Asella

Asella
Positif


__ADS_3

Happy Reading.


"Gimana hasilnya? " ucap Bunda yang sedari tadi menunggu Sella didepan kamar mandi yang berada didalam kamar Vano.


Mendengar Bunda berkata seperti itu membuat Vano yang sedang setia mendengarkan celotehan Chelsea yang terbaring di king sizenya ikut menoleh kearah Sella.


Sella menunduk lalu menggeleng membuat Vano menghampirinya dan memeluknya.


"Jangan sedih dong kalau hasilnya negatif" ucap Vano, dan Bunda hanya mengusap-usap bahu Sella


Sella menggeleng lagi "masalahnya bukan itu, tapi Sella gak ngerti kalau garis dua itu hasilnya apa, soalnya disini ada dua garis tuh warna merah" ucapnya sambil menunjukkan hasil testpack yang tadi dibelikan Vano.


Bunda terkejut dan langsung merampas testpack yang ada digenggaman Sella dengan lembut "Ya ampun sayang, Chelsea punya adik nak! " pekik Bunda senang


"Hah? " Sella masih belum faham apa yang dimaksud bundanya, lalu memandang Vano yang mengeratkan pelukannya sambil tersenyum senang "Maksud bunda apa Van? "


Vano mendekatkan bibirnya ketelinga Sella "Thank you for everything, Kamu hamil sayang" bisiknya lalu mencium rambut dan kening Sella.


Sella terdiam lalu membalas pelukan Vano lebih erat "Sella senang Van, Sella senang! " suaranya bergetar menandakan Sella menangis. Bukan menangis karena sedih tapi bahagia.


"Jangan nangis dong sayang" ucap Vano sambil mengusap air mata yang mengalir dipipi Sella


Sella melepaskan pelukannya pada Vano lalu beralih memeluk sang bunda "Selamat sayang, tuhan kasih kamu kepercayaan untuk menjaga malaikatnya yang sekarang sedang berada dikandunganmu, jangan abaikan Chelsea sayang" ucap Bunda


"Makasih bun, Sella janji gak akan abaikan Chel dan jaga dia dengan baik" ucap Sella


"Jagain Sella nya baik-baik lho Van"


"Ada apa ini suara kalian sampai kedengaran keruang tamu? " ucap Ayah yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar Vano


"Lho ayah kok udah pulang? " ucap Bunda


"Kebetulan tadi lagi gak ada kerjaan jadinya ayah pulang, ini kenapa sih kok pada senang gitu wajahnya? "


"Ini ayah lihat" Bunda memberikan testpack tadi ke Ayah, ekspresi ayah langsung bahagia "Ini siapa yang hamil? " tanyanya senang


"Sella ayah" ucap Vano


"Serius? oh putri ayah, selamat ya nak" Ayah memeluk Sella dengan sayang


"Makasih ayah" ucap Sella membalas pelukan ayahnya


kemudian beralih memeluk putra semata wayangnya "Hebat kamu Van" ucapnya sambil menepuk-nepuk punggung Vano


"Kan diajarin sama ayah" balasnya membuat yang berada disitu tertawa


"Tapi sekolah Sella gimana? " ucap Sella tiba-tiba


"Kalau bunda bilang berhenti sekolah kamu mau? " tanya Bunda membuat Sella menunduk sedih


"Sella masih mau sekolah, Sella mau belajar, Sella mau ketemu teman-teman Sella" ucapnya sedih membuat Vano kembali memeluk Sella


"Iya boleh kok sekolah tapi kalau kandungan kamu udah 3 atau 4 bulan kamu berhenti sekolah, mau? " ucap Vano


Sella mengangguk setuju "mau"


Bunda mengelus rambut sebahu Sella yang baru saja dipotong minggu lalu "Sekarang kalian istirahat ya, besok kan sekolah lagi, terus nanti malam kita kerumah mama"

__ADS_1


Sella dan Vano mengangguk, Bunda dan Ayah keluar dari kamar Vano menyisakan Vano Sella dan Chelsea yang sedang berceloteh sendirian.


Vano merangkuk Sella membawanya duduk diatas kasur "Senang hm? " tanya Vano


Sella hanya menatap Vano sambil tersenyum lalu mengangguk.


"Besok pulang sekolah kita kedokter sekalian beli susu ibu hamil buat kamu"


Lagi-lagi Sella mengangguk lalu memeluk Vano "Makasih van"


"Harusnya aku yang bilang makasih sama kamu" ucap Vano sambil mencium kening Sella lama


Sella mengangguk, tak lama Vano dan Sella mendengar suara ketawa khas bayi membuat kedua orang dewasa itu menoleh.


Seakan tau keadaan, Chelsea tertawa yang membuat siapa saja akan gemas jika melihatnya.


"Chelsea kenapa ketawa nak? " ucap Sella


Bayi itu hanya tersenyum membuat matanya terbentuk seperti bulan sabit.


"Lucu banget jadi mau aku makan pipinya" ucap Vano


Vano meletakkan jari telunjuknya ditelapak tangan kanan Chelsea dan langsung digenggam erat oleh Chelsea.


"Senang gak mau punya adik? " tanya Vano kepada Chelsea


"Emang dia ngerti sama ucapan kamu van? " jawab Sella yang sekarang sedang berjalan kearah lemari untuk mengambil baju Chelsea karena ini sudah jam nya Chelsea mandi.


"Ngerti tuh buktinya dia ketawa, lengan aku aja sampai dipeluk" ucap Vano


Vano mengangguk lalu mengambil laptopnya dimeja nakas samping ranjangnya lalu menyalakannya.


"Apaan sih skype gue, gak tau gue lagi ngegame ya? " suara kesal itu berasal dari Dewa yang muncul di laptop Vano dengan wajah kesalnya.


"Chelsea mana Van? " pastikan kalau ini suara Vallen yang sangat cinta dengan Chelsea. Jangan heran kenapa Vano bisa menskype mereka karena ini sudah jam pulang sekolah dan yang lain sudah berada dirumahnya masing-masing.


Tapi sepertinya berbeda dengan 2 gadis yang sepertinya sedang main dirumah Vallen, yaitu Keina dan Bella.


"Chelsea ini ada disamping gue" jawab Vano


"Udah ih pipinya jangan dicubitin terus nanti merah, Sella mau mandiin Chelseanya" omel Sella


"Nanti aja, sekarang skype dulu sama mereka"


"Kalau gak penting gue lost nih" ucap Dewa karena merasa diterlantarkan.


"Gue mau kasih tau sesuatu sama kalian"


"Apaan apaan? " Heboh Bella


"kasih tau apaan? " ucap Keina


"kasih tau apaan lagi? rank lu naik? males gue dengarnya"


"Lagi sensi banget sih Dew" ucap Vallen


"Sella mau kasih tau kalian kalau ini" ucap Sella sambil menunjukkan testpack yang bergaris dua nya kekamera laptop.

__ADS_1


"Eh seriusan?! " pekik Vallen dan Keina


"Gak bercanda kan?" ucap Bella


"Sumpah kalau lo mau ngeprank itu yang estetik" ucap Dewa sambil menatap Vano dan Sella jengkel.


"Sella seriusan tau! Dewa kalau gak senang itu bilang! " kesal Sella jangan lupakan matanya kembali berkaca-kaca karena ucapan Dewa


"Lah? lah? kok nangis? gue salah apa? " ucap Dewa


"Lo sih jadi nangis tuh sella nya! " kesal Vallen


"Sutt jangan nangis dong" ucap Vano sambil mengelus-ngelus punggung Sella


"Makanya lo ngomong itu difilter dulu " ucap Keina


"Iya maaf"


"Btw itu seriusan? gila sih itu chelsea masih kecil dan ini udah mau keluar lagi satu ya walaupun gue tau kalau chelsea itu bukan anak kandung kalian" ucap Bella


Vano mengangguk "Selagi gue masih bisa jaga ya bakal gua laksanain"


"Sella malah senang itu artinya tuhan percaya sama sella dan vano" ucap Sella sambil menggendong Chelsea.


"Chelsea pipi mu semakin chubby! " pekik Vallen


"Gue turut senang deh kalau gitu, semoga kalian dijauhkan dari marabahaya" ucap Keina


"Semoga aja, tapi kan setiap rumah tangga pasti ada masalahnya meskipun masalah itu kecil" ucap Vano


"Intinya kalau kalian berdua gak egois, kata pisah itu gak bakalan ada diantara kalian, kalau ada masalah selesain dengan cara baik-baik, terus juga lo bisa cerita kekita-kita siapa tau kita bisa kasih solusi" ucap Dewa


Sella mengangguk "Tumben lo pinter" canda Vano


"Biarin aja sahabat gak tau diri ya begini"


"Gue tau diri kok soalnya kalo jongkok terus malahan pegal"


"Iyain Van biar cepat"


"Boleh dong kalau besok kita main kesana? " ucap Bella


Sella mengangguk "Boleh kok tapi kalian datangnya malam ya soalnya besok pulang sekolah Sella sama Vano mau pergi kedokter sekalian mampir kesupermarket"


"Oke deh, udah ya gue matiin, See you! "


"See you"


Skype pun berakhir.


"Gak jadi mandiin Chelsea? "


"jadi kok"


Vano mengangguk.


Selagi Sella memandikan Chelsea, Vano bermain game diponselnya karena sudah lama Vano tidak bermain game semenjak ada Chelsea.

__ADS_1


__ADS_2