
Happy Reading.
"Van menurut kamu, foto kita ini ditaruh didinding pas diatas ranjang atau diatas televisi? " ucap Sella kepada Vano sambil memegangi bingkai foto pernikahannya dengan ukuran besar
"Dipas atas ranjang saja"
"Oh oke, kamu pasang ini Sella mau sapu lantainya banyak debu"
Sella memberikan bingkai fotonya kepada Vano dan keluar dari kamar Vano untuk mengambil sapu yang berada didapur
"Sella Nanti malam Bunda mau ajak kamu keluar, Sella mau kan? " ucap Bunda ketika melihat Sella turun dari lantai atas
"Sella mau saja, tapi kemana? " ucapnya sambil mengambil sapu
"Kemana saja, sekalian kita belanja untuk makan sehari-hari"
"Oke, Sella pamit kekamar ya Bun, beres-beresnya belum selesai"
"Iya sayang"
Bunda Vano memang sangat baik hati, ramah dan tidak sombong. Itu lah yang membuat Sella sayang sama Ibu mertuanya ini.
"Vano ac Sella mat--Astaga Vano kok selimunya ada dibawah! " pekik Sella saat memasuki kamar dan melihat selimut gang sudah berada dilantai.
"Sorry ini tadi mau pasang ini tapi susah" ucap Vano
"Kamu tambah kerjaan aku aja " ucapnya lalu membenarkan posisi selimut yang seperti tadi.
"Sella Kalau Yura mau main kesini boleh gak? " ucap Vano berhati-hati
Sella memberhentikan kegiatannya yang sedang menyapu lantai lalu memutar tubuhnya kearah Vano "Kenapa minta izin sama Sella? "
"Ya kan lo istri gue" ucap Vano membuat pipu Sella merona
Sella langsung saja melanjutkan kegiatannya "Iya tapi harusnya kamu izinnya sama Bunda karena yang punya rumah ini Bunda bukan Sella"
"Nanti kalau gak boleh gimana? "
"Ya itu masalah Vano"
"Ada solusi gak? " tanya Vano sambil duduk dikasurnya dengan memegang bantal
"Gak"
"Marah? "
"Kata siapa? "
"Kata gue"
"Sudah ya sekarang Vano bantu Sella bersihkan kamar" ucapnya dengan memberikan sapu ke Vano
"Gue gak bisa sapu lantai"
Sella hanya bisa menghela nafas sabar saat mendengar ucapan Vano. Setelah semuanya bersih kini hanya pakaian Sella yang masih berada didalam koper.
Sella memasukkan semua pakaiannya kedalam lemari Vano yang lumayan besar. Sella melihat sekeliling kamar, bersih tidak seperti tadi kotor.
__ADS_1
"Van lihat powerbank Sella gak? " ucap Sella yang sedang mencari powerbanknya dimeja belajar
"Gak tau, gue gak sentuh barang itu" ucap Vano yang masih fokus dengan ponselnya entah sedang menonton apa.
"Tadi Sella taruh dimeja belajar tapi masa hilang? Vano umpati ya? "
Vano menurunkan ponselnya dari pandangannya "Gue gak sentuh powerbank lo Asella"
"Tapi masa bisa hilang kan mustahil kalau itu powerbank bisa jalan sendiri"
Vano hanya memperhatika Sella yang mencari powerbanknya itu, Vano bangun dan melihat kearah meja belajar lalu Vano menatap kearah Sella dengan tatapan datarnya
"Ini apa kalau bukan powerbak, buku diary? " ucapnya datar sambil mengangkat powerbank milik Sella
"Eh iya, kok ada kamu ketemu dimana? " ucap Sella
"Dimeja belajar diatas jaket lo"
"Tapi kok tadi Sella cari gak ada? "
"Maka nya cari pakai mata jangan pakai mulut" ucap Vano kembali melanjutkan menonton videonya.
Sella tiduran disebelah Vano "Van nanti hari minggu Vano ikut ke lokasi kebanjiran itu? " ucap Sella
"Ikut"
"Yura ikut? "
"Iya sekalian katanya dia mau sumbang baju nya"
Sella tersenyum "Yura baik ya, ramah, Sella takut dia kecewa kalau tau status Vano yang sebenarnya, Vano sayang sama Yura kan? "
"Kalau Vano sayang kenapa Vano masih dekati cewek lain? "
"Itu kan sudah jadi kebiasaan gue"
"Kebiasaan buruk Vano itu harus dihilangkan agar gak menyakiti Cewek yang suka sama Vano"
Vano menoleh ke Sella "Termasuk lo?"
"Sella lelah, mau tidur" ucapnya lalu membelakangi Vano dan tertidur
Vano hanya menatap punggung kecil Sella, bisa-bisa nya Sella mengalihkan pembicaraannya dengan alasan ingin tidur.
•••
"Bunda mau beli apa? " ucap Sella yang mendorong troli
"Buah dulu ayo, Van itu kamu saja yang mendorong troli nya" Vano sebagai salah satu laki-laki diantara dua perempuan ini hanya bisa menurut.
"Sini" ucap Vano
"Gak aku saja" ucap Sella
"Gak usah bantah bisa gak! " ucap Vano dan Sella langsung menyerahkan troli yang didorongnya ke Vano
"Mau beli buah apa Bun? " tanya Sella ketika sampai distan buah-buahan.
__ADS_1
"Jeruk, Apel, Pisang, Apa lagi ya? kamu mau buah apa Van? " ucap Bunda
"Buah Naga"
"Durian mau gak? " tanya Bunda
"Nggak" teriak Vano dan Sella bersamaan.
"Loh kenapa? "
"Gak suka" Jawab Sella
"Bau nya gak sedap" jawab Vano.
Bunda mengangguk lalu memasukkan empat kantung plastik yang masing-masing berisi Buah.
"Bun beli spaghetti ya?" ucap Vano ketika melewati stan beberapa mie.
Bunda mengangguk "Jangan banyak-banyak, gak sehat"
"Ke tempat sayuran Bun, kita belum beli bahan untuk masak" ucap Sella
"Ah iya Bunda sampai lupa, ayo" Vano mengangguk.
Saat Bunda dan Vano sedang memilih sayuran, Sella pergi ke stan susu dan memilih beberapa susu untuk diminum ketika dipagi hari.
"Sella itu susunya gak kebanyakan? " ucap Vano ketika melihat Sella datang dengan membawa empat kotak susu putih berukuran besar
"Enggak, kan aku sama Bunda sudah sepakat beli susunya banyak biar gak beli lagi selama sebulan" ucap Sella sambil memasukkan susu kotak kedalam troli
"Sella, kamu gak mau yogurt? " ucap Bunda
"Mau Bun tapi yang rasa Berry"
Bunda mengangguk lalu memasukkan beberapa yogurt kedalam troli setelah itu mereka pergi ke Bumbu. Setelah ke stan Bumbu kemudian pergi ke tempat yang sangat difavoritkan Vano yaitu, Snack.
"Bun keripik yang pernah Bunda beli mana Bun? " tanya Vano
"Itu dibelakang kamu"
"Sella mau ini Bun" ucap Sella mengambil satu macam snack
"Loh kok cuma satu, ambil lagi seterah mau berapa"
Setelah Bunda bicara seperti itu, troli langsung terisi penuh pasti sudah tau siapa pelakunya, siapa lagi kalau bukan Vano sama Sella.
Kalau Vano sih alasannya agar lebih betah saja didalam rumah dan kalau Sella itu disuruh Bunda mengambil lebih banyak.
Setelah semuanya selesai, Vano mendorong troli kearah kasir dan membayarnya.
"Bun kan hari senin depan itu Vano sama Sella libur sekolah selama 3 hari kalau kita pergi liburan gimana? " ucap Vano yang sedang memasukan belanjaan kedalam bagasi belakang mobil.
"Boleh tuh, tapi ini libur dari sekolah atau kalian yang meliburkan diri? " ucap Bunda
"Dari sekolah lah Bun" ucap Sella
"Oke kalau gitu nanti kita bicarakan lagi dengan Ayah dirumah, takutnya Ayah gak bisa amnil cuti" ucap Bunda
__ADS_1
"Tapi kita liburannya jangan yang semacam kewahana bermain Bun, kita liburannya ke mana gitu tapi menginap" ucap Vano
"Iya sudah nanti itu dibicarakan lagi sama Ayah, sekarang jalan" ucap Bunda, Vano langsung menginjak gas mobilnya.