian beberapa gadis yang berada di sekelilingnya.
Dan di depan nya sudah berdiri seorang gadis yang tak kalah menarik nya yang sanggup mencuri perhatian beberapa pria yang melihatnya, bahkan bima sendiri tak memungkiri hal itu.
Gadis itu begitu cantik dan maaf sedikit sexy dengan tubuh proposional nya.Bima menggelengkan kepalanya perlahan tak menyangka bahwa ia benar benar bisa menemukan bayu disini.
Arya sama terkejutnya ia memutar tubuhnya segera , sedang rinjani gadis itu mengusap asal wajahnya ia melirik arya yang kinj tengah menatapnya dengan tatapan yang sama sekali tak bisa ia artikan sedang pria yang satu nya tampak terkejut
Pria itu segera melangkah kan kakinya menuju bayu.
"Heiiiiiii...." sapanya pada bayu sembari menepuk pelan bahu bayu, bukan bayu namanya jika tidak terkejut.
Bayu segera mengalihkan perhatiannya pada pria yang kini sudah berada di sampingnya sembari tersenyum jail ke arahnya.
"Bang bima " ucap bayu sedikıt kaget tentu saja ıa kaget ıa tak menyangka bahwa dırınya akan bertemu kedua abang lettıng nya dan dıdepan rınjanı pula, gadıs ıncarannya selama ını.
Sedang bima lelaki itu hanya terkekeh tertawa, wajah nya tampak puas begıtu mendapatı bayu dı tempat ınış tıdak sıa sıa pıkırnya.
"Jadi ini gadisnya " bisik bima ke telinga bayu membuat nya menjadi salah tingkah
Bayu menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal , ia merasa tidak enak hati melihat rinjani yang saat ini tampak gusar.
Bayu tidak mengetahui sebenarnya rinjani gusar bukan lah karna kehadırannya melaınkan karna kehadiran arya di antara mereka.
Arya mengalihkan perhatiannya pada rinjani tatapan tajam nya ,ia khususkan pada rinjani, sembari melipat kedua tanggan di depan dada.
Rinjani menjadi salah tingkah , ia melirik kesamping kiri dan kanannya.
"Eh , dek pacar nya bayu nya ?" tanya bima pada saat itu juga membuat rinjani tersentak , ia langsung terdiam ia melirik bima dan setelah itu mengalihkan perhatiannya pada arya yang masih berdiri memantau nya.
"Bukan mas bukan " kata rinjani cepat sembari mengibas ngibas kan tangannya kedepan. Ia tak ingin arya salah paham, tatapan arya tadi sudah membuat bulu kuduknya bergidik ngeri.
"Eh , gpp gak usah malu , kalo memang ada hubungan mas bantu kok, bayu tu anak baik" Ucap bima tampa memperdulikan rinjani yang saat ini tengah menahan gugupnya.
__ADS_1
Sedang bayu terlihat malu malu saat itu.
Rinjani semakin gusar karna melihat bayu yang sekarang tersipu malu karna mendengar kalimat yang dikeluarkan oleh bima.
"Maaf ya mas , kita gak ada hubungan apa apa, mas bayu ini pacar nya teman ku , mas bayu kesini buat ketemu vita kan mas ?" ujar rinjani segera membuat bayu tersentak kaget bukan kepalang kenapa tiba tiba rinjani mengatakan seperti itu.
Pacar vita ? Sejak kapan pula bayu memiliki hubungan dengan vita, mereka hanya teman biasa.
" ya udah aku duluan ya mas , daaaa " kata rinjani langsung buru buru meninggalkan mereka , dengan cepat ia mengambil tas slepang nya lalu sedikit berlari bahkan panggilan ilham kepadanya pun tak di hiraukan nya.
Meninggalkan bayu yang tampak kecewa seketika pria muda itu menekuk kepalanya, membuat bima menjadi merasa bersalah padanya, dari sikap rinjani tadi ia dapat membaca bahwa gelagat rinjani tadi adalah penolakan.
Arya membalikan tubuhnya segera , sembari mengangkat sebelah tangannya menutup mulutnya , melihat rinjani seperti itu kepada bayu membuatnya senang ia sampai tak bisa menahan kebahagiannya sehingga membuat nya tersenyum lebar.
Sadar akan keanehan yang sedang terjadi padanya , buru buru ia menyadarkan dirinya, segera berbalik menghampiri bima dan bayu. Bima kini tengaj sibuk menghibur bayu yang tengah patah hati.
" ya udah , cewek bukan cuman dia aja, ayo kita jalan jalan aja" ucap arya dengan semburat kebahagian, membuat bima sedikit kebingungan melihat wajah arya yang memancarkan aura kebahagiaan.
bıma memergokı ekspresı arya yang tersenyum sebelumnya
"bang, bayu lagi patah hati malah kamu tertawain"
"kapan aku ketawa ?" tanya arya
"itu barusan aku liat"
hal itu menjadi perdebatan antara bima dan arya , sedang bayu pria muda itu tampak cuek ia memilih untuk meninggalkan kedua abang letting nya itu.
masih teringat olehnya bagaimana wajah rinjani tadi ketika mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan, memang itu adalah fakta.
tapi eskpresi nya tadi agak berlebihan menurut bayu, apa harus dia mengatakan hal itu dengan ekspresi yang seperti itu.
apa ini benar benar penolakan yang ditujukan rinjani kepadanya, semua pikiran itu kini tengah menari nari di pikiran bayu.
"yu" bayu tersadar , pikirannya tadi langsung berhamburan , seseorang menepuk bahu kirinya dengan keras.
bayu lantas menoleh ke arah pria yang menepuk bahunya tadi. ternyata pria itu ada lah bima.
" mau kemana sih ?"
"mau liat liat aja bang"bohong bayu sembari memaksa seulas senyum simpulnya.
"yu, ayo kita jalan jalan cari udara segar yang tadi lupain aja , mungkin dia nerveos karna ada kita ditambah lagi , tiba tiba bima nanyain seperti itu" sahut arya mencoba menenangkan bayu.
"gak bang"
arya manggut manggut mengerti
" emang kenapa bang?"
bima menarik napas nya perlahan " mungkin karna itu cewek tadi syok liat kita datang nyamperin kamu, kamu liatkan tubuh kita gede gede"
ucapan bima membuat arya seketika tertawa , dari mana bima menadapat kan alasan konyol itu lagi pula ada apa dengan badan mereka , arya merasa tidak ada yang salah dengan tubuh mereka.
ia bahkan bangga dengan tubuhnya , yang kekar dan menurutnya juga tubuhnya adalah proposional.
"bisa jadi bang " kata bayu menjawab sekena nya.
"kamu mau kan ikut kita ?" tanya bima lagi.
" siap bang" jawab bayu cepat, ucapan arya tadi ternyata sanggup mengembalikan mood bayu yang tadinya hancur kini pria muda itu kembali seperti biasanya.
mereka bertiga pun memutuskan untuk melihat lihat pameran pada malam terakhir itu, dan memutuskan itu menghabiskan waktu dengan minum kopi di salah satu kafe hits yang ada di pontianak.
-
"kamu kemana aja sih?" ucap aulia begitu ia menemukan rinjani yang kini tengah duduk santai di salah satu stan makanan yang berada di PCC saat itu.
"disini" jawab rinjani santai sembari memakan kuaci nya
"enak banget ya ngomong"
"ada mas ku tadi"
"mas mu? mas arya ?"
rinjani mengangguk tanda membenarkan
"serius ? mana ? pengen liat aku!!"
rinjani tertawa kecil " jangan ganjen ya itu mas ku"
"yaahhh...kenapa gak di kenalin ke kita kita sih rin"
rinjani mengibas kan tangannya sebentar
__ADS_1
"ga usah mimpi, dia tu gak akan mau tau tentang teman ku"
" iya sih bener " jawab aulia dengan lesu , ia lupa untuk beberapa saat bahwa hubungan rinjani dengan kakak nya tidak baik, bukan seperti hubungan saudara pada umumnya.
"aku pulang ya " kata rinjani lagi
"kenapa ?" baru juga jam 9 masih awal ini"
"ntar kuceritain pokoknya aku harus pulang awal malam ini, dan aku harus nyiapin mental ku sekuat baja malam ini"
mendengar ucapan rinjani membuat aulia mengerti kenapa gadis dihadapannya itu mengunyah kuaci dengan ditemani sebotol coca cola di meja nya.
"pulang pake apa ? mau kuantar?"
"gak usah aku pake gojek " kata rinjani menutup obrolan singkat mereka pada malam itu.
-
ke esokan harinya, rinjani terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang terasa sakit, tubuhnya rerasa pegal mungkin akibat kegiatan yang beberapa hari belakangan ia lakukan.
rinjani merenggangkan otot otot tubuhnya dengan hati hati, membiarkan otot otot tubuhnya rileksasi dengan sendiri nya , setelah itu yang mengecek ponsel nya waktu menunjukan pukul 07.45.
hampir saja ia akan berteriak , namun ia hentikan begitu mengingat bahwa hari ini hari minggu waktunya ia untuk bersantai.
dan pastinnya juga terlepas dari sosok arya , karna rinjani tahu pasti setiap hari minggu kaka tampannya itu akan menghabiskan waktu nya diluar bersama sang kekasih dari pagi hingga malam hari.
dan itu membuat rinjani senang, karna itu artinya ia bisa dengan leluass keluar kamarnya , dan melakukan berbagai kegiatan dirumah.
temasuk melanjutkan tidurnya kali ini.
tok
tok
tok
baru saja ia ingin menutup mata nya , namun sebuah suara pintu diketuk membuat nya terbangun.
"ya " jawab rinjani , dengan setengah meloncat ia buru buru mengambil jaket oversize nya lalu menggunakannya dan segera menuju pintu kamarnya.
membuka pintunya perlahan , terlihat sosok arya yang sudah rapi dengan jaket hodie nya dan parfum nya yang tak kalah semerbak masuk hingga ke rongga hidung rinjani.
"ada apa mas ?" kata rinjani lembut
"ku kasih waktu 10 menit buat beres beres , setelah itu kita pergi"
"Ha ?????" tanya rinjani melongo masih tak mengerti maksud dari perkataan arya
arya menghela napasnya sebentar "kamu liat jam , "arya menununjuk jam dinding yang tergantung di atas pintu ruang tengah mereka, rinjani pun mengikuti
"jam 7.55 kamu sudah harus siap , kita sarapan diluar" kata arya
"ha maksudnya ?" tanya rinjani lagi, masih tak percaya. kenapa tiba tiba ada acara makan di luar dan kenapa pula harus sepagi ini.
"7.50 kamu dah harus siap!!!" kata arya tegas seketika membuat rinjani langsung menutup pintu nya dengan kencang.
ia langsung buru buru mencopot seluruh pakaiannya lalu bergegas untuk mandi , seperti nya pertanyaan nya terakhir salah.
kini arya sudah mengurangi waktu nya menjadi 5 menit, ya 5 menit waktunya untuk bersiap siap , ia mengabaikan pertanyaan nya sendiri
"kenapa tiba tiba arya mengajaknya ?"
"dan mau kemana pula mereka sepagi ini?"
dengan cepat rinjani membuang jauh jauh pikiran nya saat ini, ia harus fokus ia harus segera berganti pakaian, tapi baju seperti apa yang harus ia gunakan
dan akan kemana arya mengajaknya,
"tuhaaaaaannn... kenapa aku harus berada di posisi seperti saat ini"batin rinjani sembari mengepal tinjunya.
ingin sekali ia menghampiri arya saat ini dan bertanya akan kemana sebenarmya mereka, sudah lah dari pada mempertanyakan hal seperti itu dan membuat arya mengurangi waktunya lagi , lebih baik ia fokus kepada dirinya sendiri.
terdengar suara arya dari luar pintu kamarnya , lelaki itu seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui smarthphonenya.
hello guys , readers nya rinjani & arya terima kasih masih setia menunggu kelanjutan novel rinjani dan arya.🥰🥰
dan untuk yang udah coment terima kasih ya , karna komenan kalian mengingatkan author.
setelah membaca jangan lupa tinggalin coment ya guys😁🥰
semoga kalian suka part rinjani dan arya kali ini ya
see u next part 🌹
.
__ADS_1