Asella

Asella
Chelsea


__ADS_3

Happy Reading.


"Permisi Vano! "


Vano yang sedang menikmati film ditelevisi ruang tamu langsung menatap pintu yang diketuk dengan tidak sabaran oleh seseorang dan pastinya Vano sudah tau itu siapa.


Vano berjalan mendekati pintu dan membuka pintu menampilkan empat orang remaja yang membuat pintu rumah Vano hampir rusak.


"Ngapain lo pada kesini? " ucap Vano sambil bertolak pinggang


"Kalau ada tamu disuruh masuk dulu apa!! " kesal Keina


"Lagian ya Van niat kita kesini itu baik, buat jenguk Sella" sambung Dewa


"Ck yaudah masuk"


"Sella mana Van? " ucap Vallen yang baru saja duduk disofa


"Dikamar" ucap Vano langsung menuju kamarnya diikuti yang lain dibelakangnya.


Vano membuka pintu kamarnya dan terlihatlah Sella yang tertidur pulas sehabis makan nasi goreng tadi. Vano menghampiri Sella berniat untuk membangunkan karena ada ketiga temannya disini.


"Hei bangun ada teman kamu" ucap Vano lembut


Vano mengelus pipi Sella yang masih tertidur hingga Sella merasa terusik pun mengerjapkan matanya.


"Kenapa? " tanya Sella dengan suara khas bangun tidurnya


"Ada teman kamu"


Sella langsung melirik kearah belakang Vano dan benar bahwa ada temannya, Sella langsung mengubah posisinya menjadi duduk.


"Kalian baru datang? " tanya Sella


"Iya baru banget" balas Bella


"Baru apaan, dari tadi didepan rumah terus gak ada yang bukain kita pintu" celetuk Dewa


"Ya Kan gue gak dengar" ucap Vano


"Sini deh kalian jangan berdiri terus didepan pintu" ucap Sella menyuruh keempat remaja itu masuk kedalam kamarnya dan Vano


"Kalian diam disini gue mau ambil minum" ucap Vano


Selepas Vano keluar dari kamarnya Ketiga remaja langsung duduk mengitari Sella sedangkan Dewa, remaja itu sudah berhadapan dengan komputer gaming milik Vano yang berada tepat disamping meja belajar.


Vano mengeluarkan jus jeruk yang sudah tersedia didalam lemari es tidak lupa juga susu untuk Sella. Dua hari lalu Sella bilang kepada Vano kalau sekarang setiap Sella bangun tidur Sella menginginkan satu gelas susu cokelat kesukaannya.


Vano kembali kekamarnya membawa lima gelas yang berisi minuman menggunakan nampan


"Minum lo pada gue taruh di samping meja kemputer gue ya" ucap Vano manaruh nampan dan mengambil gelas yang berisi susu untuk diberikan ke Sella.


"Lo cocok jadi asisten rumah tangga Van" ucap Dewa


"Susu buat kamu" ucap Vank memberikan gelas berisi susu ke Sella.


Sella menerimanya "thank you" ucapnya lalu mencium pipi Vano


"Itu susu apa Van? " tanya Vallen kepo


"Susu UHT"


"Oh gue kira susu ibu hamil"


"Sembarangan lo ngomongnya, ngelakuin aja belum" ucap Vano sambil berjalan kearah Dewa dan join bermain game bersama.


"Serius Van belum? " ucap Dewa, ya walau Dewa terlalu fokus terhadap layar dihadapannya tapi ia tetap mendengar yang Vano katakan

__ADS_1


"Hm"


"Hebat Van" ucap Keina


"Iya gue selalu hebat" balasnya


"Kalian bicarain apa, Sella gak faham" ucap Sella yang sudah selesai meneguk susunya hingga habis


"Gak, udah kamu jangan dengar ucapan mereka" ucap Vano


"Kan Sella punya telinga jadinya Sella bisa dengar" ucap Sella


"Sel tadi diposko banjir gue ketemu satu anak yang kayaknya kehilangan orang tua nya deh" ucap Bella mengalihkan pembicaraan


"Serius? berapa tahun? " ucap Sella


"Belum tau soalnya kemarin kita udah disuruh prepare untuk pulang, dia sendirian diposko tapi untung ada yang salah satu tim yang jaga dia"


"Kasihan, Van besok kesana ya? " ucap Sella meminta izin


"kesana mana? "


"Posko banjir, please"


Jika Sella sudah mengatakan 'please' Vano hanya bisa meng'iya'kan ucapan Sella.


"tapi besok lho ya pulang sekolah"


"yeay thankyou" ucap Sella kesenangan


•••


Sesuai yang Vano bilang kemarin kalau sepulang sekolah Vano dan Sella langsung ke tempat korban banjir jangan lupakan keempat remaja yang ikut juga.


"Kei tempatnya dimana? lo kan tau harusnya lo jalan duluan dong" ucap Vano


"Ayo kesana" ucap Sella


Vano sangat senang melihat Sella se-excited seperti sekarang, kemarin Sella sangat lemah tetapi rasa lemah itu berlangsung hilang ketika Vano mengizinkannya untuk ketempat korban banjir.


"Permisi kak, boleh tanya? " ucap Sella kepada penjaga anak yang katanya kehilangan orang tuanya


"Eh iya silahkan mari duduk, lho kamu yang kemarin buatkan susu untuk adek kecil ini ya?" ucap penjaga ramah


"Iya kak" ucap Vallen


"Kalau boleh tau usia anak itu berapa tahun? " ucap Sella


"Baru beberapa hari, kenapa memangnya? "


"perempuan atau laki-laki? "


"Perempuan"


"Orang tuanya kemana kak? " ucap Vano


"Ibunya meninggal beberapa hari lalu sehabis melahirkan si bayi ini, kalau Ayahnya sih yang saya tau sudah meninggal beberapa bulan laku"


Sella menatap kasihan kepada anak kecil yang berusia baru beberapa hari itu lalu menatap Vano dengan puppy eyesnya.


"Kenapa tatap aku begitu? " ucpa Vano


"Mau adopsi bayi nya, boleh? " ucap Sella


"Siapa yang adopsi? kita atau Bunda? "


"Kita"

__ADS_1


"What the hell Sella, masih sekolah lho" ucap Bella


"Tapi Sella mau adopsi anak itu, Vano memangnya gak kasihan lihat anak itu hidup sendirian tanpa orang tua, coba Vano rasain kalau ada diposisi dia! "


"Oke tapi gimana jelasin ke Ayah Bunda Mama sama Papa? "


"Nanti Sella yang jelasin"


"Maaf kak... Boleh gak kalau saya adopsi anak itu? " tanya Vano hati-hati


"Kebetulan sekali, tadinya tim kita mau menyerahkan bayi ini kepanti asuhan karena tidak ada yang mau mengadopsinya, tapi karena kalian mau baiklah saya izinkan"


Sella berteriak senang dalam hati "terimakasih kak"


Penjaga mengangguk "tapi bukkankah kalian masih sekolah? "


"Kita nikah muda" ucp Vano


"accident? "


"Bukan, kita dijodohin"


"Oh baiklah tapi kalian tanda tangani surat pengadopsian anak dulu" penjaga itu memberi Vano selembar kertas dan langsung ditanda tangani oleh Vano


"Berarti ini bayi nya boleh Sella bawa pulang? " ucap Sella polos


"Ya bolehlah Asella! " ucap Dewa gemas


"Yaudah kalau begitu saya permisi, terimakasih kak udah izinkan kita untuk adopsi bayi itu" ucap Vano


"Iya sama-sama, semoga kalian lebih bahagia dengan adanya anak itu"


"Amin, permisi kak"


Sella membawa bayi itu kedalam gendongannya dengan hati-hati. Vano merangkul pundak Sella, mereka berjalan keluar tenda dan menaiki kendaraannya masing-masing.


Beruntung Vano hari ini membawa mobilnya jadi si bayi tidak akan kepanasan dijalan.


"Senang hm? " tanya Vano


Sella tersenyum senang "terimakasih, sayang Vano banyak-banyak"


Vano tertawa pelan lalu mengusap surai bewarna Sella "sayang Sella juga, mau dikasih nama apa? "


"Chelsea Algrace Byrne, bagus gak? ada nama marga dari kamu dibelakangnya"


"Bagus, Grace itu nama kamu juga kan? " Sella mengangguk


"Lucu banget tidurnya, Sella suka pipinya" ucap Sella sambil mengelus pipi bayi itu yang sebentar lagi resmi jadi anak Sella dan Vano


Kenapa ini belum resmi? karena belum ada persetujuan dari kedua orang tua mereka, dan setelah sampai dirumah Sella langsung menjelaskan semuanya.


"Sella telepon Mama ya? Sella mau mereka kumpul baru Sella jelaskan" Vano mengangguk


Sella menghubungi orang tuanya untuk berkumpul dirumah Vano


"Hallo Ma? bisa kerumah Bunda gak? " ucap Sella ketika teleponnya sudah terhubung dengan Mama nya


"Bisa sayang, kenapa? "


"Sella mau bahas satu hal penting, jangan lupa ajak Papa sama Kak Helen"


"Oke 20 menit Mama sudah sampai"


"Thankyou Ma"


"sama-sama"

__ADS_1


Well, perundingan akan segera dimulai.


__ADS_2