Asella

Asella
You're Mine


__ADS_3

Anyeong yorobun hehe (maaf kalau salah)


Happy Reading.


Sudah terhitung satu minggu Sella dan Vano perang dingin. Semenjak kejadian Vano meminta maaf kepada Sella setelah itu Vano tidak menyapa atau berbicara lagi dengan Sella dan mungkin hanya sekedar saling berpandangan lalu memutuskan sepihak.


Dua hari yang lalu juga Sella sudah kembali kerumah Vano, tentu Sella merasa tidak enak dengan Bunda jika berlama-lama meninggalkan kediaman keluarga Byrne ini.


Sang Bunda merasa curiga dengan kedua anaknya yang sepertinya menghadapi masalah tapi selalu mengganti fikiran negatifnya itu dengan ke hal yang lebih positif.


Sebenarnya Sella sudah memaafkan Vano hanya saja Vano sekarang bersikap dingin yang membuat Sella takut berbicara dengan Vano.


"Nak ayo makan! Bunda sudah masak" teriak Bunda dari lantai dasar


"Ayah makan sini main game nya nanti aja kan bisa dilanjut" ucap Bunda kepada Ayah yang sedang asik bermain game diponselnya sambil bertiduran santai diatas sofa.


"Iya bun sebentar, mau menang ini" Bunda hanya menggeleng melihat tingkah Ayah yang sudah tua tapi masih seperti anak sma.


"Bun, Chelsea belum pulang? " tanya Sella yang baru saja muncul dari lantai dua.


Chelsea sedang dibawa pergi ketaman dengan Helen, padahal Chelsea masih sangat kecil untuk bermain ditaman menginggat usianya yang masih sangat rawan jika dibawa keluar rumah berlama-lama.


"Belum sayang, kakak kamu mungkin masih main"


"Oh gitu ya bun"


"Lho mau kemana? " ucap Bunda ketika melihat Sella ingin kembali menaikki tangga.


"Kekamar"


"Gak makan, bunda masak banyak lho ini"


Sella tersenyum "iya nanti Sella makan setelah sella selesai nugas"


"Yaudah, sekalian panggin Vano suruh makan ya sayang"


"Iya bun"


Sella membuka pintu kamarnya lalu memasuki kamarnya dan mendapati Vano yang sedang sibuk berhadapan dengan pc gamingnya dan kembali menutup pintunya.


"Van disuruh makan sama bunda" ucap Sella dan duduk dikursi belajarnya


Tidak mendengar jawaban dari Vano, Sella menoleh kebelakang dan ternyata Vano sudah membuka pintu kamar lalu keluar. Sella hanya menghela nafas lalu kembali mengerjakan tugasnya.


30 menit akhirnya tugas selesai. Sella merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku lalu berdiri dan berjalan menuju pintu.

__ADS_1


Saat sampai dibawah, ternyata sudah ada Helen yang sedang menggendong Chelsea.


"Kak sini Chelsea nya" ucap Sella lalu mengambil alih Chelsea dari gendongan Helen


"Kakak pulang ya!" ucap Helen


"Helen gak makan? " ucao Bunda


"Nggak tan, soalnya ada kelas siang"


"Oh yaudah hati-hati ya"


"Iya tan" ucap Helen lalu memeluk serta mencium kening Sella dengan sayang.


"Kakak pulang" Sella mengangguk


Sella mengambil kasur kecil milik Chelsea yang memang sengaja ditaruh diruang tamu, lalu menidurkan Chelsea disana dengan hati-hati dijaga dengan kedua guling disamping kanan dan kirinya.


"Buna ambil makan Chel dulu, Chel disini diam-diam oke" ucap Sella lalu meninggalkan Chelsea, tenang diruang tamu ada Vano juga yang sedang menonton televisi.


Sella kembali dengan bubur bayi diwadah kecil dan satu botol bayi yang berisi air putih. Sella menyuapi Chelsea dengan telaten sesekali Vano mencuri pandangannya ke Sella yang sedang serius menyuapi Chelsea dan sedikit bercanda.


Vano beranjak tapi sebelum itu Vano berbisik ke Sella "selesai suapin Chel sama selesai kamu makan, kamu taruh Chesea dikamarnya terus samperin aku dikamar" bisik Vano


"Bunda Sella mau makan dulu tolong jagain Chelsea ya" ucap Sella yang sudah selesai menyuapi Chelsea dan anak itu sepertinya sedang menonton film yang ditayangkan walaupun tidak mengerti.


Selesai makan Sella menghampiri Chelsea yang ternyata sudah tidur dan mengangkatnya "bun Sella pamit kekamar ya kasian juga Chelseanya udah tidur" ucap Sella


"Iya kamu juga tidur siang ya? " ucap Bunda


Sella mengangguk lalu berjalan kekamar Chelsea yang berada dilantai dua tepat disamping kamarnya dan Vano. Memasuki ruangan yang penuh dekorasi kartun disneyland Sella menaruh Chelsea dibaby box nya lalu keluar tak lupa menutup pintu.


Beralih kekamar sampingnya Sella membuka pintu dan mendapati Vano yang duduk ditepi ranjang sambil memainkan ponselnya. Entah sedang apa Sella juga tidak tau.


Sella menghampiri Vano dan duduk disebelahnya. Belum ada percakapan sama sekali dari dua pasutri muda ini.


"Sel? " Vano memecahkan keheningan.


"Hm? " gumam Sella


"Mau sampai kapan kita diam-diaman terus? " ucap Vano yang sekarang menunduk memainkan jarinya sendiri.


"Entah" jawabnya


"Maafin aku kali ini. Aku salah, aku gak bisa diam-diaman terus sama kamu sel, aku gak bisa terus-terusan gak peduli sama kamu dan Chelsea. Kamu hidup aku sel. Soal Tania kemarin, dia mantan kekasih aku, dia ngechat aku karena itu hari terakhirnya dia di Indonesia dia mau pamit sama aku untuk pergi ke kanada dan menikah disana. Tania juga tau kalau aku udah nikah sama kamu, sebenarnya dia juga mau ketemu kamu tapi kamu malahan salah faham baca chat aku, kamu gak baca chat sebelumnya" ucap Vano sambil menggenggam tangan Sella.

__ADS_1


"Jujur saat itu emosi aku lagi melunjak karena aku disuruh ganti posisi ayah diperusahaan, aku gak bisa sama yang namanya berkas lagipula aku juga masih sekolah. Maaf aku udah lampiasin emosi aku ke kamu. aku sayang kamu" lanjutnya lalu memeluk Sella erat dan berkali-kali menciumi kening gadis itu.


"Sella juga minta ma--"


Vano memotong.


"Disini aku yang salah sel jadi kamu gak perlu minta maaf" ucap Vano


Sella mencubit pinggang Vano membuat Vano mengaduh "Dengerin ucapan Sella dulu!!"


"Akh sakit sayang"


Sella menyentil mulut Vano "ish mulutnya licin banget ngomongnya"


"Lama banget, kamu maafin aku gak? " ucap Vano


"Vano beneran sayang sama Sella? "


Vano mengangguk "aku mau buktiin kalau aku sayang sama kamu sel" ucap Vano lalu menidurkan Sella dikasur dan Vano mendekatkan wajahnya tapi Sella menahan Vano.


"Jangan Van" ucap Sella panik, jelas Sella tau apa yang akan Vano lakukan.


Vano menggeleng "ini satu-satunya cara buat ngebuktiin kalau aku sayang sama kamu sel"


"Tap--" ucapan Sella terpotong karena Vano mencuri satu kecupan dari Sella tentu itu membuat Sella terkejut sekaligus malu.


"Vano!!! " kesal Sella karena malu


"Apa sayang? "


"Ih apaan sih" ucap Sella mengalihkan pandangannya dan bibirnya mengerucut lucu membuat Vano semakin gemas dengan Sella.


Vano menangkup wajah Sella membawanya untuk menatap Vano lagi dengan satu tangan karena satu tangannya lagi guna menahan beban tubuhnya yang kini berada diatas Sella.


Vano menatap Sella intens begitupun sebaliknya "aku sayang kamu Sel"


Sella tersenyum lalu mengalungkan tangannya dileher Vano "Sella juga sayang Vano"


"kamu milik aku sel" ucap Vano dengan suara yang sudah mulai berat.


"Vano juga milik Sella" ucap Sella


Setelah itu Vano melancarkan aksinya dan Sella hanya menikmati sentuhan yang diberikan Vano. Biarkan siang dengan matahari yang terik ini menjadi saksi bisu dari kegiatan yang dilakukan mereka berdua.


hello hello hello nadisa is back!!!!

__ADS_1


__ADS_2