
Selepas itu, Aidil pun bergabung nan duduk diantara ketiga wanita bar-bar, siapa lagi kalau bukan Aida bersama kedua temannya Lita dan Madonna.
Tidak lama Bu Mila kembali lagi ke kelas 11 J, sudah hampir setengah jam ia membuang air besar di toilet guru. Sampai di kelas, kini muridnya telah berkumpul dengan kelompok masing-masing tanpa ada yang ribut.
"Good morning, student. Sorry mom was defecating. Ok because you guys have formed a group. Now I will explain about English. The first five questions, you are looking for answers from the short story entitled Glass Shoes, for the second question making the third verb sentence from the short story, the third five questions translating the words in the short story into Indonesian, the last ten questions looking for the name of the place that has been served. available there. Alright, do well and don't make a fuss, mom wants to go to the office for a while, the bell will ring, mom will come again," jelas Bu Mila.
"Oh ok, Bu. Terimakasih!" balas mereka bersamaan. Mendengar penjelasan Ibu Mila membuat Aidil tidak mengerti apa yang ia katakan.
Bu Mila mengangguk tersenyum, kemudian ia pergi lagi meninggalkan tas dan buku Bahasa Inggris.
"Aida, Lita, Madonna. Ibu Mila tadi ngomong apaan yah? Kok gue nggak ngerti, terus dia pergi lagi," panggil Aidil dan bertanya kepada mereka bertiga.
"Hum ... Bu Mila tadi, kalau nggak ada yang bisa Bahasa Inggris dapat nilai kecil, jadi kalau sudah bikin kelompok harus kerja semua," balas Aida dengan memainkan Aidil.
Lita dan Madonna kini hanya diam saja, melihat Aida nan kelewatan memainkan Aidil. Lagi pun apa yang diucapkan oleh Aida tidak ada benarnya.
"Ya Allah, gue harus bagaimana?!" panik Aidil.
"Yo, ndak tau. Hayo lho kalau nggak bisa Bahasa Inggris, nilainya kecil," balas Aida dengan menakuti Aidil.
"Ya Allah. Aida, lu boleh ajarin gue nggak. Gue kagak mau nilai kecil. Kenapa sih harus ada pelajaran Bahasa Inggris," ucap Aidil berkeluh kesah.
"Hum ... gue bakalan ngajarin lu. Tapi ada satu syarat yang harus lu penuhi," Aida melakukan rencana matang kepada Aidil.
"Ya sudah, syaratnya apa? Tetapi lu janjikan ajarkan gue Bahasa Inggris sampai dapat nilai bagus," tanya Aidil yang menerima permintaan Aida dengan spontan.
__ADS_1
"Iya, nggak usah bawel kali. Gue sudah jago soal Bahasa Inggris, Lita, Madonna dan keluarga gue juga tiap hari bertemu bule. Ditambah gue juga punya saudara dari Amerika. Ok syaratnya, semua mata pelajaran dari Bahasa Indonesia, Matematika, PPKN lu harus kasih semua jawabannya pada gue beserta ulangan tengah semester sampai ulangan semester awal dan semester akhir, gimana mau nggak. Kalau nggak mau ya sudah palingan nilai Bahasa Inggris lu C ha-ha-ha," balas Aida.
"Aida. Bukannya itu kelewatan kasihan lho Aidil dimanfaatin gitu," ucap Madonna dengan berbisik.
"Madonna, lu nggak usah pada kasihan padanya. Kan dia sendiri yang minta, daripada nilai kita kecil terus mending manfaatin saja Aidil, biar nilai kita bagus-bagus. Kalau lu nggak mau dengerin gue ya sudah, nanti lu sendiri bakalan tinggal di kelas ini," balas Aida.
Kini Madonna hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa sembari menggeleng kan kepala. Mendengar persyaratan Aida, membuat Aidil berhenti sejenak. Sebelum menerima persyaratan Aida nan berat itu, Aidil harus berpikir matang-matang.
"Baiklah, gue bakalan menerima permintaan lu. Tapi kalau nilai Bahasa Inggris gue kecil dan kalian bertiga dapat nilai bagus, maka gue -" Ucapan Aidil terpotong oleh Aida.
"Maka apa, Hah?! Sudah dikasih hati malah minta jantung. Sudah tau gue mau bantuin lu dapat nilai bagus dan lu malah ngancam gue. Kalau lu nggak mau jangan dipaksain, kesel gue sama lu!" balas Aida.
"Sabar Aida. Lu jangan emosian dulu, nanti cepat tua," Lita yang berusaha menenangkan Aida agar tidak berdebat dengan Aidil.
"Baiklah, sekali lagi gue minta maaf. Gue bakalan menerima persyaratan lu, tapi lu janjikan bakalan bantu gue dapat nilai bagus."
"Iya, lu nggak usah bawel kali. Daripada mengoceh terus alangkah baiknya kita kerjakan tugas Bahasa Inggris sekarang juga, lihat kelompok lain sudah pada ngerjain," balas Aida untuk menghentikan perdebatan dirinya dengan Aidil.
Kini Aidil, Lita dan Madonna mengangguk. Lalu mereka berempat mengerjakan tugas Bahasa Inggris dengan bergegas.
Kriing!
Kriing!
Tidak lama suara bel sekolah berbunyi keras, kini tugas Bahasa Inggris yang mereka kerjakan banyak belum selesai, kemudian Ibu Mila masuk ke dalam kelas lagi.
__ADS_1
"Ya Allah, bel sudah bunyi yah. Tugas tinggal sepuluh lagi. Aidil, Madonna, Lita buruan cari nama-nama makanan dari daerah ini sekarang juga?!" panik Aida seraya menunjukkan ke sepuluh soal terakhir.
Namun, semua itu terlambat. Ibu Mila malah sudah berdiri di depan meja guru.
"Anak-anak apakah tugas kalian sudah selesai?" tanya Bu Mila.
"Belum, Bu Mil. Tugasnya tinggal sedikit lagi!" balas mereka dengan sekelas.
"Hum ... ya sudah, karena mata pelajaran ibu sudah habis. Maka tugas yang belum selesai kalian kerjakan lagi di rumah, ingat saling bekerja sama yah, kalau salah satu kalian tidak ada yang bekerja sama. Ibu bakalan kasih tugas lagi lima belas soal, ibu tunggu hari selasa. Ibu izin keluar yah dan semangat mengerjakan tugasnya."
Semua anak pun mengangguk bersamaan seraya tersenyum apa yang dikatakan oleh Ibu Mila. Semua anak pergi meninggalkan kelompok masing-masing, karena suara bel tadi berbunyi menandakan waktu sudah istirahat.
"Temen-temen kita pergi ke kantin yuk? Cari makan. Sumpah gue udah laper ampe kurus kering begini, biasalah bakso Bang Sat murah meriah," ajak Aida.
Lita dan Madonna kini hanya mengangguk saja, apa pun yang dikatakan oleh Aida ada benarnya. Kemudian mereka bertiga meninggalkan kelas 11 J dan berjalan melewati lorong kelas. Selepas itu, mereka bertiga berhenti sejenak melihat kelas 11 D yang sedang belajar praktek tata boga.
Setelah itu, Aida mendadak berhenti lalu mengintip lewat pintu. Ternyata Helga sedang selesai memasak lontong sayur, tahu goreng dan sirup marjan berwarna hijau dengan campuran serut timun.
Kemudian Pak Muwardi datang menilai masakan mereka. Mereka mempraktekkan tata boga bukan hanya Helga seorang, tapi ditemani manusia bertopeng gajah dan bertopeng jerapah.
"Helga masakan mu. Mulai dari lontong sayur, tahu goreng dan sirup marjan enak banget. Bapak kasih nilai kalian 95," ucap Pak Muwardi yang sangat membanggakan Helga.
"Hah? Beneran yah Pak. Alhamdulillah, terimakasih banyak," balas Helga dengan bahagia.
Selepas itu, Pak Muwardi melanjutkan penilaian lain. Beberapa menit kemudian Pak Muwardi pun telah selesai menilai masakan mereka, lalu pergi meninggalkan kelas. Sedangkan Aida, Lita dan Madonna masuk ke dalam kelas untuk meminta makanan pada Helga sembari menggodanya.
__ADS_1