
Happy Reading.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.45 tapi Sella belum berniat untuk beranjak dari kursi taman sejak tadi pagi. Sepertinya Sella melupakan Chelsea yang dirumah sedang menunggu bunda nya pulang.
"Mau sampai kapan lo sedih terus? " tanya Seseorang duduk disamping sella yang sedang memejamkan matanya menikmati angin sore yang berhembus.
Sella tau ini suara siapa maka dari itu Sella enggan untuk membuka matanya.
"Sampai dia berubah" balas Sella yang masih memejamkan matanya
"Vano berulah lagi? "
Sella mengangguk "Dew, Sella boleh tanya" ucap Sella
"Tanya apa? "
"Dewa kenal sama Tania? "
Dewa berfikir sebentar "Tania...... Lo kenal sama dia? " ucap Dewa ketika menyadari sesuatu yang menurutnya itu adalah masalah Sella dengan Vano.
"Sella tadi pagi lihat Tania kirim pesan ke Vano" Dewa yang tadinya menatap Sella serius kini mengalihkan tatapannya lalu mengusap wajahnya.
"Tania cewek yang udah buat Vano jadi playboy Sel dan tadi apa kata lo, Tania kirim pesan ke Vano? "
Sella mengangguk "Tania kirim pesan kayak ada janji ketemu sama Vano sepulang sekolah terus waktu Sella tanya Vano nya langsung marah bentak Sella"
Tiba-tiba pergelangan tangan Sella ditarik Dewa membuat Sella terkejut "Ikut gue" ucap Dewa
Sella hanya menurut ketika dirinya dibawa masuk kedalam mobil yang Dewa bawa.
"Vano jam segini belum pulang kayaknya, jadi kita harus cepat" ucao Dewa membuat Sella bingung karena Sella tidak mengerti apa yang Dewa ucapkan secara tiba-tiba.
"Maksud Dewa? "
"Kita harus cepat kerumah Vano terus lo bawa anak lo sama perlengkapannya, lo harus tinggal diapartement gue sementara waktu" ucap Dewa
"Dewa mau ngajak Sella kabur? "
Dewa menggeleng "gak kabur tapi gue mau buat Vano sadar sama kesalahannya dan kenapa ke apartement gue karena itu tempat yang menurut gue aman buat lo sama anak lo"
"Tapi kalau Vano mau main ke apartement Dewa gimana? "
Dewa menggeleng "gue bakal sewa apartement lagi, lo nanti tinggal diapartement yang baru gue sewa"
"Yaudah ayo"
Dewa melajukan mobilnya menuju rumah Vano.
•••
__ADS_1
Benar yang diucapkan Dewa jika Vano belum pulang kerumah, Segera Sella mengambil Chelsea dikamarnya dan izin kepada bunda kalau Sella akan menginap beberapa hari dirumah temannya.
"Dew ayo"
Dewa mengangguk lalu membatu Sella membawa satu tas milik Chelsea. Chelsea tertidur pulas hingga membuat Sella tenang karena Chelsea tak rewel seperti biasanya.
Berpas-pas an dengan Vano ketika mobil yang Dewa kendarai bertemu dengan mobil Vano didepan komplek dan sepertinya Vano tidak menyadari.
Sella sampai diapartement yang baru saja dewa sewa untuk sementara waktu, Dewa membantu Sella merapihkan sedikit barang bawaannya.
"Anak lo namanya siapa? " tanya Dewa ketika sudah selesi membantu Sella dan sudah duduk disamping Chelsea yang sudah terbangun dan sedang mengangkat tangannya keudara.
"Chelsea, oh iya makasih Dew udah mau sewa satu apartement untuk Sella"
"Santai aja"
"Kok Dewa peduli sama Sella? "
"Itu karena gue udah anggap lo sebagai adek gue, mau tau alasannya? "
Sella mengangguk "mau kenapa? "
"Karena wajah lo mirip sama adek gue"
Sella mengangguk " Emangnya adek Dewa kemana? "
"adek gue kecelakaan waktu umur gue 6 tahun saat itu keluarga gue mau pergi liburan kebandung tapi semua itu hilang karena truk tabrak mobil yang bokap gue bawa dan disitu gue sedih karena tuhan lebih sayang sama orang tau gue dan adek gue"
Sella menatap sedih kearah Dewa "Dewa sabar ya disini masih banyak kok yang sayang sama Dewa termasuk Sella yang sayang juga sama Dewa sebagai kakak kedua Sella"
Dewa terkekeh lalu mengusap butir butir air mata yang jatuh dari pelupuk matanya "kok jadi sedih sih suasananya, satu pesan gue untuk lo"
"Apa itu? "
"Lo itu terlalu lugu buat Vano dan gue takut kalau Vano buat perasaan lo sakit terus maka dari itu kalau Vano berulah lagi lo bisa bilang ke gue, jangan sedih terus disini ada gue dan yang lain yang bakalan buat lo semangat, jangan sampai pisah sama Vano karena disini ada Chelsea yang butuh kasih sayang orang tua walaupun lo sama Vano cuma orang tua angkatnya tapi jaga Chelsea baik-baik" Sella mengangguk lalu memeluk Dewa dan dibalas erat oleh Dewa.
Dewa sayang sama Sella tapi bukan berarti sayang karena perasaan lebih melainkan sayang sebagai adik.
Rivano calling you...
Dewa menggeser tombol hijau pada ponselnya, Sella sudah melepaskan pelukannya ketika Vano menghubungi Dewa.
"Hal--" belum sempat Dewa menyelesiakan ucapannya tapi sudah dipotong oleh Vano
"Lo lihat Sella? "
Dewa melirik Sella yang sedang mengajak Chelsea bercanda "Gak lihat"
"Dew sella belum balik dari tadi sore terus juga chelsea gak ada dikamar gue"
__ADS_1
terdengar nada kefrustasian ketika Vano berbicara.
"Lo gak tanya sama bunda lo? "
"Udah katanya dia nginap dirumah Bella terus tadi gue telepon Bella katanya gak ada sella disana"
"Sorry Van gue gak tau"
Segera Dewa memutuskan panggilannya.
Sella mengangkat Chelsea kegendongannya "Vano cariin Sella? "
Dewa mengangguk "Iya tapi tenang aja"
"Sella mau tanya deh, kok Dewa bisa tau kalau Sella ditaman? " ucap Sella
"Tadi niat gue mau ketaman aja terus lihat lo yang kayaknya lagi sedih yaudah gue hampirin"
"Oh"
"Gue mau gendong Chelsea boleh? " tanya Dewa
"Boleh" Sella memberikan alih Dewa menggendong Chelsea dan membenarkan letak Chelsea digendongan Dewa
"Chelsea selalu nangis gak Sel? "
"Enggak palingan nangis kalau dia haus atau lapar selain itu Chelsea gak pernah nangis"
"Tuhan tau ya mana yang terbaik untuk lo, menurut gue Vano itu terbaik untuk lo hanya saja Vano belum sadar. Gue tau dia udah mengungkapkan perasaannya sama lo tapi kayaknya jiwa playboy Vano masih ada" ucap Dewa
"Dewa tau gak, Sella suka sama Vano karena waktu itu Vano gak sengaja bantu Sella bawa buku paket yang banyak terus Sella langsung suka sama Vano"
Dewa menatap Sella lucu karena Sella seperti anak kecil yang sedang bercerita kepada ayahnya tentang tadi yang terjadi di taman kanak-kanak.
"Lo lucu jadi pengen bawa lo kekampung halaman gua" ucap Dewa membuat Sella memukul pundak Dewa pelan
"Nanti Sella gak ketemu sama mama papa gimana terus nanti sella gak ketemu sama kak helen sama Vano gimana? "
"Bercanda, gue juga gak tega kalau bawa lo jauh dari kekuarga lo sama Vano"
"Sella mau tidur, Dewa tidur dimana? "
"Disebelah kamar lo"
"Oh oke"
guyss Nadisa bawa moment Dewa dan Sella nih.
goodbye 😘
__ADS_1