Asella

Asella
Adek Terima


__ADS_3

Happy Reading


Malam-malam Sella terbangun karena merasa lapar dan sekarang Sella sedang berjalan kearah dapur berniat untuk memasak mie instan.


Sella mengambil satu mie instan didalam lemari khusus mie lalu dimasak, hal ini sudah biasa Sella rasakan jika dini hari perutnya merasa lapar.


"loh Adek lagi apa? " ucap sang Mama


Sella tersenyum "lagi masak mie, Adek lapar"


Mama menghela nafas "Mama mau bicara sama Adek bisa? "


"bisa, mau bicara apa? "


"Nanti saja, selesai makan Adek langsung keruang kerja Papa" Sella mengangguk


"Ma tadi waktu disekolah, kelas Adek dipintakan dana untuk membantu warga yang kena banjir terus nanti perwakilan perkelas untuk ikut kelokasi kebanjirannya terus Adek kepilih, Mama izinin Adek gak? "


Mama tersenyum dan mengangguk "boleh, tapi hati-hati, dan kapan perginya? "


"hari minggu diminggu kedua"


"oh yaudah"


"Mama besok pulang malam lagi? "


"tidak"


"Mama jaga kesehatan, jangan sampai sakit"


"Adek juga jaga kesehatan ya, Mama mau keruang kerja Papa"


"iya Ma"


Sella melanjutkan masak mie nya dan terlihat sudah matang Sella menaruh mienya dimangkok kesukaannya lalu dibawa kemeja makan.


•••


"loh ada kakak juga disini, kakak lagi apa? " ucap Sella ketika memasuki ruang kerja Papanya dan mendapati Helen yang sedang berhadapan dengan Papa.


"lagi minta tandatangan sama kepala keluarga"


"Mama mau bicara apa? " ucap Sella duduk dihadapan Mama nya


Mama mengambil nafas dalam dalam sebelum bicara "umur Adek udah berapa? "


"tujuh belas"


"jadi begini, Mama dan Papa punya teman bisnis yang kebetulan itu ternyata sahabat Papa waktu kecil dan Papa ingat waktu itu pernah menjanjikan sesuatu bersama, tapi sebelum Papa lanjut bicara Adek mau turuti kemauan Papa? " ucap Papa


"untuk Papa pasti Adek turuti"


"Papa punya janji untuk menjodohkan kamu sama Anak sahabat Papa, Adek setuju? "


Sella terkejut "Papa jual Adek? "


"bukan dijual sayang, tapi Papa mau kamu menikah sama Anak sahabat Papa" ucap Mama


Sella menunduk "maaf Ma Pa, kalau itu Adek gak bisa turuti karena Adek gak mau kalau nikah sebelum Adek lulus kuliah, seperti Kakak yang sebentar lagi mau jadi sarjana" tolaknya secara halus


Mama mengelus rambut berwarna kecoklatan anak bungsunya "Tidak masalah kalau tentang pendidikan Adek, Mama cuma gak mau kalau Adek harus sendiri terus dirumah setiap hari"


"kan ada Abang yang temani Adek"


"Mulai sekarang Abang sudah mulai sibuk sama kuliah semester akhir" ucap Helen

__ADS_1


"Adek bisa kerumah Vallen kalau Adek sedang sendiri dirumah"


"tapi gak setiap hari kamu bisa main kerumah Vallen"


"Adek takut dikekang sama Anak sahabat Papa"


"Anaknya baik"


"oke Adek setuju tapi Adek gak mau kalau harus pisah rumah sama Mama Papa dan Kakak, Adek mau tetap tinggal disini"


"gak bisa, Adek harus pisah rumah sama Mama"


"yaudah Adek mau" ucapnya terpaksa


"jangan murung dong, senyum" Sella tersenyum paksa


"Sekarang Adek tidur ya, besok harus sekolah" Sella mengangguk dan keluar dari ruang kerja Papanya.


Sella menutup pintu kamarnya dan berjalan lesu kearah kasurnya


"Kenapa tidak Kakak saja yang dijodohkan? " ucapnya


"Sella gak mau kalau itu jadi yang terburuk dihidup Sella lagi pula umur Sella masih kecil belum cukup untuk menikah" ucapnya lagi sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


•••


"Asella bangun sekolah" ucap Helen sambil mengetuk pintu kamar Sella


merasa tidak ada jawaban Helen masuk kedalam kamar Sella dan melihat Sella yang menggigil diatas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai bagian leher Sella.


"Astaga Sella, tubuh kamu hangat" panik Helen


Helen segera keluar dari kamar Sella untuk memanggil Mama nya


"Ya tuhan, Adek kamu demam, cepat ambilkan kompresannya" ucap Mama


"sabar ya sayang, kakak lagi ambil kompres kamu"


"ini Ma" Helen memberikan kompres kepada Mama, dan menempelkannya didahi Sella


"Kak, hari ini tolong bikin surat izin tidak masuk sekolah Adek dulu ya" ucap Mama


"iya Ma" ucapnya yang langsung membuat surat permintaan izin.


•••


"Adek kenapa bisa sakit? banyak pikiran? " ucap Papa


Sella menggeleng "enggak Pa, Adek cuma kelelahan saja"


"gak biasanya loh kalau kamu kelelahan itu bisa sakit" ucap Mama


"Atau Adek kepikiran sama hal semalam yang Mama sama Papa bicarakan ke Adek? "


Sella tersenyum "Sella cuma kelelahan mungkin karena terlalu banyak mikir"


"yaudah lain kali kurangi baca bukunya" Sella menuruti kata Papa dan setelah itu Papa keluar dari kamar Sella


Mama memeluk anak perempuan semata wayangnya "cepat sembuh sayang"


Sella mengeratkan pelukannya "udah lama Adek gak ngerasain pelukan Mama"


"Mama terlalu sibuk? "


"mungkin"

__ADS_1


"nanti malam sahabat Papa mau datang kesini" ucap Mama


"mau ngapain? "


"mau bahas tentang pernikahan kamu"


Sella menundukkan kepalanya "Adek punya salah ya sama Mama, maka nya Mama mau kasih Adek ke Anak sahabat Papa biar ada yang jaga Adek terus tanggung jawab Mama, Papa sama Kak Helen untuk jaga Adek mau diberikan semuanya ke Anak sahabat Papa? "


"sutt kok Adek bicara seperti itu? "


"Mama kalau Adek punya salah Adek mau minta maaf, Adek gak mau tanggung jawab kalian untuk Adek dilepas, Adek gak mau"


Mata Mama mulai berkaca-kaca "Mama sama Papa ngelakuin ini semua karena kita sayang sama Adek, dan Kak Helen gak mau kalau Adek sendiri terus"


"Mama jangan nangis, Adek gak mau lihat Mama nangis" Sella menghapus air mata Mama yang mulai turun membasahi pipi


"sudah, sekarang Adek istirahat, nanti malam sahabat Papa datang"


•••


"Cie mau ketemu calon" ucap Helen kepada sang Adik yang sekarang sedang duduk didepan meja rias


"Kakak bicara sekali lagi Adek kuncikan dikamar mandi" ancamnya


"kunang-kunang Adek kemana? "


"Adek taruh didalam lemari"


"kok didalam lemari nanti malahan tidak hidup loh"


"hah, masa? yah nanti cahaya Adek hilang" dengan wajah polosnya Sella membuka lemarinya dan mengambil Kunang-kunangnya


"huh untung masih hidup" lanjutnya dan menaruh botol yang berisi kunang-kunang ke meja


"Adek udah pulih? "


"Sedikit"


"Adek kalau kuliah mau ambil fakultas apa? "


Sella berfikir "Adek gak tau bisa lanjut kuliah atau sampai di SMA saja"


"loh kenapa? "


"Adek gak yakin"


Helen mengusap bahu Sella yang terbuka "berdoa aja sama Tuhan agar Adek bisa lanjut sampai jadi sarjana seperti kakak"


"Adek selalu berdoa"


"Adek udah siap? " tanya Mama yang muncul dari balik pintu


"udah tapi Adek gugup"


"kenapa? " bukan Mama yang bertanya tapi Helen


"Adek takut"


"Buang jauh-jauh rasa takut Adek"


"emang sahabat Papa udah ada dibawah? "


"Sedikit lagi mereka sampai"


Melihat kegugupan Anak bungsunya, Mama mengusap lembut kepala Sella "Semua akan berjalan lancar"

__ADS_1


Sella memejamkan matanya sekejap "Ayo kebawah"


__ADS_2