Asella

Asella
Vano!


__ADS_3

Happy Reading


Sella terduduk disofa dengan wajah bete nya saat mengetahui siapa yang akan dijodohkan dengannya. Bukan karena tidak suka dijodohkan dengan lelaki ini melainkan lelaki yang berada didepannya ini menampilkan wajah yang menurut Sella sangat menjengkelkan.


"jadi gimana, Vano kamu terima perjodohan ini? " ucap Ayah Vano


Yap, Rivano Gabriel Byrne lah yang menjadi calon suami Sella.


Vano senyum kearah Sella "Vano terima"


Mata Vano tak lepas dari Sella yang terlihat cantik dengan gaun berwarna peach selutut.


"gak bisa seperti itu Van, Vano udah punya kekasih harusnya Vano gak perlu terima perjodohannya! " ucap Sella dengan nada tidak santai


"Adek jaga sikap" tegur Helen


"Adek bicara fakta kak" ucapnya tak mau kalah


"Gue akan putusin hubungan gue sama Yura secepatnya" ucap Vano


"Omong kosong! " kesal Sella


"Jadi pernikahannya mau dilaksanakan kapan? " ucap Papa


"Bagaimana kalau minggu besok" ucap Ayah Vano


"Maaf om, tapi apa itu tidak kecepatan? " tanya Sella


"tidak sayang, biar nanti Mama sama Bunda yang mengurus gaun serta yang lainnya kalau soal gedung itu udah jadi urusan Papa sama Ayah Vano" ucap Mama


"Benar sekali, nanti biar Bunda sama Mama yang mengurus soal itu" ucap Bunda Vano


"Tapi kalau nanti seluruh warga sekolah tau kalau Sella udah nikah gimana? Sella tidak mau dikeluarkan dari sekolah" ucap Sella


"Lo tenang aja" ucap Vano


"Tenang your head! yang ada Sella pusing" ucap Sella


"Kalau masalah tentang teman atau guru sekolah itu mudah karena pernikahan kalian diadakan tertutup mungkin hanya rekan bisnis Ayah, Bunda, Mama dan Papa saja" ucap Ayah Vano


"oke, Sella lelah boleh kekamar tidak? " ucap Sella


Mama mengangguk "istirahat sana"


Sebelum pergi kekamarnya, Sella berpamitan kepada orang tua Vano terlebih dahulu untuk menghormati tamu yang datang.


"Boleh Vano ikut? " ucap Vano


"Kemana? " tanya Ayah Vano


"menyusul Sella"


"boleh tapi pintu tidak boleh ditutup" ucap Helen


Vano mengangguk lalu menyusul Sella yang baru saja memasuki kamarnya. Vano membuka pintu kamar Sella dan langsung masuk tanpa permisi.


"Eh! Eh! kamu mau apa kesini? " ucap Sella yang sudah berada dibawah selimutnya


"Mau lihat kamar calon istri" tekan Vano dikata terakhirnya

__ADS_1


Sella memandang Vano dengan mata elangnya "gak usah bikin orang salah tingkah deh kamu, Sekarang kamu keluar! " usir Sella


"Fireflies " ucap Vano ketika melihat kunang-kunang didalam botol dan tak mengindahkan ucapan Sella


"jangan sentuh cahayaku! "


"Lo suka Kunang-kunang? "


"BANGET! "


"gue nanya baik-baik, lo jawabnya gak santai"


"kesel aku sama kamu, sudah sana keluar! "


bukannya keluar dari kamar, Vano malah duduk dipinggiran kasur "gak! "


"keluar vano! keluar! "


"gak usah ngusir deh! "


Sella mengambil bantal berukuran kecil disampingnya dan memukul Vano dengan bantal kecilnya "Keluar gak! keluar! "


Vano tidak membalas tapi melainkan mengambil bantal yang digunakan Sella untuk memukulnya "balikin! " ucap Sella


"ini" Vano memberikan bantal kecil milik Sella


Sella bangun dari posisi tidurannya dan mendorong tubuh Vano hingga depan pintu kamar "Keluar! keluar! keluar! "


Vano menahan tangan Sella "gue mau tanya sama lo"


"apa? " ucapnya memandang Vano dengan tatapan polosnya yang membuat siapa saja gemas melihat gadis cantik baik hati dan tidak sombong.


"Lo suka sama gue? jujur! "


"siapa yang bilang? "


"Jujur deh La"


"Jangan panggil La, panggil Sella S E L L A" ucapnya


"oke, jawab Asella" ucap Vano lembut


Sella membeku ditempat ketika Vano berbicaranya dengan nada tak selembut dari biasanya "Gak, Sella gak suka sama Vano"


"oh gitu? terus maksudnya ada nama gue dimeja belajar lo apaan? "


Sella menelan salivanya "y-ya Sella cuma takut lupa sama nama saja" ucapnya gugup


"takut lupa nama atau takut lupa gue? "


"ish sudah ah, Sana pulang hush hush" Sela mengibaskan tangannya


"Gak mau gue supaya tetap disini gitu? "


"tidak, sudah sana nanti Yura cemburu"


"Yaudah gue balik"


Sella menahan lengan Vano yang akan menuruni anak tangga "kenapa? " tanya Vano

__ADS_1


"ucapan Vano yang bakalan selesai sama Yura itu beneran? "


Vano menggeleng "gak, itu cuma alibi"


Sella tersenyum miris "o-oh oke" ucapnya lalu menutup pintu kamar rapat-rapat dan menguncinya.


"segitu cintanya sama Yura, tapi Sella yakin kalau kekasih Vano itu gak cuma si Yura" ucapnya kepada diri sendiri


•••


Sella sudah kembali masuk sekolah seperti biasa tapi kali ini ada yang berbeda yaitu potongan rambut Sella yang tadinya panjang dan berwarna pirang sekarang menjadi sebahu sedikit curly dan berwarna cokelat.


Semalam setelah keluarga Vano pulang dari rumah kediaman keluarga Christian, karena masih jam 20.00 akhirnya Mama mengajak Sella untuk mengganti model rambut baru.


Sekolah ini memang dibebasi dengan model dan warna rambut untuk perempuan dan tidak untuk lelaki. Tetapi walau dibebasi dengan hal seperti model rambut, sekolah ini tetap memiliki peraturan yang sangat ketat.


"Morning Vallen" ucap Sella


"Morning Sella, ganti model ceritanya? " jawah Vallen


"iya, semalam Mama yang ngajak"


"makin gemes lihat lo yang sekarang" ucap Keina menyubit pipi Sella


"Asella karena kemarin lo tidak masuk jadi sekarang bayar uang kas" ucap Sandy yang selaku bendahara dikelas menghampiri Sella yang sedang mengobrol.


"Sella bayar sama untuk minggu depan ya" ucap Sella


"siap, terima kasih" Sella mengangguk


"hari minggu jogging yuk! " ajak Bella


"Ayo" ucal Keina dan Vallen bersamaan


"Ay--Sella gak bisa" ucap Sella karena teringat sesuatu


"kenapa? " sedih Bella


"Sella ha--"


ucapan Sella terpotong karena...


"WOY PAK BANI GAK MASUK" heboh Dendi teman sekelas Sella


"IH DENDI BIKIN UCAPAN SELLA KEPOTONG AJA" balas Sella dengan nada tingginya


"Hehe maaf Asella, tadi cuma karena senang aja soalnya pak Bani gak masuk" cengir Dendi


"Lain kali jangan heboh, ini masih pagi" ucap Sella


"iya maaf"


"Sella sekarang jawab kenapa lo gak bisa ikut? " ucap Keina


"Sella harus ni--"


ucapan Sella terpotong lagi karena melihat orang yang baru saja masuk kekelas sambil rangkul-rangkulan membuat hati dan mata Sella terasa panas.


"argh gak jadi" kesalnya lalu keluar dari kelas dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi. Belum menikah dengan Vano saja nasib Sella sudah seperti ini bagaimana kalau sudah menikah.

__ADS_1


Sella berlari menuju toilet perempuan yang letaknya disamping kantin lalu masuk kesalah satu bilik didalam.


"Ya Tuhan, Sella mau batalkan perjodohan ini tapi Sella takut Mama dan Papa sedih. Sella gak kuat kalau hatus hidup satu atap sama Vano" ucapnya sambil menangis.


__ADS_2