Asella

Asella
It's Hurt!!


__ADS_3

Happy Reading.


Kasihan, satu kata yang cocok untuk keadaan Sella saat ini. Dengan baju sekolah yang sudah basah, menggigil, dan terduduk sendirian di halte depan sekolah dengan langit yang sudah hujan.


Tadi Sella tidak diizinkan pulang bareng sama Vano, karena Yura yang akan pulang bareng sama Vano. Terpaksa Sella harus menunggu angkutan umum tetapi dari tadi belum ada satupun angkutan umum yang lewat didepan halte.


Sella paling takut dengan keadaan seperti ini dimana ia terduduk sendirian dan hujan. Sella memejamkan matanya saat ada suara petir, tak disangka oleh Sella jika ada seseorang yang memakaikan jaket pada tubuhnya.


Sella menoleh kebelakang dan terlihat Bagas yang sedang melekatkan jaket pada tubuh Sella. Bagas memang osis jadi selalu pulang telat jika ada rapat.


"Lo kenapa belum pulang Asella, nanti Mama lo cariin gimana? " ucap Bagas


"Sella lagi nunggu angkutan umum tapi gak ada yang lewat" ucapnya


"Yaudah sekarang lo pulang sama gue, ayo kemobil gue" Sella mengangguk lalu berlari kearah parkiran.


"Lo sudah nunggu dari jam berapa? " tanga Bagas sambil menjalankan mobilnya


"Dari jam setengah empat"


"Serius? itu kelamaan dan seragam lo sudah basah seperti ini, untung gue bawa jaket jadinya ketutup semua aset bagian atas lo" ucap Bagas


Sekolah mereka memang sedang memakai seragam yang berwarna putih dan bahannya tebal tapi tetap saja jika terkena basah akan transparan.


"Dan beruntungnya lagi gue yang nemui lo dihalte, gimana kalau orang jahat? " lanjutnya


"Ya maaf Sella juga gak tau kalau cuacanya bakalan hujan"


"Yang penting lo baik-baik saja"


"Nanti depan belok kiri" ucap Sella menunjukkan jalan


"Belok kiri? bukannya rumah lo masih lurus baru belok kiri? " bingung Bagas


Sella berfikir "Sella lagi tinggal dirumah Saudara, iya saudara"


"Orang tua lo? "


"Lagi pergi" Bagas mengangguk


Kalau kalian mau tau sesuatu, sebenarnya Bagas menyukai Sella sejak kelas sepuluh tapi Sella yang selalu berangkat diantar oleh Helen membuat Bagas berfikir bahwa Helen itu kekasihnya Sella.


Bagas tau kalau Sella mempunyai kakak laki-laki tapi setiap Bagas kerumah Sella walaupun hanya sekedar belajar kelompok, Bagas tidak pernah melihat kakak laki-laki Sella.


Dan disitu Bagas memendam semua perasannya kepada Sella sendirian.


"Terima kasih ya, Hati-hati" ucap Sella yang sudah turun


"Iya"


Sella memasuki rumah Orang tua Vano, Sella membuka pintu dan keadaan langsung hening karena Bunda dan Ayah memang lagi pergi dan harus meninggalkan Sella berdua dengan Vano dirumah.

__ADS_1


Sella membuka pintu kamarnya dengan Vano dan langsung melihat pandangan yang membuatnya ingin pergi dari rumah ini sekarang juga. Vano dan Yura sedang melakukan kissing


Segera Sella tutup kembali pintu itu yang menimbuklan bunyi sedikit keras dan mungkin itu mengganggu kegiatan mereka berdua didalam.


Sella berlari kekamar tamu yang berada tepat disamping tangga. Setelah menutup pintunya Sella berfikir, Apa sella tidak dianggap oleh Vano sebagai Istrinya hingga Vano melakukannya dengan Yura.


Tubuh Sella terperosot kebawah hingga Sella terduduk dan menangis.


"Sella gak kuat Sella mau pulang kerumah Mama" ucap Sella dengan suara seraknya.


Sella menenggelamkan kepalanya diantara lutut dan tangannya hingga Sella tertidur karena menangis.


•••


Sella terbangun dengan mata sembab dan sekarang merasa haus, Sella membuka pintu kamar dan melihat Vano yang sedang bermain ponsel.


Sella berjalan tidak memperdulikan keberadaan Vano disini. "Sel, gue mau nanya" ucap Vano


Sella hanya berdehem.


"Lo yang tadi tutup pintu itu ya? "


"Menurut Vano? "


"Ya lo"


"Tau kan? yaudah"


Sella melirik Vano tajam "Mikir saja sendiri! "


"Kok lo kesal? "


Sella meneguk minumnya dan berbalik menghadap Vano "Vano fikir Sella gak kesal lihat Vano seperti itu sama Yura? Salah besar Van. Sella lebih dari kesal lebih tepatnya kecewa sama Vano!!!"


"Coba deh Vano berfikir, Apa Vano pantas lakuin itu sama Yura? Vano tau kalau lakuin itu tanpa ada ikatan apapun itu dosa Van! Sella kehujanan dan Vano malah enak-enakkan dirumah berdua sama Yura tanpa ada yang ganggu!! Bahkan niat untuk jemput Sella tuh Vano gak ada sama sekali!!"


"Vano bilang kalau Vano sama Yura itu mau ada Belajar kelompok dan mana belajar kelompoknya, yang tadi? Maka nya Sella tadi sempat berfikir kalau guru yang masuk kekelas itu sama sekali gak kasih tugas belajar kelompok Van!! Vano anggap Sella gak sih? "


Vano hanha bisa terdiam mendengarkan semua kekesalan Sella tanpa menjawabnya sedikitpun.


"Kalau Vano emang gak anggap Sella, it's Fine Sella akan pergi dari rumah ini dan membiarkan Vano sama Yura ngelakuin apapun oh bahkan sama simpanan Vano itu bebas" Setelah berbicara seperti itu Sella berlari kekamarnya dan meninggalkan Vano yang masih mencerna ucapan Sella.


Sella memasukkan pakaiannya kedalam koper yang ia bawa saat akan pindah kerumah ini. Sudah siap Sella turun kebawah tapi baru sampai tangga tangannya sudah ditahan.


"Sel jangan pergi" ucap Vano


Sella tersenyum "Sella left for Vano's freedom"


Sebelum benar-benar pergi dari rumah ini, Sella sedikit berjinjit agar bisa memeluk Vano yang kebih tinggi darinya, niat Sella hanya memeluk sebentar tapi Vano menahannya. Seakan sadar dengan perbuatan Vano, Sella memberhentikannya Lalu Sella pergi keluar dari rumah ini meninggalkan Vano yang sedang bingung dan khawatir.


Tuhan sedang berpihak kepada Sella karena saat Sella keluar dari pagar Sella langsung mendapati taksi yang lewat.

__ADS_1


"Neng mau pindahan? " ucap Bapak Taksi


"Enggak pak, cuma mau main pulang saja" jawab Sella ramah


"Nengnya masih muda, masih kelas berapa? "


"kelas dua belas"


"Oh, Baik ini mau kemana? "


"Ke jalan Merpati terus nanti ada belok kiri masuk komplek pak"


"Baik Neng"


"Bapak di Jakarta sendiri? " ucap Sella


"Iya, anak sama istri saya ada di Bogor"


"Orang sunda pak? "


"Benar"


Sella mengangguk "Bapak udah berapa bulan gak pulang? "


"Sudah ada lima bulan saya gak pulang karena masalah biaya"


"Loh kan ada taksi ini, kenapa gak dibawa balik saja? "


"Ini bukan punya saya, tapi punya bos saya"


Sella sangat senang jika berinteraksi dengan orang yang baik dan juga ramah seperti si bapak taksi ini.


"Anak ada berapa pak? "


"Ada dua" jawab si Bapak


"Oh, ah itu pak didepan rumah saya" ucap Sella menunjuk rumahnya


"Gerbang hitam? "


"Iya, ini pak uangnya" Sella memberikan uang yang menurut si Bapak kelebihan


"Maaf Neng, tapi ini kelebihan saya gak ada uang kembalian" ucap si Bapak


"Gak apa-apa pak, ambil saja kembaliannya untuk bapak pulang ke Bogor" ucap Sella seraya tersenyum


"Beneran ini? Terima kasih Neng"


"Sama-sama Pak, kalau gitu saya masuk dulu"


Sella mengetuk pintu rumahnya berkali-kali dan saat terbuka Sella langsung memeluk Helen yang membukakan pintunya. Sella kembali menangis dipelukan sang Kakak

__ADS_1


"It's hurt kak!! "


__ADS_2