Asella

Asella
Our Wedding


__ADS_3

Happy Reading.


Minggu, 07.00 WIB.


Sella yang biasanya jam lima sudah terbangun tapi hari ini Sella sangat malas untuk bangun dari kasurnya karena hari ini adalah hari dimana seorang playboy Rivano resmi menjadi suami dari cewek nerd seperti Asella.


Orang tua mereka sepakat mengadakan acara pernikahan yang sederhana ini dihari minggu karena agar tidak dicurigakan oleh warga sekolah jika dihari biasa Vano dan Sella mengambil cuti.


Acara dimulai jam delapan karena mengingat umur Vano dan Sella yang masih sangat dini. Jika dimulainya sekitar jam sepuluh maka orang sekitar akan bingung, mengapa Gereja sangat ramai serta berpakaian sangat rapih dihari minggu, karenanya juga rekan orang tua mereka cukup banyak.


Walaupun seperti dihari minggu banyak orang yang datang ke gereja hanya untuk berdoa tapi kali ini tidak karena akan diadakan acara digereja dan ditiadakan pesta pernikahan karena tidak akan megah seperti orang yang menikah pada umumnya.


Mengetahui teman terdekat Sella yang sudah tau hal ini jadi mereka bertiga -Vallen, Bella, Keina- akan diundang dengan syarat harus menutupi tentang pernikahan ini kepada semua orang.


Back to Sella


Sebenarnya alarm sudah berbunyi dari jam enam pagi tapi Sella masih saja berguling-guling diqueen size nya. Hingga pintu terbuka dan menampakkan Helen yang sudah rapih dengan Jaz yang menempel pada tubuhnya.


"Adek kok belum mandi? " Helen duduk dikasur Sella


"Adek malas"


Helen mengusap sayang rambut Sella "Dek! Sana mandi sebelum Papa yang suruh kamu mandi"


"Oke Adek mandi"


"Jangan lama, Mbak riasnya sudah datang"


"Iya Kakak"


Sella mandi selama 15 menit dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan tanktop putihnya serta celana pendeknya karena Sella langsung memakai gaun indah yang sudah dipilihkan oleh Mama dan Bunda nya.


"Adek sini langsung dimake up " suruh Mama


"Jangan terlalu tebal ya Mbak make up nya" ucap Sella kepada si Kakak perias


"Iya Kak"


Sella di make up dengan telaten karena wajahnya yang masih sangat mulus takutnya si Kakak periasnya salah men-touch up wajah Sella.


Selesai Make up beralih ke penataan Rambut, dan Sella meminta agar rambutnya tetap di gerai dan hanya ditambahkan mahkota berukuran sedang dan kain berwarna putih tipis dan panjang sepinggang rampingnya dibagian rambutnya.


Setelah semuanya selesai, Sella dibawa kedepan pintu gereja yang masih tertutup tetapi didalam sudah ramai dengan rekan orang tuanya serta ada Vano tentunya dan kebetulan acara sudah akan dimulai. Dalam hati Sella berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar tidak ada kendala sekecil apapun.


Pintu terbuka dan seluruh perhatian terpusat kepada gadis cantik yang merangkul lengan sang Papa disampingnya. Perlahan Sella dan Papa nya berjalan memasuki gereja sampai didepan altar dan berdiri disamping Vano yang terlihat tampan membuat Sella semakin gugup.


•••


Setelah semuanya selesai, Kedua remaja yang baru saja mengganti statusnya serta orang terdekatnya kini mengadakan pesta kecil dihalaman belakang rumah orang tua Sella.


"Van, lo serius gak mau putuskan Yura saja? menurut gue tuh ya Yura itu gak baik" ucap Keina

__ADS_1


Keina memang dekat dengan Vano karena Keina anak dari kakak Bundanya Vano, ya bisa dibilang kalau Vano dan Keina itu sepupuan.


"Lo ngehasut gue? " ucap Vano


Keina dan Vano sedang berdiri didepan meja yang tersedia minuman sedangkan Sella sedang mengobrol dengan Nenek dan Kakek nya.


"Bisa jadi, eh tapi gue beneran loh kalau Yura itu cewek gak baik"


"Tau dari mana lo? "


"Soalnya waktu itu gue pernah lihat Yura seperti dirangkul gitu sama cowok yang pastinya kalau gue lihat itu bukan lo"


"Lo salah lihat kali"


"Vano! Sejak kapan mata gue salah lihat? "


"Maybe mata lo sekarang minus"


Keina memukul punggung Vano lumayan keras "Gue lagi serius Vano! "


Vano tertawa kecil "Gue juga lagi serius"


"Seterah lo ah" ucapnya


"Btw lo gak mau say happy wedding or what gitu? " ucap Vano


"Gak malas gue sama lo"


"bodo amat! " ucapnya lalu pergi menghampiri Sella yang sekarang sedang bersama dua teman terdekatnya juga.


Membuat Keina kesal adalah hobi Vano dari sejak masa mereka masih merebutkan permen kapas.


"Sella nanti malam lo tidur dirumah orang tua lo atau dirumah orang tua Vano? " ucap Bella


"Dirumah Sella terus besok pulang sekolah langsung kerumah Vano, katanya Mama"


"Lo besok masuk sekolah? " tanya Keina


"Iya"


"Gak lelah? " tanya Vallen


"Gak, Sella gak mau ada bolos satu hari aja"


"Sella ganti baju sana" ucap Bunda Vano


"Iya bun"


"Ajak Vano ya" Sella mengangguk.


Sella berjalan mendekati Vano yang masih tetap berdiri didepan meja dengan sedikit susah karena merasakan berat dibagian kepalanya serta gaun yang dipakainya itu melebihi kaki kecilnya sehingga membuat Sella mengangkat sedikit Gaunnya.

__ADS_1


"Van disuruh ganti baju" ucap Sella dan Vano mengangguk


"Dikamar lo kan? "


"Iya"


Sella dan Vano berjalan masuk kedalam rumah tapi Vano melihat Sella yang kesusahan berjalan dengan inisiatif yang Vano punya pun ingin membantu Sella.


"Gue bantu" ucapnya langsung mengangkat tubuh kecil Sella membuat sang empu sedikit terkejut karena terlalu tiba-tiba.


"Van turunkan Sella" ucap Sella


"Diam! "


Sella langsung terdiam dan memajukan bibirnya beberapa Centi. Vano yang melihat itu memajukan wajahnya dan mengecup kening Sella dan melepaskannya dan lagi-lagi membuat Sella terkejut. Ini sudah kedua kalinya Vano mengecup kening Sella karena yang pertama itu di gereja tadi.


"Buka pintunya " ucap Vano


Sella membuka pintu kamarnya lalu Vano menurunkan Sella dikasurnya, Vano langsung berganti baju dikamar mandi sedangkan Sella melihat keadaan Kunang-kunang nya yang ditinggal beberapa jam lalu.


"Besok kau akan berpindah tempat bukan dikamarku lagi" ucap Sella kepada Kunang-kunangnya.


"Sel sama ganti baju" ucap Vano yang baru keluar dari Kamar mandi


"Oke" ucapnya lalu masuk jedalam kamar mandi


"Suka banget Kunang-kunang " ucap Vano memperhatikan wallpaper dinding kamar Sella


Sella keluar dari kamar mandi dengan celana jeansnya serta hoodie berwarna maroonnya.


"Van besok Sella bawa Kunang-kunang Sella ya ke rumah Vano" ucap Sella


"Seterah lo mau bawa apa aja"


"Berarti kasur boleh dong? " ucapnya polos


"Maksud gue yang sekiranya lo perlu saja"


"Oh oke, frame Sella yang ini boleh gak? " ucpa Sella menunjuk frame yang terdapat Foto Sella sendiri.


"Boleh"


"Oh iya nanti malam Sella sama Vano tidur satu ranjang? " tanya Sella


"Iya, lo mau tubuh gue sakit karena tidur disofa? " ucap Vano


"Gak, Sella kira Vano bakalan tidur dikamar tamu"


"Ya gak mungkin lah Asella"


Cobaan baru mendatangi Vano yaitu, sabar menghadapi sikap polos Sella.

__ADS_1


__ADS_2