Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Berulang Kembali


__ADS_3

Di saat Pak Sabar masuk ke dalam kelas, Aida membalikkan badan dan mengintip lewat kaca seraya memperhatikan Pak Sabar, ternyata bapak itu masih sibuk memainkan handphone dengan serius.


Usai memperhatikan Pak Sabar, kini Aida mengajak kedua temannya untuk berencana pergi meninggalkan kelas, karena menurutnya berdiri di depan kelas serasa membosankan.


"Lita, Madonna. Kita pergi ke aula sekolah lagi yuk, selagi Pak Sa masih sibuk dengan handphonenya. Lagi pun bapak juga nggak akan memikirkan kita. Gue mah tidak peduli dia mau marah apa kagak yang penting bisa sekolah," ajak Aida.


Lita dan Madonna menoleh bersamaan sambil memperhatikan ucapan Aida.


"Kalau gue sih ikut aja Aida. Karena lu, gue nggak takut lagi ditambah ada rasa semangat yang memukul keadaan gue," balas Lita dengan menerima ajakan Aida.


"Aida, keknya gue nggak ikutan aja deh. Takutnya Pak Sa semakin marah sama gue, lihat ekspresi nya tadi serius banget, gue nggak mau lihat nilai hancur dan nggak mau kedua orang tua kecewa gara-gara gue," balas Madonna yang ingin menolak ajakan Aida.


"Oh begitu Lita, baiklah karena lu telah mempedulikan gue. Astaga Madonna, lu kenapa pada takut begini, Pak Sa sama kita tuh sama aja makan nasi. Kita tuh harus berani dan jangan takut sama Pak Sa, yang perlu kita takuti itu Tuhan," ucap Aida karena kesal dengan tingkah Madonna yang penakut.


"Ya sudah, kalau lu nggak mau ikutan. Gue sama Lita enggak maksa kok."


Kini Madonna diam saja dan bingung mau mengikuti siapa, lagi pun orang yang ia kenal hanya Aida dan Lita, kemudian Madonna mengambil keputusan untuk tetap mengikuti ajakan Aida.


"Baiklah Aida, gue ikut lu aja. Terimakasih karena telah bantu gue jadi sahabat lu, mungkin tanpa lu. Gue enggak ada punya teman dan duduk menyendiri kayak nggak punya semangat hidup," ucap Madonna.


"Madonna, gue ngerti apa yang lu katakan. Sekarang kau tidak usah takut, kami di sini selalu ada di samping lu," balas Aida.


Madonna hanya mengangguk dan tersenyum melihat Aida nan selalu mendukungnya. Usai bercakap-cakap Aida dan kedua temannya meninggalkan kelas lalu pergi ke aula sekolah untuk memainkan musik.


Sepuluh menit berlalu, mereka bertiga sudah sampai di aula sekolah. Aida yang telah menyiapkan mikrofon, Lita yang memainkan gitar listrik dan Madonna memainkan drum listrik.

__ADS_1


Kemudian mereka mulai memainkan musik dengan menggunakan lagu Bukan Superstar kembali. Di saat musik berbunyi lagi, kini Pak Surarto yang baru saja sampai di ruangan malah mendengarkan suara itu kembali.


Hal ini membuat Pak Surarto sangat resah. Selepas itu, ia beranjak pergi ke aula sekolah untuk menghentikan orang yang sedang memainkan musik. Tidak lama Pak Surarto menguntit lewat jendela yang memainkan musik adalah Aida bersama kedua temannya Lita dan Madonna.


Bukan untuk kembali ke kelas, mereka bertiga malah mengulangi nya lagi. Sebelum itu Pak Surarto berpura-pura jalan menunduk dan pergi menuju pintu belakang dengan tujuan mengunci pintu. Setelah menutup pintu dengan menggunakan balok kayu, kini ia berjalan ke pintu depan untuk mengakali mereka bertiga agar tidak kabur.


"Hei kalian bertiga. Memang benar-benar keras kepala yah, sudah bapak bilangin kembali ke kelas kini malah mengulanginya lagi. Nampaknya kalian pengen dihukum sama bapak yah?!" kesal Pak Surarto. Kemudian ia datang menghampiri mereka bertiga.


Aida, Lita dan Madonna pun menghentikan musik segera mungkin. Lalu mereka diperlihatkan Pak Surarto yang sedang menghampirinya. Kemudian Aida bersama kedua temannya ingin kabur meninggalkan Pak Surarto dengan melewati pintu belakang.


Saat tiba di depan pintu belakang, kini mereka bertiga berusaha untuk membukakan pintu, tetapi suatu keanehan pada pintu tersebut, membuat mereka kesulitan untuk kabur sedangkan Pak Surarto sudah terlalu dekat menghampiri mereka.


"Astaga! Lita, Madonna kita harus bagaimana? Mana Pak Kepala Sekolah sudah sangat dekat menghampiri kita," panik Aida.


"Aida, tolong jangan dibuat bercanda. Gue tidak mau dihukum sama Pak Surarto," balas Madonna karena takut.


Pak Surarto yang berekspresi marah itu benar-benar kesal dengan tingkah mereka bertiga, ditambah ia sangat senang bisa menjebak Aida bersama Madonna dan Lita.


"Kalian mau pergi ke mana? Mau kabur? Kalian pikir bapak sebodoh itu, sebenarnya kalian manusia atau binatang, sudah disuruh masuk ke kelas kini malah mengulangi lagi," ucap Pak Surarto.


"Aida kita harus bagaimana," bisik Lita.


Kini Aida bersama Madonna hanya diam saja dan tidak tau harus mau pergi ke mana. Kemudian Aida berpikir untuk mencari jalan kabur, lalu ia melihat celah mungkin dengan mendorong lemari itu bisa menjebak Pak Surarto.


Selepas itu, Aida berjalan menghampiri lemari tersebut lalu ia mendorongnya. Pak Surarto pun kaget ketika lemari itu datang menimpanya - akhirnya ia terjebak sampai kacamata yang Pak Surarto terlepas.

__ADS_1


"Sialan?! Dasar murid-murid brengsek. Aida, Lita, Madona?!!" kesal Pak Surarto.


Tidak lama Pak Surarto mendadak pingsan dan kesulitan untuk bernapas, karena kesal dengan tingkah bejat Aida bersama kedua temannya. Setelah melihat Pak Surarto nan terjebak, kini Aida, Lita dan Madonna keluar pergi meninggalkan Pak Surarto.


Namun saat mereka pergi ke depan pintu. Madonna malah menoleh ke belakang dan melihat Pak Surarto nan terkapar karena kesulitan untuk bernapas, ditambah umurnya 59 tahun sangat sulit untuk melepaskan diri.


"Astaga! Aida. Pak Surarto sedang terkapar. Seperti kita harus menyelamatkan bapak itu segera juga, nampaknya ia sangat kesulitan," ucap Madonna karena khawatir dengan kepala sekolah.


"Madonna, lu jangan mudah tertipu daya mungkin itu hanyalah permainan kepala sekolah," balas Aida tidak percaya.


"Aida. Sepertinya apa yang kau katakan salah, gue enggak apa-apa kalau itu hanyalah permainan kepala sekolah. Lagi pun gue nggak tega melihat Pak Surarto terkapar," bantah Madonna.


Kini Aida dan Lita hanya diam saja melihat Madonna yang menyakinkan itu. Tapi apa boleh buat dengan terpaksa mereka mengikuti ucapan Madonna untuk menyelamatkan Pak Surarto.


Di saat mereka menghampiri Pak Surarto, kini prihal kepala sekolah hanya diam saja, ia sangat kesulitan untuk berbicara - apa yang dikatakan oleh Pak Surarto membuat Aida, Lita dan Madonna tidak mengerti.


"Astaga, Pak. Apakah bapak masih bisa mengobrol?!" panik Aida.


Melihat Pak Surarto yang sulit berbicara tidak bisa melakukan apa-apa sehingga dia hanya berbaring saja, seolah tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali, sekujur tubuhnya kesemutan - dia tidak merasakan apa pun.


"Aida. Sekarang kita harus bagaimana, gue nggak mau terlibat kasus ini. Apa baiknya kita panggil Bang Ke aja untuk meminta tolong," ucap Madonna.


"He? Kalau kita panggil Bang Ke yang ada masalahnya tambah besar," balas Aida.


"Aida, kalau kita nggak panggil Bang Ke. Yang ada Pak Sur sakitnya tambah parah, lebih baik kita berbohong saja. Karena kita baru lihat di aula sekolah melihat Pak Sur terkapar gitu tanpa sebab," tanggap Lita.

__ADS_1


"Ah? Betul tuh. Ya sudah kalian buruan cari Bang Ke di gerbang sekolah, biarkan gue saja yang nungguin Pak Sur," suruh Aida.


Tanpa berlama-lama Lita dan Madonna mengikuti permintaan Aida, lalu mereka pergi ke gerbang sekolah dengan mencari Ketot untuk menyelamatkan Pak Surarto.


__ADS_2