Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Masuk Pagi


__ADS_3

Malam ini Aida nampak lelah, karena banyak makanan nan telah ia makan. Sampai di kamar dengan seperti biasa Ibu Setan datang menganggu Aida, tetapi ia tidak peduli dan selalu berpikir positif.


Tidak lama suara notifikasi pada handphonenya berdering terus, kemudian Aida membukakan handphone ternyata ada 60 pesan dari grup Metalis dan grup SMKHB dengan singkatan Sekolah Menengah Kesenian Harapan Bangsa.


Pertama kali Aida membuka grup Metalis.


[Assalamu'alaikum, Aida, Madonna boleh bantuin gue nggak,] Pesan Lita.


[Wa'alaikum salam, iya Lita ada apa. Sorry gue nggak bisa fokus sama HP, sebab sedang menyalin jawaban tugas matematika milik Aidil, tinggal 1 rangkap lagi nih mau kelar,] balas Madonna.


[Gue, minta tolong kerjain tugas gue, nanti gue bayar deh per lembar, soalnya di rumah gue mati lampu. Mana baru ngisi 25 soal,] Pesan Lita sembari mengirim emote nangis.


[Ya Allah, Lita tugas tuh tinggal salin aja. Kita di sini tidak ada joki nulis. Kalau di rumah lu mati lampu, 'kan bisa pakai lilin atau senter. Ini tugas matematika lho, kalau lu nggak ngerjain yang ada Pak Sa bakalan nyuruh lu nulis empat rangkap, usahakan kau kerjakan dulu, gue juga nggak mau lihat lu menderita,] balas Madonna sambil mengirim emote  semangat.


^^^[Wa'alaikum salam, iya Lita ada apa? Maaf gue baru kelar makan, jadi sekarang baru buka handphone,] balas Aida  menarik pesan pertama yang dikirim oleh Lita. ^^^


^^^[Astaghfirullah, Lita. Segitunya minta dituliskan padahal lu tinggal menyalin aja, kalau mati lampu diakali dong, jangan buat lu menderita sendiri, ingat kalau nggak ngerjain tugas bakalan nulis empat rangkap. Maaf gue nggak bisa bantu, soalnya gue juga lagi ngerjain tugas matematika,] balas Aida menarik pesan ketiga yang dikirim oleh Lita dengan berbohong.^^^


[Ya Allah, gue harus gimana dong. Mana gelap lagi, ibu sama ayah gue malah tidur, jam segini gue nggak diizinin keluar rumah, lilin juga sudah habis,] pesan Lita.


[Alhamdulillah, teman-teman di rumah gue barusan hidup lampu, memang PLN kek bang*at!] kesal Lita.


[Syukurlah kalau begitu, semangat yah Lita nulisnya,] balas Madonna.


^^^[Alhamdulillah kalau begitu, artinya Allah masih memberi kesempatan untuk membantu lu. Eh? Sabar jangan emosian nanti cepat tua,] balas Aida dengan menggunakan emote tawa. ^^^


Usai membalas pesan pada grup Metalis, kini Aida membuka grup SMKHB.


[Assalamu'alaikum, Anak-anak mulai besok kita kumpul pukul enam pagi, karena ada acara untuk menyambut kedatangan kepala sekolah baru kita. Untuk yang bagian organisasi sekolah juga datang awal pagi," Pesan penting dari wakil kepala sekolah.

__ADS_1


[Wa'alaikum salam, baiklah pak terimakasih informasinya,] balasan pesan sampai 897 — handphone Aida dibanjiri notifikasi. Perlahan handphone miliknya dengan prihal lemot, karena tidak tahan melihat handphone nya lemot, ia bergegas mematikan dan memilih untuk tidur.


***


Driing!


Driing!


Suara handphone milik Aida berdering, menandakan bahwa ada yang nelpon. Aida nan baru bangun dan bertingkah malas untuk mengangkat handphonenya.


Tidak lama suara handphone Aida berdering lagi, sebab tak tahan ia bergegas mengangkat telponnya.


"Halo, iya ada apa. Pagi-pagi buta gini masih aja mau nelpon, lu manusia atau unhuman!" kesal Aida.


"Aida, lu sudah mandi belum. Hari ini kita disuruh datang pagi lho sama pak wakil kepala sekolah," balas Madonna.


"He? Masih pukul empat pagi lho dingin banget tau. Lu masih waras nggak? Heh, yang bener kita hari ini masuk pagi!" kaget Aida.


"Lah, lu ngapain bangun jam 1. Bergadang yah?" heran Aida, lalu menebaknya.


"Gue nonton drakor, tadi selepas ngerjain matematika, malah dikasih rekomendasi drakor genre romance sekarang tinggal enam episode lagi mau tamat," balas Madonna.


"Tumben lu nonton drakor, biasa anti plastik, anti wibu sama anti drain dan biasanya lu juga manusia normal lebih keseringan makan."


"Yah gimana lagi, sebenarnya gue malam kemarin di kasih kopi sama bokap gue. Jadi gue nggak bisa tidur plus gabut banget, ditambah samping rumah gue lagi ada masalah KDRT, di belakang rumah Mbak Kun malah nyanyi nggak jelas. Yah dengan terpaksa gue minta tolong sama ponakan, malah dikasih rekomendasi drakor. Tapi apa buat demi menghilang rasa gabut," jelas Madonna.


"Awas nanti lu bakalan kena penyakit insomnia. Ya sudah gue mau mandi dulu. Nanti gue telpon lagi kalau sudah siap," balas Aida sembari menutup telpon.


Usai menelpon dengan Madonna, Aida bergegas pergi ke kamar mandi. Pertama kali ia menghidupkan kran air hangat dan air dingin, setelah terisi nya air pada bak besar, kini ia seperti biasa menenggelamkan tubuhnya. Selama Aida mandi Ibu Setan datang mengobrol.

__ADS_1


"Hihihi  ... Aida kok lu tumben banget mandi pagi, mau pergi ke mana lu?" tanya Ibu Setan.


"Hidih, kepo lu  Bu Set. Lu tebak aja gue mau ke mana?"


"Hum  ... lu mau nyariin harta gue yah, baguslah kalau begitu," balas Ibu Setan.


"Hahaha, salah, gue mau sekolah hari ini. Kalau gue ketemu harta lu, gue janji bakalan balikin. Sudah pergi saja ke dunia lu jangan ganggu hidup gue."


"Yah, gue tau kalau lu mau pergi sekolah. Ok, gue tunggu lu. Tapi kalau hari ini belum dapat awas saja, gue bakalan ganggu hidup lu sampai akhir hayat, hihihi  ...."


Kini Aida hanya diam saja dan tidak bisa berkata apa-apa. Setelah mandi, Aida berjalan menuju kamarnya untuk mengambil baju olahraga dan baju pramuka. Selanjutnya usai memakai baju olahraga, ia juga tidak lupa memasukkan buku matematika, kertas double polio dan buku ppkn pada tas ranselnya.


Selepas berkemas Aida berjalan ke lantai bawah, sampai di ruangan utama malah melihat Mas Uk yang baru saja selesai sholat tahajjud.


"Assalamu'alaikum, akhi cakep banget. Pasti Mbak Annisa jadi minder akibat mutusin Mas Uk spesifik rajin sholat malam begini," sapa Aida.


"Wa'alaikum salam, bisa aja nih Maemunah. He? Kok dibahas lagi sih. Mas sholat tahajjud, karena ada keinginan yaitu membahagiakan orang tua. Eh, Aida mau pergi ke mana pagi-pagi begini?" balas Uka, lalu ia bertanya.


"Eng, ini Mas Uk. Aida hari ini disuruh masuk pagi sama wakil kepala sekolah, karena ada acara penting. Tadi Aida ditelpon sama teman sekelas untuk menunggu di depan rumah."


"Oh iya, teman sekelas mu cowok atau cewek?" tanya Uka dengan ekspresi wajah tidak percaya.


"Cewek lah, Mas. Mas Uk nggak percaya? mau bukti, ini nah Aida ditelpon sama Madonna. Ngapain juga Aida mau pergi bareng cowok pagi-pagi begini. Tapi tunggu, kok Mas Uk peduli banget denganku," balas Aida sembari menyodorkan hpnya.


"Yah, Mas ingin pastiin aja. Iya mas percaya kok. Sebagai anak pertama, mas juga harus peduli pada adik bungsunya."


"Ahh, Mas Uk bikin baper aja. Untung mas kandung, kalau bukan sudah lama ku buat Smakdown. Ya sudah Aida pergi dulu yah mas, bilangin sama bapak dan emak, kalau Aida sudah pergi sekolah."


"Baik, sayang."

__ADS_1


"Cih! Jijik."


Kemudian Aida pergi meninggalkan rumah dan berjalan menuju halte, sembari menunggu kehadiran Madonna.


__ADS_2