
Setelah kepergian Lita dan Madonna, kini suasana dalam ruangan aula sekolah nampak sangat gelap, tiba-tiba pintu dari depan mendadak tertutup akibat ditiup angin kencang, lalu gorden perlahan bergeser seketika - cahaya di sana sangat gelap.
Tap!
Tap!
Tidak lama, Aida mendengarkan suara langkahan kaki. Orang yang melangkah itu bukanlah manusia biasa melainkan mahluk tak kasat mata yaitu Ibu Setan bisa ditebak umurnya tiga puluh tahun, ia meninggal karena kecelakaan.
Melihat kejadian ini membuat Aida tidak bisa tenang untuk sendirian, kemudian Ibu Setan datang menghampiri Aida dari belakang.
"Hihi, Aida harus sampai kenakalan mu bisa selesai. Selain mencuri hartaku, kau malah mau ingin membunuh bapak itu," ucap Ibu Setan.
Aida diam saja seraya menutup matanya dan ketakutan, rasanya ia ingin pergi meninggalkan aula sekolah, tetapi ia malah tidak bisa kabur karena dirinya telah berjanji untuk menunggu Pak Surarto.
"Tolong pergi dan jangan ganggu gue Bu Set. Tolong lu kembali saja ke dunia lu, gue mau tenang," balas Aida dengan menutup matanya sembari berbicara aneh kepada mahluk tak nyata.
"Hihihi. Selain nakal kamu ternyata lucu juga, aku tidak akan kembali ke dunia ku, sebelum kamu kembalikan hartaku. Aku akan selalu menghampiri mu dan berteman juga," tolak Ibu Setan.
"Gue enggak mau temenan sama lu, lu sangat menyeramkan," balas Aida. Tidak lama ia merasa aura dingin di depan wajahnya, lalu Aida perlahan membuka kedua matanya, ternyata di depan wajahnya ditatap oleh Ibu Setan dengan wajah pucat dan kedua matanya hitam.
"Argghhh!" teriak Aida ketakutan.
Kemudian Aida berlari dan berjalan ke pintu depan untuk keluar dari ruangan. Dengan meninggalkan Pak Surarto dan Ibu Setan di dalam ruangan aula sekolah.
Selepas keluar dari aula sekolah, kini Aida berlari terbirit-birit untuk mencari keramaian. Tidak lama Aida malah bertemu Ketot, Lita dan Madonna untuk menolong Pak Surarto yang terkapar.
"Aida, lu kenapa sih berlari terburu-buru gitu. Apakah lu baik-baik saja?" tanya Lita.
"Lit, gue lagi dihampiri sama Bu Set. Gue takut sepertinya kita tidak usah untuk kembali ke aula sekolah itu, gue insaf dan enggan untuk pergi ke sana?!" balas Aida ketakutan.
__ADS_1
"Aida, kamu kenapa? Apakah kamu baik-baik saja, terus Bu Set itu siapa?" tanya Ketot.
"Itu Bang Ke. Aida diganggu mahluk tak kasat mata dan dia malah ngajak gue main. Bu Set itu Ibu Setan," tanggap Aida.
Lita, Madonna dan Ketot hanya diam sembari mengernyitkan kening, dengan mendengarkan tanggapan Aida yang berhalusinasi itu.
"Hum, kayaknya Aida lagi kurang makan aja kali, mungkin kamu sedang di fase berhalusinasi. Mana ada siang begini ada Ibu Setan. Oh iya, Pak Surarto sekarang ada di mana? Masa kamu tinggal," ucap Ketot lalu ia bertanya.
"Ish. Bang Ke, Aida tidak berhalusinasi ini beneran lho. Emang setan datangnya malam doang?" balas Aida karena kesal dengan tingkah Ketot.
"Haduh, yang sudah soal itu nanti saja dibahas. Sekarang Pak Surarto ada di mana?!" kekeh Ketot.
"Pak Surarto ada di dalam aula sekolah, jadi mana mungkin gue bawanya. Bikin kesal aja deh."
Kini Ketot, Lita dan Madonna hanya diam saja seraya menggelengkan kepala melihat tingkah Aida yang aneh itu. Kemudian mereka berempat pergi ke aula sekolah bersama-sama.
Saat tiba di aula sekolah dan Ketot membukakan pintu. Kini ia masuk lalu Ketot malah melihat Pak Surarto yang masih tidur terbaring ditambah dirinya kesulitan untuk berbicara.
Kemudian ia berusaha untuk membangunkan Pak Surarto dengan duduk sebentar, tetapi semua itu malah tidak bisa - membuat Pak Surarto untuk duduk tenang disebabkan anggota tubuhnya sangat susah digerakkan.
"Nampaknya penyakit Pak Sur kambuh lagi. Aida tolong panggil Wakil Kepala Sekolah atau guru lainnya untuk menelpon rumah sakit sekarang juga!" suruh Ketot.
Kini Aida diam saja dan mengangguk. Sebelum ia pergi, Aida malah menarik tangan Lita untuk menemaninya. Alasan Aida membawa Lita karena tidak mau diganggu oleh Ibu Setan.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan aula sekolah, lalu mencari guru dengan menelpon rumah sakit untuk menyelamatkan Pak Surarto.
Tidak lama, Aida dan Lita melihat Ibu Sukma yang hendak pergi ke kelas untuk mengajar, kemudian mereka berdua memanggilnya bersamaan.
"Bu Suk?" panggil Aida dan Lita.
__ADS_1
Ibu Sukma pun kaget, kalau ada orang lain yang sedang memanggilnya, lalu ia melihat ke depan. Usai memanggil ibu itu, Aida dan Lita pun datang menghampirinya.
"Bu. Aida boleh minta tolong nggak untuk telpon rumah sakit. Soalnya Pak Surarto lagi sakit di aula sekolah, kami datang ke sini karena disuruh sama Pak Ketot," ucap Aida dengan serius.
"Ah, apa Pak Sur lagi sakit? Ya sudah nanti ibu bakalan telpon rumah sakit. Nampaknya kalian semua bakalan disuruh pulang cepat hari ini," balas Ibu Sukma.
Aida dan Lita sangat lega saat mendengarkan balasan Ibu Sukma, karena telah berhasil menemui guru lain untuk menolong Pak Surarto. Ditambah mereka berdua juga mendengarkan bahwa hari ini bakalan pulang cepat.
Usai menemui Ibu Sukma, mereka berdua pun kembali lagi ke aula sekolah untuk menemui Madonna dan Ketot.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di aula sekolah. Selepas itu, mereka malah dikagetkan suara sirine dari depan. Sebuah mobil ambulan putih datang masuk ke dalam lingkungan sekolah nan berjalan menuju aula sekolah.
Kemudian dua perawat laki-laki memakai pakaian berwarna putih, keluar dari ambulan dan membawa ranjang ke dalam aula, lalu Ketot dan kedua perawat menggandeng Pak Surarto untuk direntangkan pada ranjang tersebut.
Setelah itu, Pak Surarto dimasukkan ke dalam ambulan dan Ketot juga ikut masuk untuk menemani Pak Surarto sampai di rumah sakit.
Selepas kepergian mobil ambulan. Suara bel sekolah berdering kencang sebanyak empat kali. Usai mendengarkan suara bel sekolah, kini disambut suara guru yang berasal dari toa sekolah.
"Anak-anak mulai hari ini kalian pulang cepat dan pergi ke rumah masing-masing. Jangan keluyuran dan pulang segera ke rumah, kalau masih ada terlihat makai baju sekolah maka saksinya dihukum!!"
Selanjutnya semua anak-anak dari tiga puluh kelas keluar bersamaan - sangat terdesak untuk pulang ke rumah. Aida bersama temannya Lita dan Madonna tetap memilih pulang terakhir, dikarenakan mereka tidak mau berdesak-desakan dengan anak lainnya.
Lima menit berlalu, kini sekolah Harapan Bangsa sudah sangat sepi. Kemudian mereka pergi ke parkiran lalu menaiki mobil Madonna untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Teman-teman nanti kita mau pergi ke mana nih? Ini kan masih pagi ala baiknya kita pergi ke angkringan saja mau nggak, sekalian cari makan?" tanya Aida dengan mengajak kedua temannya.
"Ahh. Ya sudah deh, kalau gue ikut aja sih. Kagak tau dengan Madonna," balas Lita.
"Hum ... kalau gue sih yes aja. Apa yang dikatakan oleh Aida ada benarnya. Di rumah aja orang tua gue masih sibuk kerja, daripada gue sendirian di rumah mending ikut kalian," balas Madonna.
__ADS_1
Kini Aida sangat senang melihat Lita dan Madonna mengikuti keinginannya. Kemudian mereka pergi mencari angkringan dengan menggunakan mobil pribadi milik Madonna.