Asella

Asella
From flour?


__ADS_3

Happy Reading.


"ASTAGA MASIH DISEKOLAH!!" ucap seseorang tiba-tiba membuat keduanya melepaskan ciumannya sedikit tidak rela.


Sella dan Vano langsung menatap orang yang berteriak tadi dan ternyata itu Dewa dan ketiga teman Sella.


"Sialan. Bikin gue kaget saja lo! " ucap Vano ke Dewa yang berteriak tadi.


"Kalian bikin Sella panik deh! " ucap Sella


"Cie panik" goda Vallen


"Jadi sudah baikkan? " ucap Dewa


"Lo punya mata kan? " ucap Vano


"Punya! " balasnya


"Baikkan sih baikkan tapi gak perlu pake cara ciuman juga kali, ingat masih disekolah untung tadi cuma kita yang lihat coba kalau yang lain atau guru bisa dipastiin kalau kalian dipanggil kapsek sekarang! " oceh Bella


"Jadi ada jatah baikkan gak untuk kita? " tanya Keina


"Jatah apa? " ucap Vano


"Jatah traktir kita makan diresto samping sekolah" ucap Dewa cepat


"Yah uang gue tambah tiris dah" ucap Vano


"Pakai uang Sella saja, Sella masih simpanan di atm kebetulan juga awal bulan ini ayah udah transf--" ucap Sella


"Eh jangan, pakai uang gue aja" sela Vano


"Van gak mau ganti cara panggil lo ke Sella gitu, gak baik loh kalau bicara lo-gue ke istri" ucap Keina


"Belum biasa kalau aku-kamu" jawabnya


"Ah apaan itu sama Yura bisa" cibir Sella


"Hehe iya sayang nanti dibiasain" ucap Vano


"Apaan sih sayang sayang, Sella gak like"


"Aduh udah deh sekarang kita kekelas sebentar lagi bel bunyi" ucap Vallen


Mereka pergi kekelas masing-masih dengan Dewa dan Vano yang berbeda arah karena beda kelas.


"Nanti pulang kerumah ya Sel? " ucap Vano


Sella mengangguk "Semalam aku gak ada dirumah, bunda cariin aku gak? "


Vano mengangguk "Bunda kangen loh sama kamu, semalam aku bilangnya kalau kamu lagi nginep dirumah Mama karena kangen sama Mama"


"Ekhem aku-kamu nih? " goda Vallen


"Ck diam deh lo, fokus jalan kedepan sana awas ada tangga" balas Vano


"Iya deh yang gak mau diganggu"


•••


"Lo pesannya jangan tanggung-tanggung Dew, sekalian aja semua lo pesan! " ucap Vano sedikit kesal karena Dewa yang memesan makanan lebih dari tiga, tidak tau untuk siapa makanan itu


"Serius Van? Oke deh"


"Iya tapi nanti gue biarin"

__ADS_1


"Gitu loh sama gue" ucap Dewa merajuk


"Lo bertiga serius cuma pesan Pasta beef doang sama lemonade? " tanya Vano


"Iya" jawab Vallen, Bella dan Keina serentak


"Sella mau apa? " tanya Vano


"Matcha latte sama lasagna saja tapi matcha nya Sella mau di big cup" ucap Sella


"Lasagnanya yang big saja ya biar bisa berdua"


"Oke"


Selesai dicatat pesanan mereka oleh pelayan resto, Sella memilih diam sambil melihat kearah jalan raya yang sekarang dipenuhi oleh kendaraan karena ini jam-jam nya anak sekolah pulang.


Serius deh ini Vano traktir mereka gak tanggung-tanggung karena ini yang mereka pesan sudah banyak tetapi Vano tetap santai tidak ketakutan jika semua totalnya akan melebihi yang dibayangkannya.


"Van? " ucap Sella


"Hm? "


"Sella takut kalau Yura tau ini semua"


"Gak perlu ada yang ditakuti selagi masih ada aku disamping kamu"


Dewa langsung menatap Vano aneh "sejak kapan lo bisa modus kayak gitu Van? "


"Sialan lo! Gue lagi serius dibilang modus" kesal Vano


"Van, lo serius sudah suka sama Sella dari kelas sepuluh? " tanya Keina


"Iya"


"Ya lo gak nanya, masa iya gue tiba-tiba langsung bilang kayak gini 'gue suka sama Asella' kan gak mungkin nanti malah dikata gila sama lo karena bicara sendiri"


"Tapi seenggaknya lo kasih tau gue nanti gue bantu"


"Banyak ngomong, tuh makan" ucap Vano sambil menunjuk makanan yang baru saja datang


"Eh iya Van nanti kalau langsung kerumah terus koper yang ada dirumah Sella gimana? " ucap Sella


"Bisa nanti, bawa bajunya kesana gak banyak kan? "


Sella menggeleng


"Yaudah nanti saja itu mah"


"So lo berdua beneran baikkan kan? " ucap Keina sambil menunjuk kearah Vano dan Sella bergantian dengan garpu yang dipakainya untuk memakan pasta nya.


"Kei taruh dulu itu garpunya! Seram gue lihat lo nunjuk pakai garpu kayak gitu" ucap Vano


Keina nyengir "sorry, tapi ini serius kalian beneran baikkan? "


"Terus lo kira ini cuma bohongan?!? " kesla Vano


"Ya enggak, takutnya lo cuma modus doang Van"


"Sialan enak banget kalau ngomong"


"Lo berdua gak pernah akrab ya? " ucap Bella yang bingung melihat Vano dan Keina yang selalu beradu pembicaraan


"Gak banget kalau gue akrab sama dia" balas Keina


"Kei gak boleh kayak gitu, walaupun Vano emang ngeselin tapi dia sepupu kamu" ucap Sella

__ADS_1


"Kok kamu bilang aku ngeselin sih? "


"Emang faktanya kalau Vano ngeselin"


Yang lain tertawa mendengar pengakuan Sella, sedangkan Vano sudah misuh-misuh sendiri.


"Sabar Van punya istri modelan Sella harus banyak sabarnya" ucap Vallen


"Selalu sabar"


Sella menoleh ke Vano "sabar apanya? "


"Diam deh yang, kamu makan aja"


"Cih, sekarang panggilannya sayang-sayangan" ucap Dewa


"Iri bilang boss!!! " ucap Sella dan Vano bersamaan


"Gue gak iri boss!! " balas Dewa


"Kompak lo berdua" ucap Bella


"Kalian gak mau ada rencana bikin keponakan buat gue yang lucu gitu?? " kata Keina


Sella yang sedang minum pun tersedak "buat pakai apa? Tepung? Kalau tepung Sella bisa kan Sella pernah buat kue" ucap Sella polos


Vallen memijat keningnya sendiri "bayi sama tepung apa urusannya coba? "


"Ya gila aja Sel bikin bayi dari tepung?!? " ucap Bella


"Aduh Van istri lo polos banget" ucap Dewa


"Bukan pakai tepung Sel bikinnya" ucap Keina


"Terus pakai apa? "


"Caranya lo sama Vano bu--" belum seleai bicara tapi mulut Keina sudah dibekap dengan telapak tangan Vano


"Lo jangan bikin kotor otak Sella! " bisik Vano


"Loh kok pada diam? " tanya Sella


"Ekhem Sel, sudah selesai kan makannya kalau sudah sekararang kita pulang otak kamu bisa ternodai disini" ucap Vano sambil menarik tangan Sella


Mereka berdua pergi dari resto ini, tenang saja kalau masalah bayaran itu tadi sudah dibayar Vano saat akan keluar dari restoran tersebut.


"Van emang buat bayi kayak gimana sih? Sella penasaran" ucap Sella yang sudah duduk dibelakang Vano sedangkan Vano sudah mengendarai motor.


"Sella mau tau? " pertanyaan itu lantas membuat Sella mengangguk antusias


"Nanti kalau sudah waktunya"


"Lah emang kenapa kalau sekarang? "


"Kamu masih sekolah yang. " tekan Vano


"Emang ada urusannya sama Sekolah? "


"Ada dan itu pasti jadi urusan besar, Sella gak mau kan kalau berhenti sekolah? "


Sella menggeleng


"Nah maka nya nanti saja kalau sudah waktunya"


"Ya sudah terserah Vano"

__ADS_1


__ADS_2