Asella

Asella
Hari Pertama


__ADS_3

Happy Reading.


"Aakhh! Sakit! " pekik Sella dari dalam kamar mandi


Teriakan Sella membuat Vano dan Bunda yang sedang mengobrol menghentikan kegiatannya dan berlari kearah kamar untuk melihat apa yang terjadi hingga membuat Sella berteriak seperti itu.


Sesampainya didalam kamar Vano dan Bunda mendapati Sella yang terduduk lemah dilantai kamar mandi bersender pada tembok diiringi ringisan kecil yang keluar dari bibir mungilnya


"Ya tuhan, Asella perut kamu kenapa? " ucap Vano memperlihatkan mimik wajah paniknya saat melihat Sella terduduk lemah sambil memegangi perutnya jangan lupakan ringisan kecil yang keluar dari bibirnya.


"Van bawa Sella kekasur! " perintah Sang Bunda yang tak kalah paniknya dengan Vano


Vano segera mengangkat tubuh mungil Sella dengan posisi satu tangan berada dilekukkan leher Sella dan satu tangan lainnya ditaruh dilekukkan dengkul dan diletakkannya Sella dikasur.


"Sel please jangan buat aku khawatir" ucap Vano


"Perut Sella sakit" lirihnya


Vano yang mendengarnya langsung mengusap perut Sella lembut yang masih terbalut baju yang ia pakai. "Sakit kenapa? "


"Sella kedatangan tamu hari pertama"


"Ya ampun Sella buat Bunda khawatir deh" ucap Bunda


"maafin Sella yang udah buat bunda khawatir" ucap Sella yang dibalas anggukan oleh sang Bunda


"Ya sudah Van temani Sella ya, Bunda mau beli obat penghilang rasa nyeri" ucap Bunda


"Iya bun"


"Istirahat ya nanti jangan bantu bunda masak dulu" ucap Bunda yang kini kepada Sella


"Iya bun"


"Bunda pergi ya, jaga rumah"


Setelah Bunda menutup pintu kamar Vano, Vano langsung berpindah posisi yang tadinya berada dibawah kini menjadi diatas kasur samping Sella.


"Sakit banget ya Sel? " ucap Vano


Sella mengangguk "Vano mau ngerasain? "


Vano menggeleng "Tidur ya biar sakitnya hilang"


Sella mengangguk lagi dan langsung membalikkan tubuhnya menjadi membelakangi Vano dan memejamkan matanya, diikuti Vano yang memeluk Sella dari belakang dan menaruh tangannya tepat didepan perut Sella dan mengelusnya lembut.


Belakangan ini Sella sangat suka melakukan cuddle dengan Vano, dan Vano melakukannya dengan baik membuat Sella nyaman belama-lama cuddle dengan Vano.


Sebenarnya hari ini sekolah mereka akan melakukan pemberian dana bagi korban banjir, tetapi karena keadaan Sella yang tidak memungkinkan membuat Vano tidak jadi ikut dengan yang lain.


Kenapa keadaannya tidak memungkinkan? karena dari semalam sebenarnya tubuh Sella sudah hangat dan dicek dengan thermometer digital yang menampilkan suhu tubuh Sella 28.8°c dan Sella juga merasa jika kepalanya pusing.


Bunda sama Ayah sudah menyuruh Vano untuk membawa Sella kerumah sakit, tapi Sella menolak dengan lembut dengan alasan takut jika bertemu dengan dokter.


"Lekas sembuh Sel, aku takut kalau lihat kamu sakit seperti sekarang" bisik Vano tepat didepan telinga Sella yang sudah tertidur.


Vano menyusul Sella kealam mimpinya masih dengan posisi seperti tadi, entah kenapa sekarang Vano merasa bahagia jika Sella berada disampingnya.

__ADS_1


•••


Bunda baru saja pulang dari apotek untuk membeli obat penghilang rasa nyeri, saat Bunda membuka pintu kamar anaknya langsung disogokkan pemandangan yang membuat bibirnya mengembang menjadi sebuah senyuman.


Terlihat Vano san Sella yang tertidur dengan Vano yang memeluk Sella dari belakang, hal itu tentu saja membuat sang Bunda merasa senang jika melihat anaknya seperti ini.


Bunda bersyukur karena tidak salah orang memilih pasangan hidup untuk anak semata wayangnya. Karena tidak tega jika membangunkan kedua anaknya, Bunda lebih memilih menutup kembali pintu kamar itu dengan pelan agar pasutri itu tidak terganggu dialam mimpinya.


"Bun lihat apa? " tanya Ayah yang tiba-tiba saja sudah berada dibelakang Bunda


Bunda mengelus dadanya karena terkejut "Ayah bikin Bunda kaget deh"


"Habisnya Bunda senyum-senyum sendiri gitu, ada apa sih? " tanya Ayah kepo


Bunda kembali membuka pintu kamar anaknya "lihat? gemas banget tuh Bunda lihatnya"


"Syukurlah mereka menjadi menerima satu sama lain, Semoga Ayah cepat dapat cucu"


Bunda menutup kembali pintu kamar Vano lalu memukul pelan pundak Ayah "hush mereka masih sekolah, jangan disuruh buat anak dulu"


"Ya sudah iya, sekarang Ayah mau tidur siang" ucap Ayah langsung pergi kekamarnya


•••


13.55


"Eunghh Van? " ucap Sella yang mengerjapkan matanya sambil berbalik menghadap Vano


Merasa ada pergerakan membuat Vano membuka matanya yang terpejam dan langsung menatap Sella yang sedang menatapnya juga dengan mata sayunya.


"kenapa? " tanyanya lembut


Vano membalas pelukan Sella. Ini yang Vano suka dari sikap Sella yang frontal dan tidak pemalu serta sikap manja nya yang seperti anak kecil membuat Vano gemas sendiri.


Saat Sella masih tinggal dirumah Mamanya pasti yang akan ia peluk saat kedatangan tamu itu Helen. Tapi sekarang sudah ada Vano yang akan selalu bersamanya.


"Makan ya? "


"Iya, tapi Sella malas jalan"


"Gak usah kode, aku bukan anak pramuka yang tau arti kode-kodean"


"Berarti Vano langsung peka tanpa Sella kode ya? "


"maybe"


Vano mengangkat tubuh Sella diposisikan didepannya dan membawa Sella keluar dari kamar menuju lantai dasar untuk makan.


Vano menurunkan Sella dari gendongannya di atas meja pantry dapur lalu mengunci tubuh Sella dengan kedua tangannya yang berada disamping kanan dan kiri tubuh Sella.


"Mau makan apa? " ucapnya sambil menatap Sella lekat


"Mau mie! " serunya


"No no! kamu gak boleh makan mie dulu"


Sella merengut kesal "Sella mau mie instan"

__ADS_1


"Gak baik buat kesehatan kamu, yang lain aja oke? "


"Yaudah nasi goreng sosis"


"Tunggu sebentar aku masakin" Sella mengangguk dan menunggu Vano memasakkan nasi goreng untuknya.


"Van, mau susu! " ucap Sella menunjuk satu kotak susu rasa cokelat didalam lemari es saat Vano membukanya untuk mengambil sosis


"Nanti habis makan baru minum susu"


"Lho.... Sella kamu sudah mendingan nak? " ucap Bunda yang tiba-tiba muncul dari arah taman belakang


"Sedikit bun" balasnya


"Masak apa Van? " tanya Bunda seraya melihat Vano


"Nasi goreng sosis" jawab Vano yang masih sibuk memotongi sosisnya


"Sejak kapan kamu suka sosis? "


"Sella yang mau bukan Vano"


"Sini-sini Bunda aja yang masakin, kamu temani Sella" ucap Bunda mengambil alih pisau yang berada ditangan Vano


"Gak usah bun"


"Udah sana temani Sella" ucap Bunda tetap pada pendiriannya yang ingin memasakkan Sella nasi goreng.


Vano mengalah, akhirnya menghampiri Sella yang sedang sibuk memainkan jarinya sendiri.


"Bosan hm? " tanya Vano


Sella menggeleng lalu memeluk leher Vano manenggelamkan kepalanya diceruk leher Vano. Vano hanya bisa membalas pelukannya dan mengusap punggung Sella sesekali menciumi bahu Sella yang sedikit terekspos karena memakai baju kebesaran Vano yang menyebabkan bajunya sedikit menurun dari bahu kecil Sella


"kenapa? " tanya Vano lagi


"Mau susu" jawabnya


"Nanti kalau kekenyangan sebelum makan nasi gimana? kamu dari pagi belum makan nasi lho"


"Dikit aja taruh susunya didalam gelas"


Vano menghela nafas menghadapi sikap manja Sella adalah salah satu kesabarannya "Yaudah aku ambil susunya dulu"


Sella melepas pelukannya membiarkan Vano mengambil susu cokelat didalam lemari es dan dituang setengah kedalam gelas.


"Thanks" ucap Sella setelah menerima gelas yang berisi susu dan meneguknya hingga habis. Ah iya Sella sudah turun dari meja pantry waktu Vano sedang mengambil susu kotak didalam lemari es


"Turuni aku, gak sampai kakinya" ucap Sella


Vano hanya menurut dan menurunkan Sella dari meja pantry.


"Sella ini nasi gorengnya, dihabiskan ya sayang habis itu minum obat yang udah Bunda taruh disamping nakas tempat tidur" ucap Bunda yang memberikan sepiring nasi goreng ke Sella


Sella menerima nasi gorengnya dengan senang hati "Terimakasih Bunda" ucap Sella.


"Sama-sama, jangan lupa diminum obatnya"

__ADS_1


"Iya Bun"


__ADS_2