
Arya terbangun dari tidurnya mata nya mengerjap untuk beberapa kali menyesuaikan cahaya yang memasuki kelopak matanya , ia menoleh ke samping tempat tidur wajah duha yang tampan menjadi pemandangan pertama yang dilihatnya pagi ini ,lelaki itu tertidur pulas.
Arya ingat mereka mengobrol panjang lebar tadi malam sembari menunggu rasa kantuk menghampiri , arya mengalihkan pandangan nya pada jam dinding yang terletak di atas pintu kamar nya, masih pagi ternyata, masih ada waktu untuk membuat sarapan, atau berjalan jalan kecil di depan rumah hitung hitung olahraga pagi.
Terdengar bunyi dari luar kamar , rinjani sudah bangun lebih dulu darinya jadi gadis itu selalu bangun dan bersiap siap pergi ke kampusnya pada pukul enam pagi, sangat pagi menurut arya , apakah dia jenis wanita yang selalu datang pagi ataukah dia salah satu murid cupu di kampus nya tapi itu tak mungkin tak bisa di pungkiri rinjani mempunyai penampilan yang menarik , entah lah apa peduli nya.
ia bangun dari tempat tidur meregangkan otot otot tubuhnya sebentar, membuka pintu kamar menuju kamar mandi , mencuci muka dan menggosok gigi kegiatan rutin yang biasanya ia lakukan.
arya tersentak kaget ketika keluar dari kamar mandi mendapati rinjani yang sudah duduk di kursi meja makan dengan sepiring nasi goreng yang tampak lezat .
Bohong jika nasi goreng itu tidak menggugah selera arya , nasi goreng adalah makanan kesukaan arya di tambah lagi cuaca saat ini sangat mendukung di luar sedang hujan tidak terlalu lebat tapi sanggup membuat pakaian basah jika nekat keluar di saat seperti ini.
“mas arya mau ?” Tanya rinjani ragu ragu
Arya masih berdiam , ia mengusap wajahnya sebentar dengan handuk yang tergantung di salah satu gantungan yang berada tak jauh dari kamar mandi.
“memang masih ada ?”
Rinjani melongo tak percaya ini kali pertama nya arya berbicara pada nya , maksudnya berbicara dengan baik baik
“ masih , aku akan menyiapkan untuk mas arya “
rinjani bergegas mengambilkan piring untuk arya menyendok nasi goreng ke piring arya
“ini cukup ?” Tanya nya memastikan porsi arya
Arya kini sudah duduk di salah satu kursi meja makan , arya melihat piring yang kini sudah dipenuhi nasi , ia merasa itu terlalu sedikit dia kan pria tentu saja dia butuh asupan lebih dari itu
“ apa hanya itu ?”
Rinjani mengerti ia pun kembali menambah porsi milik arya ,dan pada sendokan ke sekian terdengar
“cukup” sahut arya rinjani pun menghentikan sendokan nya ia menambahkan 2 potong sosis yang memang sudah digoreng nya terlebih dulu ke dalam piring arya lalu menghidang kan di tepat di depan arya tak lupa ia mengambil kan segelas air putih dan memberikan nya pada arya.
Arya memandang rinjani sebentar, rinjani begitu baik melayani makan dan minum nya pagi ini padahal tadi malam gadis itu menangis di sebab kan oleh diri nya.
“terima kasih “ kata arya
Rinjani tersenyum “ di makan mas , kalau ingin nambah kasih tau aja akan kuambil kan lagi “
“ini sudah cukup, untuk duha ada kan ?”
“ ada mas “
Arya mengangguk ia menyendok nasi goreng nya , suapan pertama yang dinanti rinjani , rinjani berdiam ia memperhatikan raut wajah arya menunggu reaksi arya merasakan masakan nya , namun tak ada respon sama sekali lelaki di hadapan nya itu tampak tenang dengan makanan nya.
Arya yang menyadari bahwa rinjani kini sedang memperhati kan diri nya merasa risih ia pun terpaksa harus menghenti kan suapan nya.
“ apa ? kenapa kau memperhatikan ku ?” Tanya nya
Rinjani kaget “ tidak ada apa apa mas , hanya ingin tahu “
“apa ?”
Rinjani ragu sejenak “ tidak ada apa apa mas , lanjut kan makan nya “ tambah nya lalu melanjutkan makan nya.
Beberapa menit waktu berlalu rinjani selesai dengan makanan nya ia menyimpan piring nya ke tempat cuci piring.
mencuci nya lalu buru buru mengambil tas totebag nya , arya yang melihat hal itu pun berpikir apa rinjani akan berangkat di cuaca seperti ini, arya lalu menghentikan aktifitas nya.
Menyusul rinjani ke ruang tamu benar saja gadis itu tengah sibuk memasang sepatu converse nya.
“ pergi pakai apa ?”
Rinjani melongo ia menegak kan kepala nya menoleh ke pemilik suara , sedikit kaget melihat arya yang kini sudah berdiri dihadapan nya
“Gojek mas “
Arya mengangguk ia berbalik dan menuju ke dalam kamar nya tak beberapa lama kemudian ia datang kembali sambil membawa handphone nya.
“ aku sudah pesan GOCAR untuk mu , hujan seperti ini lebih baik pakai GOCAR “
“GOCAR mahal mas “
“ aku yang membayar nya “ kata arya kemudian berbalik , sebelum ia pergi ia mengatakan
“ tutup pintu nya ketika kau berangkat”
Rinjani tersenyum kecil ada perasaan bahagia yang kini ia rasakan apa kah ini pertanda bahwa arya sudah mulai menerima nya , atau kah ini cara arya menebus kesalahan nya karna tadi malam.
__ADS_1
ah sudah lah sekali pun memang seperti itu , rinjani tetap berterima kasih pada arya karna sudah dengan berbaik hati memesankannya gocar, setidak nya ia tidak akan kebasahan sampai di kampus.
30 menit setelahnya rinjani sampai di kampus nya , ia turun tidak jauh dari kantin di dekat ruang kelasnya , disana sudah menunggu aulia dan ilham.
rinjani berlari kecil menghampiri kedua nya.
"diantar mas arya ?" tanya aulia begitu melihat sebuah mobil avanza putih yang mengantar rinjani tepat di depan mereka ia menebak karna ini kali pertama nya ia melihat rinjani menggunakan mobil biasanya rinjani selalu menggunakan gojek.
"gak" jawab rinjani sambil tersenyum lebar
membuat ilham dan aulia kebingungan keduanya saling berpandangan satu sama lain.
"trus ?"
"di pesanin gocar sama mas arya "
mata aulia melebar " serius mas arya yang mesanin?"
rinjani mengangguk untuk beberapa kali ia melihat tempat duduk disamping aulia ,dan ia pun memilih untuk duduk lebih nyaman pikir nya karna aulia ada lah seorang perempuan.
"cerita dulu kok bisa , biasa nya kan kamu keluar sebelum mas arya bangun?"tanya aulia antusias ia lalu menghadap kan tubuh nya ke arah rinjani yang kini tengah sibuk memilih milih gorengan yang sudah tersedia di dekat mereka.
"mas arya bangun pagi, kita sarapan bareng ya udah trus dia nyamperin aku bilang kalau udah mesanin gocar"
mata aulia membulat lebar ia menepuk bahu rinjani keras hingga membuat rinjani terlonjak kaget , hampir saja goreng pisang yang baru diambil nya terlempar jauh karna keterkagetan nya
"apa sihhh....?"
"ih cerita dulu , beneran mas arya kaya gitu ke kamu tadi pagi"
"iya" jawab rinjani
aulia tampak masih tak percaya ia menautkan kedua tangannya ke atas dada.
"kamu kasih makan apa mas arya tadi malam kenapa dia bisa jadi baik seperti itu sama kamu"
rinjani memutar matanya , tampak berpikir
"karna ada teman nya mungkin , tapi ya mas arya itu mau itu ada teman nya atau enggak dia tu gak pernah baik sama aku sejak aku masih kecil dulu. "
"ya itu dia , kenapa dia jadi baik sama kamu"
-
sementara itu di kediaman arya , duha tengah asyik menyantap makanan nya sembari memeriksa ponsel nya ada beberapa pesan masuk dari kenalan nya tentu saja beberapa dari mereka ada lah para wanita wanita yang mencoba mendekati nya.
duha membalas pesan mereka ala kadarnya, terkadang ia hanya mengabaikan pesan pesan tidak penting dari mereka, lalu setelah bosan ia beralih ke instagram seperti biasa beberapa teman nya memamerkan foto foto mereka ketika mereka berliburan di luar negri.
untuk sekelas duha itu hanya hal biasa , dia bahkan bisa pulang pergi dalam satu bulan ke beberapa negara, oh ya dan duha tidak suka memotret diri nya , maksud nya dia tidak suka mengambil foto selfie, dia lebih senang mengambil gambar pemandangan, dan bangunan bangunan yang menurutnya aestetic.
"apa rencana mu hari ini?"
arya menghampiri duha , ia sudah rapi dengan baju dinas nya , tinggal memasang jam tangan di kiri dan selesai terlihat tampan dan sempurna , seperti arya yang biasanya, ia mengambil posisi duduk di seberang duha.
dan dimana ada duha disitu ada kopi, apa pun situasi nya dimana pun dia berada duha akan selalu menyediakan kopi untuk diri nya dan lawan bicara nya
duha dengan baik hati membuatkan arya kopi ketika diri nya sibuk bersiap siap untuk berangkat bekerja.
"entah lah ... aku ingin bertemu nara dan tata"
arya menyeruput kopi nya , rasa yang tidak pernah beda duha memang seorang yang konsistent bahkan untuk kopi saja ia tidak pernah berpindah ke lain hati. kadang arya bingung melihat sahabat nya itu
sekelas duha bagaimana bisa membawa kopi kemana mana, maksudnya ketika dia sedang terbang atau ketika dia berliburan , ia tak pernah lupa membawa kopi favoritnya.
katanya jika sehari saja ia tidak minum kopi , fokusnya akan terganggu dan dia akan mudah mengantuk. itu sebab nya ia selalu membawa kopi kemana pun ia pergi.
"ada apa urusan apa kau dengan tata ?"
duha mengedip kan mata kanan nya sekilas
"mau tau saja , itu urusan ku " katanya lalu menyeruput kopinya mengabaikan arya yang memasang wajah tidak suka atas jawaban nya.
arya memutar bola matanya malas , ia menghela napas nya sebentar sedikit merasa kesal.
"bagaimana nasi goreng rinjani ?" tanya duha tiba tiba membuat arya tersentak ia hampir saja terbatuk , untung saja ia dengan cepat meneguk minuman nya
"apa ?" tanya arya mulai panik
"bagaimana nasi goreng bikinan rinjani , enak kan ?"
__ADS_1
"iya enak " jawab arya jujur lebih baik berkata yang sebenarnya jika ia mengelak duha akan semakin menggoda nya. lelaki itu paling handal dalam urusan menggoda.
"kau suka ?"
"iya"
"suka orang nya atau nasi goreng nya"
arya mendecak kan lidah nya sebentar , benar apa yang di pikiran nya duha berusaha menjebak nya untung saja akal sehat nya masih ada bersama nya saat ini.
"kau bertanya soal nasi goreng, ya tentu nasi goreng nya , jangan berharap lebih pada ku" katanya lalu mengabaikan duha yang memandangnya dengan penuh pengharapan
"sudah cepat mandi kau akan menggunakan mobil ku, aku tidak bisa telat"
"oke lah "
arya tersenyum akhirnya duha menyerah menggoda nya, ia menyeruput minuman nya untuk ke sekian kali. sama seperti duha ia juga mengecek ponsel nya, ketika ia melihat pesan di whatsapp nya , ada beberapa pesan yang masuk dari kekasih nya dan dari kesatuannya.
diantara pesan nya ada satu pesan dari rinjani ,ia melihat duha sekilas takut jika duha mencuri kesempatan untuk mengintip isi ponselnya.
"makasih ya mas untuk gocar nya " begitulah bunyi pesan rinjani, arya ragu ragu membalas pesan rinjani ia ingin membalas tapi takut jika rinjani malah salah paham akan sikap baik nya.
tapi jika tidak dibalas dia tidak akan tau rinjani bisa berspekulasi seperti apa tentang sikap nya tadi pagi.
jadi pada akhirnya ia memutus kan untuk membalas pesan rinjani.
"sama sama , terima kasih untuk nasi goreng nya " jawabnya lalu segera menutup ponselnya meletakan nya di atas meja.
-
"aku sudah katakan pada mu laporan nya harus segera dikirim minggu ini, kenapa kau mengabaikan nya ?" kata tata suara nya sedikit meninggi ketika menegur salah seorang staff wanita di kantor nya, gadis itu hanya menunduk tidak berani menjawab perkataan tata ia menyadari kesalahan nya.
"lalu harus bagaimana ? apa aku harus mencari pengganti mu?"
"maaf bu, saya minta maaf itu memang kesalahan saya, saya, saya, saya lupa bu" jawab nya dengan terbata bata ini adalah jawaban paling tidak profesional yang tata terima dari staff kepecayaann nya itu.
tata mendengus sebal ia menarik napas nya panjang lalu menghembuskan nya untuk beberapa kali, ini sudah kesekian kali nya dateline nya molor , apa yang harus di kata kan nya pada pak david
salah satu klien nya yang menggunakan jasa perusahaan nya untuk mendecor salah satu tempat wisata milik nya.
"katakan pada ku rina kau butuh apa ? apa kah kau butuh libur atau kau butuh refreshing aku akan memberikan mu liburan jika kau memang butuh itu, tapi tolong jangan seperti ini nama baik ku dipertaruhkan disini "
"maaf kan saya bu, ini karna saya memiliki masalah pribadi dan saya tidak bisa menyelesaikan nya"
"baik lah jadi kau butuh libur ?"
"seperti nya kita kekurangan orang , untuk design decor aku pikir rina tidak bisa menghandle semua pekerjaannya seorang diri" sahut Dirga.
dirga lelaki bertubuh tinggi besar yang selalu akan mengikuti tata kemana pun ia pergi , salah satu orang kepercayaan tata sekaligus kaki tangannya untuk menyelesaikan seluruh masalah yang menyangkut perusahaannya dan pribadi nya.
perawakan nya tinggi, memiliki jambang serta hidung yang mancung ciri khas seorang pakistan , ya dirga ada lah keturunan pakistan indonesia, sesungguhnya dirga merupakan ajudan pribadi tata yang di kirim oleh ayah nya untuk menjaga tata di indonesia.
sudah hampir 5 tahun ia mendampingi tata, dia dipercayai tata untuk memengang dan mengelola usaha tata yang lain itu sebab nya ,dia selalu menemani tata kemana pun tata pergi. terkecuali untuk urusan pribadi nya.
"kau pikir begitu?"
"ya, aku pikir seperti itu ayo lah hanya menambah satu orang di perusahaan mu , aku rasa tidak akan membuat mu bangkrut ta" jawab nya tenang ya hanya dirga lah yang berani berkata se gamblang ini dengam seorang tata.
tata menyunggingkan smirk nya
"ini bukan soal uang tapi soal kualitas , kau pikir mudah menemukan orang yang bisa cocok bekerja bersama ku"
dirga tersenyum , ia memandang rina lalu mengisyaratkan gadis itu untuk keluar dari ruangan tata. rina mengangguk patuh , ia menunduk kan kepalanya sekilas lalu berlalu dari pandangan mereka.
"take easy , aku akan menemukan nya untuk mu tata"
" lalu laporan ini siapa yang akan menghandle nya?"
"tenang lah aku akan menemui david , lelaki hidung belang itu sangat mudah diambil hatinya , serah kan saja pada ku"
"baik lah aku akan mempercaya kan david dengan mu" kata tata , ia menarik napas nya panjang lega sekali rasanya jika dirga sudah berkata demikian , fokus nya terusik ketika melihat pesan masuk di layar ponselnya.
pesan itu berbunyi
"kau dimana ?
aku sedang di pontianak
bisa kah kita bertemu"
__ADS_1