Asella

Asella
Confused


__ADS_3

Happy Reading


"SELLA! " teriak salah satu Guru yang melihat Sella baru saja turun dari acara panjat pagarnya karena telat


Sella memejamkan matanya takut "Aduh pasti kena hukuman ini" ucapnya


"Sella! kamu telat? " ucap Guru perempuan yang diketahui namanya bu Siska, salah satu guru BK dan guru terkiller disekolah ini.


"duh bu, sorry saya telat karena macet" ucapnya Jujur


bu Siska menghela nafasnya "yasudah, karena kamu anak yang termasuk rajin disekolah ini jadi Ibu maklumkan kalau kamu telat tapi lain kali tidak boleh diulang kembali"


"baik bu, saya pamit" ucapnya dan mengelus dadanya "selamat" lanjutnya ketika sudah jauh dari bu Siska.


Saat sudah sampai didepan kelasnya, Sella sedikit mengintip melihat sudah ada guru atau belum.


"Lagi apa? " ucap seseorang dari belakang Sella


"Lagi ngintip" jawabnya lembut


"ngintip apa? "


"kelas"


"oh, kenapa gak langsung masuk aja? "


"takut"


"kok takut? "


"takut kena hukum"


tiba-tiba jemari Sella digenggam oleh orang yang sekarang ada dibelakangnya dan saat itu juga Sella melihat siapa yang bicara dengannya tadi


"Kamu? bikin orang kaget aja" ucap Sella


"kenapa? kaget digandeng sama orang seganteng gue? " ucap Vano


"jangan kepedean kamu Vano, gak ada yang mau digandeng sama cowok nakal kayak Vano" ucap Sella


"masa? buktinya banyak cewek yang mau gue gandeng"


"tapi Sella enggak" ucapnya yang langsung melepaskan gandengannya dan langsung masuk ke dalam kelas


Asella Grace Christian, Gadis rajin yang menyukai teman sekelasnya Rivano Gabriel Byrne. Sella sedah menyukai Vano sudah dari kelas sebelas tapi Vano yang terlalu suka mempermainkan perasaan Cewek lain hingga tidak sadar bahwa ada hati yang sabar menunggunya.


"Hai Vallen" sapa Sella kepada teman sebangkunya


"Hai, kok gak biasanya lo telat"


"iya, aku kena macet di jalan" Sella memanglah orang yang lemah lembut serta murah senyum kepada semua orang


"pasti karena kak Helen, right? "


Helen Alleno Christian adalah kakak laki-laki Sella


Sella mengangguk "iya, tadi kak Helen lupa tempat menyimpan tugas kampusnya, Pak Yanto belum masuk? "


"kan kemarin udah dikasih tau kalau Pak Yanto lagi cuti selama 2 pekan" ucap Vallen


Sella menepuk keningnya "ah Sella lupa, pantas aja tadi Vano didepan dengan santainya tanpa merasa telat sama sekali"


"ngobrol bareng Vano nih ceritanya? " ucapnya menggoda Sella. Vallen sudah tau kalau teman sebangkunya ini menyukai Vano


"tadi tangan Sella digenggam tapi langsung Sella lepas"


"kenapa? "


"Sella hanya takut kalau dilihat oleh kekasihnya" lirih Sella


"Hei! don't sad sad again, lo pasti bisa" ucapnya menyemangatkan Sella


"tapi sudah terhitung satu tahun setengah Sella suka sama Vano tapi Vano gak suka sama Sella, sepertinya"


"masih proses"


"ah oke"

__ADS_1


"Guys kata bu Dira disuruh melanjutkan tugas rumah pak Yanto yang belum selesai" ucap Dani, sang ketua kelas


"untung aku sudah" ucap Sella


"Sel lo cantik banget hari ini" puji Keina yang duduk dibelakang Sella


Sella menoleh "why? "


"lihat tugas" ucapnya sambil menyengir


Sella memberikan buku tugas Fisikanya "maaf kalau salah"


"thank you" Sella mengangguk


saat berbalik arah, Sella melihat pandangan yang membuat hatinya merasa tertusuk dengan beribu duri. Sella melihat Vano yang berada didepan pintu sedang tertawa lepas dengan perempuan didepannya yang mungkin kekasihnya entah yang keberapa.


" melihat tawamu adalah kebahagiaanku" ucap Sella tetap tersenyum manis walau hatinya merasa perih dan sakit


"don't cry" ucap Vallen saat melihat mata Sella yang sudah berair


Sella menggeleng "me strong"


"jangan sedih terus, pasti tuhan bakalan mengerti perasaan lo sekarang" ucap Bella


"of course " ucapnya


•••


"mau pesan apa? " ucap Vallen kepada Sella


"Hotdog saja"


"tunggu sebentar, akan ku pesankan" Sella mengangguk


"jangan lama"


Lama juga ternyata menunggu Vallen yang sedang memesankan makanan dan minuman, hingga ada seorang bertubuh tinggi menghampiri Sella


"lagi apa? "


"cuek banget sih"


"mendingan sekarang Vano pergi dari sini sekarang, Sella gak mau ya kalau nantinya kekasih Vano lihat Sella yang lagi sama Vano disatu meja"


"cemburu? "


Sella menggeleng cepat " Gak!"


"Asella ini makananny-- mau apa lo disini? " sinis Vallen


"mau jumpa Sella" Sella mendengus malas


"pergi lo dari sini! " bentak Vallen


"galak"


"bodo amat"


selepas Vano pergi, Sella hanya menatap bahu Vano yang lama lama menghilang dari pandangannya.


"Sella suka bingung deh sama Vano" ucap Sella sambil memakan Hotdognya


"bingung kenapa? "


"kenapa kekasihnya banyak tak terhingga"


"namanya juga playboy udah gitu wajahnya yang lumayan tampan membuat kaun wanita berteriak jika melihatnya"


"kapan dia akan peka dan membalas perasaan Sella"


"sabar saja"


"Sella udah sabar sejak lama"


"ah oke, sebaiknya lo makan itu hotdognya sebelum bel masuk berbunyi" Sella mengangguk


•••

__ADS_1


Sella sangat teliti memperhatikan guru yang sedang menjelaskan didepan sambil memikirkan bagaimana cara membujuk kakak lelakinya untuk membantunya mengerjakan tugas rumah yang baru saja dikasih oleh guru setelah istirahat selesai.


"Jelas anak-anak? " ucap Bu Dira


"Jelas bu"


"baiklah sekarang keejakan halaman 54 bagian 2"


"mengapa ini sulit sekali" celetuk Vallen


"Vallen ada masalah? " ucap Bu Dira


"ah tidak bu"


"Vallen gak bisa? " tanya Sella


"bisa tapi cuma gak mengerti doang"


"sama aja Vallenia" gemas Sella


"hehe ajarkan ya? please" Vallen mengatupkan kedua tangannya didepan wajahnya menghadap Sella


"tidak masalah, Vallen lihat saja, Sella yang akan mengerjakannya" ucap Sella tulus


"seriously? "


"ya"


"baik banget"


butuh waktu 35 menit untuk Sella mengerjakan soal yang cukup sulit ini, saat sudah selesai Sella langsung memberikannya ke Vallen dan setelah selesai mencopy jawabnnya mereka berdua langsung mengumpulkan tugasnya.


"kalian berdua sudah selesai? " ucap Bu Dira ketika melihat Sella dan Vallen maju kedepan


"sudah"


"mengapa jawabannya sama? "


"tadi saya sama Vallen kerjasama tapi tidak ada yang mencontek jawabannya satu sama lain"


"baiklah kalian berdua boleh kembali kekursi"


"Len, bukannya lo paling gak bisa sama pelajaran biologi? " ucap Bagas


"kan kerjasama sama Sella, jadinya pintar" balasnya


"kerjasama atau Sella doang yang kerja? " celetuk Vano


"Diam lo! "


"sensi banget sama gue lo" ucap Vano


"Van, udah deh" ucap Cewek disebelahnya sambil mengelus lengan Vano


Sella yang melihatnya langsung mempoutkan bibirnya lucu "sok baik banget tuh cewek" kesal Sella


"jangan kesal dong" ucap Dian


"siapa juga yang kesal! "


"Asella dong"


Sella menggeleng "bukan Sella" ucapnya polos


"ih polos banget jadi pengen gue kunciin digudang sekolah" ucap Vano


"Jahat! " ucap Sella


"van! belum pernah gue jahit tuh mulut ya? " ucap Bella


"sadis banget lo semua" ucap Vano


"gak peduli"


"bisa tenang tidak! " teriak Bu Dira


"Bisa bu" sahut Sella

__ADS_1


__ADS_2