Asella

Asella
Brownies


__ADS_3

Happy Reading


Sella sedang duduk manis dikursi kantin dengan kedua tangan yang dilepas diatas perutnya dan bibirnya dimajukan beberapa centi karena masih kesal dengan kejadian tadi pagi.


"Asella kenapa sih dari tadi dikelas itu mukanya kesal terus? " ucap Vallen


"Diam deh Sella emang lagi kesal"


"kenapa? oh iya pertanyaan yang tadi pagi belum lo jawab" ucap Keina


"pertanyaan apa? "


"yang kenapa lo gak bisa ikut hari minggu"


"ya karena Sella harus nikah" ucapnya dengan polosnya membuat Vallen yang sedang minum tersedak dan Keina, Bella langsung menatap Sella bingung


"Nikah? Lo kan masih kecil" ucap Bella


"iya Sella tau tapi itu karena permintaan Papa sama Mama Sella"


"Serius? terus sama siapa? " tanya Vallen


"Vano"


"Rivano? "


Sella mengangguk "iya Vano"


"terus lo senang dong dijodohin sama dia? " ucap Bella


"Ya senang gak senang sih, soalnya aduh gimana ya Vano itu kan kekasihnya banyak terus dia bilang didepan Papa kalau dia akan putusin hubungan sama semua kekasihnya tapi waktu Sella tanya lagi dia bilangnya itu cuma Alibinya doang, Sella pusing" Sella memegangkan kepalanya yang terasa pusing


"Bener-bener tuh cowok, tidak ada hati sama sekali apa?! " kesal Vallen


"Terus lo bakal tinggal berdua sama dia gitu? " tanya Bella


"nah itu yang Sella pikirkan dari semalam emangnya boleh kalau kita berdua tinggal satu atap? " polosnya


Keina yang mendengarnya merasa gemas sendiri karena kepolosan temannya "Ya kan lo udah sah sama Vano dimata agama dan negara"


Vallen memijat pelipisnya "aduh kepolosan lo tuh ya Sel, bikin gue takut deh kalau lo diapa-apain sama Vano nanti"


"Emang aku diapain sama dia? "


Vallen meminum minumannya sebelum bicara "ya bisa aja lo di--"


"Di jahatkan sama Vano" Bella memotong ucapan Vallen karena takut Vallen bicara yang tidak-tidak dan mengotorkan otak polos Sella


"Omongan gue tidak usah dipotong juga Bella"


"Gue takut lo bicara tentang itu" bisiknya kepada Vallen


"Gue juga mikir kali kalau mau bicara sama Sella"


"Kalian berdua kenapa bisik-bisik? " tanya Keina


"Nothing" ucapnya bersamaan


"Kekelas ayo" Yang lain menganggukkan ucapan Sella dan Mereka berempat berjalan menuju kelasnya.


•••


"Vano!! " Sella berlari untuk menghampiri Vano yang sudah berada diparkiran

__ADS_1


"Vano kalau dipanggil jawab atau berhenti dulu, kalau seperti ini kan Sella yang capek" ucapnya ketika sudah sampai dihadapan Vano


"Lo kenapa? "


"pakai nanya!!, sudah tau Sella kesini tuh karena disuruh sama Bunda Vano untuk pulang bareng Vano"


"Pulang kerumah gue atau lo? "


"katanya sih kerumah Vano"


"Mau apa disana? "


"Sella juga gak tau Vano, sudah deh jangan banyak tanya"


"tapi gue ada janji sama teman gue"


"kan bisa Vano antar Sella baru pergi sama teman Vano"


"oke ayo"


Kalau permintaan Bunda, Vano tidak bisa menolak karena takut namanya dihilangkan dari kartu keluarga. Sella menaiki motor yang selalu dipakai Vano sekolah.


"Van, Yura gak marah kan kalau lihat aku pulang bareng sama kamu? " ucap Sella


"kalau Yura lihat tinggal bilang kalau lo itu sepupu gue"


"tapikan aku bukan sepupu kamu"


"terus lo mau jawab jujur ke Yura kalau lo calon gue? lo gak senang kalau gue pacaran sama Yura, lo mau bikin hubungan gue sama Yura kandas? "


"Sella gak ada maksud buat hubungan Vano sama Yura kandas, tapi seolah bangkai yang lama terkubur itu bakal tercium baunya yang artinya walaupun Vano sembunyikan status sebenarnya sama Sella itu akan ketahuan juga sama Yura"


"Tapi dari cara bicaranya lo itu seakan lo gak suka gue hubungan sama Yura"


"Kenapa sih dari awal ketemu sama Sella tuh Vano selalu nethink terus sama Sella? "


"Terus maksud Vano kemarin pegang tangan Sella apa? "


Vano tertawa meremehkan "Gue cuma mau pengang aja, kenapa? pasti lo fikir kalau gue suka sama lo? gak gue gak suka sama cewek cupu kayak lo"


Saat ingin menjawab, Vano sudah turun dari motornya dan memasuki rumahnya Karena jarak rumah Vano ke sekolah tidak terlalu jauh.


"Loh Van, Sella nya kemana? " ucap Bunda ketika mendapati Vano yang sedang duduk disofa ruang tamu


"Masih didepan"


"kenapa gak disuruh masuk, gimana sih kamu" Bunda menghampiri Sella yang sedang melepas sepatunya didepan pintu


"Sella sepatunya jangan dilepas, pakai aja" ucap Bunda berdiri disamping Sella


"nanti kotor Bun"


"nanti Bunda bersihkan, ayo"


Sella mengangguk, saat masuk Sella melihat Vano yang sudah berganti baju dan siap pergi dengan temannya.


"Kamu mau kemana Van? " ucap Bunda


"Vano mau kumpul"


"terus Sella nya gimana? kan maksud Bunda mau Sella buat temani kamu dirumah"


"Suruh pulang saja"

__ADS_1


"Vano yang sopan sama perempuan!! " tegur Bunda


"Vano sopan cuma sama Bunda saja" ucapnya lalu keluar dari rumah


Bunda mengelus rambut pendek Sella "sabar ya sayang, gimana kalau kita buat kue saja kebetulan Bunda baru beli bahannya tadi"


Sella mengangguk semangat "Ayo Bun, Sella udah lama gak buat kue"


"mau buat kue apa? "


"brownies saja gimana Bun? "


"Boleh juga"


Sella dan Bunda membuat kue brownies yang nantinya akan dibagi-bagi untuk Mama nya Sella, dan ternyata membuat Kue membuat Sella berdiam dirumah kediaman Vano ini sampai hampir larut senja.


"Vano pulang" ucap Vano yang baru saja pulang dan langsung mengambil satu potong kue yang sudah jadi diatas meja makan.


"Bagus main pulangnya sore, terus kalau mau makan kue nya itu cuci tangan dulu Vano" ucap Bunda


"sorry Bun lupa"


"Bun, Sella pulang ya sudah mau menjelang malam" ucap Sella


"Sebentar, Bawa ini kasih ke Mama ya terus Vano kamu antar Sella"


"Ayo"


"Sella pulang ya Bun"


"Hati-hati Van jangan kencang-kencang bawa mobilnya"


Sella menaiki motor Vano dan menuju rumah Sella. Selama diperjalanan Sella hanya diam karena tidak ingin berbicara dengan Vano.


Mereka berdua sampai didepan rumah berwarna putih yakini itu rumah Sella. Sella turun dari motor Vano.


"Terima kasih" ucapnya lalu membuka pagar rumahnya dan masuk kedalam rumahnya.


"Habis dari mana Dek? " tanya Helen yang sedang berduduk santai didepan televisi


"Rumah Vano"


"Akrab nih ceritanya? "


"apaan sih? Mama dimana Kak? "


"ada didapur"


Sella berjalan kearah dapur dan menemui Mamanya yang sedang merapihkan isi didalam lemari es.


"Ma ini ada kue brownies buatan Adek sama Bunda tadi" Sella menaruh kue browniesnya dimeja


"Serius Adek yang buat? "


"Iya Mama"


"oke terima kasih, dan itu ada bunga untuk Adek" Bunda menunjuk meja pantry yang ada satu bucket bunga mawar


"Dari siapa? "


"Mama gak tau, gak ada namanya dibunganya"


"oh oke deh, Adek ke kamar dulu ya Ma"

__ADS_1


"langsung mandi ya Dek"


"Iya Ma"


__ADS_2