Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Sholat Jum'at


__ADS_3

"Aida, Lita. Sekarang kita mau pergi ke mana nih?" tanya Madonna.


"Yah, gue mah random mau ke mana aja nan penting sampai di rumah gue," balas Aida.


"Gue mah ikut saja Madonna, yang punya mobil 'kan lu. Kami berdua cuman numpang duduk doang," balas Lita.


"Ya sudah kita pergi ke angkringan yah. Soalnya hari juga masih pagi," ajak Madonna.


Kini Aida dan Lita hanya mengangguk saja sembari mengikuti ajakan Madonna. Kemudian Madonna menginjak pedal gas mobilnya dan melewati gerbang dengan melambai-lambai tangan pada Ketot.


Sesampai perempatan mobil Madonna mendadak berhenti, melihat jalan di depan sedang prihal macet, ternyata banyak para lelaki yang hendak sholat jum'at ke masjid Al-nabawi


"Aida, lihat tuh cowok yang pakai koko biru, ganteng banget yah," ucap Madonna menunjuk ke depan.


Aida dan Lita pun menoleh ke depan.


"Hum  ... kayaknya masih standar aja deh. Lihat tuh cowok yang pakai koko cokelat ganteng juga, meskipun dia dah punya anak," balas Lita.


"Tapi menurut gue itu suami orang. Mau aja lu suka sama suami orang, mending sekalian cari duda tanpa anak, ngurus hidup sendiri lu aja ribet apalagi anak orang lain. Biar kek sugardady. Tunggu coba lihat sana ada cowok kek om-om pakai koko putih, kayaknya dia duda tanpa anak," balas Aida.


Lita dan Madonna bersamaan menoleh ke depan.


"Heh? Dia ayah gue anjir. Mana ada dia om-om tanpa anak. Bisa aja lu demen sama ayah gue!" kaget Lita.


"Yah mana gue tahu, soalnya cakep juga. Tapi kalau gue jadi emak tiri lu boleh nggak?"


"Iyalah ayah gue cakep, pasti anaknya cantik dan sholeha. Heh? Ibu gue masih hidup lalu lu mau daftar jadi mak tiri," balas Lita.


"Siapa tau, ayah lu mau poligami."


"Enggak-nggak meskipun ibu gue nyebelin. Tapi gue tetap tidak mau punya ibu tiri, apalagi dua. Cukup satu aja sudah bersyukur," tolak Lita.


Selama mereka berdua berdebat kini Madonna menginjak pedal gas mobilnya, lalu pergi ke tempat angkringan.


Sesampai di tempat angkringan, kini mereka bertiga malah tidak melihat orang satupun yang sedang berjualan. Alasan mereka tidak berjualan atau tutup karena melakukan sholat jum'at.


"Yah, pada tutup semua. Madonna sekarang kita mau pergi ke mana nih?" tanya Aida.


"Gue nggak tahu Aida, tapi perut gue sudah pada keroncongan aja nih," balas Madonna

__ADS_1


"Tapi 'kan, kita tadi baru selesai makan bakso kenapa lu malah lapar," ucap Lita.


"Lita, lu enggak tau aja sama kapasitas perut gue. Makan bakso semangkok itu saja masih kurang, maksimal 2 atau 3 mangkok baru cukup buat perut gue, kalau gue tadi mau nambah kasian sama Aida." Madonna yang berbicara dengan jujur.


"Hahaha  ... Madonna kalau lu mau nambah bilang aja, lu kira gue apaan kayak nggak kenal. Bakso semangkok harga 6 ribuan itu masih mampu gue bayar. Kita kan bestie, masa gue nggak bisa peka sama kalian," balas Aida.


"Hum, terimakasih banyak yah Aida, sudah mempedulikan gue."


Kini Aida mengangguk saja sembari tersenyum, tidak lama Madonna melihat warung kecil yang sedang menjual kan corndog dan hotdog di sampingnya juga ada jualan es boba.


Saking laparnya Madonna menahan perut, kini mobil itu mendadak berhenti dan mereka bertiga bergegas menghampiri warung tersebut.


"Mbak, gue mau pesan hotdog mozzarella big 3 sama corndog hezalnut big 3 juga," pinta Madonna.


"Oh, baiklah non. Tunggu sebentar," balas pemilik warung.


"Aida, Lita. Kalian haus nggak, mau dibeliin minuman kagak?" panggil Madonna.


"Iya, kami berdua haus Madonna. Emang  lu mau beli minuman apa?" balas Aida.


"Gue mau beli es boba. Sembari nunggu mbak itu bikin hotdog dan corndog. Mending kita beli minuman aja  buat di mobil."


"Gue mau rasa bubble gum aja Madonna," tambah Lita.


"Oh, ok kalian berdua tunggu saja di sini yah. Gue mau pergi ke warung sebelah," balas Madonna.


"Mbak, gue mau pesan es boba tiga. Rasa red velvet, bubble gum dan matcha," pinta Madonna.


"Oh, baiklah non. Ditunggu yah," balas pemilik warung jual es boba.


Sepuluh menit berlalu, es boba yang dipesan oleh Madonna telah siap. Kemudian ia membayar dengan menggunakan uang kas sebesar 100 ribu.


"Ini mbak duitnya, terimakasih yah," ucap Madonna sembari mengambil ketiga cup boba itu.


Kini mbak pemilik warung es boba hanya mengangguk saja sembari tersenyum, lalu ia mengambil uang pecahan sebesar 85 ribu kembalikan pada Madonna.


Usai membeli es boba, Madonna kembali bertemu kedua temannya Aida dan Lita, kebetulan hotdog dan corndog yang ia beli telah selesai — Madonna membayar keenam makanan itu.


Setelah membeli makanan dan minuman, kini mereka bertiga bergegas masuk ke dalam mobil, lalu menikmati kedua makanan dan satu minuman tersebut sampai habis. Sudah 10 menit berlalu, mereka pun kekenyangan kemudian Madonna mengantar Aida dan Lita ke rumah masing-masing dengan menggunakan mobil pribadinya.

__ADS_1


"Madonna, Lita. Terimakasih ya sudah anterin gue sampai sini. Oh iya kalian jangan sampai lupa dengan tugas Matematika sama Bahasa Inggris," ucap Aida.


"Baiklah, Aida. Gue juga nungguin balasan Aidil. Hah? Bahasa Inggris. Astaga! Gue sampai lupa, tugas itu dikerjain dalam satu kelompok 'kan," balas Lita.


"Ya Allah, jadi kita kapan nih ngerjain tugas Bahasa Inggris? Jangan lupa ajakin Aidil," balas Madonna.


"Begini aja, nanti gue bikin grup whatsapp untuk bermusyawarah. Tujuan kita ngerjain tugas Bahasa Inggris mau ke mana, kalau sudah ada kesepakatan jadi nggak perlu mikir-mikir lagi. Waktu kita cuman sabtu sama minggu," jelas Aida.


"Aah? Gue mah ikut ajalah. Ya sudah deh gue sama Lita mau pulang duluan yah, biasanya jam segini bokap dan nyokap gue sudah ada di rumah," balas nya.


Kini Aida hanya mengangguk saja, kemudian Madonna dan Lita pergi meninggalkan Aida yang berdiri di depan rumah.


Selepas kepergian Lita dan Madonna. Aida malah digangguin lagi oleh Ibu Setan nan berdiri di depannya, lalu ia berbalik ke belakang dan bergegas ke depan pintu sembari mengetuk pintu dengan kencang.


Tok!


Tok!


"Mas Uk tolong buka pintunya, Aida capek banget nih!" teriak nya.


"U——hum  ... mau sampai kapan adik mas berteriak terus. Kalau mas sekarang tidak ada di rumah," balas Uka.


"Heh? Mas Uk? MasyaAllah ini beneran Mas Uk yah, habis sholat jum'atan yah mas. Cakep banget pakai baju koko nya dan tumben mas pakai sarung baru," kaget Aida sembari terpesona menatap Uka yang habis sholat jum'at.


"I-iya ini mas kenapa? Hooh, mas habis sholat jum'at juga. Berhentilah untuk menggoda mas. Iya nih baru makai juga, sarung mas yang lama sudah dicuci," balas Uka.


"Oh, begitu."


"Btw, adik mas dah makan belum? Kalau belum kita makan mie instan yuk, kebetulan mas pulang dari indomaret samping masjid, beli mie lemonilo rasa bayam," ajak Uka.


"He? Bukannya Mas Uk, nggak diizinin bapak makan mie instan," balas Aida.


"Mas kepengen aja Aida. Soalnya hari ini adalah hari terakhir mas di rumah, besok mas mau pergi cari uang lagi," kekeh Uka.


"Hum, begitu ya sudah deh mas. Aida penasaran banget tuh sama mie lemonilo. Oh iya kalau mas dah gajian, jangan lupa transfer uangnya pada Aida yah. Nggak banyak kok cuman seratus ribu."


Kini Uka mengangguk saja dengan tersenyum, tetapi ia kaget sembari mengernyitkan kening ketika Aida meminta transfer uang. "Heh? Kau kira mas nyetak uang."


Aida pun hanya mengangguk dan senyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2