
Happy Reading.
Lelah bagi Sella jika mengurus Chelsea sendiri karena kalau kemarin ada Vano yang membantunya tapi sekarang tidak.
Sella membuka ponselnya dan terlihat 30x panggilan tak terjawab dari Vano, Sella sengaja tidak menjawabnya karena itu perintah Dewa.
Sella tau kalau yang dilakukannya sekarang ini salah karena pergi dari rumah tanpa sepengetahuan Vano yang notabenya suaminya sendiri tapi mau gimana lagi Sella juga mau Vano sadar akan kesalahannya.
Pagi ini Sella akan sekolah tapi Chelsea akan dititip ke orang tua Sella dulu dengan alasan tidak ada orang dirumah Vano yang akan menjaga Chelsea.
Dewa juga mengantar Sella untuk menitipkan Chelsea ke orang tua Sella dan akan berangkat sekolah bersama.
"Dewa kalau nanti disekolah ketemu sama Vano gimana? " ucap Sella
"Gimana ya kalau bisa pindah sekolah sementara waktu sih mau aja gue pindahin lo tapi sayangnya gak bisa, dan nanti kalau ketemu Vano lo cuek aja" ucap Dewa yang fokus menyetir.
"Tapi nanti pulang sekolah Dewa bareng Sella lagi kan? "
Dewa menggeleng "gak bisa, gue ada latihan basket hari ini nanti lo bareng sama teman lo aja"
"Teman Sella banyak, sebutin salah satu"
"Itu lho yang kalau bicara asal ceplas ceplos aja"
"Vallen? "
"Nah iya, kalau nggak si saudaranya Vano aja itu Keina"
"oh oke deh"
Mobil Dewa terus berjalan hingga sampai dideoan gerbang sekolah. Kenapa berhenti didepan gerbang karena kalau sampai keparkiran nanti Sella dicurigai sama murid sekolah karena berangkat bersama kapten basket.
"Sella duluan kekelas ya Dew"
"Iya"
Sella berjalan santai kearah kelasnya berada, melewati koridor kelas yang didepan kelas banyak cewek sedang membicarakan sesuatu atau cowok yang sedang bermain game online bersama.
"Asella!! " panggil seseorang dari belakang Sella
Sella menoleh dan mendapati satu siswi dari kelas ips yang berjalan menghampirinya.
"Kenapa? " tanya Sella ketika satu siswi itu sudah berada didepan Sella
"Gue mau balikin buku lo yang jatuh karena kemarin lo gak masuk dan sekarang gue balikinnya" ucap siswi yang Sella lihat di name tag Nadira.
"Makasih" ucap Sella seraya tersenyum dan kembali melanjutkan jalannya menuju kelasnya.
__ADS_1
"Good morn--ing guys" ucap Sella terbata-bata ketika melihat seisi kelasnya yang amat berantakan.
"Eh Sella kok tumben udah datang" ucap sang ketua kelas, Dani.
Sella menatap tajam Dani "Dani gimana sih kalau kelasnya berantakan itu diberesin, siapa yang piket hari ini? " ucap Sella yang berjalan kearah mading kelas dan melihat jadwal piket kelasnya.
"Vallen, Dani, Radit, Adit piket sekarang. Ini juga ketua kelasnya piket malahan santai duduk dimeja, meja itu tempat untuk menulis membaca bukan untuk didudukin!!" cerocos Sella.
Sella heran kenapa saat vote untuk pengurus kelas harus Dani yang terpilih menjadi ketua kelasnya.
"Iya Sella astaga masih pagi jangan marah-marah" ucap Radit
"Cepat piket! "
Nama yang tadi Sella sebutkan langsung bergerak membereskan isi kelas kecuali Vallen yang belum datang ke sekolah.
"Sella kayaknya lo cocok deh jadi ketua kelas" ucap Dendi yang sedang sarapan nasi goreng didalam kelas duduk dilesehan depan papan tulis
"Enak aja!! gak ada yang bisa ganti posisi gue" ucap Dani
"Sella juga gak mau jadi ketua kelas" cibir Sella
Sedangkan disudut kelas Vano sedang memperhatikan Sella yang memantau ketiga orang yang sedang piket, Sedikit tersenyum karena tingkah menggemaskan Sella ketika menyuruh anak kelas melakukan tugasnya membersihkan atau membereskan kelasnya sebelum bel masuk.
"Sel kemarin kenapa absen? " tanya Keina
"Em... Sella izin soalnya ada acara" bohong Sella
Sella sedikit ragu untuk menceritakannya apa lagi bilang kalau sementara waktu ia tinggal diapartement.
"Serius Sella kemarin ada dirumah gak kemana-mana"
"Gak bohong kan? "
"nggak"
•••
Istirahat hari ini Sella sedang ingin keperpustakaan untuk meminjam buku untuk dibaca, entah kenapa Sella malas banget kekantin.
Sella memilih satu buku dari sekian banyaknya buku yang menurutnya menarik perhatiannya untuk dibaca.
Setelah mengambil buku Sella berjalan kearah penjaga perpustakaan dan menandatangani pendataan siswa yang meminjam buku perpustakaan.
Sella berjalan keluar perpustakaan tapi jalannya terhandang oleh Vano yang tiba-tiba ada didepan Sella.
"Ikut aku! " ucap Vano menarik pergelangan tangan Sella
__ADS_1
Sella dibawa kelorong sekolah yang sepi dan hanya dilewati beberapa murid saja.
kedua tangan Vano menggenggam erat tangab Sella "kamu kemarin kemana kenapa gak kabarin aku kalau kamu pergi, kamu istri aku Sella harusnya kamu hargai aku sebagai suami kamu" tanyanya dengan nada khawatir
Sella tersenyum "Vano gak perlu cari Sella, karena sekarang Sella lagi ada ditangan orang yang tepat"
"Aku minta maaf soal kemarin bentak kamu, itu benar-benar diluar kendali aku"
"Vano emang pantas untuk dimaafin tapi untuk kali ini Sella belum bisa terima maaf dari Vano"
"Sel pelase maafin aku, Gimana sama Chelsea? "
Sella mengangguk "Chelsea aman kok sama Sella"
Vano memeluk Sella erat "Pulang ya sayang"
Sella menggeleng "Sella gak bisa Van" tolaknya secara halus dan tersenyum
"Jangan senyum Sel, itu buat aku tambah bersalah sama kamu. Please pulang aku mau jelasin semua tentang Tania yang kamu tanya itu"
Lagi-lagi Sella menggeleng "Sella gak bisa Van"
"Kenapa? "
"Karena ada satu hal yang harus Vano sadari terlebih dahulu, maaf kalau sementara waktu Sella buat Vano jauh dari Chelsea itu semua biar Vano yang sadar sama kesalahan Vano, Sella permisi"
Sella berjalan meninggalkan lorong yang sepi itu, Vano bersandar pada tembok dengan mulut yang terus mengeluarkan kata 'maaf'.
Sella tidak bisa menahan lagi air mata yang sedari tadi ia tahan karena tidak ingin terlihat lemah didepan Vano.
Sella hanyalah gadis biasa yang mudah rapuh jika tersentuh dengan kata-kata menyakitkan dan juga jika Sella melihat cintanya yang berdekatan dengan cewek lain yang membuatnya tertawa lebih bahagia dibandingkan bersama Sella.
Ini yang tidak diinginkan Sella jika menikah muda. Ada dua hal yang mengganjal, pertama umur keduanya masih terlalu muda untuk mengikat janji didepan pendeta, kedua mereka berdua masih sangat labil jika menghadapi masalah yang berhubungan dengan rumah tangganya.
Semua Sella lakukan karena Sella sayang dan cinta sama Vano. Jika masalah bisa diselesaikan seperti dengan mudahnya membalikkan telapak tangan Sella bisa tapi ini sedikit rumit untuk diselesaikan.
Sella masuk kedalam kelasnya dan langsung duduk sambil menenggelamkan kepalanya diantara kedua tangannya masa bodo dengan buku oerpustakaan yang akan basah karena air matanya.
"Sella lo kenapa? " ucao Vallen yang tadinya berdiri didepan papan tulis berpindah menjadi didepan Sella
"Sella gak mau cerita kekalian hiks soalnya mulut kalian ember semua" ucap Sella sesegukan
"Yaelah Sel, lagi sedih masih aja bercanda " ucap Bella
"Sella hiks gak bercanda! "
mereka bertiga tertawa kecuali Sella yang sedang menangis "lucu banget sih kalau marah sambil nangis" ucap Keina
__ADS_1
"Kalian jahat! "
heyoyo wlcmebck to Nadisa story.