Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Siapa Mengetuk Pintu?


__ADS_3

Sudah lima menit berlalu, kini Aida masih sibuk mengerjakan tugas matematika dan telah menulis soal sebanyak dua puluh lima. Lagi pun mengerjakan soal adalah suatu hal mudah dibanding menjawab soal.


Di saat lagi sibuknya mengerjakan tugas, hujan turun dengan deras, Aida yang duduk di meja belajar sembari menatap jendela.


Ia sangat kesal dengan hujan dan berharap untuk tidak mati lampu. Melihat prihal itu, kini ia melanjutkan menulis soal dari pemberian Pak Sabar.


Tidak lama Ibu Setan kembali menganggu belajarnya Aida. Ia melakukan mengacak-acak kamar tidur Aida, pakaian dan bukunya dibuat berantakan. Dengan keadaan tersebut membuat Aida sangat kesal dan mengeluh.


"Bu Set tolong jangan ganggu gue dulu. Gue mau serius mengerjakan soal nih, daripada mengacak-acak kamar gue mending lu bantu kerjain tugas gue," ucap Aida.


"Hihihi ... lu kira gue jago matematika. Gue akan ganggu lu terus sampai harta gue dikembalikan, baru gue pergi dari lu, " balas Ibu Setan.


"Sialan! Emang nih Bu Set kagak capek. Gangguin hidup gue mulu, ditambah dia masih mikirin harta itu terus. Gue aja kagak tau harta itu seperti apa ini malah maksa lagi," batin Aida.


Setelah berbicara dengan Ibu Setan. Aida melanjutkan kerjakan tugas matematika, kemudian ia malah mendapatkan notifikasi whatsapp pada handphonenya.


Saking penasarannya ia pun membuka notifikasi itu. Ada 5 notifikasi dari grup whatsapp Metalis yang terdapat tiga member yaitu dirinya, Lita dan Madonna.


[Lita, Aida. Bisa bantuin gue kerjakan matematika nggak,] pesan Madonna.


[Gue, malas ngerjain itu Madonna. Lebih baik gue nyontoh aja punya Aidil, dia kan anak paling emas di kelas 11 J,] balas Lita.


[Aidil itu pelit banget sama gue. Apakah gue boleh nyontoh punya lu,] pesan Madonna menampakkan emote sedih membalas pesan Lita.


[Iya, nanti gue contohin. Kalau Aidil pelit sama lu mending gombalin aja, lelaki mana sih yang nggak tertarik dengan kita. Lu juga anak orang kaya sedangkan gue sama Aida hidup pas-pasan,] jelas Lita karena kesal dengan tingkah Madonna.


[Iya gue emang orang kaya. Tapi gue nggak pinter gombal anak orang, ditambah gue gendut jadi insecure sama Aidil,] balas Madonna dengan emote pasrah.


^^^[Hum ... gue masih ngerjakan soal, Madonna. Gue itu sebenarnya malas juga ngerjain, tapi gue takut dengan Pak Sabar. Kalau nanti ngerjain tugas empat rangkap,] balas Aida menarik pesan pertama dikirim oleh Madonna. ^^^


^^^[Nah, betul apa yang dikatakan oleh Lita. Ada benarnya tuh, lebih baik kita contoh aja punya Aidil,] balas Aida menarik pesan kedua dikirim oleh Lita. ^^^

__ADS_1


^^^[Ya Allah Madonna kok lu malah insecure. Lu kan orang kaya, kan lu bisa beli obat diet. Orang kaya kan bebas mau beli apa aja sedangkan gue hidup pas-pasan. Gue tau bapak gue polisi, emak gue punya toko butik dan mas gue kerja PT. Mereka kerja buat kehidupan dan sekolah gue, jadi lu harus bersyukur. Yah sudah lu nggak usah takut nanti gue sama Madonna bakalan minta jawaban pada Aidil,] balas Aida menarik pesan kelima dikirim oleh Madonna.^^^


[Hum ... ok terimakasih banyak Aida. Karena telah membantu gue, untung aja ada kalian berdua. Kalau enggak yang ada gue bakalan pindah sekolah lagi,] pesan Madonna dengan emote bahagia.


^^^[Iya sama-sama, jangan menyerah dan tetap semangat. Hahaha ... selagi ada gue dan Lita, lu bakalan baik-baik saja, kita buktikan kalau persahabatan kita itu kuat,] balas Aida. ^^^


Kini obrolan mereka bertiga pun telah selesai. Tidak lama, Aida mendengar suara ketukan pintu dari bawah. Sebelum ia pergi ke bawah kini dirinya malah takut. Biasanya jam segini emak dan bapaknya masih bekerja. Saking penasarannya Aida tetap memaksakan ke bawah dan berpikir positif, mungkin saja itu tetangga atau orang lain yang ingin berkunjung.


Sampai di depan pintu, Aida menguntit lewat lubang kaca dan melihat siapa orang tersebut. Ternyata di balik pintu adalah Mas Uka, kakaknya Aida.


"Mas Uk, kok dia ada di sini, bukannya dia masih merantau," batin Aida kebingungan.


Kemudian Aida membuka pintu sembari mengukir senyumnya.


Ceklek!


"Selamat datang Mas Uk. Kok mas baru pulang, bukannya bulan kemarin mas masih sibuk kerja," sapa Aida menyambut kedatangan Uka, lalu ia bertanya serius kepada Uka.


"Hum ... bukan disambut baik-baik, dipeluk atau gimana. Ini malah nanya, apakah adikku tercinta tidak kangen sama Mas Uk," balas Uka seraya kelelahan.


"Duit aja terus. Aida bikinin Mas kopi dong. Capek banget nih, sudah 2 sampai 3 kali naik kereta api sama naik kapal laut," pinta Uka.


"Ada duit, ada barang," balas Aida.


"Iya bikinin aja dulu. Nanti abang kasih duit!" kesal Uka.


"Ih kok ngamok, janji yah."


"Iyaa?!"


Kini Aida hanya mengangguk seraya tersenyum. Selepas itu ia pergi ke dapur untuk menyiapkan segelas kopi untuk Uka.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, kini Aida keluar dari dapur sambil membawa segelas kopi dengan menggunakan tampah.


"Nah, Mas Uk ini kopinya. Eh? Tunggu sebentar duitnya mana," ucap Aida dengan tersenyum jahat.


"Astaga! Aida sampai kapan kamu bisa cepat tamat sekolah terus kerja cari duit sendiri. Iya, iya. Mas ambil duitnya dulu," balas Uka.


Kemudian Uka membuka tas ranselnya dan mengambil dompet. Lalu ia membuka dompet dan mengambil duit seratus ribu kepada Aida.


"Nah ambil. Sini berikan segelas kopi pada mas," pinta Uka sembari memberikan duit kepada Aida.


"Nah. Terimakasih banyak Mas Uk," balas Aida dengan bahagia.


Kini Uka hanya mengangguk saja, lalu ia meminum segelas kopi buatan Aida. Usai minum kopi, Aida malah bertanya lagi kepada Uka untuk meminta tolong.


"Mas Uk, Aida boleh minta tolong nggak?" pintanya.


"Iya, Aida mau minta tolong apa? Tapi jangan duit yah, mas nggak punya duit lagi untuk pergi merantau," balas Uka yang sudah menebaknya.


"Astaghfirullah suudzon aja nih Mas Uk. Mas Uk bisa bantuin Aida kerjakan matematika, Aida enggak bisa mas. Rasanya Aida pengen berhenti sekolah, tapi bapak sama emak selalu maksain aku," pinta Aida sembari membasahi wajahnya.


"Eh? Kok kamu nangis. Bukan gitu Aida mas bukan suudzon tapi mau waspada aja. Insyallah mas bantu kok, tapi tolong kamu jangan berhenti untuk sekolah. Sekolah itu adalah ilmu berharga dan tempat untuk melanjutkan kuliah atau kerja. Ngomong-ngomong Aida mau kuliah atau kerja nih?" tanya Uka.


"Aida, mau nikah mas. Aida capek sekolah sama kerja juga, kalau dah nikah bisa di rumah terus, biarkan suami yang kerja," balasnya.


"Emang Aida sudah punya pacar, kayaknya selama ini mas belum lihat Aida pergi bareng pacar?" heran Uka.


Kini Aida diam sejenak karena gagal untuk menjawab pertanyaan Uka dan kesal juga dengan tingkahnya. Kemudian Aida mengganti dialog obrolan baru.


"Mas Uk. Mbak Annisa ada di mana? Biasanya sering barengan?" tanya Aida.


Uka pun kaget ketika Aida membicarakan mantannya. "Hum ... mas sudah putus sama dia, akibat ada kesibukan masing-masing."

__ADS_1


"Yah, kasian yah jomblo. Hahaha ...," balas Aida dengan mengejek Uka, lalu ia berusaha pergi untuk menghindar Uka.


"Anjing! Mau ngerjain mas yah, awas aja kamu."


__ADS_2