Asella

Asella
Sakit?


__ADS_3

Happy Reading.


05.50 WIB.


"Eunghh" lenguh Sella sambil mengerjapkan matanya saat sinar matahari pagi mengusik tidurnya.


Dilihatnya ciptaan tuhan yang masih tertidur disampingnya. Wajahnya yang terlihat dingin namun menyebalkan, hidung mancung, bibirnya berwarna natural serta rambut berwarna biru ke silveran yang baru saja diwarnai semalam membuat Sella ingin menatap Vano lebih lama saat sedang tertidur.


Sella beranjak dari kasur dan pergi kekamar mandi untuk melakukan ritual mandi dipagi harinya setelah selesai Sella langsung membangunkan Vano.


"Vano! Bangun! " ucap Sella sambil mengguncangkan tubuh Vano agar Vano terbangun.


"Apaan sih?! Gue ngantuk" ucap Vano mengubah posisi tidurnya


"Van Bangun, ini sudah pagi dan harus sekolah" ucap Sella yang masih berusaha membangunkan Vano


"Iya iya" Vano terduduk sebentar dan pergi kekamar mandi.


Semalam Vano dan Sella sangat bosan dikamar dan berinisiatif untuk pergi keluar mencari udara segar dimalam hari, tapi Vano tidak sengaja melihat pewarna rambut milik Sella yang tergeletak dimeja riasnya Sella, jadilah Vano meminta untuk mewarnai rambutnya.


Vano juga sudah Izin ke Guru Bk lewat chat kalau ingin mewarnai rambutnya dan dibolehkan. Sella juga mengganti warna rambutnya menjadi warna Pink muda dan beberapa helai rambutnya diwarnai warna Silver.


"Seragam gue dimana? " ucap Vano yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos putih polos


Sella memikir sebentar "Didalam tas Vano"


Vano mengangguk lalu berjalan kearah meja belajarnya Sella "Nanti lo bareng sama gue"


"Nanti kalau Cewek kamu lihat gimana? "


"Kan sudah pernah gue bilang, kalau lo tinggal bilang ke mereka itu kita sepupuan"


"Tapi--"


"Ayo berangkat nanti telat, gue gak mau lihat lo dihukum juga karena gue" ucap Vano yang sudah siap dengan perlengkapan sekolahnya begitu juga dengan Sella.


Sella mengangguk dan Mereka berdua keluar dari kamar Sella lalu turun kebawah.


"Mama Papa Kak Helen, Sella sama Vano langsung berangkat ya takut telat upacara" ucap Sella


"Hati-hati sayang" ucap Ayah


"Van bawa motornya jangan kencang-kencang, awas saja lo kalau Adek gue jatuh" ucap Helen


"Iya Kak" ucap Vano dan langsung keluar dari rumah lumayan besar ini.


"Helm yang dibeli sama Bunda mana? " tanya Vano


"Ini"


"Yaudah pakai, supaya kalau jatuh kepala lo gak kebentur aspal"


Pagi ini Sella pergi sekolah berdua dengan Vano, dan itu membuat Sella senang karena Vano yang ingin bukan Sella.


"Van nanti pulang sekolah kita langsung kerumah Vano? " ucap Sella


"Iya"

__ADS_1


"Tapi kan, ada barang yang masih Sella perlukan dirumah"


"Itu nanti diantar sama Mama, kan semalam lo sudah ngelist terus list itu sudah gue kasih ke Mama"


"Oh, Fireflies Sella gak lupa kan? "


"nggak" Sella tersenyum senang tapi Vano tak melihatnya karena sedang mengendarai motor.


•••


"Sella tadi kenapa berangkat bareng sama Vano? " tanya Yura menghampiri Sella yang sedang makan dikantin bersama 3 temannya


"Disuruh sama Bunda " jawab Sella


"Bunda? Lo ada hubungan apa sama Vano? "


"Eh anu itu-"


"itu apa? "


"Sella sepupuan sama Vano, ah iya Sepupuan"


"Kok gue baru tau kalau lo Sepupunya Vano"


"Sudah dulu ya Sella mau makan lagi" ucap Sella dan Yura mengangguk lalu meninggalkan Sella


"Sella! kok lo gak jujur saja sih?! "ucap Vallen


"Sella gak mau kalau hubungan Sella sama Vano tersebar" jujurnya


"Ya Tuhan. Sella, Lo gimana sih? harus nya lo itu jujur saja" ucap Bella


"Vano"


"Kebangetan tuh anak, Lihat saja gue bakal bilangin ke Bunda" kesal Keina


"Jangan! " ucap Sella cepat


"Kenapa? " tanya Vallen


"Sella gak mau kalau Vano kena marah Bunda" ucap Sella


"Dan gue gak mau lo sakit hati karena ini! " sambung Keina cepat


"nothing biar Sella yang rasakan semuanya" ucapnya


"Sella, lo terlalu polos tau gak?!! " kesal Bella


"Sella siap terima semuanya karena Sella sayang sama Vano, dan Sella lihat sekarang itu dia sedikit peduli sama Sella"


"Lebih tepatnya dia cuma sok care sama lo" ucap Vallen


Sella terdiam lalu menatap kearah depan dimana lapangan sekolah yang luas dan Ada dua remaja yang sedang bersenang-senang bermain bola basket.


Vano dan Yura, orang itu yang sekarang jadi pusat perhatian Sella karena terlihat sangat bahagia tanpa mengetahui bahwa ada hati yang tersakiti saat ini.


"Sel, Gue tau lo sayang sama Vano tapi jangan sampai seperti ini gue gak mau lihat lo yang selalu fake smile dihadapan semua orang" ucap Vallen

__ADS_1


"Vallen bicara itu karena dia sayang sama lo kita juga sayang sama lo Sel, dan sekarang gue tau hati lo itu pasti sakit lihat Vano yang lebih bahagia sama Yura dibandingkan yang sama lo dihari penting itu" ucap Keina


Sella masih terdiam dan terus memperhatikan kearah lapangan pandangannya mulai buram karena air mata yang mulai keluar dan itu semua karena lihat Vano yang berjongkok dihadapan Yura yang terjatuh sambil memegangi lututnya yang luka.


"See? dia lebih care sama Yura, dan lo disini cuma bisa ngerasakan sakit yang Vano gak tau bahkan orang lain dan hanya kita yang tau, sampai kapan lo pendam semua ini Sel? Sampai Vano sadar? " ucap Bella


Sella menggeleng lalu memeluk Vallen, menumpahkan tangisnya dipundak Vallen. Vallen hanya mengelus punggung Sella serta menenangkan Sella begitupun yang lain.


•••


"Sella penghapus mana? " bisik Bella


Saat ini sedang pelajaran Pak Budi, Guru Biologi.


"Tadi sella taruh disini tapi kok gak ada"


"Coba ingat-ingat Sel"


"ah iya ada sama Bagas" ucap Sella lalu melanjutkan mencatatnya


"pstt Bagas! pstt Bagas! " panggil Bella


Bagas mendongak "apa? "


"Penghapus"


"Sama Vano" ucapan Bagas membuat Bella berdecak


"Van! penghapus" ucap Bella


"Tadi kan sudah gue balikan ke Bagas" ucap Vano


"Ck, kata Bagas ada di lo! "


"Iya tapi sudah gue kasih balik"


"Bagas katanya Vano penghapusnya sudah dikasih balik!" kesal Bella karena tidak mendapatkan penghapusnya.


"Bella ada apa? " ucap Pak Budi


"Penghapus saya hilang Pak" ucap Bella


"Kamu pinjamkan ke siapa tadi? "


"Tadi Sella pinjam terus Sella kasih ke Bagas dan Bagas kasih ke Vano tapi kata Vano penghapusnya udah dikasih lagi ke Bagas terus--" ucap Bella terpotong


"Terus aja terus sampai ketabrak" canda Raihan


"Diam lo! " sahut Bella


"Yang meminjam penghapus Bella tolong dikembalikan, ini Bella nya sudah kesal seperti banteng melihat warna merah" ucap Pak Budi


"Bapak ih apa dah! " ucap Bella


"Penghapus Bella ada disaya Pak" ucap Vallen yang berada tepat disamping Bella


"Kenapa lo gak bilang! " ucap Bella

__ADS_1


"Ya lo gak mau nanya" ucap Vallen


"Sudah-Sudah jangan bertengkar" lehai Sella


__ADS_2