
Sebelum rinjani membelokan tubuhnya untuk masuk ke kamarnya segera arya memanggilnya
" rin..."
Tubuh rinjani seketika terkesiap refleks langkah nya terhenti tepat 2 langkah sebelum pintu masuk kamarnya
" ada apa mas ?
arya menyodorkan ponselnya, dahi rinjani berkerut bingung ia melihat di layar ponsel arya tertera nama duha, ternyata arya sedang dalam panggilan tapi kali ini rinjani bingung apa hubungan nya dengan diri nya
" duha ingin bicara dengan mu" kata arya segera seakan ia tahu apa yang sedang dipikir kan rinjani, dan saat itu juga rinjani pun mengerti ia segera mengambil ponsel arya tapi sebelum itu ia bertanya ke arya apakah ia harus menerima panggilan ini disini atau di kamar nya dengan gestur tubuhnya.
" disini saja " ucap arya
Rinjani mengangguk lalu segera menyapa duha " hai mas .. Apa kabar ?"
D : " aku baik baik saja senang mendengar kabar mu lagi bagaimana kabar mu ?"
R : " aku baik baik saja ada apa mas ?"
D :" malam ini apa kau ada waktu ?"
Rinjani lagi lagi mengerutkan kening nya " malam ini aku bebas mas, ada apa ?"
D :" bisa kita bertemu ada seseorang yang ingin bertemu ?
Alis rinjani lagi lagi berkerut bingung siapa pikirnya saat itu ia melirik ke arah arya sekilas pria itu memperhatikan diri nya sembari tangannya mendekap ke depan dadanya terlihat seperti sedang mengawasinya sebenarnya posisi saat ini sedikit membuat rinjani risih tidak mau terlalu ambil pusing dengan siapa yang ingin bertemu dengannya, segera ia mengiyakan ajakan duha.
R :" baik mas, tapi bagaimana soal i... " rinjani menoleh ke arah arya yang kali ini tengah memandangnya sambil menautkan kedua alisnya seakan paham dengan kalimat yang selanjutkan akan di ucapkan rinjani
D:" ijin ? Soal itu tenang saja aku sendiri yang akan meminta ijin ke arya untukmu bila perlu aku akan menjemput mu di hadapannya "
Rinjani menggangguk " baik kalau begitu mas "
D: " berikan telfon nya pada arya "
segera rinjani memberikan telpon tadi kepada arya, dan kini ponsel itu sudah kembali kepada pemiliknya, arya lalu melangkahkan kaki nya meninggalkan rinjani saat itu juga yang sebenarnya saat itu pun ia tengah menunggu keputusan arya untuk kepergiannya.
beberapa menit setelahnya tidak terdengar apapun rinjani duduk ditepi kasurnya sambil melihat ponsel nya waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, namun arya sama sekali tidak memanggilnya terdengar pria itu tengah asik mengobrol dengan adik letting nya di ruang tamu.
" mungkin dia tidak mengijinkannya " batin rinjani saat itu akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat merentangkan kedua kakinya ke atas kasur namun baru saja ia akan berbaring tiba tiba saja terdengar pintu kamar nya diketuk.
" ya..." teriak rinjani nada nya sedikit tinggi
" waktu mu 10 menit untuk bersiap siap jika tidak aku tinggal !!!" pekik arya
Rinjani tergamang " apa tadi katanya 10 menit apa yang 10 menit ?" ulang rinjani ia setengah berlari membuka pintu kamar nya menuju ke ruang tamu ke tempat arya berada pikirnya saat itu
" mas tadi mas..." kalimat rinjani terhenti seketika saat ia sadari bahwa kini dihadapannya ada beberapa pria yang sedang duduk di ruang tamu dan kini mereka secara serentak menoleh ke arahnya
dan kalimat yang keluar dari mulutnya saat itu adalah " mati lah aku " tak butuh waktu lama dengan gerakan secepat kilat ia membalikan tubuhnya dan
BUUUUUKKK,...
keras sekali hingga ia harus mengusap keningnya ia menabrak tubuh seseorang tubuh besar dihadapannya ini ternyata adalah arya yang kini menatapnya dengan tajam
" apa yang kau lakukan ?" tanyanya terpancar aura dingin dari kalimat yang ia keluarkan
"ituuuu..." kalimat rinjani terbata bata
"7 menit!!!" kata arya
"apa?" tanya rinjani ia benar benar tidak paham maksud arya
arya menyunggingkan senyuman nya, senyuman yang membuat adik letting nya bergidik ngeri
" 7 menit waktu mu untuk bersiap siap " ucap salah satu dari para tentara muda itu
" APA KAU TIDAK MAU MENEMUI MAS DUHA MU ITU ?" tanya arya dengan penekanan di setiap kalimat yang dikeluarkannya
Dan kini rinjani mengerti segera ia melangkah kan kakinya meninggalkan arya menuju ke kamar nya untuk segera bersiap
"5 MENITTTT!!!" Pekik arya saat itu.
dengan segera rinjani mengganti pakaian nya ,ia benar benar habis kali ini kenapa juga ia harus berlari keluar di saat teman teman arya sedang ada dirumah ia lupa bahwa salah satu persaratan di rumah ini yaitu arya tidak ingin rinjani muncul ketika teman temannya berada di rumah, habis lah ia kali ini setelah ini apa lagi yang akan ia dapatkan dari arya kebencian seperti apa lagi nantinya.
__ADS_1
Segera rinjani mengganti pakaiannya menggunakan kemeja putih lengan pendek dipadan kan dengan celana jeans wide legs rambutnya ia biarkan tergerai tak lupa ia sudah menyiapkan jepitan rambutnya di mini bag nya untuk riasan ia hanya menggunakan lip gloss yang ia olesin tipis di bibirnya sedikit sentuhan maskara
ia melirik parfum nya,memasukannya ke dalam tas nya ia tak ingin menggunakannya sekarang karena dipikirannya saat itu ia tidak mau menarik perhatian para pria pria di depan rumah nya yang ada arya semakin memandang rendah dirinya dan segera ia pun keluar dari kamarnya
rinjani terkesiap begitu melihat arya yang sudah menunggu didepan pintu kamar nya sama hal nya dengan arya ia sendiri pun bisa dibilang terkesima melihat penampilan sederhana dari adik perempuannya itu, arya menautkan kening nya sebentar ia menilik pakaian yang digunakan rinjani.
" apa kau selalu berpakaian seperti ini ?"
" maksud mas ?"
Arya menghela napas sejenak " tidak ada apa apa , sukurlah ya kau bisa menggunakan waktu mu seoptimal mungkin"
Rinjani hanya membalas dengan senyuman tak nyaman " kalau begitu aku pergi sekarang mas "
" memang nya tadi aku bilang kau bisa pergi sendirian ?"
" ha??" maksudnya mas ?"
" aku akan mengantar mu , aku harus tau siapa yang ingin bertemu dengan mu sampai dia menyuruh mu keluar di malam minggu seperti ini ?"
Kening rinjani mengerut kesal, ia menarik napasnya panjang terlihat sekali tumpukan kekesalannya saat itu namun berbeda dengan arya pria itu malah tersenyum geli dibalik tubuhnya yang saat itu sudah membelakangi rinjani.
" lalu bagaimana dengan teman teman mu ?"
" bukan urusan mu , tunggu aku diluar rumah jangan tersenyum dengan mereka, mereka bukan tamu mu!!
" BAIK! Ucap rinjani langsung melengos , rinjani mengikuti apa yang di perintah arya ia melewati para teman teman arya tanpa tersenyum dengan mereka padahal beberapa pria tadi sudah memasang posisi tertampan mereka, mencoba mengobral pesona mereka pada rinjani.
beberapa menit setelahnya mereka berdua kini sudah di dalam mobil menuju alamat yang dikirimkan oleh duha untuk pertemuan mereka, cuaca pontianak malam itu memang sangat panas walupun arya sudah menghidupkan AC di mobil nya tetap saja rinjani merasa kegerahan.
rinjani memutuskan untuk menggunakan penjepit rambut nya menjempit rambutnya ke atas lalu tak beberapa lama kemudian mereka sampai di tempat pertemuan arya memarkirkan mobilnya, lalu rinjani pun segera turun dari mobilnya
Entah setan apa yang sedang merasuki tubuhnya saat itu ada perasaan posesiv yang tiba tiba merasukitubuhnya refleks ia menggapai penjepit rambut rinjani hingga membuat rambut rinjani tergerai, rinjani terkesiap ia langsung memutar tubuhnya kembali sebelum ia benar benar full menginjakan kaki nya ke tanah.
" ada apa mas ?"
" kau sengaja mengekspos tengkuk mu ?"
" ha ? Apa sih mas ? Tanya rinjani bingung
TAKKK
Lagi lagi rinjani menarik napas nya panjang " tuhaaaan kasih aku kesabaran untuk mengatasi orang gila ini " batin rinjani sembari mengepal penjepit rambutnya yang sudah rusak.
"Baik mas!"
"Titip salam ku dengan duha, dan bilang kepada nya ingat pesan ku!"
"Baik mas!! Jawab rinjani tak ingin berbasa basi.
Segera saat itu juga duha memutar mobilnya berlalu meninggalkan rinjani , janji nya memang pada saat itu dengan duha bahwa ia akan mengantar rinjani, ia tidak akan singgah lama karena ada kerabat2 nya yang sedang menunggu nya dirumah.
Ia pun sebenarnya memiliki janji lain bersam teman teman nya namun entah kenapa saat duha mengatakan ia akan menjemput rinjani bersama temannya batik arya seakan tidak menerima.
Dan pada saat itu lah ia mengatakan bahwa ia akan mengantar rinjani.
Rinjani masih tidak habis pikir dengan kejadian yang baru saja ia hadapi bagaimana bisa arya meluapkan rasa amarah nya dengan sebuah penjepit rambut.
Apa salah penjepit rambut ini, berkali2 rinjani menghela napasnya panjang sampai saat nya keluhan itu terhenti ketika sebuah suara yang dikenali nya memanggilnya.
"Rinjani...." pekik duha nadannya sedikit tinggi
Sontak membuat rinjani menoleh ke arah nya , dan saat itu ia melihat duha terseyum ke arahnya disampingnya tampak seorang wanita cantik sedang duduk anggun di samping nya
Wanita itu juga tidak kalah ramahnya dengan duha ia tersenyum kepada rinjani saat itu juga yang terbesit di pikiran rinjani adalah.
"Mereka cocok sekali ya sama sama cantik dan tampan serta berkelas " kata rinjani saat melihat wanita yang bersama duha, ia segera melangkahkan kaki nya menuju ke meja duha tak lupa juga ia membalas senyum kepada mereka yang sedari tadi sudah menantinya.
"Hai ka duha ... hai../
"Tata ... nama ku tata"sahut tata segera
"Hai ka tata" lanjut rinjani lagi lagi ia tersenyum, tata pun membalas senyuman nya
Duha tersenyum melihat ke canggungan diantara keduanya.
__ADS_1
"Ayo rinjani duduk disini, ta perkenal kan ini rinjani , rinjani perkenalkan ini tata "
Rinjani mengulurkan tamgannya segera " rinjani "sembari tersenyum
"Tata , salam kenal ya rinjani" segera tata membalas jabatan tangam rinjani.
"Eh iya mba tata salam kenal juga "
"Nah perkenalannya udah selesai kan , jadi ini rin orang yang pengen aku kenalin ke kamu"
"Hai rin, ya ini aku yang mau kenal kamu by the way sebelum kita ngobrol ke panjang ada baik nya kita pesan makanan dan minuman dulu ya, kamu pasti lapar kan ya kebetulan aku juga lapar nii" ujar tata langsung membuat duha seketika tertawa.
Saat itu juga kali pertama rinjani melihat duha tertawa lepas seperti itu selain ketika bersama sahabat sahabatnya walaupun rinjani tidak terlalu dekat dengan duha, tapi rinjani tahu sedikit banyak tentang apa yang terjadi dengan duha di masa lalunya.
Dan jujur saja ini juga kali pertama ia bertemu dengan wanita yang seperti tata, menurut nya tata wanita yang sangat menarik ,bagaimana tidak dia wanita pertama yang tidak malu menyampaikan pendapatnya bahwa saat ini ia tengah kelaparan banyak wanita yang ia temui , selalu saja para wanita itu akan menjaga image mereka di depan pria apa lagi pria seperti mas duha.
Rinjani tertawa kecil ketika menyadari segala pemikirannya yang tiba2 saja membuat nya seakan akan seperti paranormal.
Tata menyadari itu , ia segera menyikut tangan duha yang memang saat itu duduk disamping nya bertanya dengan gestur tubuhnya "kenapa dengan dia ?" Tanya nya
"Rinjani are you okay?" Tanya duha segera.
Rinjani terkesiap ia segera menunduk pelan beberapa kali gestur meminta maaf.
"Aku gak apa apa ka hehehe" jawabnya segera.
Lagi lagi tata tersenyum kecil " mari pesan makanan ini, kau pasti lapar juga kan" ujar nya lalu menyodorkan buku menu kepada rinjani.
Tak mau membuat mereka menunggu lama rinjani langsung memilih segera makanannya.
1 jam setelahnya , semua makanan yang terhidang di hadapan mereka kini semua sudah bersih rinjani benar benar menikmati makanan nya ia sama sekali tidak merasa canggung ketika berada di antara duha dan tata.
Ia benar perihal tata, wanita di hadapannya ini terlihat sangat berkharisma dengan cara ia berbicara namun juga hangat.
"Jadi rinjani , apa kau sudah siap membicarakan pekerjaan?" Tanya tata tiba tiba dia sedikit terkesiap karena secara tidak langsung tata menangkap dirinya yang sedang memperhatikannya.
"Ahhh itu ka.. kerja ? Maksudnya?"
Kening tata berkerut ia menoleh ke arah pria di sampingnya yang masih sibuk menghabisi kulit ayam nya.
Sadar kini ia sedang dipelototi oleh tata , segera ia menghentikan aktifitasnya
"Begini rinjani, mba tata ini dia punya perusahaan kontruksi , nah sekarang dia sedang mencari seorang anak magang yang sebetulnya freelance begitu lah dia hanya membutuhkan mu di saat² tertentu/
"Tapi tidak menutup kemungkinan aku akan membutuhkan mu setiap saat tentu nya aku akan menyesuaikan dengan waktu mu" potong tata
"Benarkah mbaa???" Tanya rinjani ia terlihat begitu bersemangat
Tata melirik duha sejenak , alisnya terangkat sebelah sembari tersenyum
"Iya, kalau tidak untuk apa aku meminta duha memanggilmu kemari"
"Waahh aku senang sekali, tapi sebelum itu mba tata tau ?? Aku baru semester 2 masih ada beberapa semester lagi untuk aku lulus dan mungkin saja mba tata tidak akan puas dengan hasil kerja ku"
"Maka dari itu aku memanggil mu kemari, malam ini kau tidak membawa laptop mu atau gambar mu kan, sebenarnya aku juga ingin melihat hasil gambar mu atau setidaknya hitungan RAB mu, setidaknya hal basic diantara kedua ini kau sudah mempelajari, aku juga tidak meminta yang ahli seperti yang ku katakan tadi, awal nya kau mungkin akan jadi freelance tapi tidak menutup kemungkinan kata ku aku akan meminta waktu mu lebih banyak itu pun disesuai kan dengan waktu mu.
Rinjani mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan tata.
"Kalau begitu bagaimana kalau aku kirimkan saja soft copy dari hitungan RAB ku atau gambar ku pada mba tata sebagai resume untuk pertimbangan kaka menerima ku untuk menjadi freelance di kantor mba tata,atau aku juga bisa mengantarkan langsung hard copy nya ke kantor mba tata" jawab nya dengan bersemangat.
Tata tersenyum " baiklah kau bisa mengirim kan hard copy nya pada ku ketika kau tidak sibuk"
"Tentu mba, terima kasih banyak untuk kesempatan yang mba tata berikan pada ku , mas duha juga terima kasih sudah memperkenal kan ku dengan mba tata ya mas"
Duha tersenyum kepada rinjani lalu mengalihkan perhatiannya kepada tata yang kini tengah memperhatikan rinjani , sembari mengetukan jari jemarinya di meja, duha tahu itu ini tata akan mengetuk2an jari jemarinya ketika ia sedang berpikir.
"Mba , mas aku permisi ke toilet sebentar ya" pamit rinjani.
Keduanya tersenyum mengiyakan
Beberapa detik dari langkah rinjani meninggalkan mereka.
Tata tersenyum kepada duha " aku suka gadis itu, siapa dia ? Apa dia orang yg kau sukai ?"
Duha mengernyit bingung "suka , memang nya tampang ku seperti pedofil , aku hanya ingin membantunya untuk menjadi mandiri seperti yang dia inginkan "
__ADS_1
Mata tata menyipit menatap duha
"Kau memang selalu ikut campur dalam urusan orang lain ya"